Anda di halaman 1dari 24

BIOKIMIA

Tujuan : Untuk menguraikan / menjelaskan semua proses kimia pada sel-sel hidup
dalam ruang lingkupnya
Tubuh manusia tersusun dari beberapa unsur yang bergabung membentuk molekulmolekul dalam jumlah besar, sebagai unsur pembentuknya adalah C,H,o, N yang
merupakan unsur utama
Fungsi Utama bimolekul di dalam sel :
1. Protein berfungsi sebagai enzim dan berperan di dalam reaksi-reaksi sebagai
biokatalisator , sebagai transportasi. Membentuk antibodi
2. Asam nukleat berfungsi sebagai faktor genetik molekul pembawa/ penyimpan
energi dsb.
3. Polisakarida berfungsi pembentukan struktur membran sel, cadangan energi
(glikogen)
4. Lipida berfungsi komponen pembentuk struktur membrane sel, sumber energi.

Proses Pencernaan karbohidrat , Lemak dan Protein di dalam tubuh :


1. Pencernaan melalui mekanik (gigi), Enzim alpha amilase
2. Enzim kelenjar lambung (pepsin) HCl
3. Cairan Pankreas (tripsin, khimotripsin, karboksi peptidare, amilase, lipase, R.
Nuklease, D. Nuklease, Kholesterol esterase, Cairan empedu /hati.
4. Kelenjar usus halus . Amino peptidase, dipeptidase, sukrase, maltase, laktase,
Fostatse, glukosidase, Bakteri usus halus.

AIR = H2O= H+-O=-H+

pH tubuh = 7,35 7,45


pH7,3 ---- asidosis X pH7,45 alkalosis
untuk mengetahuinya dengan pengukuran pH darah arteri
H2O = H+ + OH-

K=
pH = - log (H+)
Konstanta disosiasi
pH Air = 7 ---- pH = -log H+ = - log 10-7 = -(-7) = 7

PROTEIN

Nama protein (Yunani = yang utama) pertama diajukan oleh Berselius untuk senyawasenyawa organik kompleks yang terdapat didalam sel binatang dan tumbuh-tumbuhan.
Tumbuh-tumbuhan dan bakteri dapat membuat membuat protein dari nitrogen
anorganik, tetapi binatang dan manusia memerlukan asam amino untuk sintesa protein.

Asam amino yang diperlukan tubuh dapat dibagi dalam 2 kelompok, yaitu :
(1) asam amino esensial ialah asam amino yang mutlak harus ada dalam makanan,
karena tidak dapat disintesa oleh tubuh. Untuk manusia asam amino tersebut
ialah : triptofan, fenilalanin, lisin, treonin, valin, metionin, leusin, isoleusin.
(2) Asam amino non esensial yang dapat disintesa oelh tubuh sendiri. Asam amino
ini juga perlu terdapat dalam makanan sebagai sumber nitrogen.
KOMPOSISI KIMIA PROTEIN
Sebagian besar protein terdiri dari unsur-unsur karbon, hidrogen, oksigen dan nitrogen
dengan perincian sebagai berikut :
C

= 50 55%

= 6 7,3%

= 19 24%

= 13 19% (= 16% untuk penetapan kadar protein dalam zat makanan atau
cairan biologis)

Unsur-unsur lain yang sering juga terdapat di dalam protein ialah S, P, Fe, Mn, I, Cu, Zn
dan sebagainya.
KLASIFIKASI
Klasifikasi protein berdasarkan rumus bangun sangat sulit, karena rumus bangun protein
belum diketahui seluruhnya. Klasifikasi yang lazim dikemukakan ialah yang
berdasarkan atas daya larutnya dan komposisi kimianya, terutama yang bukan asam
amino.
Simple Protein
Simple protein hanya mengandung L--amino atau derivatnya.

(1) Albumin

Laarut dalam air; mengalami koagulasi pada pemanasan; dapat diendapkan


dengan larrutan (NH4)2SO4 jenuh. Contoh : laktalbumin, albumin serum.

