Anda di halaman 1dari 29

TUMOR OTAK

Dr.Usman G Rangkuti SpS


SMF Saraf RSUD dr.Soebandi
Jember

Batasan

Tumor otak atau tumor intrakranial


adalah neoplasma yang timbul di dalam
tengkorak atau adanya proses desak
ruang.

Fisiologi

Tengkorak terisi oleh 3 jaringan, yaitu

1.Jaringan otak
2.Darah dan pembuluh darah
3.Likuor serebrospinalis

Bila terdapat neoplasma dalam tengkorak


maka yang pertama mengalami
pendesakan adalah likuor serebrospinalis,
sehingga menimbulkan papil edema.
Kemudian akan mendesak darah dan
pembuluh darah sehingga timbul
gangguan sirkulasi, penurunan
permeabilitas dinding vena Keadaan ini
menimbulkan edema otak dan akhirnya
akan meningkatkan tekanan intra
kranial ( TIK ).
Desakan terakhir akan mengenai
jaringan otak.

Pada jaringan otak terdapat dua jaringan yang


keras, yaitu :
1.Tentorium serebeli ; memisahkan supra tentorial dengan
infra tentorial.
2. Falks serebri ; memisahkan fossa kranii (anterior & medial)
kiri dan kanan.

Edema otak akan menimbulkan


kelainan-kelainan :

1.Jaringan supra tentorial akan di desak ke


bawah melalui hiatus tentorii. Jaringan yang
terdesak adalah bagian medial lobus
temporalis, yang akan menekan pula N III,
dan kemudian batang otak.
Penekanan N III , memberi gejala-gejala :
ptosis, midriasis, dan gangguan gerakan
bola mata.
Penekanan batang otak memberi gejala :
penurunan kesadaran, dan hemiparesis.
Gejala-gejala tersebut diatas menunjukkan
adanya herniasi tentorial.

2. Jaringan infra tentorial, yaitu tonsila serebeli akan


di desak melalui foramen magnum sehingga
mendesak medulla oblongata yang mengakibatkan
koma dan gangguan pusat pernafasan.

Klasifikasi
Berdasarkan lokasi tumor yang paling sering
dijumpai :

Tumor supra tentorial


Hemisfer otak

Glioma : Glioblastoma
multiforme,Astrositoma,Oligodendroglioma
Meningioma
Tumor metastase

Tumor struktur median

Adenoma hipofise
Tumor glandula pinealis
Kraniofaringioma

Tumor infra tentorial


Skhannoma akustikus
Tumor metastase
Meningioma
Hemangioblastoma

Gambaran klinis
Gejala umum :
Nyeri kepala hebat saat bangun tidur, yang
bertambah berat bila batuk, mengejan atau
menundukkan kepala
Muntah proyektil (tanpa rangsangan tiba-tiba
muntah )
Apatis, kesadaran menurun
Kejang
Proses berfikir menjadi lambat ( bradipsikisme )
Papil edema
Bradikardi ( detak jantung < 60 kali per minit )

Gejala spesifik :
Gejala ini spesifik pada daerah tertentu di
otak. Namun perlu diwaspadai akan
adanya tanda lokasi yang menyesatkan
( false localizing sign ), yaitu gejala
ditimbulkan bukan oleh tumornya sendiri
( mis : gangguan N III, VI, oleh karena
TIK yang meningkat ).

1.Tumor lobus frontalis

Bradipsikisme

Gangguan N I ipsi lateral

Gangguan N II ( papil atrofi ipsi lateral


dan papil edema kontra lateral )

Trias ini dikenal dengan Foster-Kennedy


syndrome.
2.Tumor pada bagian konveksitas

Epilepsi Jackson

Hemiparesis

Afasia

3.Tumor lobus temporalis

Epilepsi psikomotor

Hemianopsia

Hemiparesis
4.Tumor lobus oksipitalis

Gangguan visus

Halusinasi optic
5. Tumor serebelum

Ataksia

Dismetria

Disdiadokokinesia

Intension tremor

Hipotonia

Diagnosis

Pemeriksaan ditujukan sesuai dengan


arah anamnesis dan gejala yang didapat.
Funduskopi : tanda-tanda papil edema
Pemeriksaan yojana penglihatan :
adanya bintik buta yang membesar dan
penyempitan yojana yang konsentris.
Foto tengkorak
CT-Scan kepala
Arteriografi

