Anda di halaman 1dari 13

BAB II

PEMBAHASAN
A. DEFINISI PERUBAHAN SOSIAL DALAM MASYARAKAT
Perubahan sosial dapat dikatakan sebagai suatu perubahan dari gejala-gejala sosial yang ada
pada masyarakat, dari yang bersifat individual sampai yang lebih kompleks. Perubahan sosial
dapat dilihat dari segi terganggunya kesinambungan di antara kesatuan sosial walaupun
keadaannya relatif kecil. Perubahan ini meliputi struktur, fungsi, nilai, norma, pranata, dan
semua aspek yang dihasilkan dari interaksi antarmanusia, organisasi atau komunitas,
termasuk perubahan dalam hal budaya.
Perubahan sosial terbagi atas dua wujud sebagai berikut :
1) Perubahan dalam arti kemajuan (progress) atau menguntungkan.
2) Perubahan dalam arti kemunduran (regress) yaitu yang membawa pengaruh kurang
menguntungkan bagi masyarakat.
Jika perubahan sosial dapat bergerak ke arah suatu kemajuan, masyarakat akan berkembang.
Sebaliknya, perubahan sosial juga dapat menyebabkan kehidupan masyarakat mengalami
kemunduran.
Adanya pengenalan teknologi, cara mencari nafkah, migrasi, pengenalan ide baru, dan
munculnya nilai -nilai sosial baru untuk melengkapi ataupun menggantikan nilai nilai sosial
yang lama merupakan beberapa contoh perubahan sosial dalam aspek kehidupan. Dengan
kata lain, perubahan sosial merupakan suatu perubahan menuju keadaan baru yang berbeda
dari keadaan sebelumnya.
Ada dua faktor yang dapat menyebabkan terjadi perubahan sosial, yaitu faktor yang berasal
dari dalam masyarakat dan juga faktor yang berasal dari luar masyarakat. Faktor yang
bersumber dari masyarakat itu sendiri meliputi : bertambah atau berkurangnya penduduk,
penemuan-penemuan baru, pertentangan-pertentangan dalam masyarakat, dan terjadinya
pemberontakan atau resolusi di dalam tubuh masyarakat itu sendiri. Sedangkan, faktor yang

Page | 3

berasal dari luar masyarakat meliputi : sebab-sebab yang berasal dari lingkungan fisik yang
ada di sekitar manusia, peperangan dengan negara lain, dan pengaruh kebudayaan lain.
Selain adanya faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial, adapula faktor yang
mendorong dan juga menghambat perubahan sosial. Faktor yang mendorong terjadinya
perubahan yaitu : kontak dengan kebudayaan lain, sistem pendidikan yang lebih maju, sikap
menghargai hasil karya seseorang dan keinginan-keinginan untuk maju, toleransi, sistem
lapisan masyarakat yang terbuka, penduduk yang heterogen, ketidakpuasan masyarakat
terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu, orientasi ke muka, dan juga nilai meningkatkan
taraf hidup.
Faktor yang menghambat terjadinya perubahan soaial adalah : kurangnya hubungan dengan
masyarakat lain, perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat, sikap masyarakat yang
tradisionalistis, adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat, rasa takut
akan terjadinya kegoyahan kebudayaan, prasangka terhadap hal-hal yang baru, hambatan
ideologis, kebiasaan dan nilai pasrah.
B. PENDAPAT PARA AHLI TENTANG PERUBAHAN SOSIAL
Para sosiolog dan antropolog mempunyai pendapat yang berbeda mengenai perubahan sosial.
Berikut ini adalah para ahli beserta pendapat mereka mengenai perubahan sosial :
1. William F. Ogburn (1964), mengemukakan bahwa ruang lingkup perubahan sosial
meliputi unsur-unsur kebudayaan material dan immaterial, yang ditekankan pada
pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial.
2. Kingsley Davis (1960), mengartikan perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan yang
terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. Misalnya, timbulnya pengorganisasian
buruh dalam masyarakat kapitalis telah menyebabkan perubahan-perubahan dalam
hubungan antara buruh dan majikan yang selanjutnya menyebabkan perubahan-perubahan
dalam organisasi ekonomi dan politik.
3. Mac Iver (1937: 272), mengartikan bahwa perubahan sosialsebagai perubahan dalam
hubungan sosial (perubahan yangdikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki)
atausebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium)hubungan sosial.

