Anda di halaman 1dari 5

NAMA

NIM
PRODI

: AJI SAPUTRA
: 120210102069
: PENDIDIKAN FISIKA

DRAFT PENGAJUAN PROPOSAL SKRIPSI


A. Masalah
Proses kegiatan belajar mengajar adalah suatu kondisi yang dengan sengaja diciptakan
guru untuk membelajarkan siswa, sehingga akan terjadi interaksi edukatif antara guru dengan
siswa melalui bahan pelajaran sebagai perantaranya. Fisika merupakan satu diantara mata
pelajaran yang konsepnya dapat direpresentasikan ke dalam berbagai bentuk, yaitu gambar,
verbal, matematis dan grafik. Eksperimen dalam pengetahuan sains dan pendidikan fisika
menyatakan bahwa ilmuwan sering menerapkan representasi kualitatif seperti gambar dan
diagram untuk membantu mereka memahami masalah sebelum menggunakan rumus untuk
memecahkan masalah yang bersifat kuantitatif .
Fisika merupakan cabang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau sains yang lahir dan
berkembang melalui langkah-langkah observasi, perumusan masalah, penyusunan hipotesis
melalui eksperimen, penarikan kesimpulan, serta penemuan teori konsep (Trianto, 2010:63).
Menurut Giancoli (2001:1) fisika merupakan ilmu pengetahuan yang paling mendasar, karena
berhubungan dengan perilaku dan struktur benda. Proses untuk menggali atau memahami konsep
fisika harus dilakukan untuk menghasilkan suatu produk. Jadi pembelajaran fisika tidak hanya
berisi teori-teori saja atau rumus-rumus untuk dihafalkan, akan tetapi dalam pembelajaran fisika
banyak konsep yang harus dipahami. Oleh karena itu siswa dituntut untuk aktif dalam
mengkonstruksi pengetahuannya dalam proses belajar mengajar.
Di kalangan siswa SMA telah berkembang kesan bahwa mata pelajaran fisika merupakan
pelajaran yang sulit untuk dipahami. Hal ini dikarenakan pembelajaran fisika lebih
mengutamakan rumus dan kurang memperhatikan aspek gambar dan grafik. Sehingga siswa sulit
memahami dan mengetahui hubungan antara variabel pada konsep-konsep fisika. Pembelajaran
yang diterima oleh siswa hanyalah penekanan tingkat hafalan dari berbagai topik atau pokok
bahasan, tetapi tidak diikuti dengan pemahaman atau pengertian yang mendalam, yang biasa
diterapkan oleh siswa ketika berhadapan dengan situasi baru dalam kehidupan siswa. Hal ini
menyebabkan siswa tidak memahami konsep fisika yang mereka peroleh tetapi siswa akan
beranggapan bahwa fisika hanya pelajaran yang penuh dengan rumus.

Dalam sebuah pembelajaran agar berjalan dengan lancar, salah satu faktor yang
mempengaruhi yaitu kesehatan siswa dan guru sebagai pendidik. Tentunya semua orang pernah
mengalami sakit, apabila tubuh kita pada kondisi sedang sakit maka kita akan sulit dalam
menerima materi pada saat proses pembelajaran. Seorang guru pun demikian, apabila kondisi
tubuh yang kurang sehat dan tetap melaksanakan proses pembelajaran, maka penyampaian
materi juga akan menjadi kurang maksimal.
Pengertian sehat adalah meliputi kesehatan jasmani, rohani (mental) serta sosial dan
ekonomi dan bukan hanya keadaan yang bebas dari penyakit cacat dan kelemahan. Kesehatan itu
penting karena merupakan salah satu kebutuhan dasar insani selain kebutuhan pangan, sandang,
perumahan, pendidikan dll. Kesehatan merupakan modal seseorang untuk dapat berkarya secara
produktif baik dibidang sosial maupun ekonomi. (Dinas Kesehatan)
Untuk selalu menjaga kesehatan tubuh, salah satu upaya kita yaitu dengan menjaga
kebersihan lingkungan sekitar kita. Lingkungan sekitar yang bersih maka akan menimbulkan
rasa nyaman dan terbebas dari berbagai macam penyakit, sehingga dengan demikian menjadi
lingkungan yang sehat. Apabila lingkungan sekolah bersih, maka proses pembelajarannya pun
akan menjadi nyaman dan kesehatan para warga sekolahnya pun menjadi lebih terjamin.
Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya
alam seperti tanah, air, energi surya, mineral serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah
maupun di udara dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan
bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut. Lingkungan mempunyai pengaruh dan
kepentingan yang terbesar dibandingkan tiga faktor lainnya dalam berperan sebagai salah satu
faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan. Termasuk dalam kategori lingkungan di sini antara
lain lingkungan fisik, sosial budaya, pendidikan dan pekerjaan. Kita sangat bergantung pada
lingkungan. Jika lingkungan di sekitar kita bersih maka kita akan merasa nyaman.
(Andriansyah,2015).
Oleh karena itu, kita harus senantiasa menjaga lingkungan sekitar kita agar tetap bersih
terutama di lingkungan sekolah. Jika lingkungan bersih, maka saat belajar terasa nyaman.
Sebaliknya jika lingkungan kotor, maka kita tidak akan betah dalam melakukan baragam
aktifitas. Lingkungan kotor akan banyak menimbulkan dampak negatif. Sehingga kita akan
merasa tidak nyaman karenanya.
Berdasarkan observasi yang dilakukan di daerah aliran sungai Bedadung Jember terlihat
bahwa keadaan sungai kurang bersih, masih terdapat beberapa sampah di sungai tersebut.
Keadaan tersebut tentunya membuat lingkungan di daerah aliran sungai menjadi tidak bersih.

