Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Manusia adalah makhluk hidup yang senantiasa bergaul dan bersosialisasi
satu sama lain. Dalam melangsungkan sosialisasi dengan sesamanya, tidak
jarang manusia mengalami perbedaan cara pandang dan cara berpikir.
Terkadang perbedaan-perbedaan itulah yang membuat manusia sering
bersitegang satu sama lain. Jika keduanya sama-sama keras kepala dan tidak
mau disalahkan, titik temu perdamaian tidak akan pernah dijumpai sehingga
masalah tidak akan selesai. Dalam hal ini, mereka butuh orang lain yang bijak
dan mampu membantu mereka menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.
Penengah ini harus memberi pemahaman kepada pihak yang berseteru bahwa
setiap

orang punya

kepribadian

yang

berbeda-beda

sehingga

bisa

menimbulkan cara pandang dan cara berpikir yang berbeda pula, sehingga
kedua pihak tersebut bisa lebih bertoleransi kepada perbedaan-perbedaan
yang terjadi diantara mereka.
Tak dapat dipungkiri bahwa kepribadian manusia berperan penting dalam
kelangsungan hidup tiap individu. Kepribadian mempengaruhi banyak hal
seperti yang sudah dipaparkan di atas, yaitu menghasilkan cara pandang dan
cara pikir yang berbeda pada setiap manusia. Kepribadian membuat
seseorang berbeda dengan yang lainnya. Ada yang menganggap bahwa

kepribadian seseorang telah terbentuk semenjak ia lahir. Sedangkan pihak lain


menganggap kepribadian terbentuk karena pengaruh lingkungan sekitarnya.
Namun, ada pula yang menggabungkan kedua hal tersebut.
Khusus dalam mempelajari kepribadian seseorang tidak hanya dapat
dilihat dari tampak luarnya saja, karena sering kali apa yang terlihat dari luar
tidak sama dengan kenyataan yang terjadi, yang dialami seseorang, dan
semua yang tampak dari luar hanyalah sebagai topeng saja.
Sekian banyak upaya yang telah diarahkan untuk memahami manusia.
Tetapi tidak semua upaya tersebut membawa hasil, namun upaya pemahaman
tentang manusia tetap memiliki arti penting dan tetap harus dilaksanakan.
Bisa dikatakan bahwa kualitas hidup manusia, tergantung kepada peningkatan
pemahaman kita tentang manusia. Dan psikologi, baik secara terpisah
maupun sama-sama dengan ilmu-ilmu lain, sangat berperan secara mendalam
dalam penganganan masalah kemanusiaan ini.
Kepribadian sering disamakan atau digunakan secara bergantian dengan
istilah watak atau karakter dan tempramen, padahal masing-masing dari hal
tersebut merupakan sesuatu yang berbeda. Watak adalah aspek sosial dari
kepribadian manusia, sedangkan tempramen adalah aspek badaniah dari
kepribadian. Masing-masing hanyalah salah satu aspek kepribadian, di
samping aspek-aspek yang lain.
Menurut ilmu Antropologi, kepribadian ditentukan oleh akal dan jiwa
manusia itu sendiri. Susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan
perbedaan tingkah laku atau tindakan dar itiap-tiap individu manusia itulah

yang disebut sebagai kepribadian atau personality. Hal itu memberikan suatu
identitas sebagai individu yang khusus kepada masing-masing manusia.
Kepribadian memiliki 3 unsur penting, yaitu pengetahuan, perasaan, dan
dorongan naluri. Tiga unsure inilah yang berperan dalam pembentukan
kepribadian tiap-tiap manusia.

B. Tujuan penulisan
1. Mengetahui pengertian kepribadian?
2. Mengetahui berhubungan dengan kepribadian?
3. Mengetahui unsur-unsur apa saja yang terdapat di dalam kepribadian?
4. Mengetahui faktor apa saja yang membentuk dan mempengaruhi
kepribadian?
5. mengetahui pembagian kepribadian?
6. Mengetahui usaha-usaha untuk mempelajari kepribadian?
C. Manfaat penulisan
1. Dapat memahami pengertian kepribadian.
2. Dapat memahami apa saja yang berhubungan dengan kerpibadian.
3. Dapat memahami unsur-unsur apa saja terdapat dalam kepribadian.
4. Dapat