Page | 4

4. Gillin (1957: 279), mengartikan perubahan sosialadalah suatu variasi dari cara hidup
yang

telah

diterima,

baikkarena

perubahan-perubahan

kondisi

geografis,

kebudayaanmaterial, komposisi penduduk, dan ideologi maupun karenaadanya difusi


ataupun penemuan-penemuan baru dalammasyarakat
5. Selo Soemardjan (1962: 379), merumuskan perubahan sosial sebagai segala perubahan
pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang memengaruhi
sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara
kelompok-kelompok dalam masyarakat.
6. Samuel Koenig (1957: 279), mengatakan bahwa perubahan sosial menunjuk pada
modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Modifikasimodifikasi dapat disebabkan oleh faktor intern dan ekstern.
7. Sugihen (1982), mengkaitkan perubahan sosial dengan beberapa kata lain yang merujuk
pada proses sosial yang sama, seperti : industrialisasi, modernisasi, dan pembangunan.
8. Merton (1957;1964), mengatakan bahwa perubahan sosial merupakan fungsi manifestasi
dari suatu rekayasa sosial lewat upaya pembangunan yang dilambangkan atau diwujudkan
dalam kegiatan industralisasi menuju suatu masyarakat modern.
9. Rogers, et. al. (1988), memahami bahwa perubahan sosial adalah suatu proses yang
melahirkan perubahan-perubahan di dalam struktur dan fungsi dari suatu sistem
kemasyarakatan. Ada 3 tahapan utama dalam proses perubahan sosial yang terjadi.
Pertama, berawal dari diciptakannya atau lahirnya sesuatu yang berkembang menjadi
suatu gagasan. Bila gagasan tersebut sudah menggelinding seperti roda yang berputar
pada sumbunya, dan sudah tersebar di kalangan masyarakat maka perubahan tersebut
sudah memasuki tahap kedua. Tahapan yang ketiga yaitu disebut dengan hasil, yaitu
perubahan-perubahan yang terjadi dalam suatu sistem sosial yang bersangkutan sebagai
akibat dari diterimanya, atau ditolaknya suatu inovasi.
10. Larson dan Rogers (1964), mengemukakan pengertian tentang perubahan sosial yang
dikaitan dengan adopsi teknologi yaitu perubahan sosial merupakan suatu proses yang
berkesinambungan dalam suatu bentangan waktu tertentu. Pemakaian teknologitertentu

Page | 5

oleh suatu warga masyarakat akan membawa suatu perubahan sosial yang dapat
diobservasi lewat perilaku anggota masyarakat yang bersangkutan.
11. Ferdinand Toennies (1855-1936), menggambarkan proses perubahan sosial sebagai
perkembangan dari Gemeinschaft menjadi Gesellschaft. Gemeinschaft (paguyuban)
adalah kelompok orang yang relasi-relasi interaksionalnya bersifat langsung, dalam, dan
terarah kepada diri orang lain dalam keseluruhannya. Sedangkan Gesellschaft
(patembayan) adalah kelompok-kelompok di mana interaksional bersifat tidak langsung,
dangkal, hanya menyentuh kulit atau permukaan hidup saja, dan terarah pada sebagaian
saja dari orang lain, yaitu kedudukan, wewenang, atau kemampuannya.
12. Atkinson (1987) dan Brooten (1978), menyatakan definisi perubahan merupakan
kegiatan atau proses yang membuat sesuatu atau seseorang berbeda dengan keadaan
sebelumnya dan merupakan proses yang menyebabkan perubahan pola perilaku individu
atau institusi. Ada empat tingkat perubahan yang perlu diketahui yaitu pengetahuan,
sikap, perilaku, individual, dan perilaku kelompok. Setelah suatu masalah dianalisa,
tentang kekuatannya, maka pemahaman tentang tingkat-tingkat perubahan dan siklus
perubahan akan dapat berguna.
13. Etzioni (1973) mengungkapkan

