Anda di halaman 1dari 11

II.

GAMBARAN UMUM LOKASI KECAMATAN


2.1. Kondisi Geografis
Secara geografis Kecamatan Suppa terletak antara :
40 10 30 - 300 19 13

Lintang Selatan

Lintang Timur

: 1190 26 30 - 1190 47 20

Kecamatan Suppa terletak di bagian selatan Kabupaten Pinrang, Kecamatan


Suppa dibatasi oleh :
Sebelah Utara

: Kecamatan Lanrisang dan Kecamatan Mattiro Bulu

Sebelah Timur

: Kecamatan Mattiro Bulu

Sebelah Selatan

: Kodya Pare-pare

Sebelah Barat

: Selat Makassar

Luas wilayah Kecamatan Suppa adalah 74,20 km 2. Kecamatan Suppa terdiri


dari 2 kelurahan dan 8 desa, yakni ;
1. Kelurahan Watang Suppa
2. Kelurahan Tellumpanua
3. Desa Maritengngae
4. Desa Polewali
5. Desa Lotangsalo
6. Desa Tasiwalie
7. Desa Wiring Tasi
8. Desa Watang Pulu
8

9. Desa Lero
10. Desa Ujung Labuang
Dimana kesepuluh kelurahan dan desa ini ditempati sebagai lokasi KKN Gel. 87
Unhas.

2.2.

Kondisi Demografis
Secara umum jumlah penduduk di Kecamatan Suppa yaitu 31105 jiwa
dengan jumlah laki-laki 15054 jiwa sedangkan jumlah perempuan 16051 jiwa.
Di kecematan Suppa terdapat 8 Desa dan 2 Kelurahan,yaitu :
a. Kelurahan Watang Suppa
Tabel 1 : Nama Lingkungan Watang Suppa
No
1

Lingkungan
Lingkungan Karaballo

Lingkungan Majennang

Lingkungan Wanuae

b. Kelurahan Tellumpanua
Tabel 1 : Nama Lingkungan Tellumpanua
No

Lingkungan

Lingkungan Labili-bili terdiri atas 3 RW dan 5 RT

Lingkungan Lappa-lappae terdiri atas 3 RW dan 6 RT

c. Desa Lero
Tabel 1 : Nama Dusun Desa Lero

No
1

Dusun
Dusun Adolang terbagi atas 6 RT

Dusun Ujung Lero terbagi atas 6 RT

Dusun Butung terbagi atas 4 RT

d. Desa Ujung Labuang


Tabel 2 : Nama Dusun Desa Ujung Labuang
N
o
1
2

Dusun
Dusun Kassi Pute
Dusun Tanah Milie

e. Desa Wiring Tasi


Tabel 3 : Nama Desa Wiring Tasi
N
o
1
2

Dusun
Dusun Lero Menralo
Dusun Lero B

f. Desa Tasiwalie
Tabel 4 : Nama Dusun Desa Tasiwalie
N
o
1
2
3

Dusun
Dusun Sabamparu
Dusun Parengki
Dusun Kaee

g. Desa Maritangngae
Tabel 5 : Nama Dusun Desa Maritangngae
No
Dusun
1 Dusun Barakasanda
10

2
3

Dusun Temappa
Dusun Alakk

h. Desa Watang Pulu


Tabel 6 : Nama Desa Watang Pulu
No

Dusun

Dusun Menro terdiri atas 4RT 2 RW

Dusun Majakka A terdiri atas 4 RT 2 RW

Dusun Majakka B terdiri atas 4 RT 2 RW

i. Desa Polewali
Tabel 7 : Nama Dusun Desa Polewali
N
o
1
2
3

Dusun
Dusun Pela Belawa
Dusun Polewali
Dusun Ladea

j. Desa Lotang Salo


Tabel 8 : Nama Dusun Desa Lotang Salo
No
1
2
3

Dusun
Dusun Pallabessi
Dusun Garessi
Dusun Bonging Ponging

2.3 Jumlah Penduduk

11

Jumlah penduduk Kecamatan Banggae setiap tahunnya mengalami


pertumbuhan. Berdasarkan hasil Sensus Penduduk Badan Pusat Statistik (BPS)
Kabupaten Majene, jumlah penduduk Kecamatan Banggae tahun 2010 sebanyak
37.333. Sedangkan pada tahun 2011, berdasarkan hasil proyeksi, jumlah
penduduk Kecamatan Banggae meningkat menjadi 38.015 jiwa. Angka
pertumbuhan penduduk di Kecamatan Banggae rata-rata setipa tahunnya sekitar
2,53 %. Kelurahan Pangali-Ali tercatat sebagai Kelurahan yang terpadat
penduduknya yaitu sebesar 9.935 jiwa, sedangkan Desa Palipi Soreang yang
merupakan hasil pemekaran kelurahan totoli memiliki jumlah penduduk terkecil
yaitu 1.869 jiwa. Tingkat kepadatan penduduk Kecamatan Banggae pada tahun
2011 adalah sebesar 1.512 jiwa per km2. Artinya setiap 1 km2 luas wilayah
Kecamatan Banggae rata-rata dihuni sebanyak 1.512 jiwa penduduk.
Kecamatan Banggae memiliki angka seks ratio sebesar 96,80. Artinya setiap
100 orang penduduk perempuan terdapat 96 atau 97 penduduk laki-laki. Hal ini
menunjukkan bahwa penduduk perempuan lebih banyak dari penduduk laki-laki.
Data tahun 2011 memperlihatkan komposisi jumlah penduduk laki-laki
di Kecamatan ini sebanyak 18.698 jiwa, dan jumlah penduduk perempuan
sebanyak 19.317 jiwa.
Jumlah rumah tangga di Kecamatan Banggae tahun 2010 tercatat sebanyak
7.471 dengan rata-rata anggota rumah tangga sebanyak 5 orang. Tahun 2011
jumlah rumah tangga meningkat menjadi 7.563 dengan rata-rata jumlah anggota
rumah tangga sama dengan tahun sebelumnya yaitu 5 orang
12

