Anda di halaman 1dari 18

SENYAWA

KOMPLEKS
Maziyyatul Faiqoh
Muhammad Muzayyin
Rochman Dwito P.

Pengertian Senyawa
Kompleks
Salah satu ciri penting dari logam
transisi adalah kemampuannya
membentuk senyawa kompleks atau
senyawa koordinasi
Senyawa Kompleks adalah
senyawa yang terbentuk dari ion
sederhana (kation maupun anion)
serta ion kompleks

Struktur Ion Kompleks


Salah satu sifat penting
unsur-unsur
transisi
adalah kemampuannya
untuk membentuk apa
yang
disebut
ION
KOMPLEKS, yaitu suatu
struktur di mana kation
logam
transisi
berikatan dengan dua
atau
lebih
molekul
netral atau anion.

Dalam suatu ion


kompleks terdiri kation
logam dan ligan.
KATION LOGAM
disebut ATOM PUSAT,
sedangkan
MOLEKUL ATAU
ANION yang berikatan
dengan atom pusat
disebut LIGAN

Interaksi antara kation logam transisi dengan ligan


merupakan reaksi asam-basa Lewis. Menurut
Lewis, ligan merupakan basa Lewis yang berperan
sebagai spesi pendonor (donator) elektron.
Sementara itu, kation logam transisi merupakan
asam Lewis yang berperan sebagai spesi penerima
(akseptor) elektron. Dengan demikian, terjadi
ikatan kovalen koordinasi antara ligan dengan
kation logam transisi pada proses pembentukan
ion kompleks. Kation logam transisi kekurangan
elektron, sedangkan ligan memiliki sekurangnya
sepasang elektron bebas (PEB).

Bentuk Ion Kompleks


Bentuk ion kompleks dipengaruhi oleh jumlah
ligan, jenis ligan, dan jenis kation logam
transisi. Secara umum, bentuk ion kompleks
dapat ditentukan melalui bilangan koordinasi.
Bilangan koordinasi adalah jumlah ligan yang
terikat pada kation logam transisi.
Bentuk Geometri
Ion Kompleks
Linear
Tetrahedral
(Square Planar)

Segi empat datar


Oktahedral

Hasil Hibrida
Orbital

sp
3
sp

dsp

d 2sp3 atausp3d 2

Pembentukan Ion Kompleks

[ Ag ( NH 3 )2 ]

Pada pembentukan ion


Kompleks ini, Ion Ag+
mengikat 2 molekul NH3,
maka ion Ag+
mempunyai bilangan
koordinasi = 2
10
4d
Ag+ : (Kr)

[ Ag ( NH 3 )2 ] :
(Kr)

4d 10

Menyediakan orbital 2,
masing-masing menerima
pasangan elektron dari
NH3, Orbital ini berhibidrasi
dan membentuk hibrida sp
Pada proses Hibridisasinya
dapat dilihat bahwa bentuk
geometrik hibrida sp
5p
5s adalah
linier

sp hirbrid
a
NH NH
3
3

Penulisan Ion Kompleks

Ion pusat dituliskan pusat diikuti liganligannya Jumlah Ligan dituliskan sebagai
indeks dan ditutup dengan kurung
kotak[ ]. Jumlah muatan Ion kompleks
yang dituliskan dikanan atas (IUPAC)

Contoh Penulisan Ion


Kompleks
Ligan
Ion Pusat
dan
Dan
Muatann

Muatannya
NH
Ag
ya3
Zn2
NH
3

Co2

Cl

Fe2

CN

Cr 3

OH
H O
2

Banyak
nya
Ligan

Muatan Ion
Kompleks

Penulisan
Ion
Kompleks
[ Ag ( NH 3 )2 ]

+1 +(2)(0)=+1

[Zn( NH 3 )4 ]2

+2+(4)(0)=+2

[CoCl4 ]2

+2+(4)(-1)=-2

[ Fe(CN )6 ]4

+2+(6)(-1)=-4

2
4

+3+(2)(-1)+(4)
(0)=+1

[Cr (OH )2 (H 2O)4 ]

Penamaan Senyawa Kompleks


(IUPAC)
Berikut ini adalah beberapa aturan yang berlaku dalam penamaan
suatu ion kompleks maupun senyawa kompleks :
1. Penamaan kation mendahului anion; sama seperti penamaan
senyawa ionik pada umumnya.
2. Nama ligan disusun menurut urutan abjad(jika terdapat beberapa
ligan), kemudian dilanjutkan dengan nama kation logam transisi.
3. Nama ligan yang sering terlibat dalam pembentukan ion kompleks
dapat dilihat pada Tabel Nama Ligan.
4. Ketika beberapa ligan sejenis terdapat dalam ion kompleks,
digunakan awalan di-, tri-, tetra-, penta-, heksa-, dan sebagainya.
5. Bilangan oksidasi kation logam transisi dinyatakan dalam bilangan
Romawi.
6. Ketika ion kompleks bermuatan negatif, nama kation logam transisi
diberi akhiran at. Nama kation logam transisi pada ion kompleks
bermuatan negatif dapat dilihat pada Tabel Nama Kation pada Anion
Kompleks.