Salah satu contohnya yaitu SMA 3 Muhammadiyah Jember, SMA ini terletak di dekat aliran
sungai Bedadung Jember, apabila keadaan sungai kurang bersih maka tentunya bisa
mempengaruhi kesehatan para warga sekolah.
B. Identifikasi Masalah
Pembelajaran yang diterima oleh siswa hanyalah penekanan tingkat hafalan dari berbagai
topik atau pokok bahasan dan kurang memperhatikan aspek-aspek lain yang penting untuk
diajarkan kepada siswa. Bahwa dalam mata pelajaran fisika siswa membutuhkan representasi
gambar dan representasi grafik untuk menunjang siswa lebih mudah memahami pelajaran fisika.
Hal ini yang menyebabkan siswa tidak memahami konsep fisika yang mereka peroleh tetapi
siswa akan beranggapan bahwa fisika hanya pelajaran yang penuh dengan rumus.
Kesehatan merupakan aspek penting dalam kegiatan pembelajaran, karena dengan tubuh
yang sehat maka akan lebih mudah untuk menerima pembelajaran dan bagi guru akan lebih
mudah untuk menyampaikan pembelajaran, sehingga dengan demikian pembelajaran bisa
berjalan dengan optimal. Salah satu hal penting untuk menjaga kesehatan yaitu dengan menjaga
kebersihan lingkungan, sehingga lingkungan sekitar kita harus tetap dalam keadaan yang terjaga
kebersihannya karena lingkungan yang kotor juga akan membuat kita merasa tidak nyaman.
C. Konsep Solusi
Berdasarkan identifikasi masalah tersebut dibutuhkan suatu media pembelajaran yang
dapat menyajikan

materi menarik dengan representasi gambar yang nyata terdapat dalam

lingkungan sekitar, selain itu media pembelajaran juga diharapkan dapat membuat siswa lebih
peduli terhadap lingkungan sekitar untuk tetap menjaga kebersihannya karena pentingnya
kebersihan untuk kenyamanan pada proses pembelajaran dan untuk menjaga kesehatan agar
dapat mengikuti pembelajaran dengan maksimal. Oleh karena itu saya berkeinginan untuk
membuat sebuah bahan ajar fisika yang dapat menumbuhkan karakter peduli lingkungan pada
siswa.
D. Variabel Penelitian
1. Variabel Bebas :
- Penyajian Modul Pelajaran
2. Variabel Kontrol :
- Materi
3. Variabel Terikat :
- Validasi Modul Pembelajaran Siswa

Pemahaman Konsep Siswa


Respon Siswa

E. Rumusan Judul Skripsi


Pengembangan Bahan Ajar Fisika Berbasis Peduli Lingkungan di Sekolah Daerah Aliran
Sungai (DAS)

DAFTAR PUSTAKA
Buku :
Giancoli, Douglas C.2001.Fisika edisi kelima jilid I . Jakarta Erlangga.
Hobri. 2010. Metodologi Penelitian Pengembangan: Aplikasi pada Penelitian Pendidikan
Matematika. Jember: Pena Salsabila.
Sugiyono. 2012. Statistik untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Trianto.2010.Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progrsif. Jakarta : Kencana.
Jurnal :
Izzati, Hindarto, & Pamelasari.2013. Pengembangan Modul Tematik dan Inovatif
Berkarakter pada Tema Pencemaran Lingkungan untuk Siswa Kelas VII SMP. Jurnal
Pendidikan IPA Indonesia 2 (2) : 183-188.
Setyowati, Parmin, & Widyatmoko.2013. Pengembangan Modul Ipa Berkarakter Peduli
Lingkungan Tema Polusi sebagai Bahan Ajar Siswa SMK N 11 Semarang. Unnes Science
Education Journal 2 (2) : 245-253.
Sugiyanto, Kartika, & Purwanto, Joko. 2012. Pengembangan Modul Ipa Terpadu Berbasis
Sains Lingkungan Teknologi Masyarakat dengan Tema Teknologi Biogas. Jurnal
Kependidikan Volume 42 Nomor 1: 54-60.
Widyaningrum, Sarwanto, & Karyanto.2013. Pengembangan Modul Berorientasi POE
(Predict, Observe, Explain) Berwawasan Lingkungan pada Materi Pencemaran untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. BIOEDUKASI Volume 6 Nomor 1: 100-117
Internet :
Andriansyah.2015. Penelitian Kebersihan Lingkungan Sekolah.
http://waktuku.com/proposal-penelitian-kebersihan-lingkungan-sekolah/ diakses pada
tanggal 25 November 2015.
Dinas Kesehatan.2015. Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi.
http://www.dairikab.go.id/skpd/15/dinas-kesehatan.html diakses pada tanggal 25
November 2015.