(2) Globulin
Larut dalam larutan garam encer, asa dan basa kuat; tidak larut didalam air
murni; mengalami koagulasi dengan pemanasan. Contoh : ovoglobulin, globulin
serum.
(3) Glutelin
Larut dalam asam dan basa encer; tidak larut dalam pelarut netral; mengalami
koagulasi dengan pemanasan. Contoh : glutenin dalam gandum.
(4) Prolamin
Larut dalam alkohol 70-8-%; tidak larut didalam alkohol absolut, air dan pelarut
netral. Contoh : zein dalam jagung, gliadin dalam gandum.
(5) Albuminoid (Skleroprotein)
Tidak larut didalam pelarut netral, asam dan basa encer,; tidak dapat dihidrolisa
oleh enzim proteolitik. Contoh : keratin (rambut, kuku, kulit), kolagen
(6) Histon
Larut didalam air dan asam yang sangat encer; tidak dapat larut didalam NH4OH
yang sangat encer; tidak mengalami koagulasi dengan pemanasan; pada
hidrolisa menghasilkan banyak asam amino bersifat basa. Contoh : nukleohiston
pada inti sel.
(7) Protamin
Larut di dalam air dan NH4OH; menngandung banyak asam amino bersifat basa;
tidak mengalami koagulasi pada pemanasan; dapat mengendapkan protein lain;
terutama terdapat di dalam sel telur. Contoh : salmin (salmon), sturin (sturgeon)
Conjugated Protein
Protein yang bergabung dengan zat yang bukan protein. Zat yang bukan protein itu
disebut gugus prostetik.
1. Nukleoprotein
Gugus prostatiknya ialah asam nukleat. Contoh: nuklein, nukleohiston.
2. Glikoprotein
Gugus prostetiknya ialah karbohidrat, yang pada hidrolisa menghasilkan
hexosamin. Contoh : musin dalam saliva, globulin dan 2 globulin dalam
plasma.

3. Fosfoprotein
Senyawa dalam gugus prostetiknya mengandung fosfor, tetapi bukan fosfolipid
atau asam nukleat. Contoh : kasein dalam susu.
4. Kromoprotein
Senyawa yang mengandung gugus
hemosianin, sitokrom, flavoprotein.

kromoforik.

Contoh

:hemoglobin,

5. Lipoproytein
Gugus prostetiknya ialah suatu lipid seperti trigliserida, fosfolipid, kolesterol
dan sebagainya. Contoh : kilomikron, VLDL (very low density lipoprotein),
LDL (low density lipoprotein) dalam darah.
6. Metalloprotein
Gugus prostatiknya ialah suatu logam. Contoh : seruloplasmin (Cu), siderotilin
(Fe).
4.3.3. SIFAT-SIFAT UMUM PROTEIN
1.
2.

Protein merupakan suatu makromolekul yang dalam larutan membentuk


koloid liofil (emulsoid)
Hidrlisa protein menghasilkan asam L- -amino. Hidrolisa protein dapat
dilakukan dengan:
Asam
Misalnya HCl 6 N atau H2SO4 8 N, disertai pemanasan. Dengan HCl 6 N
pada suhu 110oC sebagian besar protein dapat dihidrolisa sempurna selama
20-70 jam. Hal-hal ini yang menguntungkan dalam hidrolisa dengan asam
ialah:
1. Semua triptofan dan sebagian serin dan treonin akan rusak. Hasil
pememcahan triftopan dapat membentuk protein berwarna hitam
(humin).
2. Glutamine dan asparagin mengalami deaminasi menjadi glutamate dan
aspartat.
3. Asam glutamate mengalami dehidrasi intramolekuler menjadi pirolidon
5-karboxilat.
4. Lain asam amino juga dapat mengalami dehidrasi intramolekuler dengan
membentuk anhidra-anhidrat siklis atau ketopiperazin-diketopiperazin.

Basa
Pada penggunaan basa, lebih banyak asam amino rusak seperti serin, treonin,
sistein. Juga dapat terjadi reseminasi banyak asam amino. Asam amino yang tidak rusak
pada hidrolisa dengan basa ialah triptofan,sehingga cara ini dipakai untuk menghasilkan
triptofan.
Enzim Proteolitik
Dengan cara ini asam amino tidak rusak, akan tetapi hidrolisa berlangsung
lambat dan kurang lengkap. Karena hidrolisa berlangsung pada suhu 25-40oC (suhu
optimum kebanyakan enzim), maka mudah terjadi kontaminasi kuman. Pada hidrolisa
protein kurang lengkap terbentuk proteosa, peptone, polipeptida, peptide yang lebih
kecil di samping asam amino bebas.
3.

Seperti asam-asam amino, protein juga mengandung gugus asam, dan gugus
basa (zwetterion) serta juga mempunyai pH isoelektrik.

MOLEKUL PROTEIN
Menurut bentuknya, protein dibagi dalam 2 golongan:
1.

Protein Globular

Protein ini mempunyai perbandingan sumbu ( panjang : lebar) lebih kecil dari 10.
contoh : insulin, albumin, dan globulin plasma, ribonuklease dan pepsin.
2. Protein Fibrous
Protein ini membentuk seperti batang dengan perbandingan sumbu lebih besar dari 10.
Contoh : fibrinogen, keratin, miosin.