bahwa,

perkembangan

masyarakat

seringkali

dianalogikan seperti halnya proses evolusi, suatu proses perubahan yang berlangsung
sangat lambat. Pemikiran ini sangat dipengaruhi oleh hasil-hasil penemuan ilmu biologi,
yang memang telah berkembang dengan pesatnya.
14. Spencer mengungkapkan bahwa suatu organisme akan bertambah sempurna apabila
bertambah kompleks dan terjadi diferensiasi antar organ-organnya. Kesempurnaan
organisme dicirikan oleh kompleksitas, differensiasi dan integrasi. Perkembangan
masyarakat pada dasarnya berarti pertambahan diferensiasi dan integrasi, pembagian
kerja dan perubahan dari keadaan homogen menjadi heterogen. Spencer berusaha
meyakinkan bahwa masyarakat tanpa diferensiasi pada tahap pra industri secara intern
justru tidak stabil yang disebabkan oleh pertentangan di antara mereka sendiri. Pada
masyarakat industri yang telah terdiferensiasi dengan mantap akan terjadi suatu stabilitas
menuju kehidupan yang damai. Masyarakat industri ditandai dengan meningkatnya
perlindungan atas hak individu, berkurangnya kekuasaan pemerintah, berakhirnya
peperangan antar negara, terhapusnya batas-batas negara dan terwujudnya masyarakat
global.
15. Comte mempunyai pemikiran yang sangat dipengaruhi oleh pemikiran ilmu alam.
Pemikiran Comte yang dikenal dengan aliran positivisme, memandang bahwa masyarakat
harus menjalani berbagai tahap evolusi yang pada masing-masing tahap tersebut
Page | 6

dihubungkan dengan pola pemikiran tertentu. Selanjutnya Comte menjelaskan bahwa


setiap kemunculan tahap baru akan diawali dengan pertentangan antara pemikiran
tradisional dan pemikiran yang berdifat progresif. Sebagaimana Spencer yang
menggunakan analogi perkembangan mahkluk hidup, Comte menyatakan bahwa dengan
adanya pembagian kerja, masyarakat akan menjadi semakin kompleks, terdeferiansi dan
terspesialisasi.
Comte membagi perubahan sosial dalam dua konsep yaitu social statics (bangunan
struktural) dan social dynamics (dinamika struktural). Bangunan struktural merupakan
struktur yang berlaku pada suatu masa tertentu. Bahasan utamanya mengenai struktur
sosial yang ada di masyarakat yang melandasi dan menunjang kestabilan masyarakat.
Sedangkan dinamika struktural merupakan hal-hal yang berubah dari satu waktu ke waktu
yang lain. Perubahan pada bangunan struktural maupun dinamika struktural merupakan
bagian yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan.
16. Kornblum (1988), berusaha memberikan suatu pengertian tentang perubahan sosial.
Ruang lingkup perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang material
maupun immaterial. Penekannya adalah pada pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan
material terhadap unsur-unsur immaterial. Perubahan sosial diartikan sebagai perubahanperubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.
17. Soekanto, (1990) mendefinisikan perubahan sosial adalah segala perubahan yang terjadi
dalam lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem
sosialnya. Tekanan pada definisi tersebut adalah pada lembaga masyarakat sebagai
himpunan kelompok manusia dimana perubahan mempengaruhi struktur masyarakat
lainnya. Perubahan sosial terjadi karena adanya perubahan dalam unsur-unsur yang
mempertahankan keseimbangan masyarakat seperti misalnya perubahan dalam unsur
geografis, biologis, ekonomis dan kebudayaan.
18 Moore (2000), perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan budaya. Perubahan
dalam kebudayaan mencakup semua bagian, yang meliputi kesenian, ilmu pengetahuan,
teknologi, filsafat dan lainnya. Akan tetapi perubahan tersebut tidak mempengaruhi
organisasi sosial masyarakatnya. Ruang lingkup perubahan kebudayaan lebih luas
dibandingkan perubahan sosial.

Page | 7

C. TIPE TIPE PERUBAHAN SOSIAL


Perubahan sosial dapat terjadi dalam segala bidang yang wujudnya dapat dibagi menjadi
beberapa bentuk. Beberapa bentuk perubahan sosial menurut Soekanto, yaitu sebagai
berikut:
1.

Perubahan Lambat dan Perubahan Cepat.

Perubahan terjadi secara lambat akan mengalami rentetan perubahan yang saling
berhubungan dalam jangka waktu yang cukup lama. Perkembangan perubahan ini termasuk
dalam evolusi. Perubahan secara evolusi dapat diamati berdasarkan batas waktu yang telah
lampau sebagai patokan atau tahap awal sampai masa sekarang yang sedang berjalan. Adapun
penentuan kapan perubahan tersebut terjadi, bergantung pada orang yang bersangkutan.
Perubahan sosial yang terjadi secara cepat mengubah dasar atau sendi-sendi pokok kehidupan
masyarakat, perubahan itu dinamakan revolusi. Contohnya, Revolusi Industri di Eropa.
Revolusi tersebut menyebabkan perubahan besar-besaran dalam proses produksi barangbarang industri. Contoh lain Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang mengubah tatanan
kenegaraan dan sistem pemerintahan NKRI.
2.

