Anda di halaman 1dari 29

KEGUNAAN TIK DALAM BIDANG PENDIDIKAN

NAMA ANGGOTA KELOMPOK : DELIA NUR CAHYANI


AMANDA SHAFA
SHERLY EKA
IMAS FARIKA
KEVIN VITO

SMP NEGERI 07 JEMBER


Jl.CENDRAWASIH NO.22 JEMBER
NOVEMBER 2015

MANFAAT TIK BAGI PENDIDIKAN

Pemanfaatan TIK Pada Bidang Pendidikan Ditinjau dari


Pelaksanaan Pembelajaran
Akhir akhir ini perkembangan TIK (Teknologi Informasi Komunikasi) sudah sedemikian
maraknya. Hampir seluruh instansi atau perusahaan memanfaatkan TIK tersebut. Misalnya
saja dalam bidang perekonomian, dapat dilakukan transfer uang antar bank, transaksi jual beli
lewat internet, dll. Dalam bidang politik, dapat dilakukan quick count (hitung cepat pemilu)
dimana data perolehan suara dikirim melalui SMS gateway dan data diolah dengan bantuan
database. Bidang pendidikan pun tidak luput dari perkembangan TIK tersebut. Dalam tulisan
ini saya akan memaparkan gagasan yang saya miliki terkait dengan pemanfaatan TIK di
bidang pendidikan (e-education).
Menurut saya masih banyak bagian atau porsi di bidang pendidikan yang sebenarnya dapat
memanfaatkan TIK. Dari segi pelaksanaanya. Pertama, TIK dapat digunakan untuk
membantu pengajar dalam melakukan absensi. Selama ini yang kita tahu sejak SD hingga
SMA, pengajar masih melakukan absensi secara manual, yakni dengan buku absen dan
memanggil murid secara satu persatu.
Padahal hal tersebut tentunya merepotkan dan jika dilihat dari kefektifan waktu, tentu saja ini
cukup memakan waktu dan mengurangi waktu belajar di kelas. Ide saya terkait absensi ini
adalah tiap murid dapat secara praktis melakukan absensi dengan menempelkan jari mereka
pada suatu instrumen TIK dan data absensi langsung masuk ke database. Data absensi juga
bisa diekses secara online oleh orang tua murid yang ingin mengetahui perkembangan
anaknya di sekolah, entah melalui situs sekolah maupun SMS gateway.
Kedua, TIK dapat diterapkan dalam mencatat nilai siswa dan mem-publish-nya. Selama ini
guru mencatat nilai siswa secara manual. Untuk nilai ulangan harian, nilai UTS maupun nilai
UAS. Setelah itu guru tersebut menghitung rata-ratanya keseluruhan sebagai nilai akhir.
Tentunya akan lebih bijak jika kita mengurangi beban guru dengan membiarkan teknologi
yang bekerja sehingga guru hanya perlu memasukkan nilai tersebut ke suatu instrumen TIK
dan instrumen tersebut yang akan mengolah nilai akhir sehingga kesalahan akibat
perhitungan manusia akan berkurang dan guru akan lebih nyaman dalam bekerja. Selain itu
nilai yang sudah dimasukkan dapat langsung di-publish melalui situs sekolah sehingga semua
proses penghitungan nilai siswa dapat diolah secara transparan. Siswa juga dapat melihat
nilainya kapan saja dan dimana saja.
Ketiga, TIK dapat diterapkan dalam meletakkan modul pembelajaran. Hal ini dapat menjadi
salah satu solusi akan mahalnya buku-buku cetak di Indonesia. Biasanya guru hanya
menjelaskan materi di papan tulis dan sumber utamanya tetaplah buku cetak yang harganya
mahal dan belum tentu semua materi di dalamnya akan dipelajari oleh siswa.
Sebelum saya kuliah di Fakultas Ilmu Komputer UI, saya belum pernah mengalami suatu
pembelajaran dimana modul yang saya pelajari pada perkuliahan diletakkan pada suatu
wadah dan wadah tersebut juga memungkinkan saya untuk berdiskusi dengan teman maupun
pengajar, mengumpulkan tugas, melihat informasi seputar perkuliahan, dll. Wadah tersebut
tidak lain adalah Scele. Saya mengharapkan implementasi seperti Scele ini juga bisa
diterapkan kepada institusi lain, paling tidak mulai dari SMP atau SMA. Karena yang saya
tahu untuk fakultas di Universitas Indonesia sendiri baru Fakultas Ilmu Komputer yang
menerapkan metode pembelajaran seperti ini.

Saya memahami bahwa ada hambatan untuk menerapkan metode ini pada semua level
pendidikan, antara lain masalah infrastruktur IT yang belum tersebar secara merata, mahalnya
akses internet di Indonesia dan pemahaman si pengajar terhadap IT. Oleh karena itu menurut
saya solusinya adalah sekolah atau institusi belajar dapat menyediakan fasilitas internet yang
memungkinkan siswa dapat mengakses modul yang mereka pelajari secara gratis. Training IT
kepada para guru juga diperlukan agar guru tersebut dapat membuat modul e-learning. Bila
gurunya saja tidak memahami bagaimana membuat modul, maka implementasi seperti Scele
tidak akan bisa dilaksanakan.
Keempat, TIK dapat memberikan wadah bagi suatu institusi untuk bekerja sama dengan
institusi lain untuk sharing resource. Misalnya Universitas Indonesia dapat bekerja sama
dengan universitas lain misalnya Nanyang University di Singapura. Jadi mahasiswa UI dapat
mempelajari modul yang diajarkan di Nanyang dan mengikuti forum diskusinya tanpa harus
jauh-jauh kuliah di Nanyang. Hal ini akan meningkatkan kualitas mahassiwa UI karena
wawasannya bertambah. Harapannya adalah kita bisa memiliki mahasiswa UI yang
berkualitas Nanyang. Sedangkan bagi Nanyang sendiri mereka juga akan memiliki wawasan
mengenai bagaimana perkuliahan di Indonesia.
Saya meyakini bahwa semua gagasan di atas akan percuma saja bila cost untuk
memanfaatkan TIK itu sendiri sangat tinggi dan infrastruktur IT belum tersebar merata. Cost
yang dimaksud antara lain cost untuk mengakses internet, cost untuk SMS gateway, dll. Cost
yang tinggi akan menjadi kendala utama karena percuma saja teknologi yang super canggih
telah dibangun akan tetapi pengguna atau peminat dari teknologi tersebut tidak ada.
Jika dibandingkan dengan negara lain yaitu India, Singapura, Malaysia, Thailand, dan
Filipina, cost budget internet di Indonesia adalah yang termahal. Di Singapura, pemerintah
Singapura sudah berani untuk menggratiskan setiap warganya untuk menggunakan internet
brodband dengan kecepatan 1Gbps selama setahun. Dibandingkan dengan India pun, cost
budget Internet di Indonesia lebih mahal 54 kali dibandingkan cost budget yang dibutuhkan
masyarakat India untuk dapat mengakses internet. Jadi disini perlu kerja sama yang sangat
baik antara pemerintah dengan institusi lain terkait dengan TIK agar dapat mengusahakan
cost yang rendah dalam pemanfaatan TIK. Upaya yang dapat dilakukan antara lain
menambah anggaran pemerintah terhadap pendidikan, kerja sama antara pemerintah dengan
ISP di Indonesia.
Pemanfaatan TIK pada bidang pendidikan ini tentunya memerlukan pengawasan dari pihakpihak tertentu sehingga dalam pelaksanaannya tidak disalahgunakan. Misalnya saja jangan
sampai penggunaan internet justru digunakan untuk bermain games, melihat situs porno,
melihat berita yang kurang penting (seperti gosip), dll.
Hal tersebut bisa diantisipasi dengan memblock situs-situs yang membahayakan dan
melakukan pengawasan secara langsung di lapangan. Selain itu banyak content yang
disediakan di internet menggunakan bahasa Inggris. Akibatnya adalah siswa harus
meningkatkan skill mereka dalam bahasa Inggris agar dapat memahami dengan baik
informasi yang disampaikan pada situs tersebut.
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke
Pinterest

Keuntungan Pemanfaatan Teknologi


Informasi dan Komunikasi di Bidang
Pendidikan

Perkembangan TIK telah mendorong para insan pendidikan untuk memanfaatkannya dalam
bidang pendidikan. TIK telah mendorong terjadinya perubahan dalam kurikulum, yang
meliputi perubahan tujuan dan isi, aktivitas belajar, latihan dan penilaian, hasil akhir belajar,
serta nilai tambah yang positif.