Struktur protein
Asam-asam amino dalam molekul protein diikat dengan ikatan peptida. Macam, jumlah
dan urutan asam amino di dalam molekul protein menentukan struktur polimer. Jadi
struktur primer merupakan rantai polipeptida. Rantai tadi terlipat membentuk helix.
Bentuk helix ini dipertahankan oleh ikatan disulfida dan ikatan hidrogen. Ini
merupakan struktur sekunder tersusun membentuk lapisan, kristal atau serabut yang
membentuk struktur tersier. Struktur tersier dipertahankan oleh ikatan hidrogen dan
gaya Van der Wals. Beberapa protein mempunyai struktur kuartener yaitu susunan
beberapa unit yang mempunyai struktur primer, sekunder dan tersier. Struktur kuartener
ini sangat penting untuk fungsi suatu protein, misalnya enzim.
Denaturasi Protein
Denaturasi adalah perubahan sifat fisik dan faal suatu protein akibat pecahnya ikatan
hidrogen dan ikatan non polar di dalam molekul protein, sehingga terjadi perubahan
pada struktur sekunder, tersier dan kuartener.
Denaturasi protein dapat terjadi oleh : zat asam atau basa kuat, logam berat, pemanasan,
alkohol, sinar-X, sinar ultraviolet, zat kimia seperti urea dan sebagainya.
Perubahan-perubahan yang terjadi pada protein akibat denaturasi ialah berkurangnya
daya larut protein, hilangnya aktifitas enzim atau hormon, berubah atau hilangnya sifat
anti gen.
Pemanasan albumin pada titik iso elektrik akan terjadi denaturasi diikuti dengan
koagulasi. Koagulum ini tidak larut kembali pada penambahan asam dan basa.
Pemanasan albumin pada titik isoelektrik akan terjadi denaturasi tanpa koagulasi. Jika
pH larutan setelah didinginkan, diubah menjadi pH isoelektrik, akan terjadi flokulasi
yang bersifat reversibel yaitu larut kembali pada penambahan asam atau basa.

KLASIFIKASI PROTEIN
Klasifikasi protein dalam biokimia didasarkan pada fungsi biologinya.
1) ENZIM
Enzim merupakan golongan protein yang terbesar dan paling penting. Kira-kira
seribu macam enzim telah diketahui, yang masing-masing berfungsi sebagai
katalisator reaksi kimia dalam jasad hidup. Pada jasad hidup yang berbeda terdapat
macam enzim yang berbeda pula. Molekul enzim biasanya berbentuk bulat
(globular), sebagian terdiri dari satu rantai polipeptida dan sebagian lain terdiri lebih
dari satu polipeptida.
Contoh enzim: ribonuklease, suatu enzim yang mengkatalisa hidrolisa RNA (asam
poliribonukleat); sitokrom, berperan dalam proses pemindahan electron; tripsin,
katalisator pemutus ikatan peptide tertentu dalam polipeptida.
Uraian lebih lanjut mengenai enzim dapat dilihat pada bab 3.

2) PROTEIN PEMBANGUN
Protein pembangun berfungsi sebagai unsure pembentuk struktur. Beberapa contoh
misalnya: protein pembungkus virus, merupakan selubung pada kromosom;
glikoprotein, merupakan protein komponen membrane sel; -keratin, terdapat dalam
kulit, bulu ayam dan kuku; sklerotin, terdapat dalam rangka luar insekta; fibroin,
terdapat dalam kokon ulat sutra,; kolagen, merupakan serabut dalam jaringan
peyambung; elastin, terdapat pada jaringan penyambung yang elastis (ikat sendi)
mukoprotein, terdapat dalam sekresi mukosa (lender).

3) PROTEIN KONTRAKTIL
Protein kontraktil merupakan golongan protein yang berperan dalam proses gerak.
Sebagai contoh misalnya: myosin, merupakan unsure filament tak bergerak dalam
myofibril; aktin, merupakan unsure filament yang bergerak dalam myofibril; dinein,
terdapat dalam rambut getar dan flagel (bulu cambuk).

