Anda di halaman 1dari 4

DAFTAR PUSTAKA

1. BKKBN, 2013. Profil Kependudukan dan Pembangunan di Indonesia


tahun 2013. Jakarta
2. Jumiarni, dkk., 1994. Asuhan Keperawatan Perinatal. Penerbit buku
Kedokteran EGC. Jakarta
3. Prawirohardjo, S., 2006. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan
Maternal Dan Neonatal. Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo. Jakarta
4. Elizawarda., 2003. Studi kasus kelola Faktor Resiko untuk pencegahan
BBLR di Rumah sakit umum DR. Pirngadi Kota Medan tahun
2003. Jurnal Ilmiah Pharmacist, analysit, Nurse, Nutrition, midwifery,
Enviroment, Dentist (PANNMED) Volume 2, nomor 2 Januari 2008
5. Kementrian Kesehatan RI. 2013. Riskesdas 2013
6. Dinkes Sumatera Utara, 2007.Profil Kesehatan Propinsi Sumatera Utara
2007
7. Kosim, M. Sholeh,dkk., 2012. Buku Ajar Neonatologi. Ikatan Dokter Anak
Indonesia. Jakarta
8. Surasmi, A. dkk., 2003.Perawatan Bayi Resiko Tinggi. Penerbit Buku
Kedokteran EGC. Jakarta
9. Kementrian Kesehatan RI. 2010. Riskesdas 2010
10. Manuaba, I.B.G., 2003. Pengantar Kuliah Obstetri. 2003. Penerbit buku
Kedokteran. EGC. Jakarta
11. Srimalem., 1998.Beberapa Faktor yang Berhubungan dengan BBLR di
RS PMI Bogor tahun 1998. Skripsi FKM-UI
12. Manuaba, I.B.G., 1998. Ilmu kebidanan, Penyakit Kandungan & KB untuk
Pendidikan Bidan. EGC. Jakarta
13. Lismayani., 2002.Perawatan Bayi Risiko Tinggi. Penerbit Buku Kedokteran.
EGC. Jakarta
14. Helen, F., 2001. Perawatan Maternitas. Penerbit Buku Kedokteran, EGC,
Jakarta

Universitas Sumatera Utara

15. Mochtar, R., 1992. Sinopsis Obstetri, Obstetri Fisiologi, Obstetri Patologi.
Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta

16. Ridwan., 2000.Analisis Risiko Pajanan Asap Rokok Terhadap Berat


Badan Lahir Di Rumah Sakit FatimahMakasar. Skripsi
17. Sondari, F., 2006. Hubungan Beberapa Faktor Ibu dengan Kejadian Berat
Badan Lahir Rendah (BBLR) di RS Dr.Hasan Sadikin Bandung
Januari-Februari 2006. Skripsi
18. Simanjuntak, N., 2009. Hubungan Anemia Pada Ibu Hami Dengan
Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Badan Pengelola
Rumah Ssakit Umum (BPRSU) Rantauprapat Kabupaten
Labuhan Batu. Skripsi FKM USU
19. Sistiarani, C., 2008. Faktor Maternal Dan Kualitas Pelayanan Antenatal
Yang Berisiko Terhadap Kejadian Berat Badan Lahir Rendah
(BBLR) Studi Pada Ibu Yang Periksa Hamil Ke Tenaga
Kesehatan dan Melahirkan di RSUD Banyumas Tahun 2008. Tesis
FKM UNDIP
20. Depkes RI., 2007. Pedoman Pelayanan Antenatal. Direktorat Jenderal
Bina Pelayanan Medik. Jakarta
21. Pudjiaji, S., 2000. Ilmu Gizi Klinis Pada Anak. Balai Penerbit FKUI. Jakarta
22. Zaenab, R, Joeharno., 2006. Beberapa Faktor Risiko Kejadian BBLR di
RS Al Fatah Amabon. Skripsi Mahasiswa FKM USU. Medan
23. Suwandono, A dan S. Soemantri., 1995.Kesehatan Ibu Hamil: Pola dan
Faktor Yang Mempengaruhi Pemeriksaan Ibu Hamil serta
Pertolongan Persalinan. Seri SKRT No. 2 Balitbangkes, Jakarta
24. Depkes RI., 1994. Pedoman pelaksanaan upaya peningkatan kesehatan
neonatal. Dirjen Binkesmas. Jakarta
25. Cochran. W G., 1991. Teknik Penarikan Sampel Edisi Ketiga. UI Press.
Jakarta
26. Suartika, I Wayan., 1999. Prevalensi Anemia pada Ibu Hamil di
Puskesmas Bualemo, Sulawesi Tengah.Cermin Dunia Kedokteran.
124: 44-45.

