Anda di halaman 1dari 32

Oleh:

TENGKU RINI PUSPASARI


030.08.237

Pembimbing:

Dr. MEIDY DANIEL POSUMAH, Sp.A

PENDAHULUAN
Penyebab
RDS
30
Berdasarkan
% (Respiratory
dari kematian
RisetDistress
Kesehatan
terbanyak
neonatus
Syndrome)
diakibatkan
menurut
Dasar Depkes
merupakan
Depkes,
oleh2007,
RDS
disebabkan
hasil
kematian
ataudari
komplikasi
oleh
bayisepsis
baru
ketidakmaturan
yang
lahir(neonatus)
(infeksi
dihasilkannya
sistemik),merupakan
dari
kelainan
paru-paru
bawaan,
kematian
dimana
dan
terbesar
terjadi
infeksi gangguan
pada
saluran
tingginya
pemapasan
pertukaran
angka
gas.
kematian
atas.
balita (AKB).

ANATOMI DAN FISIOLOGI


PERNAFASAN

ANATOMI DAN FISIOLOGI


PERNAFASAN

Sistem pernafasan bawah meliputi trakhea, bronkus-bronkus, dan paru.


Paru kanan terdiri dari tiga lobus: lobus superior, media dan inferior. Paru
kiri hanya memiliki dua lobus: lobus superior, dan inferior. Dasar setiap paru
terletak diatas permukaan diafragma

TAHAP PERTUMBUHAN PARU


JANIN
Waktu (minggu)
Embrionik

3-7

Kanalikular

7-15

Pseudoglandular

15-25

Sakkular

25-35

Alveolar

35 minggu-2 tahun

Pertumbuhan post natal

2-18 tahun

PERALIHAN PERNAPASAN PARU


Keberhasilan

PERNAPASAN PERTAMA
Padas persalinan per

RESPIRATORY DISSTRESS SYNDROME


DEFINISI
Respiratory Disstress Syndrome disebut juga penyakit
membran hialin. RDS timbul saat lahir atau segera
setelah lahir, progresif dalam 48-72 jam, bayi letargi,
terjadi edema perifer, pada foto rontgen tampak paru
kecil (small lung) dengan gambaran granular lapangan
paru

RESPIRATORY DISSTRESS
SYNDROME
Obstruksi
ETIOLOGI

RESPIRATORY DISSTRESS
SYNDROME
FAKTORRESIKO
Kegawatan
Bayi

RESPIRATORY DISSTRESS
SYNDROME
PATOFISIOLOGI

RESPIRATORY DISSTRESS
SYNDROME
PATOFISIOLOGI

RESPIRATORY DISSTRESS
SYNDROME
PATOFISIOLOGI

MANIFESTASIKLINIS

Gejala klinis yang timbul yaitu: sesak napas pada bayi


prematur segera setelah lahir, ditandai dengan
takipnea (> 50 x/menit), pernapasan cuping hidung,
grunting, retraksidinding dada, dansianosis, rhonki
halus dan gejala menetap dalam 48-95 jam pertama
setelah lahir

EVALUASI GAWAT NAPAS DENGAN


SKOR DOWNES

DIAGNOSIS

KRITERIABOMSELADA 4 STADIUM
RDS YAITU:
Stadium 1
Terdapat sedikit bercak retikulogranular dan sedikit
bronchogram udara.
Stadium 2
Bercak retikulogranular homogen pada kedua lapangan paru
dan gambaran air bronchogram udara terlihat lebih jelas dan
meluas sampai ke perifer menutupi bayangan jantung dengan
penurunan aerasi paru.
Stadium 3
Kumpulan alveoli yang kolaps bergabung sehingga kedua
lapangan paru terlihat lebih opaque dan bayangan jantung
hampir tak terlihat, bronchogram udara lebih luas.
Stadium 4
Seluruh thorax sangat opaque (white lung) sehingga jantung
tak dapat dilihat.