memahami

faktor

yang

membentuk

dan

mempengaruhi

kepribadian.
5. Dapat memahami pembagian kepribadian.
6. Dapat memahami usaha-usaha untuk mempelajari kepribadian.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Kepribadian
Istilah kepribadian dalam bahasa Inggris dinyatakan dengan personality.
Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu persona, yang berarti topeng dan
personare, yang artinya menembus. Istilah topeng berkenaan dengan salah
satu atribut yang dipakai oleh para pemain sandiwara pada zaman Yunani
kuno. Dengan topeng yang dikenakan dan diperkuat dengan gerak-gerik dan
apa yang diucapkan, karakter dari tokoh yang diperankan tersebut dapat
menembus keluar, dalam arti dapat dipahami oleh para penonton. Dari sejarah
pengertian kata personality tersebut, kata persona yang semua berarti topeng,
kemudian diartikan sebagai pemaiannya sendiri, yang memainkan peranan
seperti digambarkan dalam topeng tersebut. Dan sekarang ini istilah
personality oleh para ahli dipakai untuk menunjukkan suatu atribut tentang
individu, atau untuk menggambarkan apa, mengapa, dan bagaimana tingkah
laku manusia. Menurut ilmu Antropologi, kepribadian ditentukan oleh akal
dan jiwa manusia itu sendiri. Susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang
menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu
manusia itulah yang disebut sebagai kepribadian atau personality.

Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa


diukur yang ditunjukkan oleh seseorang. Pengertian kepribadian menurut
beberapa ahli adalah sebagai berikut:
1. G.W.Allport
Kepribadian adalah suatu organisasi psikofisik yang dinamis dalam
diri individu, yang menentukan tingkah laku yang khas (unik) dari
orang tersebut.
2. R.B. Cattell
Kepribadian

adalah

sesuatu

yang

memungkinkan

kita

untuk

meramalkan apa yang akan dilakukan oleh seseorang dalam situasi


tertentu.
3. A.Adler
Kepribadian adalah gaya hidup individu, atau cara yang khas dari
individu tersebut dalam respons terhadap masalah-masalah hidup.
4. J.P. Chaplin
Kepribadian adalah integrasi dari sifat-sifat tertentu yang dapat
diselidiki dan dijabarkan, untuk menyatakan kualitas yang unik dari
individu.
Dapat disimpulkan pokok-pokok pengertian kepribadian sebagai
berikut:
a. Kepribadian merupakan kesatuan yang kompleks, yang terdiri
dari aspek psikis, seperti : inteligensi, sifat, sikap, minat, cita-

cita, dst. serta aspek fisik, seperti : bentuk tubuh, kesehatan


jasmani, dst.
b. Kesatuan dari kedua aspek tersebut berinteraksi dengan
lingkungannya yang mengalami perubahan secara terusmenerus, dan terwujudlah pola tingkah laku yang khas atau
unik.
c. Kepribadian bersifat dinamis, artinya selalu mengalami
perubahan, tetapi dalam perubahan tersebut terdapat pola-pola
yang bersifat tetap.
d. Kepribadian terwujud berkenaan dengan tujuan-tujuan yang
ingin dicapai oleh individu.1
Sedangkan pengertian kepribadian secara umum adalah sebagai berikut:
Kepribadian adalah sesuatu yang menggambarkan cirri khas (keunikan) dari
seseorang, yang membedakan orang tersebut dari orang lain.

B. Konsep-Konsep Yang Berhubungan Dengan Kepribadian


Abin

Syamsuddin

(2003)

mengemukakan

tentang

aspek-aspek

kepribadian, yang di dalamnya mencakup :


1. Karakter yaitu konsekuen tidaknya dalam mematuhi etika perilaku,
konsiten tidaknya dalam memegang pendirian atau pendapat.
2. Temperamen yaitu disposisi reaktif seorang, atau cepat lambatnya
mereaksi terhadap rangsangan-rangsangan yang datang dari lingkungan.
1

3. Sikap yaitu sambutan terhadap objek yang bersifat positif, negatif atau
ambivalen.
4. Stabilitas emosi yaitu kadar kestabilan reaksi emosional terhadap
rangsangan dari lingkungan. Seperti mudah tidaknya tersinggung, marah,
sedih, atau putus asa.
5. Responsibilitas (tanggung jawab) adalah kesiapan untuk menerima risiko
dari tindakan atau perbuatan yang dilakukan. Seperti mau menerima
risiko secara wajar atau melarikan diri dari risiko yang dihadapi.
Sosiabilitas yaitu disposisi pribadi yang berkaitan dengan
hubungan interpersonal. Seperti sifat pribadi yang terbuka atau tertutup
dan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain.

