Anda di halaman 1dari 4

Penyebab Kebakaran Hutan Terungkap?

Rakyat semakin resah dan pemerintah semakin tertekan untuk temukan jalan keluar dari
masalah asap. Di Kalteng untuk bakar satu hektar hutan hanya perlu izin ketua RT. Sanksi
bagi perusahaan besar juga mulai diterapkan.

Terungkap fakta bahwa menurut Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah No.15 tahun 2010.
Di Kalimantan Tengah, untuk membakar hutan seluas maksimal satu hektar orang hanya
perlu izin ketua RT. Demikian laporan detik.com. Sementara untuk membuka lahan dengan
cara membakar hutan seluas satu sampai dua hektar, hanya cukup izin dari lurah atau kepala
desa.
Dilaporkan juga, Pemprov Kalimantan Tengah mengizinkan masyarakat membakar hutan
secara tertib untuk membuka lahan. Setelah ada bencana kebakaran hutan yang berujung
kabut asap, Pergub yang memuat izin membakar hutan itu akan direvisi. "Pergub Nomor 15
Tahun 2010, tentang diperbolehkan membakar lahan kini dalam pengendalian. Sekarang
sedang saya proses revisi," kata Penjabat Gubernur Kalteng Hadi Prabowo saat dihubungi
detikcom, Jumat (23/10).

Mengapa api sulit dipadamkan


Sementara itu juga semakin sering dipertanyakan, mengapa api sulit dipadamkan, padahal
sudah melibatkan bantuan dari negara-negara lain. Menteri Lingkungan Hidup dan
Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar membenarkan, kebakaran sulit dipadamkan karena
baik di Kalimantan maupun Sumatera, titik api berada pada kedalaman tiga sampai lima
meter di bawah tanah. Inilah karakteristik tanah gambut, jika sudah terbakar.
''Dipadamkan di atas sudah mati, ternyata di bawah itu ada rongga yang isinya bara api,''
demikian diterangkan Menteri LHK di kompleks Istana Kepresidenan. Siti Nurbaya Bakar
menambahkan, kondisi tersebut yang menyebabkan kepulan asap masih saja terjadi padahal
kobaran api sudah mereda.
Asap kini sudah meluas sampai ke Thailand, yang biasanya tidak terjangkau asap dari
kebakaran hutan Indonesia. Di Thailand selatan kini sekolah-sekolah ditutup. Selain
kehidupan sehari masyarakat, asap dari Indonesia juga menyebabkan kerugian besar bagi
sektor pariwisata Thailand, mengingat sejumlah penerbangan terpaksa dibatalkan akibat
kabut asap.
Sanksi terhadap perusahaan yang terkait
Sejauh ini pemerintah telah mendaftar 413 perusahaan yang diindikasi melakukan
pembakaran hutan di lahan seluas 1,7 juta hektar. Demikian keterangan Siti Nurbaya Bakar.
Perusahaan-perusahaan itu kini melalui proses klarifikasi dan verifikasi.

Sebuah pesawat AirAsia lepas landas di pelabuhan udara internasional Phuket, 9 Oktober
2015
Sejauh ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah memberikan sanksi
administratif kepada 10 perusahaan yang terkait pembakaran hutan dan lahan di wilayah
Sumatra dan Kalimantan. Dua di antaranya dicabut izin perusahaannya. Menurut Menteri
LHK, langkah itu berdasarkan hasil penyelidikan satgas khusus pengawasan kebakaran lahan
dan hutan sejak 22 September. Demikian keterangan yang diberikan.
Sepuluh perusahaan tersebut berada di wilayah Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat,
Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. Semua akan dikenai sanksi administratif yang
dibagi dalam tiga kategori.
Rakyat butuh dukungan pemerintah
Rakyat di Sumatera dan Kalimantan yang sudah menderita kabut asap selama berbulan-bulan
semakin membutukan sokongan pemerintah. Sejumlah pihak bahkan mendesak pemerintah
untuk menyatakan situasi ini sebagai krisis. Pasalnya kini ratusan ribu warga mengalami
dampak kesehatan akibat asap.

Permintaan tolong kepada pemerintah juga disampaikan lewat media sosial. Kalau
pemerintah tidak bisa matikan asap, dimohon pemerintah memberi sokongan dana bagi warga
yang harus pergi ke dokter karena sakit akibat asap.