Anda di halaman 1dari 66

LBM 1

MODUL TUMBUH
KEMBANG
NISITYA MAHISI URSAMAYORI
30101307024
SGD 19

1. Fisiologi neonatus?
keadaan organ pernafasan
didalam kehamilan, dan
keadaan cardiovaskuler
dan kaitan dari kedua itu

. System pernafasan :
Selama dalam uterus, janin
mendapat oksigen dari
pertukaran gas melalui
plasenta.
Setelah bayi lahir, pertukaran
gas harus melalui paru bayi.
Sebelum terjadi pernafasan,
neonatus dapat
mempertahankan hidupnya
dalam keadaan anoksia lebih
lama karena ada kelanjutan
metabolisme anaerobik.

Rangsangan untuk gerakan yang


pertama :
Tekanan mekanis dari toraks sewaktu
melewati jalan lahir
Penurunan paO2 dan kenaikan paCO2
merangsang kemoreseptor yang terletak
di sinus koratikus
Rangsangan dingin didaerah muka dapat
merangsang permulaan gerakan
pernafasan.
Refleks deflasi Hering Breur

Selama ekspirasi, setelah inspirasi


dengan tekanan positif, terlihat
suatu inspiratory gasp
Respirasi pada masa neonatus
terutama diafragmatik dan
abdominal dan biasanya masih
tidak teratur dalam hal frekuensi an
dalamnya pernafasan
Setelah paru berfungsi, pertukaran
gas dalam paru sama dengan pada
orang dewasa, tetapi oleh karena
bronkiolus relatif kecil, mudah
terjadi air trapping.

System peredaran darah :


Pada masa fetus darah dari
plasenta melalui vena umbilikalis
sebagian ke hati, sebagian
langsung ke serambi kiri jantung
kemudian ke bilik kiri jantung.
Dari bilik kiri darah di pompa
melalui aorta ke seluruh tubuh.
Dari bilik kanan darah di pompa
sebagian ke paru dan sebagian
ke duktus arteriosus ke aorta.
Setelah bayi lahir, paru akan
berkembang mengakibatkan
tekanan arteriil dalam paru
menurun.
Tekanan dalam jantung kanan
turun, sehingga tekanan jantung
kiri lebih besar daripada tekanan
jantung kanan, yang
mengakibatkan menutupnya
foramen ovale secara fungsional.

Hal ini terjadi pada jam-jam


pertama setelah kelahiran. Oleh
karena tekanan dalam paru turun
dan tekanan dalam aorta desenden
naik dan pula karena rangsangan
biokimia (PaO2 yang naik), duktus
arteriosis berobliterasi.
Hal ini terjadi pada hari pertama.
Aliran darah paru pada hari
pertama ialah 4-5 liter/menit/m2.
aliran darah sistemik pada hari
pertama rendah , yaitu 1.96
liter.menit/m2 dan bertambah pada
hari kedua dan ketiga (3.54
liter/menit/m2) karena penutupan
duktus arteriosus.
Tekanan darah pada waktu lahir
dipengaruhi oleh jumlah darah yang
melalui transfusi plasenta dan pada
jam-jam pertama sedikit menurun,
untuk kemudian naik lagi dan
menjadi konstan kira-kira 85/40
mmHg.

Buku Ilmu Kesehatan Anak, jilid 3, FK UI

2. Mengapa bayi tidak


langsung menangis ?
Towel (1966) mengajukan penggolongan
penyebab kegagalan pernafasan pada
bayi yang terdiri dari:
Faktor ibu
Hipoksia ibu. Hipoksia ibu dapat terjadi
karena hipoventilasi akibat pemberian
obat analgetik atau anestesi dalam.
Gangguan aliran darah uterus.
Gangguan kontraksi uterus, misalnya
hipertoni, hipotoni, atau tetani uterus
akibat penyakit atau obat
Hipotensi mendadak pada ibu karena
perdarahan
Hipertensi pada penyakit eklampsia, dll.
Faktor plasenta
Asfiksia janin akan terjadi bila terdapat
gangguan mendadak pada plasenta,
perdarahan plasenta, dll.

