Anda di halaman 1dari 5

askep rinitis

ASKEP DENGAN GANGGUAN RHINITIS


1. Pengertian
Rinitis alergi adalah penyakit inflamasi yang disebabkan oleh reaksi alergi pada pasien atopi
yang sebelumnnya sudah tersensitasi dengan alergen yang sama serta dilepaskannya suatu
mediator kimia ketika terjadi paparan ulangan dengan alergen spesifik tersebut (Von Pirquet,
1986)
2. Gejala klinik
- Serangan timbul bila terjadi kontak dengan alergen penyebab.
- Didahului rasa gatal pada hidung,mata,atau kadang-kadang palatum mole.
- Bersin-bersin paroksismal,pilek encer dan buntu hidung.
- Gangguan pembau, mata sembab dan berair ,kadang-kadang disertai sakit kepala
- Mungkin ada manifestasi alergi pada orang lain
- Tidak ada tnda-tanda infeksi (misalnya panas badan )
- Mungkin ada riwayat alergi pada keluarga.
3. Klasifikasi Rinitis Alergi
Dahulu rinitis alergi dibedakan dalam 2 macam bedasarkan sifat berlangsung,yaitu :
1. Rinitis alergi musiman di Indonesia tidak dikenal rinitis alergi musiman,hanya ada
dinegara yang mempunyai 4 musim. Alergen penyebabnya spesifik , yaitu tepungsari (pollen)
dan spora jamur. Oleh karena itu nama yang tepat ialah polinosis atau rino konjungtivitis
karena gejala klinik tampak ialah gejala pada hidung dan mata (mata merah,gatal disertai
lakrimasi).
2. Rhinitis alergi sepanjang tahun gejala pada penyakit ini timbul intermitan atau terusmenerus,tanpa variasi musim,jadi dapat ditemukan sepanjang tahun. Penyebab yang paling
sering ialah allergen ingestan. Allergen inhalen utama adalah allergen dalam rumah (indoor).
Allergen diluar rumah (outdoor). Allergen ingestan sering merupakan penyebab pada anakanak dan biasaanya disertai dengan gejala alergi yang lain ,seperti urtikaria, gangguan
pencernaan. Gangguan fisiologik pada golongan musiman tetapi karena lebih persisten maka
komplikasinnya lebih sering ditemukan.
4. Penatalaksaan
1. Terapi yang paling ideal adalah dengan menghindari kontak dengan allergen penyebabnya
(avoidance) dan eliminasi.
2. Medikamentosa
Antihistamin yag dipakai adalah antagonis histamine H-1, yang bekerja secara inhibitor
kompetitif pada reseptor H-1 sel target, dan merupakan preparat farmakologik yang paling
sering dipakai sebagai lini pertama pengobatan rhinitis alergi. Pemberian dapat dalam
kombinasi atau tanpa kombinasi dengan dekongestan secara peroral.
Antihistamin dibagi menjadi 2 golongan yaitu golongan antihistamin generasi-1 (klasik)
dengan generasi-2 (non sedatif). Antihistamin generasi-1 bersifat lipofilik , sehingga dapat
menembus sawar darah otak (mempunyai efek pada SPP) dan plasenta serta mempunyai efek
kolinergik. Yang termasuk kelompok ini antara lain adalah defenhidramin, kloefeniramin,
prometasin, siproheptadin sedangkan yang dapat diberikan secara topical adalah azelastin.
Antihistamin generasi-2 bersifat lipobotik,sehingga sulit menembus sawar darah otak.
Bersifat selektif mengikat reseptor H-1 perifer dan tidak mempunyai efek antikolinergik,
antiadrenergik dan efek pada SSP minimal (non-sedatif). Antihistamin diabsorspsi secara oral
dengan cepat dan mudah serta efektif untuk mengatasi gejala pada respons fase cepat seperti
rinore,bersin,gatal, tetapi tidak efektif untuk mengatasi gejala obstruksi hidung pada fase

lambat. Antihistamin non sedative dapat dibagi menjadi 2 golongan menurut keamanannya .
kelompaok pertama adalah astemosol dan terfinadin yang mempunyai efek kardiotoksik.
Toksisitas terhadap jantung tersebut disebahkan repolasisasi jantung yang tertunda dan dapat
menyebabkan aripmia pentrikel,henti jantung dan bahkan hkematian mendadak (sudah ditarik
dari peredaran). Kelompok kedua adalah loratadin, setirisin, fexovenadin, desloratadin, ddan
levosetirisin.
Preparat simpatomimetik golongan agonis adrenergic alfa dipakai sebagai dekongestan
hidung oral dengan atau tanpa kombinasi dengan anti histamine atau topical. Namun
pemakaiansecara topical hanya boleh untuk beberapa hari saja untuk menghindari terjadinya
rhinitis medikaentosa.
Preparat kartikosteroit dipilih bila gejala terutama sembatan hidung akibat respons fase
lambat tidak berhasil diatasi dengan obat lain. Yang sering dipakai adalah kartikosteroit
topical (beklometason,budesonid,flunisolid,flutikason,monetason furoat dan triam sinolon).
Kartikosteroit topical bekerja untuk mengurangi jumlah sel mastosit pada mukosa hidung,
mencegah pengeluaran protein sitotoksik dari eosinifil,mengurangi aktifitas
imfosit,mencegah bocornya plasma.
5. Pemeriksaan Penunjang
In vitro :
Hitung eosinofil dalam darah tepi dapat normal atau miningkat. Pemeriksa IgE total(pristpaper immunosorbent test)sering kali menujjukkan nilai normal.pmeriksaan ini berguna
untuk prediksi kemungkinan alergi pada bayi atau anak kecil dari suatu keluarga dengan
derajad alergi yang tinggi.
In vivo :
Alergi penyebab dapat dicari dengan gejala pemeriksaan cukit kulit,ujin intrakutan atau
intradermal yang tunggal atau berseri(Skin End Poin Titration / SET),SET dilakukan untuk
allergen inhalan dengan menyuntikkan allergen dalam berbagai konsentrasi yang tingkat
kepekatannya.
6. Etiologi
Alergen :
- Inhalen : debu rumah,debu kapuk,jamur,bulu hewan,dsb.
- Ingestan : buah ,susu,telur,ikan laut , kacang-kacangan dsb.
Pengkajian data :
Keluhan utama : Klien mengeluh sering pilek sejak berusia anak-anak.
Alasasn Masuk RS : Klien sering pilek sejak masih berusia anak-anak. Saat anamnesa klien
mengatakan suka makan cokelat.
Riwayat penyakit sekarang : Klien mengeluh sering pilek sejak masih berusia anak-anak.
Riwayat penyakit keluaarga : sebelumnya tidak ada keluarga yang mengalami penyakit
seperti klien sekarang.
Data focus : Mukosa hidung basah,berwarna pucat atau livid dengan konka edema dan sekret
yang encer dan banyak.
NURSING CARE PLANE

