Anda di halaman 1dari 15

Naskah Akademik Rancangan Peraturan Opmawa Tentang

Susunan dan Kedudukan Lembaga Legislatif

Nomor……

Tahun

2015

dan Kedudukan Lembaga Legislatif Nomor…… Tahun 2015 Disusun : Badan Legislasi MTM UNJ 2015 Sekretariat :

Disusun :

Badan Legislasi MTM UNJ 2015

Daftar Isi

BAB I

3

PENDAHULUAN

3

A. Latar Belakang

3

B. Identifikasi Masalah

4

C. Tujuan dan Kegunaan Penyusunan Naskah Akademik

4

D. Metode

5

BAB II

6

KAJIAN TEORITIS DAN PRAKTIK EMPIRIK

6

A. Kajian Teoritis

6

B. Kajian asas/prinsip dengan norma

7

C. Praktik Empirik

8

BAB III

9

EVALUASI DAN ANALISIS PERUNDANG-UNDANGAN

9

BAB IV

10

LANDASAN FILOSOFIS, SOSIOLOGIS DAN YURIDIS

10

A. Landasan Filosofis

10

B. Landasan Sosiologis

10

C. Landasan Yuridis

10

BAB V

12

JANGKAUAN, ARAH PENGATURAN DAN RUANG LINGKUP

12

BAB VI

14

PENUTUP

14

A. Kesimpulan

14

B. Saran

14

DAFTAR PUSTAKA

15

A. Latar Belakang

BAB I

PENDAHULUAN

Unit Kegiatan mahasiswa bidang pemerintahan (Organisasi

Pemerintahan Mahasiswa yang disebut OPMAWA) Universitas Negeri Jakarta

(UNJ) yakni Badan Eksekutif Mahasiswa dan Lembaga Legislatif Mahasiswa,

merupakan wadah pengembangan kemampuan ekstrakurikuler yang bertujuan

untuk mengembangkan sumber daya mahasiswa yang beriman dan bertakwa

terhadap Allah Yang Maha Kuasa dan berbudi pekerti luhur, memiliki

pengetahuan dan keterampilan, sehat jasmani dan rohani yang mantap dan

mandiri serta mengembangkan budaya demokrasi dan pembelajaran politik

sekaligus bertanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan, sebagai bentuk

pengamalan nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Pencapaian tujuan OPMAWA dilakukan melalui pelaksanaan fungsi

lembaga secara optimal dan tata kelola yang baik sesuai kaidah kepemerintahan.

Lembaga legislatif sebagai pemegang fungsi legislasi memotori pembaharuan

tata OPMAWA UNJ, guna meningkatkan kualitas pengelolaan dan perbaikan

sistem hukum OPMAWA. Langkah pembentukan AD ART OPMAWA UNJ

yang disahkan pada Sidang Umum MTM UNJ tahun 2013, menjadi titik awal

pembaruan. Sinkronisasi peraturan di bawah AD ART OPMAWA UNJ perlu

dilakukan untuk menjaga keselarasan substansi hukum OPMAWA UNJ.

Penyesuaian Peraturan terhadap AD ART salah satunya dilakukan pada

Peraturan OPMAWA tentang Susunan dan Kedudukan Lembaga Legislatif

tahun 2009. Selain penyesuian, penambahan substansi juga diperlukan

mengingat belum diatur secara jelas dan komprehensif terkait tata kelola

Lembaga Legislatif di UNJ.

Perubahan Peraturan OPMAWA tentang Susunan dan Kedudukan

Lembaga Legislatif tahun 2009 menjadi satu langkah besar bagi perkembangan

lembaga legislatif di UNJ. Hukum tertulis ini akan mengatur dinamika lembaga

legislatif yang secara tidak langsung akan mempengaruhi gerakan OPMAWA

UNJ. Harapan besar dari perubahan peraturan ini tidak hanya dirasakan

mahfaatnya bagi pengelola lembaga legislatif UNJ, namun lebih jauh dari hal

itu, mampu memberikan contoh sikap pengelolaan lembaga pemerintahan yang

konstitusional dan menjadi laboratorium ilmu tata Negara bagi mahasiswa UNJ.