Perubahan yang Pengaruhnya Kecil dan Perubahan yang Pengaruhnya Besar

Perubahan yang pengaruhnya kecil adalah perubahan yang memengaruhi unsur-unsur


kehidupan masyarakat. Akan tetapi, perubahan ini dianggap tidak memiliki arti yang penting
dalam struktur sosial. Contohnya, perubahan mode pakaian yang tidak melanggar nilai sosial.
Perubahan yang pengaruhnya besar adalah perubahan yang dapat memengaruhi lembagalembaga yang ada pada masyarakat. Misalnya, perubahan sistem pemerintahan yang
memengaruhi tatanan kenegaraan suatu bangsa.
3.

Perubahan yang Dikehendaki dan Perubahan yang Tidak Dikehendaki

Page | 8

Perubahan yang dikehendaki (intended-change) atau disebut juga perubahan yang


direncanakan (planned-change) merupakan perubahan yang memang telah direncanakan
sebelumnya terutama oleh pihak yang memiliki wewenang untuk mengeluarkan
kebijaksanaan. Misalnya, penerapan program Keluarga Berencana(KB) untuk membentuk
keluarga kecil yang sejahtera dan menurunkan angka pertumbuhan penduduk.
Perubahan yang tidak dikehendaki (unintended-change)atau disebut juga perubahan yang
tidak direncanakan (unplanned-change) umumnya beriringan dengan perubahan yang
dikehendaki. Misalnya adanya pembuatan jalan baru yang melalui suatu desa maka sumber
alam desa akan mudah dipasarkan ke kota. Dengan demikian, tingkat kesejahteraan penduduk
desa akan meningkat. Meskipun begitu lancarnya hubungan desa dengan kota menyebabkan
mudahnya penduduk desa melakukan urbanisasi dan masuknya budaya kota terutama yang
bersifat negatif, seperti mode yang dipaksakan, minuman keras, VCD porno, dan keinginan
penduduk desa untuk memiliki barang-barang mewah.

D. PERUBAHAN SOSIAL YANG TERJADI DI LINGKUNGAN MASYARAKAT


Sekarang ini banyak sekali perilaku yang menunjukkan perubahan sosial yang terjadi dalam
lingkungan masyarakat. Di lingkungan tempat tinggal saya pun terjadi berbagai macam
perubahan sosial, seperti :
1.

Perubahan Jumlah Penduduk

Dahulu, sepasang suami istri memiliki anak yang lebih dari dua, misalnya lima, atau enam
bahkan lebih. Dengan adanya program Kelurga Berencana (KB), saat ini sepasang suami istri
hanya mempunyai 2 orang anak. Selain dipengaruhi oleh kelahiran perubahan jumlah
penduduk di lingkungan saya juga disebabkan oleh adanya kematian dan juga perpindahan
penduduk. Banyak masyarakat yang berpindah ke kota untuk mencari pekerjaan tetapi juga
sebaliknya banyak penduduk yang dari kota berpindah ke desa.
2.

Perubahan Kualitas Penduduk

Masyarakat di taun-taun yang lampau hanya menempuh pendidikan sampai Sekolah Dasar
atau Sekolah Menengah saja, namun sekarang masyarakat telah banyak yang menempuh
Page | 9

pendidikan hingga Perguruan Tinggi. Dengan demikian pengetahuan yang dimiliki semakin
bertambah, hal ini sebagai akaibat positif dengan terjadinya perubahan.
Akan tetapi, selain memberikan dampak positif bagi kualitas penduduk, perubahan sosial
juga menimbulkan dampak negatif yang berupa penurunan moral yang dimiliki oleh
masyarakat. Penurunan moral ini sering terjadi pada anak muda, hal ini dapat dilihat pada
perilaku yang kurang sopan dalam masyarakat. Misalnya ketika jalan/lewat di depan warga
masyarakat tanpa memberi salam, berbicara yang kurang sopan kepada orang lain. Selain itu,
banyak juga masyarakat yang tidak mentaati peraturan yang berlaku dalam lingkungan
masyarakat. Misalnya tentang peraturan lalu lintas.
3.

Perubahan Sistem Pemerintahan

Perubahan sisitem pemerintahan yang terjadi dalam negara, juga mempunyai pengaruh bagi
pemerintahan suatu dusun. Misalnya dalam suatu pengambilan keputusan dalam suatu
musyawarah. Di lingkungan tempat tinggal saya pengambilan keputusan dilakukan melalui
demokrasi yaitu melalui musyawarah mufakat.
4.

