Anda di halaman 1dari 27

OKSIGENASI

Oleh : dr Nuansa Chalid


Awaluddin

Oksigenasi
Kebutuhan Dasar Manusia yang
digunakan untuk kelangsungan
metabolisme sel tubuh mempertahankan
hidup dan aktivitas organ atau sel
Sistem yang berperan dalam Oksigenasi
Saluran pernafasan bagian atas
Saluran Pernafasan Bagian Bawah
Paru

Review Anatomi fosiologi


a.
b.
c.
d.

Hidung
Faring
Laring
Epiglotis

Saluran Pernafasan Bagian


Bawah
Trakhea
Bronkhus
Bronkhiolus
Paru

Proses Oksigenasi
1. Ventilasi paru paru
Peristiwa masuknya dan keluarnya
udara pernafasan antara atmosfer dan
paru paru ( Hidung, faring, laring,
trakhea, bronkhus, bronkhiolus,
alveolus dan paru )
Perbedaan tekanan antmosfer dengan
paru

Lanjutan
2. Difusi Gas
Pertukaran antara oksigen di alveoli
dengan kapiler paru dan CO2 di kapiler
dengan alveoli
faktor faktor
Ketebalan membran, Luas permukaan
membran alveolus, perbedaan tekanan
antara kedua sisi membran

3. Transportasi Gas
3. Transportasi Gas
Merupakan proses pendistribusian O2 kapiler
ke jaringan tubuh dan CO2 jaringan tubuh ke
kapiler
O2
HB ( oksihemoglobin ) ( 97 % )
Larut dalam plasma ( 3 % )
CO2 akan berikatan dengan Hb
karbominohemoglobin ( 30 % ) larut
palam plasma ( 5 % )
sebagian
menjadi HCO3 berada dalam darah ( 65 % )

Transportasi gas dipengaruhi


oleh
Kardiak output
Kondisi pembuluh darah
Exercise
Perbandingan sel darah dengan darah
secara keseluruhan ( HT )
Eritrosit kadar HB

Faktor faktor yang


mempengaruhi kebutuhan
oksigenasi
Saraf otonomik
Pengaruh saraf otonom

Simpatis

Parasimpatis

Ujung saraf mengeluarkan neurotransmiter

Noradrenalin

Aserilkolin

Bronkodilatasi

Bronkokontriksi

Hormon dan Obat


Semua hormon termasuk derivat
catecholamine dapat melebarkan saluran
pernapasan. Obat yang tergolong
parasimpatis, seperti sulfat atropin dan
ekstrak belladona, dapat melebarkan
saluran napas. Sedangkan obat yang
menghambat adrenergik tipe beta
( khususnya beta 2 ), seperti obat yang
tergolong penyakit beta nonselektif,
dapat mempersempit saluran napas
( bronkhotriksi )

Alergi pada saluran nafas


Faktor yang mempengaruhi alergi : debu
yang terbentuk dalam hawa pernafasan,
bulu binatang, serbuk benang sari bunga,
kapuk, makanan, dan lain lain

Perkembangan
Usia organ dalam tubuh berkembang
seiring usia perkembangan.
Ex : Prematur cenderung kekurangan
pembentukan surfaktan.

Lingkungan
Kondisi lingkungan dapat mempengaruhi
kebutuhan oksigenasi seperti faktor
alergi, ketinggian tanah, suhu. Kondisi
tersebut mempengaruhi kemampuan
adaptasi

Perilaku
Perilaku yang dapat mempengaruhi
kebutuhan oksigenasi, adalah perilaku
dalam mengkonsumsi makanan ( status
nutrisi ). Example obesitas dapat
mempengaruhi proses perkembangan
paru, aktivitas dapat mempengaruhi
proses peningkatan kebutuhan
oksigenasi, merokok dapat menyebabkan
proses penyempitan pada pembuluh
darah dll