2.4.

Pendidikan
Pendidikan merupakan salah-satu kebutuhan dasar manusia untuk
mengembangkan daya cipta, rasa, dan karsa yang dimilikinya. Oleh karena itu,
pemerintah mengadakan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun.
Tingkat pendidikan sangat dipengaruhi oleh sarana dan prasarana pendidikan
yang tersedia. Dengan berkembangnya sarana dan prasarana pendidikan
diharapkan mutu pendidikan semakin meningkat. Sampai tahun 2011, jumlah
sekolah yang ada di Kecamatan Banggae untuk setiap tingkatan baik swasta
maupun negri yaitu 14 unit Taman Kanak-Kanak (TK), 36 unit Sekolah Dasar
(SD/MI), 3 Unit Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTS), 3 unit Sekolah
Menengah Atas (SMA/SMK/MA).
Dengan adanya Program Pemerintah Wajib Belajar 9 Tahun, diharapkan
makin mengurangi jumlah anak usia sekolah yang putus sekolah dan makin
banyaknya anak-anak yang mengenyam dunia pemdidikan. Jumlah murid
sekolah di Kecamatan Banggae tahun 2011 untuk setiap tingkatan sekolah adalah
713 murid TK, 5.346 murid SD/MI, 1.060 murid SMP/MTS, 232 murid SMA.
Sedangkan jumlah guru adalah 74 guru TK, 428 guru SD/MI, 76 guru
SMP/MTS, dan 72 guru SMA/SMK/MA.
Ratio murid guru menggambarkan banyaknya jumlah murid yang diajar oleh
seorang guru pada tingkatan sekolah tertentu. Di Kecamatan Banggae Timur

13

ratio murid-guru SD/MI tahun 2011 sebesar 12,5. Artinya 1 orang guru SD/MI
mengajar rata-rata mengajar 12 atau 13 orang murid.
2.5.

Pemerintahan
Pada tahun 2011 Kecamatan Banggae mengalami pemekaran wilayah baik
di tingkat Desa/Kelurahan maupun dusun. Pada tahun sebelumnya Kecamatan
Banggae hanya memiliki 4 Kelurahan saja kemudian

mekar menjadi 6

Kelurahan dan 2 Desa di tahun 2011. Jumlah Satuan Lingkungan Setempat


(SLS) juga bertambah, yang semula 34 lingkungan mekar menjadi 10 dusun dan
34 lingkungan. Kelurahan Totoli memiliki 6 lingkungan, Kelurahan Baru
memiliki 6 lingkungan. Kelurahan Pangali-Ali memiliki 10 lingkungan,
Kelurahan Banggae memiliki 4 lingkungan, Kelurahan Rangas memiliki 4
lingkungan, Desa Palipi Soreang memiliki 5 dusun dan Desa Pamboborang
memiliki 5 Dusun.
Kelurahan di Kecamatan Banggae yang memiliki jumlah Pegawai
pemerintahan terbanyak adalah Kelurahan Banggae dengan jumlah pegawai 14
orang sedangkan yang terendah adalah Desa Palipi Soreang dan Desa
Pamboborang dengan jumlah pegawai masing-masing sebanyak 1 orang. Instansi
yang memiliki pegawai terbanyak adalah Puskesmas Banggae I yang memiliki
pegawai sebanyak 42 orang. Sedangkan untuk Badan Pusat Statistik (BPS)
sendiri hanya memiliki satu orang pegawai yang berkedudukan

di kantor

Kecamatan atau biasa disebut dengan Koordinator Statistik Kecamatan (KSK).

14

Jika dilihat dari jenis kelaminnya, pagawai pemerintahan di Kecamatan


Banggae mayoritas berjenis kelamin perempuan. Dari 177 pegawai pemerintahan
yang ada sekitar 102 orang adalah perempuan atau sekitar 58 persen, sedangkan
75 orang adalah laki-laki atau sekitar 42 persen.
2.6.