Saat ini muncul istilah-istilah seperti e-teacher, e-test, e-library, e-assignment, e-education,
virtual school, virtual university, dan e-learning. E-learning sendiri adalah pembelajaran yang
menggunakan TIK untuk melakukan proses pembelajaran antara pendidik dan peserta didik
melalui internet. Tujuan utama penggunaan teknologi ini adalah meningkatkan efisiensi dan
efektivitas.

Kelasabil.com, penyedia layanan elearning

Dalam teknologi e-learning, semua proses belajar-mengajar yang biasa ditemui dalam sebuah
ruang kelas, dilakukan secara virtual, artinya dalam saat yang sama, seorang guru mengajar di
depan sebuah komputer yang ada di suatu tempat, sedangkan para siswa mengikuti pelajaran
tersebut dari komputer lain di tempat yang berbeda. Dalam hal ini, secara langsung guru dan
siswa tidak saling berkomunikasi, namun secara tidak langsung mereka saling berinteraksi
pada waktu yang sama.
Semua proses belajar-mengajar hanya dilakukan di depan sebuah komputer yang terhubung
ke jaringan internet. Semua fasilitas yang biasa tersedia di sebuah sekolah dapat tergantikan
fungsinya hanya oleh menu yang terpampang pada layar monitor komputer. Materi pelajaran
pun dapat diperoleh secara langsung dalam bentuk file-file yang dapat didownload (suatu
bentuk meng-copy suatu file). Adapun interaksi antara guru dan siswa dalam bentuk
pemberian tugas dapat dilakukan secara lebih intensif dalam bentuk forum diskusi dan email.
Berikut ini adalah beberapa keuntungan yang dapat diperoleh bagi peserta didik dengan
adanya model e-learning :
1. Membangun interaksi ketika peserta didik melakukan diskusi secara online.
2. Mengakomodasi perbedaan peserta didik.
3. Peserta didik dapat mengulang materi pelajaran yang sulit berkali-kali, sampai
pemahaman diperoleh.
4. Kemudahan akses, kapan saja dan di mana saja.
5. Peserta didik dapat belajar dalam suasana yang 'bebas tanpa tekanan', tidak malu
untuk bertanya (secara online).
6. Mereduksi waktu dan biaya perjalanan.
7. Mendorong peserta didik untuk menelusuri informasi ke situs-situs pada world wide
web.
8. Mengijinkan peserta didik memilih target dan materi yang sesuai pada web.
9. Mengembangkan kemampuan teknis dalam menggunakan internet.
10. Mendorong peserta didik untuk bertanggung jawab terhadap belajarnya dan
membangun self-knowledge dan self-confidence.
Adapun bagi tenaga pengajar, e-learning juga memberikan banyak manfaat. Di antaranya
yang terpenting adalah bahwa ia selalu dapat memberikan materi yang up-to date kepada para
peserta didiknya. Keuntungan yang lain adalah:
1. Kemudahan akses kapan saja dan di mana saja
2. Mereduksi biaya perjalanan dan akomodasi, kaitannya dengan program-program
pelatihan.

3. Mendorong pengajar mengakses sumber-sumber pelajaran yang up-to-date.


4. Memungkinkan pengajar mengkomunikasikan gagasan-gagasannya dalam cakupan
wilayah yang lebih luas.
PERANAN TIK DALAM BIDANG PENDIDIKAN

Jumat, 02 Maret 2012


Arti TIK bagi dunia pendidikan seharusnya berarti tersedianya saluran atau
sarana yang dapat dipakai untuk menyiarkan program pendidikan. Namun hal
Pemanfaatan TIK ini di Indonesia baru memasuki tahap mempelajari berbagai
kemungkinan pengembangan dan penerapan TIK untuk pendidikan memasuki
milenium ketiga ini. Padahal penggunaan TIK ini telah bukanlah suatu wacana
yang asing di negeri Paman Sam sana. Pemanfaatan IT dalam bidang pendidikan
sudah merupakan kelaziman di Amerika Serikat pada dasawarsa yang telah lalu.
Ini merupakan salah satu bukti utama ketertinggalan bangsa Indonesia dengan
bangsa-bangsa di dunia. Informasi yang diwakilkan oleh komputer yang
terhubung dengan internet sebagai media utamanya telah mampu memberikan
kontribusi yang demikian besar bagi proses pendidikan. Teknologi interaktif ini
memberikan katalis bagi terjadinya perubahan medasar terhadap peran guru:
dari informasi ke transformasi. Setiap sistem sekolah harus bersifat moderat
terhadap teknologi yang memampukan mereka untuk belajar dengan lebih
cepat, lebih baik, dan lebih cerdas. Dan Teknologi Informasi dan komunikasi
yang menjadi kunci untuk menuju model sekolah masa depan yang lebih baik.
Usaha-usaha dari anak-anak bangsa juga terus dilakukan untuk mengejar
ketertinggalan bangsa Indonesia dalam hal penyampaian proses pendidikan
dengan penggunaan TIK. Semisalnya, baru-baru ini Telkom, Indosat, dan
Institut Teknologi Bandung (ITB) menyatakan kesiapannya untuk
mengembangkan IT untuk pendidikan di Indonesia, dimulai dengan proyekproyek percontohan. Telkom menyatakan akan terus memperbaiki dan
meningkatkan kualitas infrastruktur jaringan telekomunikasi yang diharapkan
dapat menjadi tulang punggung (backbone) bagi pengembangan dan penerapan
IT untuk pendidikan serta implementasi-implementasi lainnya di Indonesia.
Bahkan, saat ini Telkom mulai mengembangkan teknologi yang memanfaatkan
ISDN (Integrated Sevices Digital Network) untuk memfasilitasi penyelenggaraan
konferensi jarak jauh (teleconference) sebagai salah satu aplikasi pembelajaran
jarak jauh.
Banyak aspek dapat diajukan untuk dijadikan sebagai alasan-alasan untuk
mendukung pengembangan dan penerapan IIK untuk pendidikan dalam
kaitannya dengan peningkatan kualitas pendidikan nasional Indonesia. Salah
satu aspeknya ialah kondisi geografis Indonesia dengan sekian banyaknya pulau
yang terpencar-pencar dan kontur permukaan buminya yang seringkali tidak
bersahabat, biasanya diajukan untuk menjagokan pengembangan dan
penerapan TIK untuk pendidikan. TIK sangat mampu dan dijagokan agar
menjadi fasilitator utama untuk meratakan pendidikan di bumi Nusantara,

sebab TIK yang mengandalkan kemampuan pembelajaran jarak jauhnya tidak


terpisah oleh ruang, jarak dan waktu. Demi penggapaian daerah-daerah yang
sulit tentunya diharapkan penerapan ini agar dilakukan sesegera mungkin di
Indonesia.

Terdapat 6 peranan TIK dalam bidang pendidikan, antara lain :


1. TIK sebagai skill dan kompetensi

Penggunaan TIK harus proporsional maksudnya TIK bisa masuk ke semua


lapisan masyarakat tapi sesuainya dengan porsinya masing-masing.