4) PROTEIN PENGANGKUT
Protein pengangkut mempunyai kemampuan mengikat molekul tertentu dan
melakukan pengangkutan berbagai macam zat melalui aliran darah. Sebagai contoh
misalnya: hemoglobin, terdiri dari gugus senyawa heme yang mengandung besi
terikat pada protein globin, berfungsi sebagai alat pengangkut oksigen dalam darah
vertebrata; hemosianin, berfungsi sebagai alat pengangkut oksigen dalam darah
beberapa macam invertebrate; mioglobin, sebagai alat pengangkut oksigen dalam

jaringan otot; serum albumin, sebagai alat pengangkut asam lemak dalam darah; lipoprotein, sebagai alat pengangkut lipida dalam darah; seruloplasmin, sebagai alat
pengangkut ion tembaga dalam darah.
5. Protein Hormon
Seperti enzima, hormon juga termasuk proteina yang aktif. Sebagai contoh misalnya
: insulin berfungsi mengatur metabilisme glukosa, hormon adrenortikotrop, berperan
mengatur sintesa kortikosteroid, hormon pertumbuhan, berperan menstimulasi
pertumbuhan tulang.
6. Protein bersifat racun
Beberapa protein yang bersifat racun terhadap hewan kelas tinggi yaitu misalnya :
racun dari clostridium botulinum, yang menyebabkan keracunan bahan makanan,
racun ular, suatu protein enzima yang dapat menyebabkan terhidrolisanya
fosfogliserida yang terdapat dalam membran sel, risin, proteina racun dari beras.
7. Golongan proteina pelindung umumnya terdapat dalam darah vertebrata. Sebagai
contoh misalnya: antibodi merupakan proteina yang hanya dibentuk jika ada antigen
dan dengan antigen yang merupakan proteina asing, dapat membentuk senyawa
komplek, fibrinogen, merupakan sumber pembentuk fibrin dalam proses pembekuan
darah, trombin, merupakan komponen dalam mekanisme pembekuan darah.
8. Proteina cadangan
Proteina cadangan di simpan untuk berbagai proses metabolisme dalam tubuh.
Sebagai contoh misalnya : ovalbumin, merupakan proteina yang terdapat pada putih
telur : kasein, merupakan protein susu, feritina, merupakan tempat cadangan besi
dalam limpa: zein merupakan proteina dalam biji jagung.

ENZIM
ENZIM
Enzim adalah protein yang berfungsi sebagai katalisator untuk reaksi-reaksi kimia di
dalam sistem biologi. Reaksi-reaksi seperti hidrolisa dan oksidasi berlangsung sangat
cepat di dalam sel-sel hidup pada pH kira-kira netral dan pada suhu tubuh. Ini dapat
terjadi karena adanya enzim. Enzim disintesa di dalam sel, tetapi setelah diekstraksi di
luar sel masih mempunyai aktivitas.
Enzim bekerja sangat spesifik. Suatu enzim hanya dapat mengkatalisa beberapa reaksi,
malahan seringakali hanya satu reaksi saja. Ini merupakan salah satu sifat penting
enzim.
Ada segolongan enzim yang dapat mengkatalisa jenis reaksi yang sama, misalnya
memindahkan fosfat, oksidasi-reduksi, dan sebagainya. Oleh karena itu ada suatu
kespesifikan (specificity).
Kespesifikan enzim dapat dibedakan dalam :
1) Kespesifikan Optik
Enzim biasanya mempunyai kespesifikan optic, kecuali epimerase (racemase).
Misalnya maltase dapat mengkatalisa hidrolisa -glukosida, akan tetapi tidak
dapt bekerja terhadap -glukosida. Enzim yang bekerja terhadap D-karbohidrat
tidak dapat mengkatalisa L-karbohidrat, begitu pula dengan enzim-enzim yang
mengkatalisa asam L-amino tidak dapat mengkatalisa asam D-amino.
2) Kespesifikan Gugus
Suatu enzim hanya dapat bekerja terhadap gugus yang khas, misalnya
glikosidase terhadap gugus glikosida, alcohol dehidrogenase terhadap gugus
alcohol, pepsn dan tripsin terhadap ikatan peptide, sedangkan esterase terhadap
ikatan ester.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEPATAN REAKSI ENZIM
Perubahan suhu dan pH mempunyai pengaruh besar terhadap kerja enzim. Kecepatan
reaksi enzim juga dipengaruhi oleh konsentrasi enzim dan konsentrasi substrat.
Pengaruh activator, inhibitor, koenzim dan konsentrasi elektrolit dalam beberapa
keadaan juga merupakan factor-faktor yang penting. Hasil reaksi enzim juga dapat
menghambat kecepatan reaksi.

