Anda di halaman 1dari 6

Hanya ada satu kamu di dunia ini. BE PROUD !!

Materi Kultum Singkat Tentang Pacaran


Di kalangan remaja sekarang, pacaran menjadi identitas yang sangat dibanggakan. Istilah
pacaran sudah tidak asing lagi bagi kaum remaja. Pada masa ini, seorang remaja
biasanya mulai "naksir" lawan jenisnya. Ketika mulai menemukan sasaran, remaja mulai
mendekatinya
dengan
proses
yang
biasa
dinamakan
pdkt
alias
pendekatan. Setelah pendekatannya berhasil dan ada rambu hijau dari si sasaran, remaja akan
menembaknya dan keduanya pun mulaiberpacaran. Biasanya seorang remaja akan bangga
dan percaya diri jika sudah memiliki pacar. Sebaliknya remaja yang belum memiliki pacar
dianggap kurang gaul ataupun tidak laku. Jadi, remaja jaman sekarang cenderung mencari
pacar untuk memperoleh status sosial yang laku.
Gimana sich sebenernya pacaran itu, enak ngga' ya? Bahaya ngga' ya ? Apa bener pacaran itu
harus kita lakukan kalau mau nyari pasangan hidup kita ? Apa memang bener ada pacaran
yang Islami itu, dan bagaimana kita menyikapi hal itu?
Pacaran dapat diartikan bermacam-macam, tetapi intinya adalah jalinan cinta antara seorang
remaja dengan lawan jenisnya. Praktik pacaran juga bermacam-macam, ada yang sekedar
berkirim surat,telepon, menjemput, mengantar atau menemani pergi ke suatu tempat, apel,
sampai ada yang layaknya pasangan suami istri. Bahkan pacaran pun ada beberapa nama lain
seperti pacaran cinta monyet (Monkeys love), pacaran jarak jauh (LDR alias Long
Distance Range), pacaran sembunyi-bunyi (Backstreet Love) dan lain-lain.

Memiliki rasa cinta adalah fitrah


Jika seseorang menyatakan cinta pada lawan jenisnya yang tidak dimaksudkan untuk
menikahinya saat itu atau dalam waktu dekat, bagaimana hukumnya dalam Islam, haramkah?
Tentu tidak, karena rasa cinta adalah fitrah yang diberikan Allah SWT, sebagaimana dalam
firman-Nya sebagai berikut:
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari
jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanya di
antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat
tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.
(QS. Ar-Rum: 21)
Ketika hati sudah terkena panah asmara, terjangkit virus cinta, akibatnya...... dahsyat!!......
yang diinget cuma si dia, pengen selalu berdua, akan makan inget si dia, waktu tidur mimpi si
dia. Bahkan orang yang lagi fall in love itu rela ngorbanin apa pun demi cinta, rela
melakukan apa pun demi cinta, semua dilakukan agar si dia tambah cinta. Sampai
akhirnya....... pacaran yuk!. Cinta pun tambah terpupuk, hati penuh dengan bunga. Yang
gawat lagi, karena ingin bukti'in cinta, bisa buat perut buncit (hamil). Karena cinta diputusin
bisa minum baygon. Karena cinta ditolak .... dukun pun ikut bertindak.
Sebenarnya manusia secara fitrah diberi potensi kehidupan yang sama, dimana potensi itu
yang kemudian selalu mendorong manusia melakukan kegiatan dan menuntut pemuasan.
Potensi ini sendiri bisa kita kenal dalam dua bentuk. Pertama, yang menuntut adanya
pemenuhan yang sifatnya pasti, kalau tidak terpenuhi manusia akan binasa. Inilah yang