2. TIK sebagai infratruktur pembelajaran

Tersedianya bahan ajar dalam format digital

The network is the school

belajar dimana saja dan kapan saja

3. TIK sebagai sumber bahan belajar

Ilmu berkembang dengan cepat

Guru-guru hebat tersebar di seluruh penjuru dunia

Buku dan bahan ajar diperbaharui secara kontinyu

Inovasi memerlukan kerjasama pemikiran

Tanpa teknologi, pembelajaran yang up-to-date membutuhkan waktu


yang lama

4. TIK sebagai alat bantu dan fasilitas pembelajaran

Penyampaian pengetahuan mempertimbangkan konteks dunia nyata

Memberikan ilustrasi berbagai fenomena


mempercepat penyerapan bahan ajar

Pelajar melakukan eksplorasi terhadap pengetahuannya secara lebih luas


dan mandiri

ilmu

pengetahuan

untuk

Akuisisi pengetahuan berasal dari interaksi mahasiswa dan guru

Rasio antara pengajar dan peserta didik sehingga menentukan proses


pemberian fasilitas

5. TIK sebagai pendukung manajemen pembelajaran

Tiap individu memerlukan dukungan pembelajaran tanpa henti tiap


harinya

Transaksi dan interaksi interaktif


pengelolaan back office yang kuat

Kualitas layanan
bertahap

Orang merupakan sumber daya yang bernilai

pada

pengeekan

antar

stakeholder

administrasi

memerlukan

ditingkatkan

secara

masing-masing

dalam

6.TIK sebagai sistem pendukung keputusan

Tiap individu
pembelajaran

memiliki

karakter

dan

bakat

Guru meningkatkan kompetensinya pada berbagai bidang ilmu

Profil institusi pendidikan diketahui oleh pemerintah.

Manfaat & Dampak Negatif TIK

Peran TIK dalam Dunia Pendidikan.

Artikel TIK akan membahas tentang peran TIK dalam


dunia pendidikan. TIK mempunyani peran yang luar biasa dalam bidang pendidikan.
Berbagai perangkat lunak seperti microsoft office atau OpenOffice memudahkan para pelajar
dalam negerjakan tugas, seperti laporan praktikum dan artike, juga ketika mempresentasikan
tugas di kelas.
Sistem pengajaran berbasi multimedia (teknologi yang melibatkan teks, gambar, suara, dan
video) mampu membuat penyajian suatu topik bahasan menjadi menarik, tidak monoton dna

mudah dicerna. Seorang murid atau mahasiswa dapat mempelajari materi tertentu secara
mandiri dengan menggunakan komputer yang dilengkapi program yang berbasis multimedia.
Dengan sentuhan teknologi komputer, berbagai pelajaran yang sering dianggap sulit, seperti
fisika ataupun matematika, dapat disajikan dengan cara yang menarik sehingga siswa
menyenangi sekaliugus memahaminya dengan lebih mudah. Teknlogoi berbasis flash biasa
digunakan untuk keperluan ini. Bahkan yang namanya belajar bahasa asing pun bisa
dilakukan dengan menggunakan komputer.
Berbagai program pembelajaran bahasa asing yang dikemas dalam bentuk CD maupun
mengevaluasi ucapan pembelajar. Program bisa mengomentari lafal pembelajar, sesuai
dengan penutur asli atau tidak. Karean tidak berinteraksi dengan orang lain, seseorang yang
sedang belajar bahasa asing tidak merasa malu mengucapkan kata-kata secara salah. Tanpa
terasa mereka pun menguasai cara melafalkan kata-kata tersebut.
Agar proses belajar berlangsung menarik, program bisanya memadukan pendidikan dengan
hiburan. onsep ini melahirkan perangkat lunak yang tergolong sebagai edutainment, yang
merupakan perpaduan antara education dan entertainement.
Teknologi internet ikut berperan dalam neciptakan e-learning atau pendidikan jarak jauh.
Belajar tidak lagi harus dilakukan di kelas, tetapi dari mana saja, sepanjang komputer yang
digunakan bisa terhubung ke internet. Bahkan, seseorang bisa kuliah di universitas yang
berada di negara lain tanpa harus tinggal di negara bersangkutan.
Berkat internet pula, berbagai buku dalam bentuk digital atau yang diebut sebagai ebook
ataupun beragam hasilnya penelitian bisa diperoleh dengan mudah sehingga memudahkan
setiap oerang yang bermaksud mencari atau mengembangkan pengetahuan.
Baca juga artikel terkait ini

Manfaat Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK) TIK dengan kemampuan


untuk mendistribusikan informasi secara cepat, dari satu tempat ke tempat yang
lain yang berjauhan, tentu saja memberikan manfaat yang sangat berarti dalam
kehidupan []

Peran TIK di Bidang Kepolisian Teknologi Informasi dan Komunikasi atau TIK
dapat masuk kedalam segala bidang termasuk Kepolisian. Kepolisian mengunakan
teknologi informasi untuk melakukan berbagai aktifitas. Contoh yang []

Dampak Negatif TIK terhadap Gangguan Kesehatan Penggunaan TIK bisa

Memainkan Lagu dan Video di Komputer Lagu maupun video sangat mudah

menimbulkan gangguan kesehatan terhadap pemakainya. Gangguan Ini


diakibatkan oleh perangkat - perangkat yang digunakan oleh pemakai.. Komputer
memang banyak memberikan []

diputar atau dimainkan di komputer. Pada Windows misalnya, terdapat WIndows


Media Player. COnthoh yang bersifat "open source" atau bisa digunakan gratis []

Kata Kunci: manfaat teknologi internet bagi pendidikan, manfaat TIK, manfaat tik di dunia
pendidikan, teknologi internet, TIK dalam dunia pendidikan
Kata Kunci Terkait:
peranan tik dalam dunia pendidikan, peranan tik dalam bidang pendidikan,
peranan tik, peranan TIK dalam pendidikan, peran tik dalam dunia pendidikan,
peran tik dalam pendidikan, Manfaat tik dalam bidang pendidikan, peran tik,
manfaat tik dalam dunia pendidikan, peran tik dalam bidang pendidikan

PERAN DAN MANFAAT TIK DALAM PENDIDIKAN


January 9th, 2014 |

Author: widy

TIK dan Pendidikan


Istilah Information and Communications Technology (ICT) atau Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK) adalah istilah yang relatif baru dalam wacana komunikasi. Menurut kamus
Wikipedia, istilah ICT mulai digunakan oleh para peneliti akademik pada tahun 1980-an dan
menjadi populer sejak digunakan oleh Dennis Stevenson pada tahun 1997 dalam laporannya
kepada pemerintah Inggris tentang perkembangan pendidikan. Istilah ICT semakin dikenal
luas setelah digunakan dalam laporan tentang revisi Kurikulum Nasional untuk Inggris,
Wales, dan Irlandia Utara pada tahun 2000.
Pengertian ICT terus berkembang mengikuti perubahan yang terjadi pada teknologi dan
aplikasinya dalam berbagai konteks da kebutuhan komunikasi. Saat ini, menurut Wikipedia,
istilah ICT digunakan untuk menjelaskan konvergensi antara teknologi audio-visual dan
jaringan telephone dengan jaringan komputer melalui kabel tunggal (a single cabling) atau
sistem jaringan (link system). Menurut rumusan United Nation Development Programme
(UNDP), ICT adalah seperangkat sumber daya dan peralatan teknologi yang digunakan
untuk mengkomunikasikan, menciptakan, mendiseminasi, menyimpan, dan mengelola
informasi. Peralatan teknologi dimaksud antara lain komputer, internet, teknologi penyiaran
(radio dan televisi), dan telephone.
Sarana ICT membuat berbagai aktivitas komunikasi menjadi lebih efektif dan efisien.
Aplikasi ICT dalam berbagai konteks dan kebutuhan komunikasi dapat mempercepat proses
dan menghemat waktu, biaya, serta tenaga. Misalnya, aplikasi ICT dapat meminialisir,
bahkan mengeliminir biaya telephone dan intensitas penggunaan Alat Tulis Kantor (ATK).
Aktivitas kependidikan pada dasarnya adalah aktivitas komunikasi multi dimensi dan multi
media yang melibatkan berbagai sumber belajar, baik yang tertulis maupun tidak tertulis, dan
juga melibatkan banyak aktor, seperti tenaga pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik,
dan para pemangku kepentingan pendidikan, terutama para orang tua atau wali, para lulusan,
para pengguna lulusan, tokoh agama (toga), tokoh masyarakat (tomas), tokoh pendidikan
(topen), dan tokoh pemerintahan (topem). Efektifitas semua dimensi komunikasi yang terjadi
dalam proses pendidikan sangat ditentukan oleh aktor yang terlibat beserta sumber dan media
komunikasi yang diunakan.

