Anda di halaman 1dari 57

PERSIAPAN UMUM

SEBELUM TINDAKAN
KEGAWATDARURATAN
OBSTETRI & NEONATAL
Dr R Soerjo Hadijono SpOG(K)
Master Trainer JNPK-KR POGI

Semua peralatan (instrumen dan medikamentosa) harus sudah selalu tersedia.


Uji fungsi alat harus dilakukan secara berkala.
Semua instrumen yang dipergunakan juga
harus berada dalam keadaan steril atau
minimal DTT.
Setelah digunakan, semua instrumen (bukan
sekali pakai) harus dilakukan kembali tindakan
dekontaminasi, pencucian dan sterilisasi/DTT.

TUJUAN UMUM
Setelah menyelesaikan bab ini,
peserta akan mampu untuk
melaksanakan persiapan umum dan
kewaspadaan universal serta
pengelolaan alat / tenaga kesehatan
terpapar dan pembuangan sampah
dalam upaya menciptakan lingkungan
yang aman.

TUJUAN KHUSUS
Untuk mencapai tujuan umum, peserta akan
dapat:
Melakukan persiapan umum sebelum tindakan
kegawat daruratan obstetri dan neonatal
Melaksanakan kewaspadaan universal dalam
setiap tindakan kegawat daruratan obstetri
dan neonatal
Mempersiapkan dan melaksanakan pelatihan
Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi
Dasar

Persetujuan tindakan
medik
Beritahukan pada ibu apa yang akan

dikerjakan dan berikan kesempatan untuk


mengajukan pertanyaan
Berikan dukungan emosional dan jaminan
pelayanan
Pelajari keadaan umum (kesadaran, tensi,
nadi, nafas) untuk memastikan bahwa
ditemukan keadaan yang merupakan
indikasi dan syarat tindakan obstetrik;
atasi renjatan

Persiapan tindakan
Persiapan pasien
Tindakan pencegahan infeksi sederhana
Uji fungsi dan kelengkapan peralatan
(medikamentosa, instrument, lembar catatan
medik dan persetujuan tindakan

Persiapan penolong operator dan asisten


Perlindungan terhadap risiko penularan infeksi
Instrument / peralatan bantuan

Persiapan bayi
Instrument (medikamentosa dan peralatan)

Lembar catatan medik

KEWASPADAAN
UNIVERSAL

Indonesia memasuki epidemi HIV/AIDS gelombang


kelima yang ditandai dengan kasus HIV/AIDS pada ibu
rumah tangga / isteri, bahkan ibu dengan janin yang
sedang dikandungnya.
Kasus infeksi HIV bertambah lebih cepat diantara wanita.
Kasus HIV(+) tidak menampilkan gejala dan tanda klinik
yang spesifik, tetapi dapat menularkan penyakit
sebagaimana kasus Hepatitis B (+).
Petugas kesehatan dapat terinfeksi bila terjadi kontak
dengan cairan tubuh/darah pasien.
Maka setiap petugas pelaksana pelayanan kesehatan
perlu memegang prinsip-prinsip pencegahan infeksi,
khususnya prinsip Kewaspadaan Universal (KU).

DEFINISI
Kewaspadaan Universal adalah pedoman
yang ditetapkan untuk mencegah
penyebaran berbagai penyakit yang
ditularkan melalui darah/cairan tubuh di
lingkungan rumah sakit atau sarana
kesehatan lainnya.
Konsep yang dianut adalah bahwa semua
darah/cairan tubuh harus dikelola sebagai
sumber yang dapat menularkan HIV,
Hepatitis B dan berbagai penyakit lain yang
ditularkan melalui darah/cairan tubuh.

PELAKSANAAN
KEWASPADAAN UNIVERSAL
Petugas kesehatan harus secara rutin memakai
sarana yang dapat dipakai untuk mencegah kontak
kulit/selaput lendir dengan darah/cairan tubuh
lainnya dari pasien yang dilayaninya.
Tangan dan bagian tubuh lainnya harus segera
dicuci dengan sabun dan air mengalir sebersih
mungkin bila terpapar darah/cairan tubuh.
Petugas kesehatan harus selalu waspada terhadap
kemungkinan tertusuk jarum, pisau dan benda/alat
tajam lainnya selama membersihkan/mencuci
peralatan, membuang sampah atau membenahi
peralatan setelah berlangsungnya
prosedur/tindakan

Jangan
menutup kembali jarum suntik setelah dipakai,
sengaja membengkokkan jarum suntik dengan
tangan,
melepas jarum suntik dari tabungnya atau
melakukan apapun pada jarum suntik dengan
menggunakan tangan terbuka.