disebut kebutuhan jasmani (haajatul 'udwiyah), seperti kebutuhan makan, minum, tidur,
bernafas, dll.
Kedua, yang menuntut adanya pemenuhan saja, tapi kalau tidak terpenuhi manusia tidak akan
mati, hanya akan gelisah (ngga' tenang) sampai terpenuhinya tuntutan tersebut, yang disebut
naluri atau keinginan (gharizah). Kemudian naluri ini di bagi menjadi 3 macam yang penting
yaitu :
Gharizatul baqa' (naluri untuk mempertahankan diri) misalnya rasa takut, cinta harta, cinta
pada kedudukan, ingin diakui, dll.
Gharizatut tadayyun (naluri untuk mensucikan sesuatu/ naluri beragama) yaitu
kecenderungan manusia untuk melakukan penyembahan/ beragama kepada sesuatu yang
layak untuk disembah.
Gharizatun nau' (naluri untuk mengembangkan dan melestarikan jenisnya) manivestasinya
bisa berupa rasa sayang kita kepada ibu, temen, saudara, kebutuhan untuk disayangi dan
menyayangi kepada lawan jenis.
Pacaran dalam perspektif islam
In fact, pacaran merupakan wadah antara dua insan yang kasmaran, dimana sering cubitcubitan, pandang-pandangan, pegang-pegangan, raba-rabaan sampai pergaulan ilegal (seks).
Islam sudah jelas menyatakan:
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang
keji dan suatu jalan yang buruk." (Q. S. Al Isra' : 32)
Seringkali sewaktu lagi pacaran banyak aktivitas lain yang hukumnya wajib maupun sunnah
jadi terlupakan. Sampai-sampai sewaktu sholat sempat teringat si do'i. Pokoknya aktivitas
pacaran itu dekat banget dengan zina. So....kesimpulannya Selagi batasan di atas tidak
dilanggar, maka pacaran hukumnya boleh. Tetapi persoalannya, mungkinkah pacaran tanpa
berpandang-pandangan, berpegangan,
bercanda
ria, berciuman,
dan
lain
sebagainya? Kalau mungkin dan sang remaja mampu, silakan berpacaran, tetapi kalau tidak
mungkin menghindari itu semua, maka (lebih baik) jangan sekali-kali berpacaran karena
adzab yang pedih siap menanti.. mencium harum Surga pun Allah SWT tak mengijinkan,
jangankan memasukinya..

Adapun resep nabi yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud: "Wahai generasi muda,
barang siapa di antara kalian telah mampu serta berkeinginan menikah. Karena
sesungguhnya pernikahan itu dapat menundukkan pandangan mata dan memelihara
kemaluan. Dan barang siapa diantara kalian belum mampu, maka hendaklah berpuasa,
karena puasa itu dapat menjadi penghalang untuk melawan gejolak nafsu."(HR. Bukhari,
Muslim, Ibnu Majjah, dan Tirmidzi).
Jangan suka mojok atau berduaan ditempat yang sepi, karena yang ketiga adalah syaiton.
Seperti sabda nabi: "Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat (berduaan di tempat
sepi), sebab syaiton menemaninya, janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan
wanita, kecuali disertai dengan mahramnya." (HR. Imam Bukhari Muslim).
Dan untuk para muslimah jangan lupa untuk menutup auratnya agar tidak merangsang para
lelaki. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan

pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan


perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka
menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya." (Q. S. An
Nuur : 31).
Dan juga sabda Nabi: "Hendaklah kita benar-benar memejakamkan mata dan memelihara
kemaluan, atau benar-benar Allah akan menutup rapat matamu."(HR. Thabrany).
Yang perlu di ingat bahwa jodoh merupakan QADLA' (ketentuan) Allah, dimana manusia
tidak punya andil menentukan sama sekali, manusia hanya dapat berusaha mencari jodoh
yang baik menurut Islam. Tercantum dalam Al Qur'an: "Wanita-wanita yang keji adalah
untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji
(pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang
baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa
yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang
mulia (surga)."
Wallahu A'lam bish-Showab

Asalamualaikum Wr. Wb

Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah, marilah kita panjatkan puji syukur ke
hadlirat Allah SWT yang telah memberikan berbagai kenimatan kepada kita dan menunjuki
kita ke jalan yang benar
Shalawat

serta

salam

semoga

tercurah

kepada

Rasulullah

terakhir

Muhammad shallaLlahu alayhi wa sallam. Semoga kecintaan kita kepada beliau shallaLlahu
alayhi wa sallam, dapat mempertemukan kita dengannya nanti di syurga, bersama dengan
para Nabiyyin, shiddiqin, syuhadaa dan shalihin.
Alamdulilah, kita bisa berkumpul di yang tercinta ini. Dan izinkanlah saya untuk
mengumandangkan kultum yang berjudul tradisi malam mingguan.
Ada gak sih yang gak tau malam minggu alias weeked day. Pasti udah familiar
bangetkan dengan malam mingguan. Apalagi yang sering malam mingguan?
Jalan-jalan, mal-mal, pusat kota atau tempat hiburan lainnya pasti dibikin ramei oleh
hari minggu. Malam minggu bagi para remaja zaman sekarang adalah waktu yang ditunggutunggu. Bukan hanya sebagai waktu luang untuk melepaskan penat setelah seminggu bergulat
dengan pelajaran, namun bagi sebagian remaja malam minggu identik dengan tradisi hurahura dan wakuncar (waktu kunjung pacar). Kegiatan ini mulai marak seiring dengan
masuknya budaya barat yang lebih membebaskan hubungan antara laki-laki dan perempuan.
Banyak remaja yang memanfaatkan waktu malam minggu atau malam ahad mereka
untuk berhura-hura dan juga untuk ,wakuncar(waktu kunjung pacar). Seolah-olah sudah
menjadi tradisi, bagi remaja yang tidak melakukan tradisi ini yakni pacaran dan hura-hura,
dianggap kuper atau tidak gaul. Padahal kegiatan yang demikian itu jika dilihat dari segi
manfaat lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya.
Kita ngerasa kalo hal tersebut menyenangkan, meski kita tahu, detik demi detik umur kita
banyak kebuang sia-sia. Ati-ati lho fren, rutinitas yang sia-sia di malam minggu bisa jadi,
akan bikin kita nyesel di kemudian hari. Apalagi kalo kita udah tua nanti. Sudah banyak

