Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN PENDAHULUAN

Pekerjaan : Paket 19. Perencanaan Teknik Jalan


PULAU

SULABESI

KRITERIA DESAIN
3.1. GEOMETRIK
3.1.1 Umum
erencanaan geometrik jalan merupakan bagian dari perencanaan
jalan yang dititik beratkan pada perencanaan bentu fisik sehingga dapat
diwujudkan hubungan yang baik antara waktu dan ruang sehubungan
dengan kendaraan yang bergerak, sehingga dapat menghasilkan efisiensi,
keamanan, dan kenyamanan yang optimal dalam batas pertimbangan
ekonomi yang layak.
Perencanaan geometrik jalan dipengaruhi oleh faktor faktor :

Klasifikasi jalan

Keadaan fisik dan topografi medan

Lalu lintas

Kapasitas jalan

Keamanan

Kelayakan ekonomi

Pada dasarnya elemen geometrik suatu jalan terdiri dari :

Potongan melintang

Alinyemen horisontal

Alinyemen vertikal.

Dimana besaran dari ketiga elemen geometrik diatas diturunkan dari


kecepatan rencananya.

3.1.2.

Kecepatan Rencana

Kecepatan rencana adalah kecepatan aman maksimum yang dapat


diadakan dan kecepatan menerus tertinggi bila keadaan mengizinkan.

Kriteria Desain

Persero PT Virama Karya

3-1

LAPORAN PENDAHULUAN

Pekerjaan : Paket 19. Perencanaan Teknik Jalan


PULAU

SULABESI

Kecepatan rencana ditetapkan untuk merencanakan dan mengkorelasikan


semua bentuk fisik jalan yang mempengaruhi jalannya kendaraan.
Mengacu pada klasifikasi jalan, fungsi jalan arteri dan medan yang ada,
maka kecepatan rencana masing masing ruas ditetapkan sebagai berikut
:
-

Sanana Manaf (datar)

Sanana Pohea (datar-bukit) :

60 80 km/jam

Pohea Malbufa (bukit)

60 km/jam

80 km/jam

3.1.3 Potongan Melintang


Potongan melintang jalan merupakan potongan melintang tegak lurus
sumbu jalan. Potongan melintang terdiri dari bagian bagian jalan sebagai
berikut :
a)

Jalur Lalu Lintas


Jalur lalu lintas adalah keseluruhan bagian perkerasan jalan yang
diperuntukkan untuk lalu lintas kendaraan.

Jumlah Lajur Lalu Lintas


Sesuai kondisi lalu lintas jumlah lajur jalan utama adalah 2 lajur
2 arah.

Lebar Lajur Lalu Lintas


Lebar lajur lalu lintas merupakan lebar kendaraan rencana
ditambah dengan ruang bebas antara kendaraan.
Dengan pertimbangan keamanan dan kenyamanan pemakai
jalan maka lebar lajur lalu lintas digunakan 3.50 m.

Kemiringan Melintang (Superelevasi) Jalur Lalu Lintas


Kemiringan melintang normal jalur lalu lintas sebesar 2 % di
daerah lurus terutama untuk keperluan drainase melintang jalan.
Kemiringan melintang di daerah tikungan dipergunakan untuk
keseimbangan gaya sentrifugal, disamping untuk kebutuhan
drainase.

b) Bahu Jalan

Kriteria Desain

Persero PT Virama Karya

3-2

LAPORAN PENDAHULUAN

Pekerjaan : Paket 19. Perencanaan Teknik Jalan


PULAU

SULABESI

Bahu jalan luar disediakan untuk tempat pemberhentian (darurat) bila


ada gangguan pada kendaraan, untuk itu lebarnya harus mencukupi,
sehingga tidak mengganggu kendaraan yang akan melewati jalur lalu
lintas, lebar bahu jalan masing masing kiri dan kanan adalah 2,0 m.
Kriteria Desain Geometrik
No.
1
2

Parameter Geometrik

Satuan

Kecepatan rencana

Kriteria Desain

Km/jam

60

80

3,50

3,50

Parameter potongan melintang

Lebar lajur lalu lintas

Lebar bahu

Kemiringan

normal

normal

vertikal

5,10

5,10

melintang

jalur lalu lintas

Kemiringan

melintang

bahu jalan

Tinggi

ruang

bebas

minimum
3

Jarak pandang

Jarak pandang henti minimum

75

120

Jarak pandang menyiap minimum

350

550

(undivided)
4

Parameter alinyemen horizontal

Jari jari tikungan minimum

115

210

Jari

2000

3500

jari

tikungan

minimum

dengan kemiringan normal

Panjang minimum lengkung

700/a atau

1000/a atau

Superelevasi maksimum

100

140

Panjang

10

10

50

70

600

900

1/175

1/225

lengkung

peralihan

minimum

Jari

jari

tikungan

minimum

tanpa lengkung peralihan

Kemiringan

permukaan

relatif

maksimum
5

Parameter alinyemen vertikal

Landai maksimum

Panjang kritis maksimum

230

460

Jari jari minimum lengkung


vertikal:

1400

3500

1000

2000

Cembung

Kriteria Desain

Persero PT Virama Karya

3-3

LAPORAN PENDAHULUAN

Pekerjaan : Paket 19. Perencanaan Teknik Jalan


PULAU

Cekung

Panjang

M
minimum

SULABESI

50

70

lengkung

vertikal

Kriteria Desain

Persero PT Virama Karya

3-4