Faktor fetus
Kompresi umbilicus akan menyebabkan
terganggunya aliran darah dalam
pembuluh darah umbilicus dan
menghambat pertukaran gas antara ibu
dan janin. Gangguan aliran darah ini dapat
ditemukan pada keadaan tali pusat melilit
leher, kompresi tali pusat antara janin dan
jalan lahir dan lain-lain.

Faktor neonatus
Depresi pusat pernapasan pada bayi baru
lahir dapat terjadi karena beberapa hal,
yaitu:
Pemakaian obat anesteia/analgetika yang
berlebihan pada ibu secara langsung
dapat menimbulkan depresi pusat
pernafasan janin
Trauma yang terjadi pada persalinan,
misalnya perdarahan intracranial
Kelainan congenital pada bayi misalnya
hernia diafragmatika, atresia/stenosis
saluran pernafasan, hipoplasia paru, dll.
Sumber : (Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak, vol. 3,
1985, FK UI. Hal. 1072-1073)

3. Mengapa didapatkan bayi lahir umiar 35


minggu dengan berat badan 1,9 kg ?

Klasifikasi BBLR

Perbedaan prematur
dan dismatur
Prematuritas murni

Masa gestasinya kurang dari 37 minggu


dan berat badannya sesuai dengan
berat badan untuk masa gestasi itu
atau biasa disebut neonatus kurang
bulan sesuai untuk masa kehamilan
(NKB-SMK)
Dismaturitas

Bayi lahir dengan berat badan kurang


dari berat badan seharusnya untuk
masa gestasi itu.Berarti bayi mengalami
retardasi pertumbuhan intrauterin dan
merupakan bayi yang kecil untuk masa
kehamilannya (KMK)
Buku Ilmu Kesehatan Anak, jilid 3, FK UI

Mengapa didapatkan hasil hyaline membrane


disease grade 1 pada foto torax ?
Fisiologi pembentukan surfaktan

Pada RDS terjadi atelektasis yang sangat progresif,


yang disebabkan kurangnya zat yang disebut
surfaktan. Surfaktan adalah zat aktif yang
diproduksi sel epitel saluran nafas disebut sel
pnemosit tipe II. Zat ini mulai dibentuk pada
kehamilan 22-24 minggu dan mencapai max
pada minggu ke 35. Zat ini terdiri dari fosfolipid
(75%) dan protein (10%). Peranan surfaktan ialah
merendahkan tegangan permukaan alveolus
sehingga tidak terjadi kolaps dan mampu menahan
sisa udara fungsional pada sisa akhir expirasi. Kolaps
paru ini akan menyebabkan terganggunya ventilasi
sehingga terjadi hipoksia, retensi CO2 dan asidosis.
Hipoksia akan menyebabkan terjadinya :
1. Oksigenasi jaringan menurun menyebabkan
metabolisme anerobik dengan penimbunan asam
laktat asam organic sehingga terjadi asidosis
metabolic.
2. Kerusakan endotel kapiler dan epitel duktus
alveolaris menyebabkan transudasi kedalam alveoli
sehingga terbentuk fibrin.
Asidosis dan atelektasis akan menyebabkan
terganggunya jantung, penurunan aliran darah
keparu, dan mengakibatkan hambatan pembentukan
surfaktan, yang menyebabkan terjadinya atelektasis.
Sel tipe II ini sangat sensitive dan berkurang pada
bayi dengan asfiksia pada periode perinatal, dan
kematangannya dipacu dengan adanya stress
intrauterine seperti hipertensi, IUGR dan kehamilan
kembar.

5. APGAR SCORE
kapan mulai
dilakukan resusitasi

6.