Pengaruh suhu
Suhu rendah yang mendekati titik beku biasanya tidak merudak enzim tapi tidak bekerja
sehingga tetap biru. Pada suhu di mana enzim masih aktif, kenaikan suhu sebanyak
10oC, menyebabkan keaktifan menjadi (2 kali lebih besar)(Q 10 = 2). Pada suhu optimum
reaksi berlangsung /paling cepat bila suhu dinaikan terus. Maka jumlah enzim yang
aktif akan berkurang karena mengalami denaturasi. Enzim di dalam tubuh manusia
memiliki suhu optimum sekitar 37oC. Enzim organismemikro yang hidup dalam
lingkungan denngan suhu tinggi mempunyai suhu optimum yang tinggi.
Sebagian besar enzim menjadi tidak aktif pada pemanasan sampai 60 oC. Ini
disebabkan karena proses denaturasi enzim. Dalam beberapa keadaan, jika pemanasan
dihentikan dan enzim didinginkan kembali aktivitasnya akan pulih. Hal ini disebabkan
oleh karena proses denaturasi masih reversible. pH dan zat-zat pelindung dapat
mempenngaruhi denaturasi pada pemanasan ini.
Pengaruh pH
Bila aktivitas enzim diukur pada pH yang berlainan, maka sebagian besar enzim di
dalam tubuh akan menunjukkan aktivitas optimum antara pH 5,0 9,0 , kecuali
beberapa enzim misalnya pepsin (pH optimum = 2 ). Ini disebabkan oleh :
1. Pada pH rendah atau tinggi, enzim akan mengalami denaturasi.
2. Pada pH rendah atau tinggi, enzim maupun substrat dapat mengalami perubahan
muatan listrik dengan akibat perubahan aktivitas enzim.
Misalnya suatu reaksi enzim dapat berjalan bila enzim tadi bermuatan negatif (Enz -)
dan substrat bermuatan positif (SH+).
Enz - + SH+

EnzSH

Pada pH rendah Enz akan bereaksi denga H+ menjadi enzim yang tidak bermuatan.
Enz - + H+

Enz-H

Demikian pula pada pH tinggi, SH+ akan mengalami ionisasi dan kehilangan muatan
positifnya.
SH+

S + H+

Oleh karena hanya SH+ yang dapat bereaksi dengan Enz -, maka pada pH yang ekstrem
rendah atau tinggi konsentrasi efektif SH+ dan Enz akan berkurang, karena itu kecepatan
reaksinya juga berkurang.

Pengaruh Konsentrasi Enzim


Kecepatan reaksi (v) berbanding lurus dengan konsentrasi enzim (Enz). Makin besar
jumlah enzim makin cepat reaksinya.
Dalam reaksi enzim Enz akan mengadakan ikatan dengan substrat S dan membentuk
kompleks enzim-substrat, EnzS. EnzS ini akan dipecah menjadi hasil reaksi P dan
enzim bebas Enz.
Enz + S ======== EnzS ======== Enz + P
Enz + S =========== Enz + P
Makin banyak EnzS terbentuk, makin cepat reaksi ini berlangsung. Ini terjadi pada batas
tertentu
Pengaruh Konsentrasi Substrat
Bila Konsentrasi substrat (S) bertambah, sedangkan keadaan lainny a tetap sama,
kecepatan reaksi juga akan meningkat sampai suatu batas maximum V. Pada titik
maximum ini enzim telah jenuh dengan substrat
Pengaruh Oksidasi
Gugus sulfhidril (SH) suatu enzim sangat penting untuk aktivitasnya, misalnya enzim
oxidoreduktase. Oksidasi terhadap gugs ini akan membentuk ikatan disulfida (S-S) dan
menyebabkan aktivitas enzim hilang. Oksidasi dapat terjadi misalnya oleh oksigen
udara atau oksidator lainnya. Kadang kadang enzim menjadi aktif kembali oleh
penambahan zat-zat seperti glutation atau sistein (R-SH). Zat-zat tersebut mengubah
ikatan S-S menjadi SH kembali.
Pengaruh Faktor-faktor lain
Enzim dapat dirusak dengan pengocokan, penyinaran ultraviolet dan sinar x, sinar dan
sinar . Untuk sebagian ini disebabkan karena oksidasi oleh peroksida yang dibentuk
pada penyinaran tersebut.
KOENZIM
Banyak enzim hanya dapat bekerja jika terdapat suatu molekul organik nonprotein yang
spesifik. Molekul organik itu disebut koenzim. Sistem komplit enzim dan koenzim
disebut holoenzim, sedangkan bagian protein sistem tersebut dinamakan apoenzim.
Jadi :
Apoenzim + koenzim = holoenzim
Seringkali vitamin golongan B-kompleks merupakan bagian struktur koenzim.

