Anda di halaman 1dari 8

1.

Prilaku Absorpsi Tanaman Akar Wangi (Vetiver) dan Kadar Logam Cr Yang
Hilang.
a. Pengaruh Jumlah Tanaman Terhadap Prilaku Absorpsi Tanaman Akar
Wangi Dan Kadar Logam Cr Yang Hilang.
Tabel 4.12. Pengaruh Jumlah Tanaman Terhadap Prilaku Absorpsi Tanaman Akar
Wangi Dan Kadar Logam Cr Yang Hilang

Dari perhitungan persentase penyerapan logam Cr pada tanah dan persentase


penyerapan logam Cr yang diserap tanaman, dapat diketahui besarnya kadar logam
Cr yang hilang atau tidak terserap pada tanaman. Perhitungan kadar logam Cr yang
tidak terdeteksi dapat dihitung menggunakan rumus berikut ini.
Kadar Logam yang tidak terdeteksi = a - b
Dimana :

(2.5)

a = Selisih konsentrasi logam pada tanah (ppm)


b = Selisih konsentrasi logam pada tanaman (ppm)

Kadar logam Cr yang hilang dapat dilihat pada Gambar 4. berikut ini.

(a)

(b)

Keterangan :
(c)

(d)
(a) = konsentrasi logam Cr yang tidak terdeteksi
dengan media tanah lempung (M1)
(b) = konsentrasi logam Cr yang tidak terdeteksi
dengan media tanah kompos (M2)
(c) = konsentrasi logam Cr yang tidak terdeteksi
dengan media tanah kompos (M3)
(d) = konsentrasi logam Cr yang tidak terdeteksi
dengan media tanah kompos (M4)
(e) = konsentrasi logam Cr yang tidak terdeteksi
dengan media tanah kompos (M5)

(e
)

Gambar. 4.53 Pengaruh Jumlah Tanaman Terhadap Perilaku Absorpsi


Tanaman Akar Wangi Dan Kadar Logam Cr Yang Hilang pada
media tanam
Dari tabel 4.6 dilihat bahwa setiap media tanam, kadar logam tertinggi tidak
terdeteksi terdapat pada jumlah rumpun 3 batang dengan konsentrasi tertinggi.
Konsentrasi logam Cr yang tidak terdeteksi berkisar 20%-50%. Hal ini disebabkan
adanya peran mikroorganisme pada media tanam yang mebantu menghilangkan
pencemar berupa logam Cr dengan proses bioremediasi. Selain itu, jumlah rumpun
juga sangat memengaruhi kadar logam yang tidak terdeteksi. Semakin sedikit jumlah
rumpun tanaman, semakain banyak kadar logam yang tidak terdeteksi. Hal ini
disebabkan karena pada jumlah rumpun yang sedikit, perakarannya juga sedikit jadi
kamungkinan logam yang terdapat pda media tanam tidak terserap secara maksimal.
Selain itu, dapat pula ada yang terurai terlebih dahulu dalam tanah sebelum
terabsorpsi oleh tanaman.

b. Pengaruh Konsentrasi Logam Cr Terhadap Prilaku Absorpsi Tanaman Akar


Wangi Dan Kadar Logam Cr Yang Hilang.
Tabel 4.13. Pengaruh Jumlah Tanaman Terhadap Prilaku Absorpsi Tanaman
Akar Wangi Dan Kadar Logam Cr Yang Hilang

(a
)

(c

(b
)

(d
)
Keterangan :
(a) = konsentrasi logam Cr yang tidak terdeteksi
dengan media tanah lempung (M1)
(b) = konsentrasi logam Cr yang tidak terdeteksi
dengan media tanah kompos (M2)
(c) = konsentrasi logam Cr yang tidak terdeteksi
dengan media tanah kompos (M3)
(e
)

(d) = konsentrasi logam Cr yang tidak terdeteksi


dengan media tanah kompos (M4)
(e) = konsentrasi logam Cr yang tidak terdeteksi
dengan media tanah kompos (M5)

Gambar. 4.54 Pengaruh Konsentrasi Logam Cr Terhadap Perilaku Absorpsi


Tanaman Akar Wangi Dan Kadar Logam Cr Yang Hilang pada
media tanam

Dari gambar 4.54 dilihat bahwa setiap media tanam, kadar logam tidak
terdeteksi yang tertinggi terdapat pada konsentrasi tertinggi dengan jumlah rumpun 3
batang. Konsentrasi logam Cr yang tidak terdeteksi berkisar 12-50%. Hal ini
disebabkan adanya peran mikroorganisme pada media tanam yang mebantu menghilangkan
pencemar berupa logam Cr dengan proses bioremediasi. Selain itu, jumlah rumpun juga
sangat memengaruhi kadar logam yang tidak terdeteksi. Semakin sedikit jumlah rumpun
tanaman, semakain banyak kadar logam yang tidak terdeteksi. Hal ini disebabkan karena
pada jumlah rumpun yang sedikit, perakarannya juga sedikit jadi kamungkinan logam yang

terdapat pda media tanam tidak terserap secara maksimal. Selain itu, dapat pula ada yang
terurai terlebih dahulu dalam tanah sebelum terabsorpsi oleh tanaman.

c. Pengaruh Media Tanam Terhadap Prilaku Absorpsi Tanaman Akar Wangi Dan
Kadar Logam Cr Yang Hilang.
Tabel 4.14. Pengaruh Jumlah Tanaman Terhadap Prilaku Absorpsi Tanaman Akar
Wangi Dan Kadar Logam Cr Yang Hilang

(a
)

(b
)
Keterangan :
(a) = konsentrasi logam Cr yang tidak
terdeteksi dengan jumlah tanaman 3
batang (R1)
(b) = konsentrasi logam Cr yang tidak
terdeteksi dengan jumlah tanaman 6
batang (R2)

(c
)

(c) = konsentrasi logam Cr yang tidak


terdeteksi dengan jumlah tanaman 9
batang (R3)

Gambar. 4.55 Pengaruh Media Tanam Terhadap Perilaku Absorpsi Tanaman


Akar Wangi Dan Kadar Logam Cr Yang Hilang pada jumlah
rumpun tanaman.

Dari tabel 4.55 dilihat bahwa setiap jumlah rumpun, kadar logam tertinggi tidak
terdeteksi terdapat pada jenis media tanam tanah lempung (M1) dengan konsentrasi
tertinggi. Konsentrasi logam Cr yang tidak terdeteksi berkisar 4%-50%. Hal ini
disebabkan kondisi fisik dan kimia dari jenis-jenis media tanam yang digunakan. Dari
Gambar 4.55 diatas menunjukkan bahwa pemberian kompos pada media tanam sangat
berpengaruh. Selain itu, jumlah rumpun juga sangat memengaruhi kadar logam yang tidak
terdeteksi. Semakin sedikit jumlah rumpun tanaman, semakain banyak kadar logam yang
tidak terdeteksi. Hal ini disebabkan karena logam dapat terurai terlebih dahulu dalam tanah
sebelum terabsorpsi oleh tanaman.Selain itu, semakin banyak pemberian kompos, semakin
sedikit kadar logam yang tidak terdeteksi.