Apa yg menyebabkan adaptasi dari intrauterine ke


ekstrauterine kurang baik sehingga dilakukan resusitasui ?

1)Persalinan yang terlalu cepat. Hipoksia


(kekurangan oksigen) dapat terjadi pada
persalinan yang terlalu cepat oleh karena
kontraksi yang terlalu kuat atau trauma
pada kepala bayi.
2)Terjerat tali pusat. Umum dikenal
dengan nuchal cord, di mana tali pusat
(plasenta/ari-ari) melilit pada leher janin
(baik sekali waktu atau beberapa kali) dan
mengganggu aliran darah, maka hipoksia
bisa terjadi karena lilitan ini.
3)Prolaps tali pusat. Kondisi yang terjadi
ketika tali pusat mendahului fetus keluar
dari rahim. Kondisi ini adalah kedarutan
obstetri yang membahayakan kehidupan
janin. Namun prolaps tali pusat adalah
kasus yang jarang. Ketika fetus juga akan
ikut lahir, sering kali menekan tali pusat dan
menimbulkan hipoksia.

4)Plasenta previa(placenta preavia).


Merupakan kondisi kelainan obstretri di
mana tali pusat terhubung pada
dinding rahim yang letaknya dekat
atau menutup leher rahim. Hal ini
meningkatkan risiko
perdarahanantepartum(vaginal),
yang berujung juga pada hipoksia bagi
janin.
5)Aspirasi mekonium. Jika mekonium
di ada dalam paru-paru fetus, maka
bisa terjadi permasalahan pernapasan.
Hal ini dikenal juga sebagai
Sindrom Aspirasi Mekonium.
6)Beberapa sebab lain bisa berupa
obat-obatan yang dikonsumsi ibu
sebelum persalinan, dan
bayipreterm(prematur).
SUMBER : Sumarah, SSiT, dkk. 2009.Perawatan Ibu
Bersalin (Asuhan Kebidanan Pada Ibu Bersalin).
Yogyakarta: Fitramaya

Hubungan placenta dengan


usian kehamilan posterm

7. Perbedaan keadaan intrauterine


dan ekstrauterine pada bayi baru
lahir !

8. tujuan dan prinsip


dasar dari resusitasi ?
Tujuan utama mengatasi asfiksia
adalah mempertahankan
kelangsungan hidup bayi dan
membatasi gejala sisa (sekuele) yg
mungkin timbul di kemudian hari.
Memberikan lingkungan yang baik
pd bayi dan mengusahakan saluran
pernafasan tetap bebas serta
merangsang timbulnya pernafasan,
yaitu agar oksigenasi dan
pengeluaran CO2 berjalan lancar
Memberikan bantuan pernafasan
secara aktif pd bayi yg menunjukkan
usaha pernafasan lemah
Melakukan koreksi thd asidosis yang
terjadi
Menjaga agar sirkulasi darah tetap
baik
(IKA, Buku Kuliah 3, Cetakan ke sebelas, 2007, FKUI)

9. hubungan riwayat traumaselama


masa kehamilan disangkal, riwayat
penyakit kehamilan dan ante natal
bleeding sebelumnya ?

10. ciri-ciri dari


vigorous baby ?
Bayi dengan skor APGAR : 710

12. Penilaian skor ballard dan


Dubowits serta bagaimana
evaluasi dengan kurva lubschenko
dan nelhause

Score Ballard
Sistem penilaian ini
dikembangkan oleh Dr. Jeanne L
Ballard, MD untuk menentukan
usia gestasi bayi baru lahir
melalui penilaian neuromuskular
dan fisik. Penilaian
neuromuskular meliputi postur,
square window, arm recoil, sudut
popliteal, scarf sign dan heel to
ear maneuver. Penilaian fisik
yang diamati adalah kulit,
lanugo, permukaan plantar,
payudara, mata/telinga, dan
genitalia