B. Identifikasi Masalah

Pokok permasalahan yang akan dibahas dalam naskah akademik ini yaitu :

1. Amandemen AD ART OPMAWA UNJ yang berdampak diperlukannya

sinkronisasi Peraturan OPMAWA tentang Susunan dan Kedudukan

Lembaga Legislatif tahun 2009

2. Tata kelola lembaga legislatif yang berbeda beda di tiap tingkatan dan

belum diaturnya ataupun belum memenuhi kaidah tata kelola lembaga

legislatif seperti pengaturan kursi dan fraksi di lembaga legislatif daerah,

sistem penanggung jawab sementara, dan ketentuan alat kelengkapan.

3. Revisi Peraturan OPMAWA tentang Susunan dan Kedudukan Lembaga

Legislatif tahun 2009 perlu dilakukan agar kebutuhan landasan hukum

bagi pengelolaan lembaga legislatif daerah dapat terpenuhi.

4. Membangun harmonisasi Perundang-Undangan OPMAWA UNJ dalam

hierarki perundang-undangan dapat tercipta, membentuk keselarasan

pengelolaan lembaga legislatif dari tiap tingkatan, dan mengoptimalkan

fungsi lembaga legislatif sebagai media pembelajaran pemerintahan

mahasiswa dalam kerangka Tri Dharma Perguruan Tinggi.

5. Mencapai sasaran dari perubahan peraturan ini yaitu legislator

mahasiswa UNJ di tiap tingkatan sehingga kesatuan lembaga legislatif

UNJ tercipta.

C. Tujuan dan Kegunaan Penyusunan Naskah Akademik

Tujuan dari Penyusunan Naskah Akademik ini adalah

1. Merumuskan penyempurnaan Peraturan OPMAWA tentang Susunan dan

Kedudukan Lembaga Legislatif tahun 2009

2. Merumuskan pembaharuan sistem pengelolaan lembaga legislatif UNJ

3. Merumuskan penyelarasan pengelolaan lembaga legislatif UNJ

Kegunaan Penyusunan Naskah Akademik ini adalah Memperkokoh peranan

Lembaga Legislatif UNJ sebagai sarana Pembelajaran pengelolaan lembaga

legislatif.

D. Metode

Metode yang digunakan dalam penyusunan naskah akademik ini adalah

Metode Yuridis normatif yang merupakan salah metode penelitian hukum, yang

dilakukan melalui kegiatan studi pustaka dalam menelaah peraturan, hasil

penelitian, diskusi dan rapat dengar pendapat.

BAB II

KAJIAN TEORITIS DAN PRAKTIK EMPIRIK

A. Kajian Teoritis

Trias Politika merupakan konsep pemerintahan yang kini banyak dianut

diberbagai negara di aneka belahan dunia. Konsep dasarnya adalah, kekuasaan

di suatu negara tidak boleh dilimpahkan pada satu struktur kekuasaan politik

melainkan harus terpisah di lembaga-lembaga negara yang berbeda.

Trias Politika yang kini banyak diterapkan adalah, pemisahan kekuasaan

kepada 3 lembaga berbeda: Legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif. Legislatif

adalah lembaga untuk membuat undang-undang; Eksekutif adalah lembaga yang

melaksanakan undang-undang; dan Yudikatif adalah lembaga yang mengawasi

jalannya pemerintahan dan negara secara keseluruhan, menginterpretasikan

undang-undang jika ada sengketa, serta menjatuhkan sanksi bagi lembaga

ataupun perseorangan manapun yang melanggar undang-undang.

Dengan terpisahnya 3 kewenangan di 3 lembaga yang berbeda tersebut,

diharapkan jalannya pemerintahan negara tidak timpang, terhindar dari korupsi

pemerintahan oleh satu lembaga, dan akan memunculkan mekanisme check and

balances (saling koreksi, saling mengimbangi).