Jenis-jenis tumor
1.
GLIOMA
Merupakan tumor otak yang paling sering
dijumpai ( 45 % ), terdiri atas sel glia, sehingga
menyebabkan pertumbuhannya infiltratif.
a.Glioblastoma multiforme ;
Merupakan bentuk yang terbesar dan ganas,
dengan kematian dalam jangka 1 2 tahun.
Sel tumbuh cepat yang pada preparat tampak
banyak mitosis dan hiperkrome nuclei.
b.
Astrositoma ;
Glioma bentuk ini tumbuh pelan-pelan,
sehingga sering menyebabkan keterlambatan
diagnosis.

c. Ependimoma ;
Merupakan glioma yang tumbuh dari
jaringan ependim, yaitu epitel yang
melapisiventrikel bagian dalam.
Pertumbuhannya sering perlahan-lahan.
Bila tumbuh cepat akan menyumbat
ventrikel dan menimbulkan gangguan
aliran likuor serebrospinalis.
d. Oligodendroglioma ;

Tumor ini berasal dari sel-sel oligodendroglia.


Tumbuhnya lambat, sehingga diagnosis sulit
ditegakkan. Didalam tumor ini dapat
ditemukan kalsifikasi, kista, dan perdarahan.

2. Meningioma
Merupakan tumor yang berasal dari
selaput otak, bersifat kompresif dan bukan
infiltratif. Pertumbuhan umumnya lambat.
Kadang-kadang memberi gejala non
spesifik bila meningioma terdapat pada
dasar konveksitas lobus frontalis. Gejalagejala spesifik timbul bila tumor
mengadakan penekanan pada daerah
tertentu di otak.
3.Neuroblastoma ;

Tumor yang terdapat pada anak-anak, letaknya


di garis tengah serebelum, penderita sering
jatuh ( ataksia ).

4.Pinealoma ;

Tumor ini terletak di tengah-tengah, yang


menekan ventrikel sehingga menyebabkan
kenaikan TIK, penderita tidak dapat melihat
ke atas oleh karena gangguan FLM akibat
hidrosefalus ( Sindrome Parinaud ).
5.Kraniofaringioma ;

Tumor ini terbanyak pada anak-anak, terletak


supraselar, berbentuk kista. Merupakan sisa
jaringan embrional ( kantung Rathke ), yang
mengalami kalsifikasi. Bila tumor ini
membesar, akan menekan ventrikel III
sehingga timbul hidrosefalus dan bila
dibiarkan berlanjut akan menekan hipofise,
sehingga timbul gangguan hormonal maupun
gangguan pertumbuhan.

6.Neurinoma Akustikus ;

Merupakan tumor ekstramedular yang


tumbuh pada N VIII yang keluar dari
nukleusnya pada medulla oblongata,
terletak pada sudut antara pons dan
serebelum, sehingga disebut cerebellopontine angle tumor. Pada sudut ini
ditemukan saraf otak VIII, VII, V,
sehingga selain gangguan pendengaran
terdapat juga gangguan sensibilitas
wajah dan gangguan refleks kornea
ipsilateral, serta gangguan N VII perifer.

Bila tumor berlanjut akan menimbulkan gejalagejala serebelum.

7.Karsinoma Nasofaring ;

Merupakan tumor yang tumbuh di fosa


Rosenmuller pada nasofaring.
Histopatologi terdiri dari transitional cell
Ca, yang merupakan sel dengan
tingkatan sangat muda, sehingga
bersifat ganas. Tumor tersebut tumbuh
dan menembus dasar tengkorak fosa
anterior dan menimbulkan gangguan
nervus III, IV, dan VI.

Gangguan lokal pada hidung dan gangguan


lokal pada telinga seakan-akan buntu karena
gangguan pada tuba eustachi akibat
pertumbuhan tumor pada fosa Rosenmuller.

8.Tumor Hipofise

Tumor berasal dari kelenjar hipofise.


Terdapat gejala hipofiseal yang sesuai
dengan jenis tumor, yaitu :

Gangguan endokrin berupa amenore


pada wanita, dan impotensi pada lakilaki. Gangguan kiasma optika
menimbulkan hemianopsia bitemporalis.

Adenoma eosinofil

Gangguan hipofise berupa akromegali.

Adenoma kromofob

Adenoma basofil

Gangguan hipofise berupa sindrom


Cushing, muka tampak fullmoon face.