Penilaian
Maturitas
Neuromuskular
a. Postur
Tonus otot tubuh tercermin dalam postur
tubuh bayi saat istirahat dan adanya
tahanan saat otot diregangkan (Gambar
II.3). Ketika pematangan
berlangsung,berangsur-angsur janin
mengalami peningkatan tonus fleksor
pasif dengan arah sentripetal, dimana
ekstremitas bawah sedikit lebih awal dari
ekstremitas atas. Pada awal kehamilan
hanya pergelangan kaki yang fleksi.
Lutut mulai fleksi bersamaan dengan
pergelangan tangan. Pinggul mulai fleksi,
kemudian diikuti dengan abduksi siku,
lalu fleksi bahu. Pada bayi prematur
tonus pasif ekstensor tidak mendapat
perlawanan, sedangkan pada bayi yang
mendekati matur menunjukkan
perlawanan tonus fleksi pasif yang
progresif.

Untuk mengamati postur,


bayi ditempatkan terlentang
dan pemeriksa menunggu
sampai bayi menjadi tenang
pada posisi nyamannya. Jika
bayi ditemukan terlentang,
dapat dilakukan manipulasi
ringan dari ekstremitas
dengan memfleksikan jika
ekstensi atau sebaliknya.
Hal ini akan memungkinkan
bayi menemukan posisi
dasar kenyamanannya.
Fleksi panggul tanpa
abduksi memberikan
gambaran seperti posisi kaki
kodok.

b. Square Window
Fleksibilitas pergelangan
tangan dan atau tahanan
terhadap peregangan
ekstensor memberikan hasil
sudut fleksi pada
pergelangan tangan.
Pemeriksa meluruskan
jarijari bayi dan menekan
punggung tangan dekat
dengan jari-jari dengan
lembut. Hasil sudut antara
telapak tangan dan lengan
bawah bayi dari preterm
hingga posterm diperkirakan
berturut-turut > 90 , 90 ,
60 , 45 , 30 , dan 0

c. Arm Recoil
Manuver ini berfokus pada
fleksor pasif dari tonus otot
biseps dengan mengukur
sudut mundur singkat
setelah sendi siku difleksi
dan ekstensikan. Arm recoil
dilakukan dengan cara
evaluasi saat bayi
terlentang. Pegang kedua
tangan bayi, fleksikan
lengan bagian bawah sejauh
mungkin dalam 5 detik, lalu
rentangkan kedua lengan
dan lepaskan.Amati reaksi
bayi saat lengan dilepaskan.

d. Popliteal Angle
Manuver ini menilai pematangan
tonus fleksor pasif sendi lutut
dengan menguji resistensi
ekstremitas bawah terhadap
ekstensi. Dengan bayi berbaring
telentang, dan tanpa popok, paha
ditempatkan lembut di perut bayi
dengan lutut tertekuk penuh.
Setelah bayi rileks dalam posisi ini,
pemeriksa memegang kaki satu
sisi dengan lembut dengan satu
tangan sementara mendukung sisi
paha dengan tangan yang lain.
Jangan memberikan tekanan pada
paha belakang, karena hal ini
dapat mengganggu interpretasi.
Kaki diekstensikan sampai terdapat
resistensi pasti terhadap ekstensi.
Ukur sudut yang terbentuk antara
paha dan betis di daerah popliteal

e. Scarf Sign
Manuver ini menguji tonus
pasif fleksor gelang bahu.
Dengan bayi berbaring
telentang, pemeriksa
mengarahkan kepala bayi ke
garis tengah tubuh dan
mendorong tangan bayi
melalui dada bagian atas
dengan satu tangan dan ibu
jari dari tangan sisi lain
pemeriksa diletakkan pada
siku bayi. Siku mungkin perlu
diangkat melewati badan,
namun kedua bahu harus tetap
menempel di permukaan meja
dan kepala tetap lurus dan
amati posisi siku pada dada
bayi

f. Heel to Ear
Manuver ini menilai tonus
pasif otot fleksor pada gelang
panggul dengan memberikan
fleksi pasif atau tahanan
terhadap otot-otot posterior
fleksor pinggul. Dengan posisi
bayi terlentang lalu pegang
kaki bayi dengan ibu jari dan
telunjuk, tarik sedekat
mungkin dengan kepala
tanpa memaksa, pertahankan
panggul pada permukaan
meja periksa dan amati jarak
antara kaki dan kepala serta
tingkat ekstensi lutut