Dengan dukungan ICT, proses komunikasi di semua jalur, jenis, dan jenjang pendidikan dapat
berjalan lebih efektif dan efisien. Jika diintegrasikan dalam sistem penyelenggaraan
pendidikan, ICT dapat menjadi instrumen yang sangat efektif, efisien, kreatif, produktif, dan
menyenangkan. Sarana ICT dapat berperan sebagai instrumen utama bagi para pendidik dan
peserta didik dalam mencari (searching), menghimpun (classifying), menghubungkan
(connecting), menginterpretasi (interpreting), dan menyajikan (presenting) informasi secara
cepat dan menarik, untuk ditransformasikan menjadi ilmu pengetahuan yang bermanfaat.
Fungsi-fungsinya yang begitu banyak dan perannya yang begitu penting dalam proses
pembelajaran membuat ICT menjadi salah satu sarana utama yang harus ada di setiap
lembaga pendidikan. Semua lembaga pendidikan perlu difasilitasi dengan sarana ICT
yang up to date dan relevan dengan berbagai kebutuhan pelayanan pendidikan, baik pada
aspek perangkat keras (hardwares) maupun perangkat lunak (softwares).
Perubahan Paradigma
Era informasi dan pengenalan ICT di dunia pendidikan telah mengubah paradigma
pembelajaran. Di era ini, menurut UNESCO, lembaga-lembaga pendidikan tidak hanya
dituntut untuk mendorong peserta didik untuk belajar (to learn), tetapi juga dituntut untuk
dapat mendorong peserta didik untuk belajar menguasai ilmu (learning to acquire
knowledge), mempromosikan aktivitas belajar bertindak (learning to act), belajar hidup
bersama (learning to live together), dan belajar untuk kehidupan (learning for life), dengan
paradigma belajar sepanjang hayat (life long learnng).
Di tengah arus informasi yang mengalir deras dan semakin muda diakses, lembaga-lembaga
pendidikan tidak bisa lagi sekedar menjadi tempat berlangsungnya transmisi informasi dari
guru kepada murid dalam periode waktu dan batasan ruang tertentu. Lembaga-lembaga
pendidikan dituntut untuk dapat berperan sebagai fasilitator bagi para pendidik dan peserta
didik untuk mengembangkan aktivitas pembelajaran yangmobile, dinamis, dan menembus
batasan ruang (spaceless), batasan waktu (timeless), dan batasan kenegaraan (borderless).
Dukungan ICT memungkinkan proses pembelajaran terjadi kapanpun dan dimanapun. Dalam
konteks ini maka guru tidak lagi menjadi figur sentral dan sekolah tidak lagi menjadi satusatunya lingkungan belajar bagi peserta didik. Guru dan sekolah hanyalah fasilitator dan
mediator pembelajaran. Sarana ICT membuat proses pebelajaran bersifat multi dimensi dan
multi purposes.
Perubahan paradigma pembelajaran beriringan dengan perubahan paradigma tentang literasi
(melek huruf). Di era informasi, menurut seorang futurist, Alvin Toffler (1990), orang yang
disebut buta huruf bukanlah orang yang tidak bisa membaca dan menulis, tetapi orang yang
tidak bisa belajar (learn), tidak bisa mengubah kebiasaan (unlearn), dan tidak bisa belajar
kembali (relearn). Toffler agaknya ingin mengingatkan kita bahwa masyarakat yang hidup di
era informasi dituntut untuk memiliki tradisi belajar yang kuat, agar para anggotanya mampu
menyerap, mengelolah, dan memanfaatkan informasi secara kritis dan selektif.

Masyarakat yang kuat dan unggul di era informasi adalah masyarakat yang menguasai atau
mengendalikan informasi, dan masyarakat yang menguasai informasi adalah masyarakat yang
menguasai ICT. Jika tidak disertai dengan tradisi belajar yang kuat, penguasaan ICT hanya
akan memberikan kesenangan, tidak memberikan ilmu pengetahuan. Dengan tradisi belajar
yangg kuat, semua anggota masyarakat memiliki kemauan keras untuk belajar, selalu siap
untuk berubah (open minded), dan terus belajar sampai akhir hayat (lifelong education).
Pentingnya tradisi belajar yang kuat bagi satu masyarakat diingatkan pula oleh salah satu
Presiden Amerika Serikat, Benjamin Franklin, melalui ungkapannya sebagai berikut: Being
ignorant is not so much a shame, as being unwilling to learn (menjadi orang yang enggan
belajar lebih memalukan daripada menjadi orang yang tidak tahu apa-apa).
Tradisi belajar akan menentukan tingkat literasi. Di era informasi, tingkat literasi yag
dibutuhkan oleh satu masyarakat untuk dapat berkembang dan bersaing sangat tinggi dan
bervariasi. Di era ini, menurut Alvin Toffler (1990), seseorang dituntut untuk melek dalam
enam aspek. Pertama, melek fungsional (functional literacy) atau melek visual (visual
literacy), yaitu memiliki kemampuan untuk menangkap makna dan mengekspresikan ide-ide
melalui berbagai media, termasuk penggunaan images, graphics, video, dan charts. Kedua,
melek ilmiah (scientific literacy), mampu memahami aspek-aspek teoritis dan aplikatif dari
sains dan matematika. Ketiga, melek teknologi (technological literacy), berkompeten dalam
menggunakan berbagai teknologi komunikasi dan informasi. Keempat, melek informasi
(information literacy), mampu menggali, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara
tepat, termasuk dengan menggunakan TIK. Kelima, melek budaya (cultural literacy),
mengapresiasi keragaman budaya. Keenam, kesadaran global (global awareness), memahami
bagaimana berbagai bangsa, korporasi, dan komunitas di seluruh dunia terhubung satu sama
lain.
Tingkat literasi yang sangat tinggi dan bervariasi menuntut lembaga-lembaga pendidikan
untuk tidak hanya berperan sebagai pusat belajar (center for learning), tetapi juga sebagai
pusat budaya (center for culture), dan pusat peradaban (center for civilization).
Manfaat TIK bagi Pendidikan
Tingkat literasi yang tinggi dan bervariasi, menurut Toffler, sangat terkait dengan trend
kehidupan abad ke-21 dan fungsi-fungsi serta aplikasi ICT. Karena itu, sarana ICT sangat
penting untuk menunjang berbagai aktivitas masyarakat manusia di abad ke-21, tentu saja
termasuk aktivitas dalam bidang pendidikan. Dengan sarana ICT yangup to date dan relevan,
lembaga-lembaga pendidikan dapat memaksimalkan perannya sebagai pusat belajar, pusat
budaya, dan pusat peradaban yang dapat melahirkan anggota masyarakat yang tidak hanya
melek huruf, tetapi juga melek udaya, dan melek peradaban.
Peran yang sangat penting dan strategis sebagai pusat belajar, pusat budaya, dan pusat
peradaban menuntut lembaga-lembaga pendidikan untuk dapat mengembangkan aktivitas
pembelajaran yang memiliki paradigma yang jelas dan daya jangkau yang luas. Dalam
konteks inilah sarana ICT menjadi sangat urgen, karena sarana ICT memberikan nilai