Jenis pernafasan
Pernafasan eksternal
Pernafasan Internal
Proses terjadinya pertukaran gas antar sel jaringan
dengan cairan sekitarnya yg srg melibatkan
metabolisme tbh atau jga dpt dikatakan bahwa
proses pernapasan ini diawali dengan darah yang
tlh menjenuhkan Hb-nya kemudian mengitari slrh
tbh dan akhirnya mencapai kapiler dan bergerak
sgt lbt. Sel jar mengambil o\O2 dr Hb dan drh
menerima sbgai gantinya, dan menghasilkan CO2
sebagai sisa buangannya
Pengukuran fungsi paru

Pengukuran fungsi paru


Faal paru dinilai dari volume dan kapasitas
paru. Vol paru yang mengisi ruangan
udara dalam paru terdiri
-Tidal Vol ( TV )
-Inspiratory reserve volume ( IRV )
-Expiratory reserve volume ( ERV )
-Residual volume ( RV )

Volume paru
Volume pasang surut 500 cc
Vol cadangan hisap 3000 cc
Vol cadangan hembus 1100 cc
Vol sisa 1200 cc

Kapasitas paru
Kapasitas hisap merupakan jumlah dari
volume pasang surut dan volume
cadangan hisap
Kapasitas cadangan fungsional mrpk jml
dr vol cadangan hembus dg vol sisa
Kapasitas vital merupakan jumlah dr vol
cadangan hembus, vol pasang surut, dan
vol cadangan
Jml keseluruhan vol udara yg ada dalam
paru

Pengaturan pernafasan
Ada tiga pusat pengendalian / pengaturan
pernapasan normal
A. Pusat respirasi
Pada formatio retikularis medula oblongata
sebelah kaudal ( pusat inspirasi dan
ekspirasi

Lanjutan
B. Pusat apneustik
Terletak pada pons bagian bawah .
Mempunyai pengaruh tonik terhadap
pusat inspirasi. Pusat apneustik ini
dihambat oleh pusat pneumotaksis dan
impuls aferen vagus dari reseptor paru.
Bila pengaruh pneumotaksis dan vagus
dihilangkan maka terjadi apneustik

Lanjutan
C. Pusat Pnemotalsis
Terletak pada pons bagian atas bersama
sama vagus menghambat pusat apneustik
secara periodik. Pada hiperpnea pusat
pnemotaksis ini merangsang pusat respirasi

Faktor yang mempengaruhi


kebutuhan oksigen
Lingkungan
Latihan
Emosi
Gaya hidup
Status Kesehatan
Gangguan oksigenasi

Masalah Kebutuhan
Oksigen
Hipoksia
Perubahan pola pernapasan
a. Tachypnea
b. Bradypnea
c. Hiperventilasi
d. Kusmaul
e. Hipoventilasi

Lanjutan
f. Dispnea
g. Orthopnea
h. Cheyne stokes
i. Pernapasan parodoksial
j. Biot
k. Stridor

Obstruksi jalan nafas


Merupakan kondisi pernapasan yg tdk normal
akibat ketidakmampuan batuk secara efektif
dapat disebabkan karena sekresi yg kental
atau berlebihan akibat penyakit infeksi,
imobilisasi, stasis sekresi,batuk tidak efektif
karena penyakit persyarafan ( CVA ), efek
pengobatan sedatif dll
Tanda Klini: batuk tidak efektif, tdk mampu
mengeluarkan sekresi jalan nafas, suara nafas
ada sumbatan, jml, irama dan kedalaman
pernafasan tidak normal

Pertukaran gas
Kondisi penurunan gas baik o2 maupun
karbondioksida antara alveoli paru dan
sistem vaskular, dpt disebabkan oleh sekresi
yg kental/ imobilisasi akbt penyakit sistem
saraf, depresi SSP/ penyakit radang paru
Tanda Klinis
Dispnea pada usaha nafas, nafas dg bibir
pada fase ekspirasi yang panjang, agitasi,
Lelah, letargi, Meningkatnya tahanan
vaskuler paru, menurunya saturasi O2 dan
meningkatnya PCO2, sianosis

Terima Kasih
Selamat Belajar