C. Unsur-Unsur Kepribadian
Unsur-unsur kepribadian ada 3, yaitu:
1.

Pengetahuan
Pengetahuan merupakan suatu unsur-unsur yang mengisi akal dan
alam jiwa orang yang sadar. Dalam alam sekitar manusia terdapat berbagai
hal yang diterimanya melalui panca inderanya, yang masuk ke berbagai
sel dibagian-bagian tertentu dari otaknya. Dan didalam otak tersebutlah
semuanya diproses menjadi susunan yang dipancarkan oleh individu
kealam sekitar. Didalam psikologi, hal tersebut dikenal sebagai persepsi
yaitu; seluruh proses akal manusia yang sadar.

Ada kalanya suatu persepsi yang diproyeksikan kembali menjadi suatu


penggambaran berfokus tentang lingkungan yang mengandung bagianbagian. Penggambaran yang terfokus yang terjadi karena pemusatan
secara lebih intensif di dalam pandangan psikologi biasanya disebut
denganpengamatan.
2.

Perasaan
Selain pengetahuan, alam kesadaran manusia juga mengandung
berbagai macam perasaan. Sebaliknya, dapat juga digambarkan seorang
individu yang melihat suatu hal yang buruk atau mendengar suara yang
tidak menyenangkan. Persepsi-persepsi seperti itu dapat menimbulkan
dalam kesadaranya perasaan negatif.
Perasaan, disamping segala macam pengetahuan agaknya juga
mengisi alam kesadaran manusia setiap saat dalam hidupnya. Perasaan
adalah

suatu

keadaan

dalam

kesadaran

manusia

yang

karena

pengetahuannya dinilai sebagai keadaan yang positif atau negatif.


3.

Dorongan naluri
Kesadaran manusia mengandung berbagai perasaan lain yang tidak
ditimbulkan karena diperanguhi oleh pengetahuannya, tetapi karena
memang sudah terkandung didalam organismenya, khususnya dalam
gennya, sebagai naluri. Dan kemauan yang sudah merupakan naluri
disebutdorongan.
Ada 7 macam dorongan naluri:
1. Dorongan untuk mempertahankan hidup.

2. Dorongan seks.
3. Dorongan untuk berupaya mencari makan.
4. Dorongan untuk bergaul atau berinteraksi dengan sesama
manusia.
5. Dorongan untuk meniru tingkah laku sesamanya.
6. Dorongan untuk berbakti.
7. Dorongan akan keindahan.

D. Faktor Pembentuk Kepribadian


Ada dua pendapat yang bertentangan tentang faktor-faktor pembentuk
kepribadian dan ada satu pendapat yang menggabungkan kedua hal tersebut,
yaitu:
1. Aliran yang percaya bahwa kepribadian seseorang secara murni
ditentukan oleh factor bawaan.
Tokohnya adalah Lombroso, yang dikenal dengan istilahnya a born
criminal.Seseorang menjadi penjahat, karena memang ia sudah
dilahirkan sebagai penjahat. Pengaruh lingkungan sama sekali tidak
diperhatikan oleh aliran ini.
Faktor bawaan memang ada kalanya memberikan pengaruh yang
dominan. Kita bias melihat bagaimana misalnya, factor genetik
(kromosom), kelenjar endokrin (hormon) mempengaruhi tingkah laku
atau kepribadian seseorang. Sebagai contoh: seorang anak yang
dilahirkan dengan gen tertentu yang dikenal sebagai down

syndrome. Hal ini menyebabkan dimilkinya Intelligence Quotient


(IQ) yang sangat rendah dan mempengaruhi kepribadiannya.
2. Aliran yang mengagungkan pengaruh factor lingkungan.
Tokohnya:
a. John Locke, yang dikenal dengan teoritabula rasa.
Bayi yang dilahirkan adalah ibarat selembar kertas putih.
Lingkunganlah yang dapat menentukan apakah kertas putih itu
akan dijadikan hitam, kuning, merah atau apapun juga.
b. J.B Watson.
Berikan aku 10 orang bayi, dan saya bias membentuk mereka
sesuai dengan keinginan saya. Saya bias menjadikannya sebagai
seorang pengemis, seorang jendral, pengusaha atau apapun saja.
3. Teori kepribadian yang lebih mutakhir menggabungkan kedua aliran
yang muncul terdahulu. Baik factor bawaan maupun factor
lingkungan, sama-sama punyaan didalam membentuk kepribadian.
Pengaruh factor genetika kita sangsikan, dan karena manusia
berinteraksi dengan lingkungannya, serta dapat menarik manfaat dari
hasil pengalamannya itu, maka peran lingkungan dalam pembentukan
kepribadian menjadi jelas adanya.
E. Pembagian Kepribadian
Menurut Renee Baron dan Elizabeth Wagele, kepribadian seseorang dibagi
dalam 9 tipe yaitu:

1. Perfeksionis
Orang dengan tipe ini termotivasi oleh kebutuhan untuk hidup dengan
benar, memperbaiki diri sendiri dan orang lain dan menghindari
marah.
2. Penolong
Tipe kedua dimotivasi oleh kebutuhan untuk dicintai dan dihargai,
mengekspresikan perasaan positif pada orang lain, dan menghindari
kesan membutuhkan.
3. Pengejar Prestasi
Para pengejar prestasi termotivasi oleh kebutuhan untuk menjadi
orang yang produktif, meraih kesuksesan, dan terhindar dari
kegagalan.
4. Romantis
Orang tipe romantis termotivasi oleh kebutuhan untuk memahami
perasaan diri sendiri serta dipahami orang lain, menemukan makna
hidup, dan menghindari citra.
Pengamat
Orang tipe ini termotivasi oleh kebutuhan untuk mengetahui segala
sesuatu dan alam semesta, merasa cukup dengan diri sendiri dan
5. menjaga jarak, serta menghindari kesan bodoh atau tidak memiliki
jawaban.
6. Pencemas
Orang tipe 6 termotivasi oleh kebutuhan untuk mendapatkan

persetujuan,

merasa

diperhatikan,

dan

terhindar

dari

kesan

pemberontak.
7. Petualang
Tipe 7 termotivasi oleh kebutuhan untuk merasa bahagia serta
merencanakan hal-hal menyenangkan, memberi sumbangsih pada
dunia.
8. Pejuang
Tipe pejuang termotivasi oleh kebutuhan untuk dapat mengandalkan
diri sendiri, kuat, memberi pengaruh pada dunia, dan terhindar dari
kesan lemah.
9. Pendamai
Para pendamai dimotivasi oleh kebutuhan untuk menjaga kedamaian,
menyatu dengan orang lain dan menghindari konflik.
Dilain pihak Paul Gunadi membagi tipe kepribadian seseorang
menjadi empat jenis yaitu:
a. Tipe Sanguin
Tipe

ini

mempunyai

banyak

kekuatan,

bersemangat,

mempunyai gairah hidup, bisa membuat lingkungannya gembira,


senang. Tapi kelemahannya adalah cenderung impulsif, bertindak
sesuai emosinyaatau keinginannya. Jadi orang dengan kepribadian
sanguin

mudah

sekali

dipengaruhi

oleh

lingkungannya

dan

rangsangan-rangsangan dari luar dirinya. Dia kurang bisa menguasai


diri atau penguasaan dirinya lemah. Dalam buku milik Tim LaHaye,

orang-orang sanguin cenderung mudah jatuh ke dalam pencobaan,


karena godaan dari luar bisa begitu memikatnya, dan dia bisa masuk
terperosok ke dalamnya.
b. Tipe Flegmatik
Tipe ini adalah orang yang cenderung tenang dan dari luar
cenderung tidak beremosi. Dia tidak menampakkan emosi, misalnya,
sedih atau senang. Jadi naik turun emosinya tidak nampak dengan
jelas. Orang ini cenderung bisa menguasai dirinya dengan cukup baik
dan introspektif sekali, memikirkan ke dalam, bisa melihat, menatap
dan memikirkan masalah-masalah yang terjadi di sekitarnya. Jadi dia
adalah seorang pengamat yang kuat, penonton yang tajam dan juga
seorang pengkritik yang berbobot. Kelemahannya adalah cenderung
mau ambil mudahnya, tidak mau susah. Kelemahannya ini membuat
dia jadi orang yang kurang mau berkorban bagi yang lain. Maka salah
satu hal yang perlu ditingkatkan dalam dirinya adalah kemurahan hati.
Karena dia cenderung menjadi orang yang egois
c. Tipe Melankolik
Orang yang melankolik adalah orang yang terobsesi dengan
karya yang paling bagus, yang paling sempurna, mengerti estetika
keindahan hidup ini dan perasaannya sangat kuat, sangat sensitif.
Kelemahan orang melankolik adalah orang-orang yang mudah sekali
dikuasai oleh perasaan. Perasaan yang mendasari hidupnya sehari-hari

adalah perasaan yang murung. Tidak mudah bagi orang melankolik itu
untuk terangkat, untuk senang, atau tertawa terbahak-bahak.
d. Tipe Kolerik
Seorang kolerik berorientasi pada pekerjaan, dan pada tugas.
Dia adalah seseorang yang mempunyai disiplin kerja yang sangat
tinggi. Kelebihannya adalah dia bisa melaksanakan tugas dengan setia
dan bertanggung jawab dengan tugas yang diembannya. Kelemahan
orang kolerik adalah kurangnya kemampuan untuk bisa merasakan
perasaan orang lain, belas kasihannya terhadap penderitaan orang lain
juga minim, karena perasaannya kurang bermain.