manfaat yang sangat banyak. Menurut penelusuran UNESCO (2013), ada lima manfaat yang
dapat diraih melalui penerapan ICT dalam sistem pendidikan: (1) mempermudah dan
memperluas akses terhadap pendidikan; (2) meningkatkan kesetaraan pendidikan (equity in
education); (3) meningkatkan mutu pembelajaran (the delivery of quality learning and
teaching); meningkatkan profesionalisme guru (teachers professional development); dan (4)
meningkatkan efektifitas dan efisiensi manajemen, tata kelola, dan administrasi pendidikan.
Mengetahui dan menyadari besarnya manfaat ICT bagi dunia pendidikan, para ahli UNESCO
menganjurkan agar semua negara, khususnya negara-negara berkembang, meningkatkan
berbagai sumber daya yang diperlukan untuk mengelaborasi ICT dalam berbagai kebijakan,
strategi, dan aktivitas pendidikan. Untuk tujuan tersebut, secara khusus mereka telah meminta
UNESCO membangun Institute for Information Technologies in Education (IITE) di
Moscow. Tujuan utama dari lembaga ini adalah untuk mendorong dan mempromosikan
pertukaran informasi (information exchange) serta menggalakkan berbagai riset dan pelatihan
yang terkait dengan integrasi ICT dalam sistem pelayanan pendidikan. Untuk Asia dan
Pacific, tugas ini diamanahkan kepada kantor cabang UNESCO di Bangkok.
Meskipun berhadapan dengan banyak kendala, upaya UNESCO dan lembaga-lembaga
kependidikan lainnya untuk mengintegrasikan ICT ke dalam sistem pengelolaan dan
pelayanan pendidikan sudah cukup berhasil. Keberhasilan ini ditandai oleh munculnya
berbagai jargon berawalan e, mulai dari e-book, e-learning, e-laboratory, e-education, elibrary, dan sebagainya. Awalan e pada jargon-jargon tersebut bermakna electronics yang
secara implisit dimaknai berdasar teknologi elektronika digital. Seiring dengan
perkembangan teknologi komputer dan internet, maka muncullah beberapa jargon baru,
seperti computer based teaching and learning,Internet-based learning atau web-based
learning. Keberhasilan UNESCO juga dapat dilihat pada beberapa kebijakan pengembangan
pendidikan. Sarana ICT telah menjadi salah satu fokus utama dalam format akreditasi semua
jalur, jenis, dan jenjang lembaga pendidikan di negara-negara berkembang. Di Indonesia,
misalnya, ketersediaan sarana ICT, intensitas pemanfaatannya, dan komitmen terhadap
pengembangannya dalam pengelolaan lembaga pendidikan sudah menjadi bagian penting
dalam proses akreditasi sekolah dan perguruan tinggi. Sudah banyak sekolah dan perguruan
tinggi yang secara eksplisit mencantumkan ICT sebagai salah satu kata kunci dalam rumusan
visi, misi, tujuan, sasaran, dan target pengebangannya. Mereka terus meningkatkan kuantitas
dan kualitas sarana ICT dan memperkuat SDM pengelolahnya.
Selain menggambarkan fenomena integrasi ICT ke dalam sistem pendidikan yang terus
berkembang dan meluas, jargon-jargon dan berbagai perkembangan yang ada juga
menggambarkan betapa dahsyatnya pengaruh perkembangan ICT terhadap dunia pendidikan,
khususnya terhadap pergeseran paradigma pembelajaran dan paradigma pengelolaan lembaga
pendidikan. Fenomena ini mengingatkan kita betapa ironisnya jika di era informasi sekarang
ini masih ada lembaga-lembaga pendidikan dan aktivitas pebelajaran yang tidak tersentuh
oleh ICT atau jika masih ada pendidik dan peserta didik yang tidak terekspose pada aplikasi
ICT dalam menjalankan aktivitas pembelajaran. Dan yang lebih ironis lagi jika di era
informasi ini masih ada penentu kebijakan pendidikan (educational policy maker) yang

menomorduakan atau mengabaikan sarana ICT dalam berbagai agenda pembangunan


pendidikan.
Catatan: Tulisan ini dimuat di Harian Sumatera Ekspress pada hari Senin, tanggal 3 Juni
2013.

PERANAN TIK DALAM DUNIA


PENDIDIKAN
03/02/14 rakapradanasanferdi Leave a comment
Peranan TIK Dalam Dunia Pendidikan
Di dunia pendidikan, banyak sekali lembaga pendidikan yang telah berhasil mengembangkan
Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam mendukung proses pembelajarannya. Dunia, saat
ini sedang memasuki era yang ditandai dengan gencarnya inovasi teknologi dan peluang
ekonomi yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Perubahan-perubahan besar terjadi
dalam bidang teknologi, politik, sosial dan ekonomi. Segala perubahan ini telah
menyebabkan terjadinya pergeseran dalam berbagai bidang yang antara lain adalah;
Masyarakat industri ke masyarakat informasi (kita masih berkutat dari masyarakat agraris ke
masyarakat industri)
Teknologi yang dipaksakan ke teknologi tinggi (hi-tech).
Ekonomi nasional ke perekonomian dunia.
Kebutuhan jangka pendek ke jangka panjang.
Sistem sentralisasi ke sistem desentralisasi.
Bantuan ke lembagaan berpindah ke swakarsa.ari pola hirarchi ke jaringan kerja
(networking).
Dari pilihan terbatas ke banyak pilihan
Dalam dunia pendidikan, keberadaan sistem informasi dan komunikasi merupakan salah satu
komponen yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas pendidikan. Dalam sebuah lembaga
pendidikan harus memiliki komponen komponen yang diperlukan untuk menjalankan
operasional pendidikan, seperti siswa, sarana dan prasarana, struktur organisasi, proses,
sumber daya manusia (tenaga pendidik), dan biaya operasi. Sedangkan sistem komunikasi
dan informasi terdiri dari komponen komponen pendukung lembaga pendidikan untuk
menyediakan informasi yang dibutuhkan pihak pengambil keputusan saat melakukan
aktivitas pendidikan.

Terdapat 6 peranan TIK dalam bidang pendidikan, antara lain :


1. TIK sebagai skill dan kompetensi
Penggunaan TIK harus proporsional maksudnya TIK bisa masuk ke semua lapisan
masyarakat tapi sesuainya dengan porsinya masing-masing.

2. TIK sebagai infratruktur pembelajaran


Tersedianya bahan ajar dalam format digital
The network is the schoolbelajar dimana saja dan kapan saja

3. TIK sebagai sumber bahan belajar


Ilmu berkembang dengan cepat
Guru-guru hebat tersebar di seluruh penjuru dunia
Buku dan bahan ajar diperbaharui secara kontinyu
Inovasi memerlukan kerjasama pemikiran
Tanpa teknologi, pembelajaran yang up-to-date membutuhkan waktu yang lama

4. TIK sebagai alat bantu dan fasilitas pembelajaran


Penyampaian pengetahuan mempertimbangkan konteks dunia nyata

Memberikan ilustrasi berbagai fenomena ilmu pengetahuan untuk mempercepat penyerapan


bahan ajar
Pelajar melakukan eksplorasi terhadap pengetahuannya secara lebih luas dan mandiri
Akuisisi pengetahuan berasal dari interaksi mahasiswa dan guru
Rasio antara pengajar dan peserta didik sehingga menentukan proses pemberian fasilitas

5. TIK sebagai pendukung manajemen pembelajaran


Tiap individu memerlukan dukungan pembelajaran tanpa henti tiap harinya
Transaksi dan interaksi interaktif antar stakeholder memerlukan pengelolaan back office yang
kuat
Kualitas layanan pada pengeekan administrasi ditingkatkan secara bertahap
Orang merupakan sumber daya yang bernilai

6. TIK sebagai sistem pendukung keputusan


Tiap individu memiliki karakter dan bakat masing-masing dalam pembelajaran
Guru meningkatkan kompetensinya pada berbagai bidang ilmu
Profil institusi pendidikan diketahui oleh pemerintah.

Keuntungan dan Kerugian Teknologi


Informasi dan Komuniksi
Keuntungan penggunaan TIK
1. Memudahkan orang dalam berkomunikasi dan memperoleh informasi
2. Membuka peluang bisnis baru
3. Mendorong tumbuhnya proses demokrasi
4. Meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan publik
5. Meningkatkan layanan informasi kesehatan jarak jauh (telemedicine)
6. Memperbaiki pendidikan melalui e-learning

7. Mengembangkan kemampuan dan kesadaran masyarakat


8. Memperkaya kebudayaan
9. Menunjang pertanian
10. Menciptakan lapangan kerja
Dampak negatif atau kerugian penggunaan TIK
1. Mendorong munculnya kejahatan jenis baru
2. Mempermudah masuknya nilai-nilai budaya asing yang negatif
3. Mempermudah penyebarluasan karya-karya pornografi
4.