sobat, contoh orang-orang yang ketika tua menyesali masa mudanya. Mereka sebelumnya
tidak menggunakan waktu dengan seefisien mungkin.
Mereka cenderung ngelepasin waktu yang berharga begitu saja. Nah, berdasarkan survei
(tahun 2006) terhadap warga Belgia yang berusia di atas 60 tahun, diperoleh informasi yang
cukup mengejutkan. Hampir semua manula tersebut nyesel karena udah mengabaikan masa
muda mereka. 72 % - menyesal karena kurang bekerja keras sewaktu masih muda, 67 % menyesal karena salah memilih profesi atau karier, 63 % - menyesal karena kurang waktu
mendidik anak mereka atau menggunakan pola didik yang salah, 58% - menyesal karena
kurang berolahraga dan menjaga kesehatan, 11% - menyesal karena tidak memiliki cukup
uang. Nah lho..
Ehem, ada pepatah Jawa yang bilang, Blangkon (topi ala Jawa) iku bendholane nang
ngguri, gak nang ngarep. Artinya blangkon itu benjolannya di belakang, ga bakal ada di
depan. Kalimat tadi itu punya makna, kalo penyesalan ga pernah datang di awal, tetapi selalu
datang di akhir. Jadi kalo masa muda kita habisin dengan hura-hura doang, tanpa kera macan,
alias kerja keras-main cantik, jangan kaget lho, kalo masa tua kita akan penuh dengan kekecewaan.
Ya, ga puas ama masa tua, gara-gara sewaktu muda ga kita gunakan sebaik-baiknya.

Sobat, Allah SWT udah ngewanti-wanti kita soal manajemen waktu. Kita diperintahkan
untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Dan kalo kita membiarkan menit demi menit
berlalu begitu saja, bersiaplah untuk menjadi orang-orang yang merugi. Di dunia, lebih-lebih
di akhirat. Allah SWT berfirman,

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orangorang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati
kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (TQS. Al Ashr: 1-3).
Seharusnya, kita sudah mulai berpikir saat ini juga, tentang siapa kita, untuk apa kita di
dunia, dan akan kemana kita setelah meninggal nanti. Tentunya ga cukup dengan sekedar
menjawab tiga pertanyaan tadi saja. Tapi juga butuh realisasi. Artinya ga cukup, kalo kita
hidup di dunia hanya sekedar bersenang-senang aja. Bener sobat, its not enough. Kita juga
kudu mempersiapkan bekal kita untuk menghadap Allah SWT kelak. Nah, kalo masa muda
kita banyak difokusin ke perayaan malam mingguan, mau jadi apa neh di akhirat nanti?
Bagi remaja Islam, kegiatan malam minggu hendaknya tidaklah demikian, karena
remaja Islam sejati tidak akan mengikuti budaya orang-orang kafir. Tidak ada manfaat yang
dapat diambil dari kegiatan hura-hura dan wakuncar yang kini sering dilakukan oleh sebagian
remaja.
Malam minggu/ahad dan hari ahad hendaknya dijadikan sebagai waktu yang lebih
bermanfaat dan lebih produktif. Dengan melakukan Kegiatan positif yang juga harus diiringi
dengan peningkatan kualitas aqidah dan akhlak islamiyah. Dengan demikian, hidup seorang
remaja Islam sejati akan lebih berarti dan insyaAlloh mendapat ridho dari Alloh SWT.
Masa remaja merupakan masa emas dimana banyak impian, cita-cita, dan harapan
tinggi dalam genggaman erat untuk diwujudkan. Jika masa remaja hanyaa dihabiskan hanya
dengan mengikuti nafsu duniawi saja, hasilnya sungguh luar biasa sangat rugi. Kelak akan
hidup terlunta-lunta dan menderita tidak hanya di dunia namun juga di akherat
nanti.Naudzubillahimindzalik.Wallahualam bi shawab
Demikianlah yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat menjadi pedoman bagi kita
agar kita menjadi muslim-muslimah yang diridhoi allah.
Fastabiqul khairot,
Wabilahittaufiq wal hidayah,
Wassalamu'alaikum wr. wb