Perubahan Mata Pencaharian

Dahulu, Mata pencaharian penduduk di lingkungan saya sebagaian besar adalah sebagai
petani, namun dengan berjalannya waktu dan berkembangnya pengetahuan yang mereka
miliki, saat ini banyak yang menjadi pegawai negeri, karyawan suatu perusahaan, dan juga
ada yang pergi merantau bekerja ditampat lain.
5.

Perubahan Gaya Hidup

Seiring dengan perkembangan jaman, gaya hidup masyarakat pun berubah. Saat ini gaya
hidup konsumtif sudah menjangkit sampai di lingkungan pedesaan. Warga masyarakat
memiliki keinginan untuk berbelanja yang tinggi. Contoh perilaku konsumtif masyarakat
dapat dilihat misalnya pada gaya berpakaian. Setiap hari selalu ada model pakain baru yang
ditawarkan baik di toko maupun di pasar. Warga masyarakat yang merasa mampu tentunya
tidak ingin ketinggalan. Selain itu, dengan adanya perubahan sosial, masyarakat mempunyai
pandangan bahwa produk dari luar negeri lebih baik dari pada produk dari dalam negeri.

Page | 10

6.

Perubahan karena Adanya Teknologi

Dahulu, para petani di lingkungan tempat tinggal saya masih menggunakan bantuan tenaga
hewan dalam mengerjakan/membajak sawahnya dan juga dibantu oleh tetangga dalam
menanam padi atau tanaman lainnya. Namun saat ini, dengan berkembangnya teknologi, para
petani telah menggunakan traktor dalam membajak sawah dan juga sudah menggunakan
mesin perontok padi untuk mengolah hasil panenannya.
Selain teknologi dalam bidang pertanian, teknologi yang berkaitan dengan komunikasi pun
berkembang pesat. Dahulu, apabila ingin berkomunikasi jarak jauh memerlukan waktu yang
lama. Akan tetapi, alat komunikasi saat ini sudah canggih. Misalnya melalui telepon seluler
yang saat ini satu orang tidak hanya memiliki satu alat komunikasi tersebut. Bahkan,
sekarang anak usia remaja bahkan yang masih anak-anak sekalipun telah mengenal apa itu
facebook, email, twitter, dan lain sebagainya
7. Perubahan Budaya
Perubahan budaya yang terjadi dalam lingkungan masyarakat dapat dilihat pada perilaku
anak muda saat ini. Banyak yang meniru trend-trend atau budaya masyarakat barat, misalnya
cara berpakaian. Sekarang ini, jarang sekali anak muda yang mau mengenakan pakaian adat
Jawa (Jogja), begitupun dalam acara pernikahan. Mereka bilang terlalu ribet.
Selain itu, contoh-contoh hasil kebudayaan seperti, angklung, gamelan, kesenian ketoprak,
lagu-lagu tradisional tidak lagi diminati oleh masyarakat. Bahkan ada warga yang tidak
mengetahui kebudayaan daerah tempat tinggalnya sendiri. Sekarang ini, keberadaan
kesenian-kesenian tersebut telah tergantikan oleh adanya lagu-lagu pop, rock, dan lain
sebagainya.

Page | 11

E. Dampak Perubahan Sosial


Perubahan sosial dalam masyarakat memiliki dampak/akibat baik itu dampak positif maupun
dampak negatif dalam kehidpan masyarakat antara lain sebagai berikut..
1. Dampak Positif Perubahan Sosial
Dampak positif dalam perubahan sosial menunjukkan bahwa memberikan pengaruh dalam
kemajuan kehidupan masyarakat. Macam-macam dampak positif perubahan sosial adalah
sebagai berikut :
a. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi,
Perkembangan iptek dapat mengubah nilai-nilai lama menjadi nilai-nilai baru untuk
mendorong berbagai inovasi dalam kemudahan kehidupan masyarakat menuju perubahan
sosial ke arah modernisasi.
b. Tercipta Lapangan Kerja Baru,
Mendorong industrialisasi dan perkembangan perusahaan mutinasional yang berkembang
secara global dan pembukaan udstri kecil, tentu saja memberikan banyak lapangan kerja
sehingga dapat menyerap tenaga kerja secara maksimal.
c. Tercipta Tenaga Kerja Profesional,
Untuk mendukung persaingan industri maka diperlukan tenaga kerja yang terampil, cakap,
ahli dan professional
d. Nilai dan Norma Baru terbentuk
Karena perubahan akan terjadi terus menerus sehingga memerlukan nilai-nilai dan norma
dalam menjaga arus perubahan berdasarkan nilai dan norma tanpa menghalangi terjadi
perubahan sosial.
e. Efektivitas dan Efisiensi Kerja Meningkat
Efektivitas dan efisiensi kerja selalu berkaitan dengan penggunaan alat produksi yang tepat
dalam menghasilkan produk lebih cepat, lebih banyak dan tepat sasaran.
Page | 12