Mendorong tindakan konsumtif dan pemborosan dalam masyarakat

5. Mendorong kekejaman dan kesadisan (violence and gore)


6. Memperluas perjudian (sumber Buku Teknologi Informasi dan Komunikasi 1 SMP
kelas VII, penerbit Yudhistira)
selain itu ada beberapa keuntungan dan kerugian oenggunaan TIK di beberapa bidang :
A. Dalam Bidang Sosial
Keuntungan :
1. Kemajuan teknologi komunikasi yang cepat dapat mempermudah komunikasi antara
suatu tempat dan tempat yang lain.
Kerugian :
1. Dengan semakin pesatnya komunikasi membuat bentuk komunikasi berubah
yang asalnya berupa face to face menjadi tidak. Hal ini dapat menyebabkan
komunikasi menjadi hampa.
2. Seseorang yang terus menerus bergaul dengan komputer akan cenderung
menjadi seseorang yang individualis.
3. Dengan pesatnya teknologi informasi baik di internet maupun media lainnya
membuat peluang masuknya hal-hal yang berbau pornografi, pornoaksi,
maupun kekerasan semakin mudah.
4. Kemajuan TIK juga pasti akan semakin memperparah kesenjangan sosial yang
terjadi di masyarakat antara orang kaya dan orang miskin.
5. Maraknya cyber crime yang terus membayangi seperti carding, ulah cracker,
manipulasi data dan berbagai cyber crime yang lainnya

6. Menurut Paul C Saettler dari California State University, Sacramento, Satu hal
yang pasti, interaksi anak dan komputer yang bersifat satu (orang) menghadap
satu (mesin) mengakibatkan anak menjadi tidak cerdas secara sosial.
B. Dalam Bidang Pendidikan
Keuntungan :
1. Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses untuk
kepentingan pendidikan.
2. Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning
yang semakin memudahkan proses pendidikan.
3. Kemajuan TIK juga akan memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau kelas
yang berbasis teleconference yang tidak mengharuskan sang pendidik dan peserta
didik berada dalam satu ruangan.
4. Sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar
karena penerapan sistem TIK.
Kerugian :
1. Kemajuan TIK juga akan semakin mempermudahterjadinya pelanggaran terhadap
Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) karena semakin mudahnya mengakses data
menyebabkan orang yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan.
2. Walaupun sistem administrasi suatu lembaga pendidikan bagaikan sebuah system
tanpa celah, akan tetapi jika terjadi suatu kecerobohan dalam menjalankan sistem
tersebut akan berakibat fatal.
3. Salah satu dampak negatif televisi adalah melatih anak untuk berpikir pendek dan
bertahan berkonsentrasi dalam waktu yang singkat (short span of attention).
C. Dalam Bidang Ekonomi
Keuntungan :
1. Semakin maraknya penggunaan TIK akan semakin membuka lapangan pekerjaan.
2. Bisnis yang berbasis TIK atau yang biasa disebut e-commerce dapat mempermudah
transaksi-traansaksi bisnis suatu perusahaan atau perorangan
3. Dengan fasilitas pemasangan iklan di internet pada situs-situs tertentu akan
mempermudah kegiatan promosi dan pemasaran suatu produk.
Kerugian :

1. Dengan mudahnya melakukan transaksi di internet menyebabkan akan semakin


memudahkan pula transaksi yang dilarang seperti transaksi barang selundupan atau
transaksi narkoba.
2. Hal yang sering terjadi adalah pembobolan rekening suatu lembaga atau perorangan
yang mengakibatkan kerugian financial yang besar.
D. Dalam Bidang Pemerintahan
Keuntungan :
1. Tenologi Informasi dan Komunikasi yang dikembangkan dalam pemerintahan atau
yang disebut e-government membuat masyarakat semakin mudah dalam mengakses
kebijakan pemerintah sehingga program yang dicanangkan pemerintah dapat berjalan
dengan lancar.
2. e-government juga dapat mendukung pengelolaan pemerintahan yang lebih efisien,
dan bisa meningkatkan komunikasi antara pemerintah dengan sektor usaha dan
industri.
3. Masyarakat dapat memberi masukan mengenai kebijakan-kebijakan yang dibuaat oleh
pemerintah sehingga dapat memperbaiki kinerja pemerintah.
Kerugian :
1. Semakin bebasnya masyarakat mengakses situs pemerintah akan membuka peluang
terjadinya cyber crime yang dapat merusak system TIK pada e-government. Misalnya
kasus pembobolan situs KPU ketika penyelenggaraan Pemilu oleh seorang cracker.
(sumber : http://risyana.wordpress.com/2009/04/13/keuntungan-dan-kerugian-dalampenggunaan-teknologi-informasi-dan-komunikasi-tik/)

PEMANFAATAN TIK DALAM DUNIA PENDIDIKAN INDONESIA


Posted by Sevannisa Kedavra Label: PTKI

Pendahuluan

A.

Latar Belakang
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah membawa pengaruh
terhadap bidang pendidikan dalam proses pembelajaran. Penggunaan TIK dalam proses
pembelajaran sudah bukan hal yang asing lagi dalam era globalisasi seperti sekarang ini.
Adanya internet memungkinkan kita untuk belajar kapan dan di mana saja dengan lingkup
yang sangat luas. Misalnya, dengan fasilitas email, chatting, e-book, e-library dan dan
sebagainya, kita dapat saling berbagi informasi tanpa harus bertatap muka langsung

dengan sumber informasi tersebut. Karena semua informasi yang kita inginkan dapat kita
peroleh hanya dengan mengakses internet.
Dimasa depan, arus perkembangan TIK akan melaju semakin cepat. Hal ini menuntut
manusia untuk dapat beradaptasi dengan perkembangan TIK tersebut jika tidak mau
ketinggalan zaman, serta untuk menghadapi tantangan global. Dengan kondisi yang seperti
ini, maka pendidikan tidak akan terlepas dari internet, komputer, dan fasilitas TIK lainnya
sebagai alat bantu utama dalam proses pembelajaran.
Untuk dapat memanfaatkan TIK dalam memperbaiki mutu pembelajaran, ada tiga hal
yang harus diwujudkan, yaitu: 1. Peserta didik dan guru harus memiliki akses teknologi
digital di dalam lingkungan lembaga pendidikan. 2. Adanya materi yang berkualitas dan
bermanfaat bagi guru dan peserta didik. 3. Guru harus memiliki pengetahuan dan
keterampilan dalam menggunakan media-media pembelajaran digital untuk membantu
siswa agar mencapai standar akademik dan mengembangkan potensinya.
B.

Tujuan

Memberikan informasi terkait dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi


dalam dunia pendidikan Indonesia.

Mengerjakan tugas makalah dan presentasi kelompok mata kuliah Pengantar Teknologi
Informasi dan Komunikasi yang diempu oleh Bapak Cecep Kustandi, M.Pd.

C.

Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam dunia
pendidikan?

Mengapa TIK dibutuhkan dunia pendidikan?

Apa yang menjadi faktor diperlukannya TIK dalam dunia pendidikan Indonesia?

Apa saja peranan teknologi TIK dalam dunia pendidikan?

Bagaimana usaha pemanfaatan TIK dalam dunia pendidikan Indonesia?

Apa saja usaha yang dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia melalui
pemanfaatan TIK?

Apa keuntungan dari pemanfaatan TIK dalam dunia pendidikan?

Bagaimana pergesaran yang terjadi akibat pemanfaatan TIK dalam dunia pendidikan?

Apa saja kendala-kendala yang terjadi dalam usaha pemanfaatan TIK dalam dunia
pendidikan?

Pembahasan

1.

Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi di Dunia Pendidikan

Teknologi informasi dan komunikasi mencakup dua aspek, yaitu teknologi informasi dan
teknologi komunikasi. Teknologi informasi, mencakup segala hal yang berkaitan dengan
proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
Sedangkan, teknologi komunikasi mencakup segala hal yang berkaitan dengan penggunaan
alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
Maka, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah suatu kesatuan yang tidak
terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan
pemrosesan, manipulasi, pengelolaan dan transfer/pemindahan informasi antar media.
Sedangkan, arti TIK bagi dunia pendidikan itu sendiri berarti tersedianya saluran atau
sarana yang dapat dipakai untuk menyiarkan program pendidikan.

2.

Alasan Mengapa Teknologi Informasi dan Komunikasi Dibutuhkan Dunia Pendidikan


Banyak hal yang dapat dijadikan alasan mengapa TIK sangat dibutuhkan dunia
pendidikan, diantaranya:

Adanya perkembangan TIK yang menjadi jembatan ilmu. Salah satu peran TIK di era
globalisasi ini adalah sebagai media informasi, misalnya internet. Peserta dapat
mengeksplorasi informasi yang ada di seluruh dunia dengan lebih efisien dan efektif hanya
dengan mengakses internet.