Setelah semua benda tajam selesai


dipergunakan, maka harus ditaruh dalam
wadah khusus yang tahan/anti tusukan.

Tindakan resusitasi dari mulut ke mulut harus


dihindari.
Petugas kesehatan yang mengalami luka atau
lesi yang mengeluarkan cairan, harus
menghindari tugas kontak langsung dengan
peralatan bekas pakai pasien
Petugas kesehatan yang hamil tidak mempunyai
risiko lebih besar untuk tertular HIV.
Petugas kesehatan harus lebih memperhatikan
segala prosedur yang dapat menghindari
penularan HIV.

Risiko HIV
Risiko penularan HIV setelah luka
tusuk jarum suntik yang
terkontaminasi HIV

4: 1000

Risiko HBV
Risiko penularan HBV setelah luka
tusuk jarum suntik yang
terkontaminasi HBV

27 - 37: 100

Setiap tahun, terjadi


800,000 kasus luka tusuk
jarum suntik bekas pada
petugas kesehatan di
Amerika Serikat

Infeksi HIV/AIDS
Seluruh dunia
Saat ini, terdapat 36.1 juta orang
terjangkit atau menderita HIV/AIDS

Negara atau kawasan anda


Tahukah anda?

780,000 (2000)

Sumber: Kerjasama Program PBB dalam HIV/AIDS (UNAIDS)


December 2000.

Ketahuilah bahwa setiap


orang ( klien atau
petugas) berpotensi
untuk menularkan
penyakit

Cara untuk mengurangi


risiko penyebaran
penyakit

Diantara klien dan petugas


Cuci tangan
Gunakan Barier Protektif

Sarung tangan
Pelindung mata (kacamata, masker)
Celemek

Berhati-hati di tempat kerja


Jangan memasang tutup/membengkokkan
jarum suntik bekas
Berhati-hati saat memegang benda tajam

Cara untuk mengurangi


risiko penyebaran
penyakit

Terhadap benda yang


terkontaminasi:

Memproses peralatan dan bahan lainnya


Dekontaminasi (petugas)
Pencucian (klien dan petugas)
Sterilisasi (klien dan petugas)
Disinfeksi tingkat tinggi (klien dan petugas)

Tempat pembuangan sampah yang


benar (petugas dan masyarakat)

Memegang
jarum dan
benda tajam

Memprose
s
peralatan

CUCI TANGAN

Pembuanga
n limbah

Barier
Protektif

Cuci tangan
Merupakan Upaya
Kewaspadaan Standar

CARA MENCUCITANGAN
Gunakan sabun biasa atau sabun antiseptik
Ratakan dan gosok pada seluruh
permukaan tangan selama 10 hingga 15
detik
Bilas dengan air bersih yang mengalir dari
kran, timba atau ember.
Keringkan tangan dengan handuk bersih
dan kering atau biarkan kering di udara
terbuka.
Sumber: Larsen 1995.

FORMULA

LARUTAN ALKOHOL/GLISERIN
Tambahkan 2 ml gliserin ke dalam
100 ml larutan alkohol 60-90%.
Tuangkan 3 - 5 ml larutan tersebut
kemudian usapkan pada kedua
tangan hingga kering

CUCI TANGAN PRABEDAH


Antiseptik
Air mengalir
Penggosok atau sikat
untuk membersihkan
kuku
Sikat halus atau spons
untuk membersihkan kulit
Handuk

Membersihkan kulit
dan permukaan
mukosa
Jangan mencukur bagian
yang akan
dibedah.
Tanyakan reaksi alergi pada klien.
Bersihkan dulu dengan sabun.
Dengan gerakan melingkar, usapkan
secara merata larutan antiseptik pada
permukaan kulit, mulai dari pusat hingga
bagian paling luar dari area
pembedahan.

Membersihkan
vagina dan serviks
Lihat, kemudian:
Secara merata,
usapkan (2 - 3
kali) larutan
antiseptik pada
serviks,
kemudian
lanjutkan pada
vagina

Peralatan Pelindung
Gunakan kacamata pelindung,
masker, celemek dan sepatu
berpenutup.

Kesalahan apa yang


ditunjukkan dalam gambar
ini?

Gunakan sarung
tangan
Ketika melakukan tindakan
Ketika memegang peralatan
bekas pakai, sarung tangan dan
sebagainya

Ketika membuang
sampah

Peralatan
Pelindung /
Barier Protektif
Memegang jarum dan benda tajam
lainnya

Peralatan Pelindung /
Barier Protektif

Cara aman untuk


memegang jarum dan
benda tajam lainnya
Pembuangan jarum dan benda tajam lainnya

Memproses
alat &
instrumen
lainnya

Dekontaminasi
Proses
Masukkan alat-alat dan
sarung tangan pakai
ulang dalam larutan
klorin 0,5% segera
setelah digunakan.
Rendam selama 10
menit dan bilas segera.
Bersihkan permukaan
(seperti meja) dengan
larutan klorin.

