Anda di halaman 1dari 6

EFEK KEPERILAKUAN PADA PERSYARATAN

PELAPORAN
DISUSUN
OLEH :

Nurul aini
Raudhatul Jannah
Utari Putri Primasari

: 1301103010009
: 1301103010037
: 1301103010137

UNIVERSITAS SYIAH KUALA


FAKULTAS EKONOMI
DARUSSALAM-BANDA ACEH
2015

KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya berkat Rahmat
dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan

makalah ini dalam mayta kuliah

Akuntansi Keprilakuan. Makalah ini tentunya dapat terselelesaikan dengan baik atas dukunngan
berbagai pihak. Makalah ini dapat terselesaikan dengan materi Dimensi keperilakuan pada
pengendalian internal.
Dalam menyusun makalah ini kami banyak mendapat bantuan serta dukungan dari
berbagai pihak. Maka dengan penuh kerendahan hati kami mengucapkan banyak terimakasih
kepada pihak- pihak yang telah banyak membatu dalam menyelesaikan makalah ini.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak
kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan sehinga perlu dibenahi. Oleh karena itu, kami
sangat mengharapkan kritik serta saran yang sifatnya membangun guna kesempurnaan makalah
ini, agar makalah ini dapat berguna serta bermafaat bagi pengembangan wawasan. Kami
berharap makalah ini dapat bermamfaat bagi pembaca pada umumnya dan penyusun pada
khususnya.

Penulis,

Efek Keperilakuan pada Persyaratan Pelaporan


A. Persyaratan Pelaporan
Dunia saat ini penuh dengan persyaratan untuk melaporkan informasi kepada orang lain
tentang siapa atau apa kita ini, bagaimana kita menjalankan hidup kita, bagaimana kita
mengerjakan pekerjaan kita, bagaimana keadaan dari orang dan benda untuk mana kita
bertanggung jawab, dan seterusnya. Hal-hal ini pada umumnya disebut sebagai persyaratan
pelaporan, meskipun beberapa diantaranya mungkin tidak dapat dipaksakan.
Intisari dari proses akuntansi adalah komunikasi atas informasi yang memiliki implikasi
keuangan atau manajemen. Karena pengumpulan dan pelaporan informasi mengonsumsi sumber
daya, biasanya hal tersebut tidak dilakukan secara sukarela kecuali pelapor yakin bahwa hal ini
akan mempengaruhi sipenerima untuk berperilaku sebagaimana yang diinginkan oleh pelapor.
Informasi yang dilaporkan adalah bagian yang penting dari proses pengelolaan dan
pengendalian organisasi. Tanpa informasi, manajer, kreditor, dan pemilik tidak dapat mengatakan
apakah segala sesuatu berjalan sesuai dengan rencana atau apakah tindakan korektif diperlukan.
Persyaratan pelaporan dikenakan dan dipaksakan oleh beraneka ragam orang dan organisasi
dengan cara yang beraneka rupa.
B. Bagaimana Persyaratan Pelaporan Mempengaruhi Perilaku
Persyaratan pelaporan dapat mempengaruhi perilaku pelapor dalam beberapa cara.
Bentuk lain dari pengukuran yang digunakan dalam organisasi, seperti audit dan pengamatan
langsung, juga memiliki banyak dampak yang sama terhadap persyaratan pelaporan, selain
dampak spesifiknya sendiri.
1. Antisipasi Penggunaan Informasi
Pengirim menggunakan persyaratan pelaporan itu sendiri, bersama-sama dengan
informasi lainnya, untuk mengantisipasi bagaimana penerima akan bereaksi terhadap
informasi yang dilaporkan. Karena orang pada umumnya bereaksi dengan cara-cara yang
mereka yakin akan mengarah pada hasil yang mereka inginkan, pengirim informasi tersebut
mencoba untuk menyimpulkan bagaimana penerima informasi akan menggunakan dan
bereaksi terhadap informasi yang disediakan.