Oksidasi Biologi
Oksidasi = pengeluaran elektron
Fe2+ --------- Fe3+
Pada makhluk hidup proses redoks juga berlangsung tanpa O 2 (penggunaan) tetapi
adanya dehydrogenasi. Pada proses diatas terjadi perubahan energi bebas (G o). Pada
respirasi peranan O2 mutlak ----- energi ATP
Pemberian O2 dapat menyelamatkan pasien yang mengalami kegagalan respirasi
/sirkulasi untuk pemberian O2 dengan P tinggi ------- keracunan O2.
Sitokroma oksidasi merupakan Hemoprotein yang banyak terdapat pada jaringan
tanaman / Hewan.
Di dalam sitokrom redoks terjadi sehingga Fe2+ ----- Fe3+ dan sebaliknya
Fenolase (tironase, polifenol oksidase, katekol oksidase) E yang mengandung Cu
(tembaga). Sehingga mampu mengubah senyawa monofenol. Atau O-difenol-O.kuinon.
Banyak enzim-enzim yang berperan dalam metabolisme pada makhluk hidup, karena
enzim merupkan biokatalisator pada makhluk hidup. Mengakatalisa reaksi-reaksi pada
anabolisme atau katabolisme yang mempercepat proses reaksi pada subsatratnya.
Kesimpulan :
1. Dalam berbagai sistem biologi seperti sistem kimiawi peristiwa oksidasi
(hilangnya elektron) selalu disertai reduksi ( aseptor elektron)
2. Enzim oksidoreduktase terdiri dari : oksidasi, dehidrogenase, hidroperoksidase
dan oksigenase
3. Enzim oksidase dan dehydrogenase mempunyai peranan utama pada respirasi.
Protein : mioglobin dan hemoglobin
Protein heme berfungsi untuk pengikatan Oksigen (O2) transportasi O2 dan fotosintesa.
Hubungan protein diatas mempunyai hubungan fungsi struktur protein. Dan memberi
wawasan mengenai dasar molekular berbagai penyakit genetik. Seperti siekle celldisiase
(akibat berubahnya sifat-sifat permukaan subtrat hemoglobin) dan p.thala semia,
hemolisik familiab yang kronis dan ditandai dengan gangguan sintetis hemoglobin.
Disamping itu Gas sianida (HCN) dan CO mengakibatkan kematian karena merusak
fungsi fisiologis protein heme. Yaitu masing-masing sitokrom oksiadse dan hemoglobin.
Akhirnya stabilisasi struktur kuartener deoksi hemoglobin oleh 2,3 difosfogliserat
(BPG) merupakan pengetahuan pokok untuk memahami mekanisme terjadinya
penyakit.

Gugus prostetik heme dan ferro pada mioglobin dan heme memberikan kemampuan
untuk menyimpan dan mengangkut O2 dan gugus diatas yang memberikan warna
merah.
Dalam heme terdapat gugus metil, vinil dan propionat (Pr) yang tersusun rapi. Satu Fe2+
berada pada pusat cincin planar. Gugus Prostetik tetrapirol dan logam-logam mencakup
sitokrom (Fe2+ dan Fe3+).
Enzim katalise serba triptopan perolase, khlorofil (Mg) dalam sitokrom, oksidasi dan
reduksi atom besi sangat penting bagi fungsi biologiknya.
Sebaliknya oksidasi Fe2+ pada mioglobin / heme dapat menghancurkan aktivitas
biologiknya.
Oksimioglobin pada otot merah tempat penyimpanan O2 cadangan. Misalnya pada
keadaan habis oleh ragi-----O2 akan berkurang maka O2 akan dilepas dari otot merah.
Sehingga bisa digunakan oleh mitochondria otot untuk sintesis ATP yang bergantung
pada adanya O2.
Siklus Asam Sitrat
Merupakan rangkaian reaksi didalam mitokhondria yang menghasilkan katabolisme
residu asetil. Residu asetil yaitu asetil ko A .
Fungsi utama siklus ini adalah sebagai lintasan akhir bersama untuk oksidasi
karbohidrat, Lemak, Protein. Karena Glukosa, Asam lemak dan asam amino di
metabolisme menjadi asetil ko A atau senyawa-senyawa antara yang ada dalam silkus
tersebut.
Siklus ini berperan dalam proses glukoneogenesis, trans aminasi, deaminasi B
lipogenesis. Beberapa proses ini di lakukan sebahagian besar dalam jaringan, tetapi
Hepar merupakan satu-satunya jaringan tubuh yang melakukan proses diatas. Karena itu
jika sel Hepar mengalami kerusakan atau di ganti oleh jaringan ikat seperti pada
penderita hepatitis.
Beberapa vitamin yang berperan
4 Vitamin B kompleks yang erat dalam air.
1. Riboflavin dalam bentuk flavin adenin dinukleotida (FAD) yaitu ko faktor dalam
kompleks ketoglutarat
2. Dehydrogenase disusun dalam suksinat dehydrogenase
3. Niasin dalam bentuk nikotinamida adenin dinukleotida (NAD). Yaitu ko enzim
untuk 3 enzim dehydrogenase ------yaitu iso satrat dehydrogenase, ketoglutarat
dehydrogenase, malat dehydrogenase.