Keberadaan lembaga legislatif sebagai salah satu unsur kekuasaan negara

khususnya di sistem presidensil merupakan cabang pemerintahan yang sama dan

bebas dari eksekutif. Sebagai tambahan atas menetapkan hukum, legislatif

biasanya juga memiliki kuasa untuk menaikkan pajak dan menerapkan

budget dan pengeluaran uang lainnya. Legislatif juga kadangkala menulis

perjanjian dan memutuskan perang.

Indonesia sebaga salah satu Negara penganut trias politika dalam system

pemerintahannya, sebagaimana yang tercantum di UUD 1945. Namun dalam

prakteknya, Trias Politika yang dicetuskan Montesque tidak murni sepenuhnya

dilaksanakan, karena masih terdapat wewenang di lembaga eksekutif yang sama

dengan wewenang lembaga legislatif misalnya lembaga eksekutif yang dapat

mengajukan rancangan undang-undang.

Pemisahan kekuasaan yang terkesan pembagian kekuasaan mulai terlihat

di Indonesia pasca amandemen UUD 1945 dengan beberapa perubahannya yaitu

meniadakan lembaga tertinggi, pembentukan Mahkamah Konstitusi, sistem

pemilu untuk parlemen dan presiden, sistem bikameral, mekanisme check and

balance antar lembaga negara, dan pemberian kekuasaan yang lebih besar

kepada parlemen untuk pengawasan dan fungsi anggaran.

OPMAWA sebagai laboratorium pengelolaan pemerintahan mengadopsi

kondisi sistem di Indonesia sebagai suatu langkah untuk aktivasi wawasan dan

pengembangan mahasiswa, dengan keunggulan mekanisme check and balance

antar lembaga Negara, penerapan di lingkungan OPMAWA dibuat sedemikian

rupa dengan kondisi Negara namun tetap disesuaikan dengan kondisi sumber

daya OPMAWA UNJ, yang salah satunya mengambil referensi dari Tata tertib

DPR mengenai susunan dan kedudukan DPR dalam penyusunan Perturan

OPMAWA tentang susunan dan kedudukan lembaga legislatif UNJ.

B. Kajian asas/prinsip dengan norma

Asas dalam pembentukan peraturan OPMAWA tentang Susunan dan

Kedudukan memuat sejumlah aspek dalam pengaturan materi muatan perundang

undangan. Perlu dipaparkaan secara khusus terkait pembahasan beberapa asas

penting yang berkenaan dengan norma di OPMAWA UNJ, diantaranya asas

sistem presidensil, asas kesatuan, asas kedaulatan dan asas demokrasi.

Asas sistem presidensil yang ditandai dengan pengaturan pemilu dan

pandangan presiden (ketua BEM) merupakan kekuasaan yang berharga

tercerminkan dalam norma dan kesesuaian dengan pola pemikiran mahasiswa di

UNJ, maka dalam hal ini system presidensil layak diterapkan di OPMAWA

UNJ. Asas Kesatuan yang dibutuhkan dalam persatuan kemajemukan

masyarakat layaknya di Indonesia juga terjadi dalam lingkungan UNJ.

Mahasiswa UNJ mempunyai semangat kesatuan di tiap tingkatan daerah yang

mampu mendukung kesatuan gerakan OPMAWA (OPMAWA satu).

Asas kedaulatan di tangan rakyat telah sesuai dengan cita-cita

OPMAWA UNJ dimana kedaulatan berada di tangan mahasiswa UNJ, dengan

tujuan kebermanfaatn OPMAWA harus dirasakan oleh mahasiswa UNJ. Asas

demokrasi dimana kesesuaian nilai nilai demokrasi dengan mahasiswa UNJ

yang merupakan bagian kecil masyarakat Indonesia yang mempunyai

karakteristik nilai-nilai pancasila, maka asas demokrasi turut serta diterapkan

dalam pengelolaan OPMAWA UNJ.