2. Penilaian
Maturitas Fisik
a. Kulit
Pematangan kulit janin
melibatkan pengembangan
struktur intrinsiknya
bersamaan dengan
hilangnya secara bertahap
dari lapisan pelindung, yaitu
vernix caseosa

b. Lanugo
Lanugo adalah rambut halus
yang menutupi tubuh fetus.
Pada extreme prematurity
kulit janin sedikit sekali
terdapat lanugo. Lanugo
mulai tumbuh pada usia
gestasi 24 hingga 25
minggu dan biasanya sangat
banyak, terutama di bahu
dan punggung atas ketika
memasuki minggu ke 28

c. Permukaan Plantar
Garis telapak kaki pertama
kali muncul pada bagian
anterior ini kemungkinan
berkaitan dengan posisi bayi
ketika di dalam kandungan.
Bayi very premature dan
extremely immature tidak
mempunyai garis pada
telapak kaki

d. Payudara
Areola mammae terdiri atas
jaringan mammae yang
tumbuh akibat stimulasi
esterogen ibu dan jaringan
lemak yang tergantung dari
nutrisi yang diterima janin.
Pemeriksa menilai ukuran
areola dan menilai ada atau
tidaknya bintik-bintik akibat
pertumbuhan papila
Montgomery

e. Mata/Telinga
Daun telinga pada fetus
mengalami penambahan
kartilago seiring
perkembangannya menuju
matur. Pemeriksaan yang
dilakukan terdiri atas palpasi
ketebalan kartilago
kemudian pemeriksa
melipat daun telinga ke arah
wajah kemudian lepaskan

Pemeriksaan mata pada


intinya menilai kematangan
berdasarkan perkembangan
palpebra. Pemeriksa
berusaha membuka dan
memisahkan palpebra
superior dan inferior dengan
menggunakan jari telunjuk
dan ibu jari

genital

KURVA
LUBSCHENKO

13. DD dan
diagnosis dari kasus

13. hubungan
preterm dengan
asfiksia

14. hubungan
preterm dengan BBLR

15. menilai taksiran


neonates ,apa saja
yang dinilai

16. Yang dimaksud


gangguan
pertumbuhan

Ketidak mampuan anak


untuk mencapai BB/TB
sesuai dengan jalur
pertumbuhan normalnya.

17. periode
pertumbuhan dan
perkembangan janin

Pertumbuhan dan perkembangan janin


dimulai sejak terjadinya konsepsi.
Kehamilan akan berlangsung selama
280 hari atau 10 bulan atau 40 minggu
terhitung dari hari pertama haid
terakhir. Perubahan-perubahan dan
organogenesis terjadi pada berbagai
periode kehamilan.
Pertumbuhan hasil konsepsi dibedakan
menjadi 3 tahapan penting yaitu:
tingkat ovum (telur) umur 0-2 minggu,
dimana hasil konsepsi belum tampak
terbentuk dalam pertumbuhan; embrio
(mudigah) antara umur 3-5 minggu dan
sudah tampak rancangan bentuk alatalat tubuh; janin (fetus) di atas usia 5
minggu dan sudah berbentuk manusia