GAMBARAN RADIOLOGI STADIUM


RDS

Bayidengan RDS. Perhatikanparu yang granular, bronkogramudara, ground


glass appearance, ekspansiparu yang buruk

DIAGNOSIS BANDING

PEMERIKSAANPENUNJANG

Pemeriksaan Laboratorium

Analisa Gas Darah


Elektrolit
Pemeriksaan Jumlah Sel Darah

Pemeriksaan Radiologi dan Pencitraan

KOMPLIKASI
Perdarahan
Ruptur
Perdarahan
Ruptur
Infeksi
Patent

PENGOBATAN

Perawatan suportif awal pada bayi BBLR


terutama pada pengobatan asidosis, hipoksia,
hipotensi dan hipotermia mengurangi keparahan
RDS
Manajemen yang paling baik dilakukan pada
unit rumah sakit yang mempunyai staf dan
peralatan khusus dan kamar perawatan intensif
neonatus

Neonatus dengan distress nafas


Berat
(PCH, grunting, apneu, sianosis
Resusitasi:
Bersihkan jalan nafas, hisap lendir (suction)
Pemberian oksigen , pasang OGT
Pasang akses intra vena :
D10% 60 ml/kgBB
Disesuaikan
Ca-Gukonas 10% 6-8 ml/kgBB
menurut usia
Monitor temperatur
Monitor saturasi
Rontgen toraks (Bila memungkinkan)

Evaluasi menggunakan skor


Downes
TIDAK ( Ancaman gagal
nafas/DS6)
Intubasi
Pemberian antibiotik spektrum luas:
Ampicillin & Gentamicin (inisial)
Pemeriksaan penunjang:
Darah rutin & hitung jenis, AGD,
GDS, elektrolit, rontgen toraks
Konsul NICU/rujuk ke RS yang
memiliki NICU
Hasil AGD:
Asidosis
metabolik/respirator
ik
Bila pH 7,25
Na-Bikarbonat 1-2
mEq/kgBB dlm 30

Perawatan
di NICU

Ringan
(Takipneu ringan)

YA

Observasi 30 menit

Perbaikan klinis

Hipoglikemi bolus
D10%
2cc/kgBB,
dilanjutkan
infus
kontinyu
kec
6-8
mg/kgBB/mnt
Hiperglikemi

kuranngi konsentrasi
infus glukosa (D5%)

Membaik
TIDAK

ALGORITM
A DAN
TATA
LAKSANA
GAGAL
NAPAS
PADA
NEONATUS

YA

Pemberian
O2
dilanjutkan
Monitoring saturasi
Rontgen toraks
Evaluasi
menggunakan skor
Downes

Perawatan
bayi rutin

TATA LAKSANA
Adapun tatalaksana dapat dilakukan dengan:
Rawat incubator, pertahankan suhu tubuh (aksila)
36,5 - 37,5 0C
Oksigenasi untuk mempertahankan saturasi O2
Puasa peroral, berikan cairan parenteral dengan
dekstrose 10% mulai 50 mL/hari
Bila

hipoperfusi berikan larutan isotonis (NaCl


0,9%) dalam waktu 30 menit (dapat diulang
sampai 2 kali). Pertimbangan obat - obatan
inotropik bila pemberian cairan gagal

TATA LAKSANA
Adapuntatalaksanadapatdilakukandengan:
Berikan antibiotika + septic work up sampai terbukti
bukan sepsis
Cari etiologi: riwayat ante perinatal, pemeriksaan fisik,
rontgen dada, pemeriksaan lab (analisis gas darah dan
elektolit dan gula darah)

TATA LAKSANA
Bayi dengan RDS berat atau mereka berkembang
komplikasi akibat apnea terus menerus memerlukan
bantuan ventilasi mekanis. Indikasi yang sesuai
penggunaannya adalah:
pH darah arteri kurang dari 7,20
PCO2 darah arteri 50 mmHg atau lebih
PO2 darah arteri 50 mmHg atau kurang pada kadar
oksigen 70 100 %
Apnea menetap
Bantuan ventilasi dengan tekanan melalui pipa
endotrakeal juga dapat mencakup tekanan akhir
respirasi
positif
(positive
end
expiratory
pressure/PEEP).

TUJUANVENTILASIMEKANIS
Tujuan

PEMBERIAN SURFAKTAN PADA BAYI PREMATUR


DENGAN RESPIRATORY DISTRESS SYNDROME

PENCEGAHAN
Pencegahan

PROGNOSIS
Prognosis

TERIMA
KASIH