F. Usaha-Usaha Mempelajari Kepribadian


Usaha-usaha untuk mengerti perilaku atau menyingkap kepribadian
manusia sudah lama dilakukan, salah satunya adalah dengan cara-cara
yang sederhana.
Dari cara-cara yang sangat sederhana lahirlah pengetahuanpengetahuan yang bersifat spekulatif, dalam arti kebenarannya tidak bisa
dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Ada beberapa pengetahuan yang
menjelaskan kepribadian secara spekulatif. Pengetahuan seperti ini disebut
juga ilmu semu (pseudo science). Yang termasuk ilmu-ilmu semu antara
lain sebagai berikut (Sumadi Suryabrata, 2005: 7-8):
1. Chirologi, yaitu pengetahuan yang berusaha mempelajari kepribadian
manusia berdasarkan gurat-gurat tangan.

2. Astrologi, adalah pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepribadian


atas dasar dominasi benda-benda angkasa terhadap apa yang sedang
terjadi di alam, termasuk waktu kelahiran seseorang.
3. Grafologi, merupakan pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepribadian atas dasar tulisan tangan.
4. Phisiognomi,

adalah

pengetahuan

yang

berusaha

menjelaskan

kepribadian atas dasar keadaan wajah.


5. Phrenologi, merupakan pengetahuan yang berusaha menjelaskan
kepribadian berdasarkan keadaan tengkorak.
6. Onychology, pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepribadian atas
dasar keadaan kuku

BAB II
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa
diukur yang ditunjukkan oleh seseorang. Tetapi, dapat kita pahami bahwa
kepribadianadalahsesuatu

yang

menggambarkancirikhas

(keunikan)

dariseseorang, yang membedakan orang tersebutdari orang lain.


2. Kepribadian memiliki beberapa aspek, yaitu: karakter, temperamen,
sikap, stabilitas emosi, responsibilitas, dan sosiabilitas, dimana keenam
hal tersebut berkaitan erat dengan kepribadian.
3. Hal-hal yang berperan penting dalam membentuk sebuah kepribadian
adalah pengetahuan, perasaan, dan dorongan naluri.
4. Faktor bawaan dan faktor lingkungan adalah dua aliran bertentangan yang
dianggap mampu membentuk suatu kepribadian. Namun, ada satu
pendapat yang menggabungkan keduanya sehingga keduanya punya andil
dalam membentuk sebuah kepribadian.
5. Macam-macam kepribadian juga dapat dibedakan secara spesifik, seperti
pengamat, perfeksionis, dan lain-lain. Ada pula yang membaginya secara
tidak spesifik, seperti tipe melankolik, flegmatik, dan lain sebagainya.
6. Usaha-usaha untuk menyingkap kepribadian banyak dilakukan dengan
cara sederhana, seperti melihat garis tangan, keadaan/struktur wajah, dan
lain-lain.

B. Saran
Kepribadian adalah materi yang sangat luas jika dipelajari. Tentunya makalah
ini tidak luput dari banyak kekurangan. Maka dari itu, marilah kita cari dan baca
referensi tentang kepribadian di berbagai buku-buku psikologi atau dari internet
agar wawasan kita tentang kepribadian bisa dikembangkan lebih jauh lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Prof. Dr. Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi Edisi Revisi 2009.


Jakarta: Rineka Cipta, 2009.
Renee Baron dan Elizabeth Wagele. Eneagram: Mengenal 9 Kepribadian Manusia
dengan Lebih Asyik. Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta, 2005.
Drs. Kuntjojo, M.Pd. Psikologi Kepribadian. Pendidikan Bimbingan dan
Konseling Universitas Nusantara PGRI Kediri, 2009.
Waluyo, S.Pd, MM. Kepribadian, Slide Share. Universitas Pamulang.
http://agungdermawan.blogspot.com/2008/07/makalah-kepribadian.html