4. Tiamin ( B1) sebagai tiamin di fosfat yaitu ko enzim untuk dekarboksilasi dalam
reaksi ketoglutarat dehydrogenase
5. Asam pentotenat sebagai bagian dari ko enzim A yaitu ko faktor yang melekat
pada residu asam karboksilat aktif seperti ko enzim A dan suksinil ko A

Karbohidrat
Karbohidrat dalam makanan diserap ke dalam darah sebagai glukosa di dalam hati.
Masuknya glukosa melalui darah. Dan glukosa merupakan sebagai bahan bakar.
Di dalam, glukosa diubah menjadi glikogen oleh pengaruh hormon insulin. Glikogen
merupakan energi cadangan.
Karbohidrat
1. Monosakarida
2. Di ( Oligo ) sakarida
3. Polisakarida
Aldosa

Ketosa

gliserosa
endrosa
Rubiosa
Glukosa

Dihidroksi aseton
eritrulosa
Ribolusa
Fruktosa

Monosakarida

Triosa
Tetrosa
Pentosa
Heksosa

Disakarida

Sukrosa, maltosa, Laktosa

Polisakarida

Amilum ( Pati), sellulosa

Fisiologi dari Mono Sakarida

Triosa dibentuk dalam proses hidrolisa metabolisme glukosa dalam jalur glikolisis
Pentosa dibentuk dalam proses hidrolisa metabolisme pentosa pospat
Zat gula pentosa ------- nukleotida
Berbagai bentuk pentosa dengan fisiologisnya
Zat gula

Sumber

Biokimia

D ribosa

Asam-asam Nukleat

Struktur asan nukleat,


ko Enzim , Mis ATP,
NAD, NADP

D ribolosa

Terbentuk dalam
proses metabolisme

Zat antara dalam jalur


pentosa pospat

Daratinosa

Gum arabicum, Cheri


plum

D xilosa

Gum Kayu,
proteoglikon

D liksosa

L xilukosa

Otot jantung

Zat antara pada jalur


asam uronat

Klinis

Unsur pembangun
glikoprotein
Zat antara dalam jalur
pentosa pospat
Unsur pembentuk
liksoplavin yang
diisolasi dari otot
jantung manusia
Ditemukan
dalam urine pada
pentosuria

Zat gula dioksi merupakan senyawa gugus OH yang terikat pada amin diganti oleh H
Contoh deoksi ribosa ----- DNA ( asam nukleat)
Zat Gula

Sumber

Fisiologis

Kimia

D glukosa

Sari buah, hidrolisa


pati, gula tebu

Zat gula dalam


tubuh Gula ini di
bawa darah
merupakan bentuk
utama digunakan
oleh jaringan

Terdapat dalam
urinn pada DM

D fruktosa

Sari buah, madu,


hidrolisa tebu

Dapat diubah --glukosa---- dalam


hati, usus

Intoleransi hewan
akumulasi

D galaktosa

Hidrolisa laktosa

----- glukosa dalam


hati unsur
pembentuk
glikolipid

Kegagalan hidrolisa
---galaktosa esemua
dan katarak

D manosa

Hidrolisa manosa
Dan gum tanaman

Unsur ---glikoprotein

Zat gula deoksi merupakan senyawa dimana gugus OH nya diganti dengan H
merupakan gula yang kurang menjadi O2
Beberapa Antibiotik yang menjadi gula amino yaitu eritroinsulin dan kartomisin
Disakarida yang mempunyai fisiologis penting yaitu maltosa , sukrosa dan laktosa
Zat Gula
Maltosa