Selain peran TIK sebagai media informasi, perkembangan TIK dapat pula dimanfaatkan
peserta didik sebagai media komunikasi. Misalnya, memanfaatkan jaringan internet untuk
chatting dan mailing, peserta didik dapat berkomunikasi dengan saling bertukar informasi
tentang apa yang sedang dibahas. Tidak hanya komunikasi antara peserta didik, peserta
didik dengan guru atau para ahli pun dapat dilakukan. Dengan cara ini, peserta didik akan
dengan cepat mendapatkan ide dan pengalaman dari berbagai kalangan.

Dengan adanya perkembangan TIK, belajar menjadi jauh lebih efisien. Proses
pembelajaran tidak harus selalu dengan bertatap muka seperti jaman dahulu. Kini, proses
pembelajaran dapat dilakukan memanfaatkan perkembangan TIK yang ada, sehingga kita
juga dapat efisien dalam menggunakan waktu. Untuk di Indonesia sendiri, disebabkan oleh
kondisi geografis yang merupakan negara kepulauan, TIK sangat mampu menjadi fasilitator
utama untuk meratakan pendidikan di Indonesia, karena TIK yang memiliki kemampuan
untuk memungkinkan pembelajaran jarak jauh. Inilah sebabnya mengapa perkembangan
TIK disebut dengan penghilang batas ruang dan waktu.

Adanya fakta bahwa peserta didik lebih termotivasi untuk belajar dengan metode belajar
yang menggunakan fasilitas multimedia daripada metode belajar konvensional.

Berkembangnya TIK juga berperan dalam hal mengelola institusi pendidikan. Peran yang
dimaksud adalah memudahkan institusi pendidikan untuk menyediakan layanan informasi
untuk para peserta didik, seperti informasi tentang biaya pendidikan, kurikulum,
pembimbing, dan sebagainya. Serta untuk megelola manajemen operasional dengan lebih
efisien, efektif, dan optimal.

3.

Faktor-faktor Diperlukannya Teknologi Informasi dan Komunikasi di Indonesia

Berikut adalah faktor-faktor mengapa TIK diperlukan dalam pendidikan Indonesia:

Keterbatasan kualitas dan kuantitas sumber daya pendidikan di Indonesia. Beberapa


contoh keterbatasan yang dimaksud adalah terbatasnya jumlah guru, terbatasnya jumlah
referensi pendidikan yang dapat digunakan peserta didik, terbatasnya jumlah sekolah
bermutu, terbatasnya jumlah perpustakaan yang dapat diakses, dan terbatasnya jumlah
sarana dan prasarana pendidikan lainnya yang dapat menunjang kemajuan pendidikan.

Ketidakmerataan kesempatan dalam memperoleh pendidikan yang merupakan hak setiap


manusia. Permasalahan yang terkait dengan pemerataan kesempatan dalam memperoleh
pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia dapat segera terwujud, dengan adanya konsep
Universitas Terbuka yang mampu menjangkau daerah terpencil dapat segera diikuti dengan
konsep sekolah terbuka atau perpustakaan terbuka, selama peserta didik bersemangat
untuk belajar dan institusi pendidikan mau merubah model pendidikannya. Maka, dengan
bantuan TIK segala keterbatasan akan dapat diatasi.

Model dan

pendekatan pendidikan yang kurang relevan. Semakin cepatnya

perkembangan dalam segala aspek di dunia ini, maka setiap manusia dan institusi

pendidikan dituntut untuk terus selalu memperbaharui dirinya sesuai dengan kebutuhan
perkembangan dunia.

4.

Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Pendidikan

TIK memiliki peranan yang cukup banyak dalam sektor pendidikan, diantaranya:

TIK sebagai keahlian dan kompetensi. Maksudnya, penggunaan TIK harus proporsional
atau TIK bisa masuk ke semua lapisan masyarakat tapi sesuai dengan porsinya masingmasing.

TIK sebagai infratruktur pembelajaran. Infrastruktur pembelajaran di sini maksudnya


adalah tersedianya bahan belajar dalam format digital, jaringan adalah sekolah, sehingga
belajar bisa dijangkau di mana saja dan kapan saja.

TIK sebagai sumber bahan belajar. Hal ini mengenai buku dan bahan belajar yang
diperbaharui secara kontinyu dengan menggunakan teknologi. Karena tanpa teknologi,
pembelajaran yang up-to-date membutuhkan waktu yang cukup lama.

TIK sebagai alat bantu dan fasilitas pembelajaran. Seperti yang kita ketahui, fasilitas TIK
sangat membantu proses pembelajaran. Contohnya, dalam menyampaikan informasi,
dengan menggunakan fasilitas multimedia informasi akan cepat sampai ke peserta didik
dengan lebih akurat karena dengan adanya berbagai fasilitas multidedia tersebut, peserta
didik lebih termotivasi untuk belajar dan mengeksplorasi pengetahuannya secara lebih luas.

TIK sebagai pendukung manajemen pembelajaran. TIK sangat mendukung dalam hal
mengelola pembelajaran, karena pada dasarnya tiap individu memerlukan dukungan
pembelajaran yang tanpa henti.

TIK sebagai sistem pendukung keputusan. Dalam mengambil sebuah keputusan, setiap
individu memiliki alasan tersendiri. Oleh sebab itu, diperlukan informasi berdasarkan fakta
yang ada dalam mengambil sebuah keputusan.

5.

Usaha Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Pendidikan


di Indonesia
TIK dalam dunia pendidikan digunakan untuk menunjang proses pembelajaran. Berikut
adalah beberapa pemanfaatan TIK dalam pembelajaran:

Memanfaatkan fasilitas multimedia yang sudah tersedia untuk mempermudah kegiatan


yang dilakukan selama proses pembelajaran. Misalnya, untuk presentasi. Jika dahulu
presentasi hanya menggunakan media OHP yang monoton, sekarang presentasi sudah
dapat ditampilkan dengan LCD projector dan dibuat lebih kreatif dengan menampilkan
berbagai konten multimedia, seperti gambar, video, suara, dan sebagainya.

Memanfaatkan internet untuk proses pembelajaran jarak jauh (kelas virtual). Kelas virtual
ini sudah menjadi tren di era globalisasi sekarang. Karena kelas virtual mmiliki beberapa
keuntungan, seperti: peserta didik dapat mengekspresikan diri, bersosialisasi, saling berbagi
pengetahuan, meningkatkan kreativitas, dan menumbuhkan cara belajar yang mandiri.

Memungkinkan peserta didik untuk berdemonstrasi dengan perangkat multimedia yang


ada.

Misalnya,

menampilkan

suatu

kegiatan

eksperimen

dengan

tujuan

untuk

memperlihatkan bagaimana cara yang dilakukan dalam eksepimen tersebut.

6.

Usaha Yang Dilakukan untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Melalui Teknologi


Informasi dan Komunikasi di Indonesia
Berikut adalah berbagai macam usaha yang dilakukan guna meningkatkan mutu

pendidikan di Indonesia dengan memanfaatkan perkembangan TIK:

Adanya siaran televisi pendidikan di Indonesia. Pada tahun 1982, Indonesia telah memiliki
perlengkapan studio yang sudah profesional beserta tenaga ahli yang terampil dalam
memproduksi dan mengembangkan prototype program televisi pendidikan. Setahun
kemudian, barulah muncul serial televisi pendidikan pertama di Indonesia berjudul Aku Cinta
Indonesia. Namun sungguh disayangkan program edukasi seperti ini tidak terus
berkembang. Padahal televisi sudah dapat kita sebut sebagai kebutuhan primer, karena
hampir setiap rumah memiliki televisi. Dan peserta didik pun suka menonton televisi. Hanya
saja yang kita rasakan sekarang ini jarang sekali terdapat siaran edukasi di televisi lokal
Indonesia.