Universitas Sumatera Utara

27. Sianturi I.D.M., 2007. Karateristik Ibu yang Melahirkan Bayi dengan
Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Rumah Sakit Santa
Elisabeth Tahun 2003-2006. Skripsi Mahasiswa FKM USU. Medan
28. Sarimawar, Djaja dan S. Soemantri., 2003. Penyebab Kematian Bayi Baru
Lahir (Neonatal) dan Sistem Pelayanan Kesehatan yang
berkaitan di Indonesia, Survey Kesehatan Rumah Tangga
(SKRT) 2001. Penelitian Kesehatan. Vol.31, No.3 : 155-156

29. Amanda, Fathia., 2012. Karateristik Ibu dan Bayi Berat Badan Lahir
Rendah (BBLR) di Rumah Sakit Umum Sundari tahun 2012.
Skripsi Mahasiswa FKM USU. Medan
30. Ginting, C., 2004. Karateristik Ibu yang Melahirkan Bayi dengan Berat
Badan Lahir Rendah (BBLR) di Rumah Sakit Umum dr.
Pirngadi Medan Tahun 2002. Skripsi Mahasiswa FKM USU.
Medan
31. Laila, Nurfi., 2012. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi terjadinya BBLR
periode Januari-Desember tahun 2012 di Rumah Sakit Umum
Daerah dr. Zainoel Abidin.
32. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, 2005. Laporan Perkembangan
Pencapaian Millenium Development Goals Indonesia 2007.
Jakarta
33. Depkes RI, 2009. Pedoman Pelayanan Kesehatan Bayi Berat Lahir
Rendah (BBLR) dengan perawatan Modell Kanguru di Rumah
Sakit dan Jejaringnya. Direktorat Jendral Bina Pelayanan
Medik. Jakarta
34. Aisyah, S, dkk., 2010. Karateristik Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
sampai Tribulan II tahun 2009 di Kota Kediri. Jurnal Penelitian
Kesehatan Suara Forikes Vol.I No.3 Juli 2010, hal. 210-221
35. Endriana, S.D. dkk., 2012. Hubungan Umur dan Paritas Ibu dengan Berat
Bayi Lahir di Rb Citra Insani Semarang Tahun 2012.
http://www.portalgaruda.org/article.php?article=98424&val=422&titl
e
36. Sitorus, Ronald H. Dkk 1999. Pedoman Perawatan Kesehatan Ibu dan
Janin Selama Kehamilan. Bandung : CV. Pionir Jaya Bandung.

Universitas Sumatera Utara

37. Yuni Kusmiyati, dkk., 2008. Perawatan Ibu Hamil ( Asuhan Ibu Hamil ).
Yogyakarta: Fitramaya.
38. Hidayati, M., dkk, 2005. Kurang Energi Kronik dan Anemia Ibu HAmil
sebagai Faktor Resiko Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah di
Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sains Kesehatan
18. 4 Oktober 2005, hal 483-491
39. Munthe, P. Chindi., 2010. Karateristik Ibu yang Melahirkan Bayi dengan
Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Rumah Sakit Umum
Sidikalang tahun 2010. SKRIPSI Mahasiswa FKM USU. Medan

Universitas Sumatera Utara