C. Praktik Empirik

Kondisi mahasiswa aktif di lingkungan OPMAWA UNJ mempunyai

beberapa ciri diantaranya yaitu semangat belajar yang tinggi, heterogenitas

pandangan politik kampus, semangat kedaerahan (fakultas/jurusan) yang tinggi,

dan perbedaan tata opmawa daerah yang berbeda.

Fakta diatas mampu mendukung untuk perbaikan tata OPMAWA

khususnya legislatif dan penyatuan gerakan legislatif, sebagaimana tersirat

dalam Peraturan OPMAWA tentang susunan dan kedudukan lembaga legislatif

yang akan dibuat. Namun, perlunya pendekatan yang dilakukan di kelompok

mahasiswa dan sosialisasi teori pemerinahan OPMAWA, guna menambah

pendewasaan berorganisasi yang lebih lanjut sebagai suatu bentuk dukungan

untuk perbaikan tata OPMAWA UNJ.

Implikasi dari penerapan baru yang akan dibuat tentang susunan dan

kedudukan lembaga legislatif OPMAWA UNJ yaitu semakin merapihkan dan

meningkatkan kualias tata OPMAWA UNJ yang lebih selaras dan komprehensif

bagi pembelajaran legislatif mahasiswa UNJ.

BAB III

EVALUASI DAN ANALISIS PERUNDANG-UNDANGAN

Pembentukan AD ART OPMAWA UNJ tahun 2013 menyebabkan

perlunya penyesuaian Peraturan OPMAWA yang ada dibawah AD ART.

Sejumlah peraturan OPMAWA perlu disesuaikan, salah satunya Peraturan

OPMAWA tentang Susunan dan kedudukan lembaga legislatif. Sebelumnya

tiap daerah mempunyai AD ART masing-masing, namun semenjak terbentuknya

AD ART OPMAWA UNJ, maka AD ART daerah tidak berlaku, dan berlaku

hierarki hukum nasional yang baru di OPMAWA UNJ.

Pengaturan secara umum mengenai lembaga legislatif di OPMAWA

UNJ tercantum dalam AD ART OPMAWA UNJ, namun ketentuan lebih lanjut

diatur dalam Peraturan OPMAWA UNJ. Sebelumnya Peraturan OPMAWA

tentang Susunan dan Kedudukan Lembaga Legislatif tahun 2009 telah

mengatur mekanisme pengelolaan lembaga legislatif . Maka, selain diperlukan

penyesuian pada peraturan tersebut, penambahan substansi juga diperlukan

mengingat belum diatur secara jelas dan komprehensif terkait tata kelola

Lembaga Legislatif di UNJ.

Pembaharuan Tata OPMAWA UNJ guna Membangun harmonisasi

Perundang-Undangan OPMAWA UNJ dalam hierarki perundang-undangan,

membentuk keselarasan pengelolaan lembaga legislatif dari tiap tingkatan, dan

mengoptimalkan fungsi lembaga legislatif sebagai media pembelajaran

pemerintahan mahasiswa dalam kerangka Tri Dharma Perguruan Tinggi, dapat

terlaksana melalui amandemen Peraturan OPMAWA tentang Susunan dan

Kedudukan Lembaga Legislatif UNJ.

Tata Negara di Indonesia yang diadopsi dalam OPMAWA UNJ sesuai

untuk diterapkan di OPMAWA UNJ karena kesamaan karakteristik masyarakat

Indonesia dengan miniatur negara, UNJ. Keseluruhan sistem yang akan

diperbaharui turut serta mendukung tujuan keberadaan OPMAWA bagi UNJ.