Muatan ligan

Netral (nol)

Rumus Ligan
(nama anion)
H2O (air)
NH3 (amoniak)
CO (karbon monoksida)
NO (nitrogen
monoksida)
(H2N-CH2-CH2-NH2)
(etilena diamina)

Nama ligan
AQUA
AMINA
KARBONIL
NITROSIL
ETILENADIAMINA

-1

F(ion fluorida)
Cl(ion klorida)
Br
(ion bromida)
I(ion didodida)
OH- (ion hidroksida)
NO2- (ion nitrit)
CN- (ion sianida)
SCN- (ion tiosianat)

FLUORO
KLORO
BROMO
IODO
HIDROKSO
NITRO
SIANO
TIOSIANATO

-2

SO42S2O32CO32NO2O2-

SULFATO
TIOSULFATO
KARBONATO
NITRO
OKSO

(ion sulfat)
(ion tiosulfat)
(ion karbonat)
(ion nitrit)
(ion okdsida)

(C2O4 ) Yang tidak sederhana , Penamaannya dituliskan dengan


Untuk Ligan-Ligan
singkatan.

Tabel Nama Kation pada Anion Kompleks


Kation
Aluminium, Al
Kromium, Cr
Kobalt, Co
Cuprum, Cu
Aurum, Au
Ferrum, Fe
Plumbum, Pb
Mangan, Mn
Molibdenum, Mo
Nikel, Ni
Argentum, Ag
Stannum, Sn
Tungsten, W
Zink, Zn

Nama Kation pada Anion


Kompleks
Aluminat
Kromat
Kobaltat
Cuprat
Aurat
Ferrat
Plumbat
Manganat
Molibdat
Nikelat
Argentat
Stannat
Tungstat
Zinkat

Berikut
ini
adalah
beberapa
contoh
penulisan nama maupun rumus kimia dari
berbagai
senyawa
kompleks
:

1. Ni(CO)4

. Bilangan koordinasi = 4
. Muatan ion kompleks = 0
. Muatan ligan = 0
. Muatan kation logam transisi = 0
. Nama senyawa = tetrakarbonil
nikel

2. [Na(AuF)4]
Terdiri dari kation sederhana (Na+) dan
anion kompleks (AuF4-)
Bilangan koordinasi /jumlah ligan= 4
Muatan anion kompleks = -1
Muatan ligan = -1 x 4 = -4
Muatan kation logam transisi = +3
Nama senyawa =natrium tetrafluoro
aurat (III)

3. K3[Fe(CN)6]
Terdiri dari kation sederhana (3 ion K+)
dan anion kompleks ([Fe(CN)6]-3)
Bilangan koordinasi = 6
Muatan anion kompleks = -3
Muatan ligan = -1 x 6 = -6
Muatan kation logam transisi = +3
Nama senyawa = kalium heksasiano
ferrat (III)

4. Pentaamin kloro kobalt (III) klorida


Terdapat 5 NH3, satu Cl-, satu Co3+,
dan ion Cl Muatan kation kompleks = (5 x 0) +
(1 x -1) + (1 x +3) = +2
Untuk membentuk senyawa
kompleks, dibutuhkan dua ion Cl Rumus senyawa kompleks =
[Co(NH3)5Cl]Cl2

Kegunaan
Penggunaan praktis senyawa koordinasi yang paling
tua adalah yang disebabkan oleh warnanya, ahli kimia
merumuskan bahwa zat-zat pewarna, kaca berwarna,
dan glasir untuk keramik dari zat-zat yang sekarang
diuraikan menurut kimia koordinasi/senyawa
kompleks logam transisi.
Dalam kehidupan sehari-hari senyawa kompleks juga
dibutuhkan, contohnya hemoglobin

Aplikasi dalam
Kehidupan
Jumlah dan jenis aplikasi senyawa kompleks sangat luas
meliputi kehidupan rumah tangga, industri sampai kesehatan.
Dalam bidang industri : proses fotografi, metode distilasi,
metalurgi, pengasingan ion logam, penyepuhan,
Dalam kimia analitik : analisis kualitatif, penentuan kesadahan
air dengan titrasi EDTA.

Dalam bidang kesehatan : terapi khelasi (pengobatan dengan


bahan utama EDTA), dimana logam-logam berat yang banyak
masuk ke dalam tubuh manusia (timah hitam, aluminium, dll)
melalui polusi asap industri, makanan kaleng, dll di capit dan
di keluarkan dari dalam tubuh melalui ginjal sebagai urine.
Terapi ini bersifat detoksifikasi atau menghilangkan dan
menetralkan racun dalam tubuh kita.
Keuntungan terapi khelasi :
memperbaiki fungsi oragn tubuh secara alamiah, memperbaiki
aliran darah, memperbaiki organ secara menyeluruh, vitalitas
setelah khelasi meningkat, biaya lebih ringan dibanding
dengan operasi.