Anda di halaman 1dari 6

Pengaruh Penanganan dan

Penyimpanan Secara komersial


terhadap Biji-bijan

Bijian-bijian itu.......
Biji terdiri dari kulit biji dan embrio
yang mengandung cadangan
makanan.
Biji tahan terhadap faktor perusak dan
dapat bertahan selama masa
penyimpanan, yaitu dari beberapa
tahun sampai lebih dari satu abad,
bergantung pada varietas dan
kondisi penyimpanannya (Ewart,
1908).

Biji dari spesies umur pendek dengan


kondisi penyimpanan yang baik
dapat tetap hidup selama kira-kira 3
tahun, sedangkan bijian berumur
panjang dapat tetap hidup sampai
seratus tahun.

Beberapa bijian secara alami


terlindung, misalnya dalam kulit
kacang tanah, klobot jagung, atau
sekam padi.
Dalam bijian lain, kulit biji itu
sendiri sangat tahan terhadap
serangga dan jamur, misalnya
kedelai.
Bijian yang kulitnya rusak, lebih
rentan terhadap serangan, tetapi
beberapa hal, kandungannya
memberikan perlindungan
metabolik terhadap serangga
(misalnya saponin dalam kedelai)
(Gay dkk. 1973)

Faktor-faktor untuk mencegah


kerusakan Biji-bijian
1. Kadar air (dalam biji maupun
lingkungannya)
2. Suhu penyimpanan (karena pertumbuhan
serangga dan jamur bergantung pada suhu)
3. Kemasakan biji, derajat kerusakan akibat
serangga, tungau, jamur, dan hewan
pengerat (Milner 1950; Simpson 1953).
4. Penanganan biji selama panen (untuk
mengurangi kerusakan mekanis pada kulit
biji) (Hall 1963).