Penatalaksanaan

Tujuan terapi tumor otak sedapat mungkin


adalah untuk mengecilkan massa tumor otak
(cytoreduction) sedemikian rupa sehingga sisasisa tumor yang tertinggal dapat diberantas
dengan reaksi pembelaan imunologis dari tubuh
sendiri. Mekanisme ini baru berjalan bila tumor
diperkecil sampai 0,0001 gram saja.
Tumor otak yang beratnya mencapai 100
gram (termasuk edemanya) biasanya fatal,
oleh karena tengkorak merupakan ruang yang
tertutup, sehingga bila tumor lebih besar dari
100 gram akan menyebabkan suatu
pendesakan yang hebat dan menimbulkan
kematian.

Gejala tumor otak mulai timbul bila besar


tumor mencapai 30 60 gram,
tergantung juga dari lokasi tumor. Ahli
bedah saraf yang pandai biasanya hanya
dapat mengeluarkan setengahnya saja.
Oleh karena itu cytoreduction saja tidak
dapat menyembuhkan tumor otak.
Misalnya glioma (infiltratif) dengan
operasi masih tinggal setengahnya (15
30 gram), suatu jumlah yang sangat
besar perbedaannya dibandingkan
dengan 0,0001 gram.

Operasi
Operasi pada tumor otak berguna
untuk :

Diagnosa histologis yang tepat.


Dengan operasi dapat dilakukan cytoreduction
yang baik.
Dengan operasi dapat dihilangkan akibat suatu
tumor, seperti gangguan truktus piramidalis.
Dengan operasi penderita mendapat kesempatan
untuk menggunakan cara pengobatan lain,
misalnya kemoterapi.
Post operasi akan terjadi perubahan sifat tumor,
yaitu menjadi lebih sensitif terhadap radiasi atau
kemoterapi.

Radioterapi

Sedapat mungkin memastikan diagnosis jenis


tumor sebelum memulai dengan radiasi, oleh
karena masing-masing tumor mempunyai
karakteristik sendiri.

Kemoterapi

Di beberapa sentra, pada waktu ini digunakan


kemoterapi pada tumor otak, misalnya pada
giloma digunakan kombinasi lima obat: BCNU
(1, 3 bis 2 chlorethyl nitroso urea), CCNU (1
methyl 2 chloro 1 cyclohexyl nitroso urea),
vincristine, procarbazine, dan streptozotocin.
Obat-obat ini untuk dapat mencapai tumor di
otak harus melalui blood brain barrier,
sehingga cara pemberiannya harus
disuntikkan lewat arteria karotis atau waktu
operasi otak.

Prognosis
Untuk tumor otak sekunder (metastasis)
prognosis tergantung dari tumor primernya.
Pada tumor otak primer prognosis dipengaruhi
factor-faktor sebagai berikut :
- Umur
Lebih muda usia penderita lebih baik
prognosisnya.
- Demensia
Bila didapatkan tanda-tanda demensia
prognosis lebih jelek.
- Kejang
Bila gejala pertama penderita berupa kejang,
maka prognosis lebih baik oleh karena
penderita segera ke dokter (diagnosis lebih
dini).

Performance scale

Merupakan skala kemampuan penderita


melakukan tindakan yang berhubungan
dengan kehidupan sehari-hari, yang dibuat
berdasarkan pedoman dari Karnofsky.

Bila dapat bekerja, terutama dengan otak :


skala >80

Berjalan (walking)

Bila dapat berjalan, tanpa bekerja : skala 50


70

Bekerja (working)

Sakit

Bila penderita tidak dapat berjalan : skala <40


Makin tinggi skala Karnofsky, makin baik prognosis post operasi.

Berdasar atas karakteristik dari sel, yaitu

Heterogen atau homogen

Heterogen, berarti diferensiasi rendah,


sehingga terdapat campuran sel yang
muda dan sel dewasa, berakibat
prognosis jelek.
Homogen, berarti diferensiasi tinggi,
hanya didapatkan sel-sel dewasa,
sehingga prognosis lebih baik.

Pertumbuhan kinetik (kinetic


growth)
Sel-sel embrional mempunyai tingkat
mitosis yang tinggi, sehingga
perumbuhan tumor sangat cepat,
prognosis jelek.
Pemeriksaan kimiawi
Bila didapatkan fibrillary acid protein,
berarti ada sel glia yang mempunyai
deferensiasi tinggi, sehingga
prognosisnya baik.