Sumber
Hasil hidrolisis pati oleh
enzim amilase

Klinis

Laktosa

Susu, di dapat dalam urin


selama kehamilan

Difisiensi laktosa ------diare


dan kembung

Sukrosa

Gula tebu, gula bit, akar


wortel

Trehalosa

Fungi dan jamur, zat gula


utama pada hemolinte dan

Difisiensi laktosa ------diare


dan kembung
Difisiensi laktosa ------diare
dan kembung

insekta

Glikolisis dan glikogenesis secara keseluruhan


Glikogen
Uridin difosfat glukosa
Glukosa 1 fosfat

Glukosa ------------

Glukosa 6 fosfat
Fruktosa 6 fosfat

Fruktosa 1,6 di fosfat

Gliseradehida 3 fosfat

1,3 di fosfat gliserat

3 fosfat gliserat

2 fosfat gliserat

Fosfo enol piruvat


Melalui mitikondria.
Piruvat

Jalur Metabolisme Daur Trikarboksilat

dihidroksiaseton fosfat

Jalur metabolisme asam trikarboksilat (asam sitrat) pertama kali diketemukan oleh
Krebs pada tahun 1937.Oleh karena itu jalur ini disebut pula daur Krebs.Jalur daur ini
merupakan jalur metabolisme yang utama dari berbagai senyawa hasil metabolisme,
yaitu hasil katabolisme karbohidrat,lemak dan protein(Gambar 3.48). Asetil koenzim A
(sebagai hasil katabolisme lemak dan karbohidrat), oksalasetat,fumarat dan ketoglutarat (sebagai hasil katabolisme asam amino dan protein), masuk ke dalam daur
Krebs untuk selanjutnya dioksidasi melalui beberapa tahap reaksi yang kompleks
menjadi CO2,H2O dan energi ATP. Kegiatan daur asam trikarboksilat terdapat dalam sel
hewan, tumbuhan dan jasad renik yang aerob dan merupakan metabolisme penghasil
energi yang utama.Jasad yang anaerob tidak menggunakan metabolisme daur ini
sebagai penghasil energinya.
Daur krebs merupakan bagian rangkaian proses pernafasan yang panjang dan kompleks,
yaitu oksidasi glukosa menjadi CO2 DAN H2O serta produksi ATP.Proses pernafasan
terdiri dari 4 tahap utama : 1. glikolisis (oksidasi glukosa menjadi piruvat) 2. konversi
piruvat ke asetil koenzim-A. 3. daur Krebs dan 4. Proses pengankutan electron melalui
rantai pernafasan yang dirangkaikan dengan sintesis ATP dan ADP + Pi melalui proses
fosforilasi bersifat oksidasi .Dua tahap pertama telah diuraikan sebelumnya secara
mendalam, sedangkan dua tahap lainnya akan dibahas pada bab selanjutnya.

Di dalam sel eukariot, metabolisme asam trikarboksilat berlangsung di dalam


mitokondrion. Sebagian enzim dalam metabolisme ini terdapat di dalam cairan matriks
dan sebagian lagi terikat pada bagian dalam membrane mitokondrion. Telah pula
diketahui bahwa beberapa enzim dalam daur asam trikarboksilat (seperti akonitat
hidratase,isositrat dehidrogenase,fumarase dan malat dehidrogenase) terdapat dalam
sitoplasma sel jaringan tertentu meskipun disitu tidak ditunjukkan adanya kegiatan daur
asam trikarboksilat
Tahap Reaksi Daur Krebs
Pada tahap reaksi pertama, enzim sitrat sintase mengkatalisis reaksi kondensasi antara
asetil koenzim-A dengan oksalosetat menghasilkan sitrat (Gambar 3.50).Reaksi ini
merupakan suatu reaksi kondensasi aldol antara gugus metal dari asetil koenzim-A dan
gugus karbonil darioksaloasetat dimana terjadi hidrolisis ikatan tioester dan
pembentukan senyawa koenzim-A bebas. Reaksi ini adalah suatu hidrolisis eksergonik
yang menghasilkan energi dan merupakan reaksi pendorong pertama untuk daur Krebs .
Laju reaksi ditentukan oleh jumlah asetil koenzim A yang tersedia,oksaloasetat dan
kadar suksinil koenzim A yang merupakan zat penghambat saing (inhibitor kompetitif)
dari sitrat sintase . Telah diketahui pula bahwa kegiatan enzim ini dapat dihambat oleh
ATP,NADH dan ester koenzim-A dari asam lemak berantai panjang.

Tahap reaksi kedua merupakan pembentukan isositrat dari sitrat melalui cis-akonitat,
dikatalisis secara reversible oleh enzim akonitase (Gambar 3.51). Enzi mini
mengkatalisis reaksi reversible penambahan H2O pada ikatan rangkap cis-akonitat
dalam dua arah,yang satu ke pembentukan sitrat dan yang lain ke pembentukan
isositrat.Asam sitrat adalah molekul prokiral,yaitu suatu molekul yang dapat bereaksi
secara senjang meskipun tidak mempunyai atom karbon yang senjang. Hal ini
dimungkinkan karena setengah bagian dari molekulnya bersifat bayangan cermin yang
tidak dapat ditumpangtindihkan terhadap setengah bagian lainnya.Keadaan ini dapat
dibedakan oleh enzim akonitase yang stereospesifik sehingga enzim ini hanya akan
menyerang salah satu dari setengah bagian tersebut. Percobaan dengan radioisotope
membuktikan ,akonitase hanya menyerang bagian molekul sitrat yang berasal dari
oksalat saja.Telah diketahui akonitase terdapat di dalam jaringan hewan dalam dua
bentuk isoenzim, satu dalam mitokondrion dan yang lain dalam sitisol
Metabolisme Glikogen.

BIOSINTESA ASAM LEMAK