NO DX Diagnosa tujuan intervensi rasional


1. Ketidak efektifan jalan nafas berhubungan dengan secret yang tertahan. Setelah dilakukan
askep selama 1X24 jam klien mampu bernafas secara normal dengan indicator : tidak
terdapat secret, RR normal (20x/menit)
1.jelaskan tindakan yang akan di lakukan
2.Mengkaji penumpukan secret yang ada
3.memberikan obat decongestan (pseudoefedrin 3x60 mg)
1.klien dan keluarga mengetahui tindakan yang akan di lakukan
2.mengetahui tingkat keparahan
3.untuk mengurangi sumbatan pada hidung agar nafas efektif
2 Nyeri akut berhubungan denga agen cidera fisik Setelah dilakukan askep selama 2x24 jam
neyri yang di rasa klien berkurang denga indicator : nyeri berkurang (6 menjadi 1) 1.jelaskan
tindakan yang akan dilakukan
2.beri kompres panas
3.ajarkan tehnik distraksi relaksasi
4.kolaborator pemberian obat analgesik 1.klien dan keluarga mengetahui tindakan yang akan
dilakukan
2.nyeri yang dirasakan berkurang
3.mengalihkan pikiran klien
4.analgesik dapat mengurangi nyeri
Diposkan oleh banyuwangi di 16:17
0 komentar:
Poskan Komentar
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
FOREDI & GASA OBAT KUAT SEX
REKOMENDASI BOYKE

PENGISI ATM FULL OTOMATIS

Menjadi Jutawan

FOREDI UTK ATASI EJAKULASI DINI


BIKIN ISTRI PUAS!

LOWONGAN KERJA TERBARU !

LOWONGAN KERJA ONLINE 2012

CARA PEMULA DAPAT UANG DARI


INTERNET

INVESTASI HANYA 25RB 1X SEUMUR


HIDUP

STOP KEPUTIHAN DENGAN TISU


MAJAKANI BOYKE

INVESTASI 95 RIBU HASIL 30


JUTA/BULAN, MAU ?

INVESTASI HANYA 25RB 1X SEUMUR


HIDUP

EREKSI LEBIH KENCENG & TAHAN


LAMA, MAU?

TAMBAH UKURAN VITAL METODE


ARAB SUDAN

FOREDI ANTI EJAKULASI DINI


REKOMENDASI BOYKE!
KumpulBlogger.com

Popular Posts

GANGGUAN HUBUNGAN SOSIAL

GANGGUAN HUBUNGAN SOSIAL Manusia adalah mahkluk, untuk mencapai


kepuasan dalam kehidupan , bina hubungan interpersonal yang positif. I. Peng...

askep KISTA COLEDOCAL


KISTA COLEDOCAL Patofisiologi Ada berbagai penjelasan dan klasifikasi kista
coledocal berdasarkan pada lokasi dan anatomi. Klasifikasi yang ...

askep INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK)


INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK) A. Pengertian Infeksi Saluran Kemih (ISK) atau
Urinarius Tractus Infection (UTI) adalah suatu keadaan adanya inf...

askep DELIRIUM
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN DELIRIUM I. KONSEP
DASAR A. Pendahuluan Psikosa secara sederhana dapat didefinisikan sebai suatu
ganggu...

askep hernia
HERNIA A. Definisi - Adalah suatu benjolan/penonjolan isi perut dari rongga normal
melalui lubang kongenital atau didapat(1). - Adalah penon...

askep HERNIA
dsdasasda

askep HERNIA INGUINALIS


HERNIA INGUINALIS a. Pengertian Hernia Inguinalis adalah Sutu penonjolan
kandungan ruangan tubuh melalui dinding yang dalam keadaannormal te...

askep HEMOTHORAK POST BLOOD


ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN HEMOTHORAK POST BLOOD
KONSEP DASAR HEMOTHORAK Pengertian. Hemothorak adalah adanya darah
yang masuk kearea ...

askep nyeri dada


ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA KLIEN DENGAN NYERI
DADA A. PENGERTIAN Nyeri dada adalah perasaan nyeri / tidak enak yang
mengganggu ...

HALUSINASI DENGAR

HALUSINASI DENGAR 1. MASALAH UTAMA Gangguan persepsi sensori:


Halusinasi dengar II. PROSES TERJADINYA MASALAH A. Pengertian Halusinasi
denga...