BAB IV

LANDASAN FILOSOFIS, SOSIOLOGIS DAN YURIDIS

A. Landasan Filosofis

Landasan filosofis dalam penyusunan naskah akademik ini pertama, Tri

Dharma Perguruan Tinggi yang merupakan landasan hukum OPMAWA UNJ

dan merupakan arah gerak bagi seluruh civitas akademika UNJ. Landasan

kedua, tujuan OPMAWA UNJ sebagaimana tertuang dalam pembukaan AD

ART OPMAWA UNJ yaitu untuk mengembangkan sumber daya mahasiswa

yang beriman dan bertakwa terhadap Allah Yang Maha Kuasa dan berbudi

pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, sehat jasmani dan rohani

yang mantap dan mandiri serta mengembangkan budaya demokrasi dan

pembelajaran politik sekaligus bertanggung jawab kemasyarakatan dan

kebangsaan dan ketiga, pelaksanaan Program Legislasi Nasional UNJ sebagai

wujud pelaksanaan fungsi legislasi yang menjadi kewajiban MTM UNJ selaku

lembaga Legislatif Pusat di lingkungan OPMAWA UNJ.

B. Landasan Sosiologis

Landasan Sosiologis dalam penyusunan naskah akademik ini yaitu

Pencapaian harmonisasi Perundang-Undangan OPMAWA UNJ dalam hierarki

perundang-undangan dapat tercipta, pencapaian keselarasan pengelolaan

lembaga legislatif dari tiap tingkatan, dan optimalisasi fungsi lembaga legislatif

sebagai media pembelajaran pemerintahan mahasiswa dalam kerangka Tri

Dharma Perguruan Tinggi.

C. Landasan Yuridis

Landasan yuridis dalam penyusunan naskah akademik ini yaitu

Amandemen AD ART OPMAWA UNJ yang berdampak diperlukannya

sinkronisasi Peraturan OPMAWA tentang Susunan dan Kedudukan Lembaga

Legislatif tahun 2009, Tata kelola lembaga legislatif yang berbeda beda di tiap

tingkatan dan belum diaturnya ataupun belum memenuhi kaidah tata kelola

lembaga legislatif seperti pengaturan kursi dan fraksi di lembaga legislatif

daerah, sistem penanggung jawab sementara, dan ketentuan alat kelengkapan

dan revisi Peraturan OPMAWA tentang Susunan dan Kedudukan Lembaga

Legislatif tahun 2009 perlu dilakukan agar kebutuhan landasan hukum bagi

pengelolaan lembaga legislatif daerah dapat terpenuhi sebab pencabutan

berlakunya AD ART tiap daerah.

BAB V JANGKAUAN, ARAH PENGATURAN DAN RUANG LINGKUP

Jangkauan dalam penyusunan Peraturan OPMAWA tentang Susunan dan

Kedudukan Lembaga Legislatif adalah lembaga legislatif yang berada di

Universitas Negeri Jakarta di seluruh tingkatan. Arah pengaturan susunan dan

kedudukan lembaga legislatif disesuaikan dengan tata tertib DPR bab sunan dan

kedudukan DPR dengan tetap memperhatikan kondisi sumber daya dan norma

yang berlaku di OPMAWA UNJ. Ruang lingkup materi yang diatur dalam

amandemen Peraturan OPMAWA tentang Susunan dan Kedudukan Lembaga

Legislatif tahun 2009 dijabarkan sebagai berikut :

A. Ketentuan umum memuat rumusan akademik mengenai pengertian lembaga-

lembaga legislatif yang ada di OPMAWA UNJ.