Kesehatan
Pemerintah daerah terus melakukan peningkatan dalam memenuhi standar
kesehatan masyarakat terutama dalam hal pengadaan fasilitas kesehatan serta
peningkatan kualitas dan kuantitas petugas kesehatan.
Jumlah Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) jauh lebih banyak dibanding
Puskesmas Pembantu (Pustu), Polindes dan Poskedes, namun ini tidak berarti
Posyandu lebih banyak dikunjungi masyarakat. Hal ini dikarenakan Posyandu
hanya aktif sekali dalam satu bulan. Puskesmas/Pustu merupakan tempat yang
paling banyak dikunjungi sebagai tempat berobat jalan masyarakat di Kecamatan
Banggae. Fasilitas kesehatan yang ada di Kecamatan Banggae hingga tahun 2011
adalah 1 unit Rumah Sakit Umum, 1 unit Puskesmas, 2 unit Pustu, dan 31 unit
Posyandu yang tersebar di seluruh Desa/Kelurahan.
Tenaga media mempunyai peranan yang sangat penting dalam peningkatan
standar kesehatan suatu wilayah. Jumlah tenaga medis yang ada di Kecamatan
Banggae dirasa masih sangat kurang jika harus melayani seluruh masyarakat.
Sehingga kedepannya perlu penambahan dalam hal kualitas maupunn
kuantitasnya. Hingga tahun 2011 hanya ada 3 tenaga dokter bertugas di

15

kecamatan ini. Jumlah perawat dan bidan yang bertugas di puskesmas maupun di
sarana kesehatan lain masing-masing 17 orang dan 52 orang.
Dilhat dari jumlah pasien puskesmas di Kecamatan Banggae, peserta Askes
mengalami penurunan dari tahun 2010 ke tahun 2011 sebesar 5,3 persen.
Demikian pula untuk pasien non-askes yang mengalami penurunan sekitar 9,5
persen. Sedangkan pasien yang menggunakan fasilitas bebas bayar mengalami
penurunan sekitar 24,2 persen.

2.7. Listrik Dan Air

Listrik merupakan sumber penerangan yang sangat dibutuhkan oleh


masyarakat, pelaku bisnis, kantor-kantor pemerintah maupun lembaga sosial
lainnya. Sampai saat ini, dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat
Kecamatan Banggae masih bergantung pada Perusahaan Listrik Negara. Listrik
bersama dengan sub-sektor penunjang utama dari berbagai macam kegiatan, baik
kegiatan ekonomi maupun sosial.
Setiap tahunnya jumlah pelanggan listrik PLN di Kecamatan ini mengalami
peningkatan. Pada tahun 2008 tercatat ada sekitar 5.440 rumah tangga pelanggan
listrik, kemudian meningkat menjadi 5.573 rumah tangga di tahun 2009. Dan
berdasarkan catatan terakhir tahun 2011 jumlah pelanggan listrik PLN sudah
mencapai 6.057 rumah tangga atau meningkat 11 persen dari tahun 2008.

16

Berdasarkan data tahun 2010, Kelurahan Pangali-Ali merupakan kelurahan yang


memiliki jumlah pelanggan PLN tertinggi yakni 1.515 rumah tangga,
Kelurahan Banggae sebanyak 1.400 rumah tangga, Kelurahan Totoli sebanyak
1.318 rumah tangga, dan Kelurahan Baru memiliki jumlah pelanggan PLN
terkecil yakni 601 rumah.

Jumlah pelanggan PDAM di Kecamatan Banggae dari tahun 2009-2011 juga


mengalami peningkatan. Tahun 2009 tercatat sebanyak 1.789 rumah tangga
berlangganan air bersih PDAM. Kemudian meningkat menjadi 2.220 rumah
tangga di tahun 2010. Dan tahun 2011 jumlah pelanggan PDAM telah mencapai
2.445 rumah tangga.
2.8.

Pertanian
Sektor pertanian merupakan salah-satu sektor yang berperan penting
terhadap perekonomian Kecamatan Banggae. Hal tersebut dapat dilihat dari
banyaknya penduduk di kecamatan ini yang bekerja sebagai petani dan nelayan.
Adapun komoditi bahan makanan utama yang dihasilkan oleh petani adalah
jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, dan kacang hijau. Sedangkan dari hasil
perikanan adalah ikan tuna, ikan cakalang, ikan tongkol, ikan layang, ikan
terbang, ikan bambangan merah, ikan campuran, dll.

17

Meskipun mengalami penurunan, produksi ubi kayu di Kecamatan Banggae


masih tinggi yaitu sebesar 580 ton pada tahun 2011. Sedangkan produksi jagung
pada tahun 2011 adalah sebesar 38 ton dengan produktivitas 4,2 ton/Ha. Angka
ini juga mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan produksi tahun
sebelumnya sebesar 21 ton. Produksi ubi jalar juga mengalami peningkatan lebih
dari dua kali lipat di tahun 2011, yang mulanya sebesar 32 ton menjadi 80 ton.

Dari hasil perikanan laut, ikan terbang merupakan komoditi yang memiliki
produksi terbesar selama tahun 2011 yaitu sebesar 495,3 ton dan tahun
sebelumnya sebesar 337,5 ton. Produksi terkecil berasal dari komoditi ikan
bambangan merah yaitu sebesar 33,2 ton. Angka ini menurun dibandingkan
tahun sebelumnya yaitu sebesar 60 ton.

18