Bulan ke-0

Minggu ke-4/ Bulan ke-1

Minggu ke-8/ Bulan ke-2

Minggu ke-12/ Bulan


ke-3

Minggu ke-16/ Bulan


ke-4

Minggu ke-20/
Bulan ke-5

Minggu ke-24/
Bulan ke-6

Minggu ke-28/
Bulan ke-7

Minggu ke-32/
Bulan ke-8

Minggu ke-36/
Bulan ke-9

Minggu ke40/ Bulan ke10

Depkes RI. 1993. Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil


Dalam Konteks Keluarga. Cetakan Ke III. Jakarta.
Kusmiyati, Y. 2010. Perawatan Ibu Hamil. Cetakan ke VI.
Yogyakarta: Fitramaya.
Mochtar, R. 1998. Sinopsis Obstetri: Obstetri FisiologiObstetri Patologi. Edisi 2. Jakarta: EGC
Neil, W.R. 2001. Panduan Lengkap Perawatan
Kehamilan. Jakarta: Dian Rakyat.
Salmah, dkk. 2006. Asuhan Kebidanan Antenatal.
Jakarta: EGC.
Sulistyawati, A. 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa
Kehamilan. Jakarta: Salemba Medika

18. Bagaimana
kecukupan gizi pada
perkembangan neonates
Frekuensi minum susu
Biasaya bayi <35minggu tdk bs
menghisap maka perlu makan
melalui sonde,bs dg
nasogastrik,orogastrik,atau
nasojejunal. Bila ada masalah gizi
bs dg parenteral. Makanan
pertama hrs diberikan dlm 2 jam
untuk mencegah hipoglikemi.
Makanan dlm jml relative besar
diberikan pada bayi BBLR untuk
menjaminotak agar otak yg sedang
tumbuh cpt menerima cukup zat
gizi. Bayi dg asidosis metabolic dpt
diatasi dg natrium bikarbonat.

Pincus C, Ian R.pertumbuhan dan perkembangan, dalam


Kapita Selekta Pediatri (A shortbook of Pediatrics), ed.2, alih
bahasa Yohannes G.EGC Jakarta

19. Pertumbuhan dan


perkembangan premature BBLR
dengan masalah yg dialami
Ketidakstabilan suhu
BKB sulit mempertahankan suhu,
karena :
Peningkayan hilangnya panas
<<< lemak sub kutan
Rasio luas permukaan terhadap BB yang
besar
Produksi panas ber<<< akibat lemak
cokelat yang tidak memadai dan
ketidakmampuan untuk menggigil
Kesulitan pernapasan
Penyakit Membren Hialin defisiensi
surfaktan paru
Resiko aspirasi reflek batuk, reflek
menghisap, reflek menelan masih <<<
Thoraks yang dapat menekiy dan otot
bantu respirasi masih lemah
Pernapasan yang periodik dan apnea

Kelainan GIT dan nutrisi


Reflek hisap dan telan masih
buruk terutama bayi < 34
bulan
Imaturitas hati
Imaturitas ginjal
Imaturitas imunologis
Kelainan neurologis
Kelainan kardiovaskuler
Kelainann hematologis
Metabolisme
Hipokalsemia
Hipoglikemia atau
hiperglikemia

20. Klasifikasi
diagnosis

21. Etiologi
diagnosis
Prematuritas murni: masa gestasi
<37minggu & BB sesuai dg BB u/ masa
gestasi diesbut jg neonatus kurang
bulan sesuai u/ masa kehamilan (NKBSMK)
Faktor ibu

Penyakit

Toksemia gravidarum, perdarahan antepartum,


trauma fisis dan psikologis, nefritis akut, DM,
infeksi akut atau tindakan operatif
Usia
Kejadian terendah dari insidensi prematuritas
yakni saat usia ibu antara 26-35 tahun
Keadaan sosek
Sosek rendah asupan gizi kurang,
ANC kurang
Faktor janin
Hidramnion, gemelli
Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak Jilid 3,
FK UI

22. Penanganan
kasus

Anda mungkin juga menyukai