B. Materi yang diatur dalam rancangan perundang undangan terdiri atas :

Susunan, kedudukan, tugas dan wewenang lembaga legislatif

Keanggotaan, hak dan kewajiban anggota lembaga legislatif UNJ

Hak, larangan dan penyidikan anggota legislatif UNJ

Fraksi, Komisi, alat kelengkapan, Dewan Kehormatan dan Pimpinan

lembaga legislatif UNJ

Panitia kerja lembaga legislatif UNJ

Mekanisme penggantian anggota lembaga legislatif UNJ

Tata cara peresmian anggota legislatif

Tata cara pengisian kekosongan jabatan pimpinan lembaga legislatif

Tata cara pembentukan, susunan, & pelaksanaan tugas panitia kerja &

alat kelengkapan lembaga legislatif mahasiswa unj lainnya

Tata cara perubahan AD dan ART

Tata cara pelantikan ketua dan/atau wakil ketua lembaga eksekutif

mahasiswa unj hasil pemilihan umum

Tata cara pemberhentian ketua dan/atau wakil ketua lembaga eksekutif

mahasiswa unj dalam masa jabatanya

Tata cara pelantikan wakil ketua lembaga eksekutif mahasiswa unj

menjadi ketua atau penanggung jawab sementara dalam hal terjadi

kekosongan jabatan ketua

Tata cara pemilihan dan pelantikan wakil ketua lembaga eksekutif

mahasiswa unj dalam hal terjadi kekosongan jabatan wakil ketua

Tata cara pemilihan dan pelantikan ketua dan wakil ketua lembaga

eksekutif mahasiswa unj apabila keduanya berhenti secara bersamaan

dalam masa jabatannya

C. Ketentuan peralihan yang di muat dalam rancangan Peraturan OPMAWA

tentang Susunan dan Kedudukan Lembaga Legislatif yaitu Segala bentuk

pengaturan yang diatur rancangan Peraturan OPMAWA tentang Susunan

dan Kedudukan Lembaga Legislatif tahun 2015 akan mulai diberlakukan

pada periode 2015 atau periode selanjutnya. Peraturan OPMAWA tentang

Susunan dan Kedudukan Lembaga Legislatif tahun 2009 dinyatakan dicabut

dan tidak berlaku di OPMAWA UNJ setelah rancangan Peraturan

OPMAWA tentang Susunan dan Kedudukan Lembaga Legislatif tahun

2015 disahkan.

A. Kesimpulan

BAB VI

PENUTUP

Peraturan OPMAWA tentang Susunan dan Kedudukan Lembaga

Legislatif tahun 2009 Merupakan salah satu program legislasi MTM UNJ

sebagai upaya untuk Pencapaian harmonisasi Perundang-Undangan OPMAWA

UNJ, pencapaian keselarasan pengelolaan lembaga legislatif dari tiap tingkatan,

dan optimalisasi fungsi lembaga legislatif sebagai media pembelajaran

pemerintahan mahasiswa dalam kerangka Tri Dharma Perguruan Tinggi

B. Saran

Perlunya pemilahan substansi Naskah Akademik dalam suatu Peraturan

Perundang-undangan OPMAWA atau Peraturan Perundang- undangan di

bawahnya secara lebih ilmiah sebagai suatu pembelajaran politik bagi

OPMAWA UNJ. Sosialisasi dan diskusi bersama di kelompok OPMAWA UNJ

perlu dilakukan guna mendukung pencapaian tujuan dari suatu peraturan

perundang-undangan OPMAWA UNJ.

AD ART OPMAWA UNJ

DAFTAR PUSTAKA

Al Haq, Abdul Muqtadir. “Hukum Tata Negara”. 08 April 2015.

http://pembelajaranhukumindonesia.blogspot.com/2011/09/hukum-tata-negara.html

Ananda, Riski. “Anomali Trias Politika”. 08 April 2015. http://www.batamtoday.com/berita44028- Anomali-Trias-Politika-Indonesia.html

Basri, Seta. “Trias Politika”. 08 April 2015. http://setabasri01.blogspot.com/2009/02/trias-politika- pemisahan-kekuasaan.html

Peraturan OPMAWA Nomor 05 tahun 2015 tentang Pedoman Pembentukan Peraturan Perundang- Undangan OPMAWA UNJ

Slamet, Adiyana. “Trias Politica : Pembagian Kekuasaan Menurut Fungsi”.

http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/386/jbptunikompp-gdl-adiyanasla-19296-10-triaspo-a.pdf

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2011 tentang Pedoman Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan.

Wikipedia. “Pemisahan Kekuasaan”. 08 April 2015. http://id.wikipedia.org/wiki/Pemisahan_kekuasaan

Wikipedia. “Legislatif”. 08 April 2015. http://id.wikipedia.org/wiki/Legislatif