Pencucian
Proses
Cuci dengan
deterjen dan
air.
Sikat alatalat hingga
bersih.
Bilas merata
dengan air
bersih.

Uap panas
bertekanan

Sterilisasi
Bahan Kimia

Panas
kering

Desinfeksi Tingkat
Tinggi (Perebusan)
Praktek
Rebus alat-alat dalam air
mendidih selama 20 menit
Rebus dalam panci terutup
Hitung waktu mulai saat
air mulai mendidih
Jangan menambahkan sesuatu ke dalam panci
setelah penghitungan waktu dimulai
Keringkan diudara terbuka sebelum disimpan

DTT (Pengukusan)
Kukus selama 20 menit.
Jumlah air dalam
panci cukup untuk proses
pengukusan yang lengkap.
Permukaan air harus diatas
level elemen pemanas dan
tidak menggenangi nampan pengukus.
Waktu pengukusan dimulai setelah
uap air keluar dari celah tutup panci.
Jangan menambahkan sesuatu
ke dalam panci pengukus setelah penghitungan waktu dimulai.
Setelah pengukusan selesai, biarkan alat-alat mengering
dalam panci sebelum disimpan.
Sumber: McIntosh 1994

Alat Pengukus untuk


Proses DTT

DTT SECARA
KIMIAWI
Proses
Masukkan alat
kedalam larutan
disinfektan
Rendam selama 20
menit
Bilas dengan air matang
Biarkan kering sebelum digunakan atau
disimpan

Pembuangan limbah
Proses
Masukkan bahanbahan terkontaminasi
ke dalam pembungkus
tahan bocor atau
kantung plastik;
Bakar atau tanam
bahan-bahan tersebut
di tempat yang sesuai.

Pencegahan Infeksi
adalah tanggung jawab
setiap individu

Kesimpulan
PI tidak dapat dilaksanakan terpisah;
upaya ini harus diintegrasikan dalam
semua ruang lingkup kesehatan
reproduksi klinik.
Prinsip-prinsip PI dapat disesuaikan
pada berbagai kondisi lingkungan.
PI adalah penting; relatif murah; dan
anda mampu untuk melaksanakannya!

PENCEGAHAN INFEKSI
DIKALANGAN PETUGAS
KESEHATAN

Tujuan
Pada akhir sesi peserta diharapkan dapat:
Menjelaskan risiko penularan infeksi serius yang
terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan.
Mengenali risiko penularan HIV atau HBV akibat
luka tusuk jarum suntik bekas.
Menjelaskan strategi pengamanan lingkungan
untuk menjamin keamanan dan keselamatan
kerja
Memilih barier protektif yang efektif dalam
melindungi diri petugas dan mengurangi risiko
transmisi penyakit berbahaya.

ORGANISME PATOGEN
Bakteria
E. coli
Tuberkulosis
Streptococcus
Group A

Jamur
Fungi

Parasit
Malaria

Virus

HIV
HBV
HCV
Rotavirus
Ebola
Papillomavirus

Bagaimana risiko kerja di


tempat pelayanan
kesehatan?

Upaya Perlindungan
dengan Barier
Protektif
Agar upaya perlindungan dengan barier
protektif berjalan efektif, perhatikan fakta
ini :
Sebagian besar infeksi terjadi melalui kontak
dengan cairan tubuh yang mengandung
mikroorganisme berbahaya dari pasien terinfeksi.
Sebagian besar infeksi berbahaya yang terjadi di
dalam masyarakat, biasanya bersifat tanpa
gejala.

Barier Protektif
Alat pelindung
pribadi
Sarung tangan
Masker/pelindu
ng mata/muka
Apron/Celeme
k
Alas/penutup
kaki

Aplikasi Prinsip Barier


Protektif

Immunisasi untuk orang dewasa

Hepatitis A
Hepatitis B
Influenza
Pneumococcus

Tetanus, diphtheria
Cacar air
Campak, Gondok,
Rubella (Campak
Jerman)

Sumber: CDC (Centers for Disease Control and Prevention-Atlanta) Juni 1997.

Menjamin keamanan
dan keselamatan di
tempat kerja

Dukungan pihak
berwenang
rumah sakit
Umpan balik
positif dari
penyelia

Menjamin keamanan
dan keselamatan di
tempat kerja
Upaya dan Budaya
yang patut dicontoh
untuk mendukung
pencegahan infeksi