Pengadaan infrastruktur TIK ke lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia. Hal ini


bertujuan agar peserta didik dapat belajar menggunakan dan memanfaatkan teknologi
sebaik mungkin agar tidak tertinggal dengan perkembangan zaman yang semakin pesat.
Sebagai contoh, dapat kita lihat, tingkat I Sekolah Dasar dewasa ini sudah belajar
mengoperasikan komputer. Padahal, sekitar tahun 2006 pengoperasian komputer baru
dipelajari di tingkat I Sekolah Menengah Pertama. Selain pengoperasian komputer, mata

pelajaran Bahasa Inggris pun sudah dipelajari pada tingkat I Sekolah Dasar. Sebelumnya, di
tahun 2004 mata pelajaran Bahasa Inggris baru dipelajari di tingkat IV Sekolah Dasar.

Adanya satelit komunikasi yang dimiliki Indonesia, yang bernama SKSD PALAPA I yang
sudah mulai beroperasi pada tahun 1976. Satelit komunikasi ini terus berkembang sampai
sekarang dengan dasar pertimbangan untuk keperluan pendidikan, penerangan, hiburan,
pemerintahan, bisnis, perindustrian, dan pertahanan keamanan. Sekarang sedang
beroperasi SKSD Palapa yang sudah mencapai generasi III, dalam waktu dekat ini
diharapkan dapat beroperasi satelit siaran langsung yang dioperasikan oleh pihak swasta.
Selain itu, antena parabola sudah menjamur dalam masyarakat yang dapat dimanfaatkan
sebagai sumber informasi dari luar negeri. Namun, kita harus selektif dalam memilih
informasi. Karena tidak dapat dipungkiri dampak positif dan negatif suatu informasi mengalir
semakin deras.

7.

Keuntungan Adanya Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Pendidikan


Munculnya TIK membawa beberapa keuntungan, terutama di sektor pendidikan. Berikut
adalah keuntungan yang dirasakan dunia pendidikan dengan adanya TIK:

Berbagi informasi, informasi yang dimuat dalam internet akan mudah dimanfaatkan
orang lain di penjuru dunia dengan cepat.

Konsultasi dengan para ahli, konsultasi dangan para ahli di bidangnya dapat dilakukan
dengan mudah walaupun terpisah jarak yang jauh.

Perpustakaan online (e-library), perpustakaan dalam bentuk digital ini memungkinkan kita
agar mudah dalam mencari referansi buku yang kita inginkan. Jadi kita tidak harus
mengunjungi perpustakaan dan mencari buku yang kita inginkan secara manual.

Diskusi online, diskusi yang dilakukan melalui internet berupa chat, e-mail, dan forum.
Kemudian keuntungan yang dirasakan dunia pendidikan dengan adanya TIK bagi
pelajar, antara lain:

Dapat mengakses berbagai informasi dan memperoleh sumber ilmu pengetahuan


dengan mudah.

Akses ke para ahli lebih mudah karena tidak dibatasi jarak dan waktu.

Materi pelajaran dapat disampaikan interaktif dan menarik.

Melalui belajar jarak jauh dapat menghemat biaya dan waktu.


Lalu keuntungan yang dirasakan dunia pendidikan dengan adanya TIK bagi
penyelenggara pendidikan, antara lain:

Dapat berbagi informasi dan hasil penelitian dengan lembaga pendidikan lain.

Dapat memberi layanan yang lebih baik kepada para peserta didik.

Dapat menjangkau peserta didik yang tempatnya sangat jauh.

Melalui perpustakaan online, dapat menekan biaya untuk menyediakan buku.

8.

Pergeseran yang Terjadi pada Peranan Guru dan Peserta Didik Akibat

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Pendidikan


Sejalan dengan perkembangan TIK di dunia pendidikan, maka peranan guru dan
peserta didik juga mengalami pergeseran paradigma, diantaranya:

Peran guru yang pada awalnya hanya sebagai sumber utama informasi dan sumber
jawaban, kini menjadi fasilitator pembelajaran.

Peranan guru dalam mengendalikan semua aspek pembelajaran sudah tidak berlaku lagi,
kini guru lebih banyak memberikan alternatif dan tanggung jawab kepada peserta didik
dalam proses pembelajaran.

Peserta didik yang sebelumnya hanya sebagai penerima informasi yang pasif, kini
menjadi partisipan aktif dalam proses pembelajaran.

Peserta didik yang biasanya mengungkapkan kembali pengetahuan, sekarang


menghasilkan berbagai pengetahuan.

Peserta didik yang hanya sebagai aktivitas pembelajaran individu, kini menjadi
pembelajaran kolaborasi.

9.

Kendala dalam Usaha Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam


Dunia Pendidikan Indonesia
Perkembangan TIK memang memiliki banyak manfaat, khususnya dibdang pendidikan.

Oleh sebab itu, banyak orang yang ingin segera bisa memanfaatkannya. Namun, tidak bisa

dipungkiri pemanfaatan TIK di dalam sektor pendidikan memiliki beberapa kendala, di


antaranya:

Kurangnya pengadaan infrastruktur TIK. Hal ini disebabkan sulit dijangkaunya beberapa
daerah tertentu di Indonesia, sehingga penyebarannya tidak merata. Masih banyak daerah
yang sulit dijangkau oleh alat transportasi. Untuk mencapai daerah yang dituju, hanya dapat
ditempuh dapat dengan jalan kaki. Sedangkan dengan berjalan kaki, tidak memungkinkan
untuk membawa berbagai peralatan multimedia.

Masih digunakannya perangkat multimedia bekas di lembaga-lembaga pendidikan yang


terdapat di daerah pedesaan. Perangkat multimedia bekas ini tentunya masih menggunakan
spesifikasi yang sudah tertinggal jamannya. Sehingga penggunaannya tidak mampu
bersaing dengan laju perkembangan TIK yang begitu pesat.

Kurangnya infrastruktur telekomunikasi dan perangkat hukum yang mengaturnya. Sebab,


Cyber Law belum diterapkan di dunia hukum Indonesia.

Mahalnya biaya pengadaan dan penggunaan fasilitas TIK. Hal ini dikembalikan lagi
kepada pemerintah. Dapat kita lihat pemerintah masih pelit mengalokasikan dana untuk
pengadaan fasilitas TIK yang dapat menunjang pendidikan Indonesia. Sebagai contoh,
pengadaan fasilitas di daerah pedesaan masih sangat minim. Sementara di kota sudah
hampir merata, terutama di lembaga-lembaga pendidikan unggulan.

Kesimpulan dan Penutup

Kesimpulan
Dari penjelasan yang telah dipaparkan, dapat kita tarik kesimpulan bahwa teknologi
informasi dan komunikasi (TIK) membawa pengaruh yang begitu besar bagi setiap aspek
kehidupan, terutama pendidikan. Kekurangan dan hambatan yang ada dalam proses
pembelajaran dapat diatasi dengan memanfaatkan perkembangan TIK.
Seperti yang disebutkan dalam bagian pertama pembahasan, yaitu arti TIK bagi
dunia pendidikan berarti tersedianya saluran atau sarana yang dapat dipakai untuk
menyiarkan program pendidikan. Namun, kenyataannya di Indonesia baru memasuki tahap
mempelajari berbagai kemungkinan pengembangan dan penerapan TIK. Hal ini disebabkan
adanya berbagai kendala yang ada dalam usaha pemanfaatan TIK di dunia pendidikan

Indonesia. Hal ini membuktikan ketertinggalan Indonesia dibandingkan dengan negaranegara lain, seperti Amerika dan Cina. Di negara tersebut, penggunaan TIK dalam proses
pembelajaran sudah merupakan hal yang lazim.
Oleh sebab itu, kita bersama-sama dengan pemerintah dan pihak lainnya harus
saling bahu-membahu dalam penyelenggaraan pemanfaatan TIK di dunia pendidikan
Indonesia. Karena teknologi informasi dan komunikasi menjadi kunci untuk menuju sekolah
masa depan yang lebih baik.

Penutup
Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai materi pemanfaatan TIK di dunia
pendidikan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya,
kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya referensi yang ada hubungannya dengan
judul makalah ini. Maka dari itu, kami mohon maaf jika anda merasa kurang puas saat
membaca makalah yang kami buat. Terima Kasih