2. Dampak Negatif Perubahan Sosial


Dampak negatif dalam perubahan sosial menunjukkan kerugian yang dialami oleh
masyarakat, baik itu kerugian material maupun non material. Macam-macam dampak negatif
dalam perubahan sosial adalah sebagai berikut:
a. Terjadinya Disintegrasi Sosial
Disintegrasi terjadi karena adanya evolusi, kesenjangan sosial, perbedaan kepentingan
yang mendorong perpecahan dalam masyarakat.
b. Terjadinya Pergolakan Daerah
pergolakan di daerah dapat terjadi karena akibat dari:

Perbedaan agama, ras suku bangsa, dan politik

Tidak memperhatikan tatanan hidup

Mengabaikan nilai dan norma

Kesenjangan ekonomi

c. Kenakalan Remaja
Muncul akibat pengaruh perubahan sosial nilai-nilai kebebasan budaya barat yang
diadopsi tanpa menyesuaikan kondisi kebudayaan sendiri.
d. Terjadi Kerusakan Lingkungan
e. Eksistensi Adat Istiadat Berkurang
Nilai adat istiadat semakin ditinggalkan oleh masyarakat karena dianggap tidak sesuai
dengan perkembangan zaman dan digantikan dengan nilai kebudayaan modern.
f. Lembaga Sosial tidak Berfungsi Secara Optimal
Menyalah gunakan kedudukan dan wewenang
g. Munculnya Paham Duniawi

Konsumenisme, paham/ideologi yang menjadikan seseorang mengonumsi/memakai


barang-barang secara berlebihan.

Sirkulasi, paham yang memisahkan urusan dunia dengan urusan agama.

Page | 13

Hedonisme, merupakan paham yang menganggap hidup bertujuan untuk mencari


kebahagiaan sebanyak mungkin dan menghindari perasangka-perasangka yang
menyakitkan.

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Perubahan sosial dapat dikatakan sebagai suatu perubahan dari gejala-gejala sosial yang ada
pada masyarakat, dari yang bersifat individual sampai yang lebih kompleks. Perubahan sosial
dapat bergerak ke arah suatu kemajuan, dalam hal ini masyarakat akan berkembang.
Sebaliknya, perubahan sosial juga dapat menyebabkan kehidupan masyarakat mengalami
kemunduran.
Banyak ahli yang mengungkapkan pendapatnya mengenai perubahan sosial. Diantaranya
William F. Ogburn, Selo Soemardjan, Ferdinand Toennies, Gillin dan Gillin, dan masih
banyak ahli lainnya. Salah satu pandangan yang paling dikenal oleh masyarakat yaitu
pendapat Selo Soemardjan (1962: 379) yang merumuskan perubahan sosial sebagai segala
perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang
memengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di
antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
Ada tiga (3) bentuk atau tipe perubahan sosial. Tipe-tipe tersebut adalah : perubahan lambat
dan perubahan cepat, perubahan yang dikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki,
dan perubahan yang pengaruhnya kecil dan perubahan yang pengaruhnya besar.
Perubahan sosial yang terjadi di lingkungan saya adalah sebagai berikut : perubahan jumlah
penduduk, perubahan gaya hidup, perubahan mata pencaharian, perubahan kualitas
penduduk, perubahan peraturan, perubahan karena adanya teknologi, dan perubahan budaya.

Page | 14

.2 SARAN
Karena masyarakat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan
sosial, maka :
1. Sebaiknya masyarakat mendukung perubahan ke arah kemajuan dan juga ikut berperan
aktif untuk mewujudkan masyarakat yang berkembang untuk lebih maju.
2. Walaupun sudah terjadi perubahan (perkembangan zaman), sebaiknya warga masyarakat

tidak melupakan kebudayaan peninggalan nenek moyang dan sebaiknya melestarikan


kebudayaan tersebut.

Page | 15