Dalam konteks manajemen, pengirim seringkali dianggap bertanggung jawab untuk


mengendalikan hal-hal yang juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor lain yang tidak dapat
dikendalikan oleh sipengirim.
2. Prediksi Si Pengirim Mengenai Penggunaan si Pemakai
Kadang kala, seseorang merasa pasti mengenai bagaimana penerima akan
menggunakan informasi, sementara pada waktu-waktu lain seseorang tidak merasa mengenai
bagaimana informasi tersebut digunakan. Jika setiap orang selalu jelas dan jujur mengenai
bagaimana mereka akan menggunakan informasi yang dilaporkan, maka akan terdapat lebih
sedikit masalah, tetapi masi tetap ada kemungkinan bahwa informasi tersebut akan kemudian
digunakan dalam cara-cara yang tidak dimaksudkan ketika pertama kali informasi tersebut
diminta.
Dalam kasus-kasus lain adalah jelas dari respon penerima, atau kurangnya respon
penerima, bahwa mereka tidak menggunakan informasi yang dilaporkan seperti yang mereka
katakana.
3. Insentif/Sanksi
Kekuatan dan sifat dari kekuasaan penerima terhadap pengirim adalah penentu yang
penting mengenai seberapa besar kemungkinan bahwa sipengirim akan mengubah
perilakunya. Semakin besar potensi yang ada bagi sipenerima, untuk memberikan
penghargaan atau sanksi kepada sipengirim, semakin hati-hati sipengirim akan bertindak
dalam memastikan bahwa informasi yang dilaporkan dapat diterima oleh sipenerima.
4. Penentuan Waktu
Waktu adalah faktor penting dalam menetukan apakah persyaratan pelaporan akan
menyebabkan perubahan dalam perilakupengirim atau tidak. Supaya persyaratan pelaporan
dapat menyebabkan pengirim mengubah perilakunya, ia harus mengetahui persyaratan
pelaporan tersebut sebelum ia bertindak. Jika persyaratan pelaporan hanya terjadi setelah
pengirim telah bertindak, maka tidak ada peluang untuk mengubah perilaku masa lalu
5. Strategi Respons iterative
Ketika suatu persyaratan pelaporan baru dikenakan, strategi yang paling murah
adalah untuk terus berperilaku seperti biasa, melaporkan sejujurnya perilaku tersebut, dan
menunggu reson dari penerima. Jika tidak ada respon, maka strategi tersebut dapat
diteruskan.

6. Pengaruh Perhatian
Dampak mengarahkan perhatian dapat dianggap sebagai dampak dari pencatatandan
bukannya dampak dari pelaporan informasikarena dampak tersebut timbul dari kepentingan
pengirim itu sendiri dan tidak bergantung pada informassi yang dilaporkan kepada siapapun.
Tetapi, dampak tersebut dipertimbangkan karena dapat terjadi sebagai respon terhadap
persyaratan pelaporan dari luar, meskipun hal tersebut juga dapat terjadi tanpa adanya
persyaratan tersebut.
C. Dampak dari Persyaratan Pelaporan
Persyaratan pelaporan dapat mempengaruhi perilaku disemua bidang seperti :
1. Akuntansi Keuangan
Badan-badan yang berwenang dalam akuntansi keuangan di Amerika Serikat,
termasuk Securities Exchange Commission (SEC), Financial Accounting Standards Board
(FASB), dan Financial Executive Research Foundation (FERF), telah mengakui dampak
potensial yang dimiliki oleh persyaratan pelaporan terhadap perilaku korporat. FASB dan
FERF baru-baru ini mulai mendorong dan mendukung investigasi mengenai dampak
semacam itu dan mempertimbangkannya secara eksplisit dalam proses penetapan standar.
2. Akuntansi Perpajakan
Akuntansi perpajakan keperilakuan merupakan bidang yang relative masi belum di
eksplorasi. Tetapi, bidang tersebut tentu saja merupakan bidang yang sensitive dalam
kaitannya dengan persyaratan pelaporan. Beberapa orang bahkan percaya bahwa persyaratan
pelaporan pajak yang sekarang melanggar hak konstitusional. Umumnya dipandang bahwa
persyaratan pelaporan pajak adalah rumit dan sulit bagi banyak pembayar pajak.
3. Akuntansi Sosial
Hanya seditkit saja yang diketahui mengenai dampak dari akuntansi sosial terhadap
pengirim informasi. Masih terdapat relative sedikit akuntansi sosial bagi public, dan
kebanyak riset mengenai hal itu berkaitan dengan dampak terhadap penerima dari informasi
yang dilaporkan. Karena akuntansi sosial eksternal masih bersifat sukarela, maka tidak
terdapat dampak apapun terhadap pelaporan secara sukarela.

4. Akuntansi Manajemen

Manajemen dapat memberlakukan persyaratan pelaporan internal apapun yang


diinginkannya kepada bawahan. Pos0pos yang dilaporkan secara internal dapat bersifat
keuangan, operasional, sosial, atau suatu kombinasi.
D. Penilaian Dampak Terhadap Pengirim Informasi
Terdapat banyak cara untuk menilai dampak dari persyaratan pelaporan terhadap
pengirim informasi. Yang paling tersedia adalah pengambilan keputusan deduktif, yang
melibatkan pemikiran secara hati-hati mengenai bagaimana persyaratan pelaporan akan
berinterasksi dengan kekuatan-kekuatan motivasional lainnya guna membentuk perilaku
manajer. Teknik ini sebaiknya selalu digunakan sebelum memberlakukan suatu persyaratan
pelaporan.
Metode lain adalah dengan menanyakan kepada para pelapor mengenai perilaku mereka.
Suatu cara formal untuk melakukan hal ini adalah dengan survey, yang dapat terdiri atas
pertanyaan-pertanyaan sempit dengan kemungkinan tanggapan yang ditentukan atau atas
pertanyaan-pertanyaan sempit dengan kemungkinan tanggapan yang ditentukan atau atas
pertanyaan-pertanyaan sempit dengan kemungkinan jawaban yang terbuka atau atas gabungan
dari keduanya.