Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sebuah nephelometer adalah alat stasioner atau portable untuk
mengukur partikulat tersuspensi dalam koloid cair atau gas. Sebuah
langkah nephelometer ditangguhkan partikulat dengan menggunakan sinar
(source beam) dan detektor cahaya diatur ke satu sisi (sering 90 ) dari
berkas sumber. Kerapatan partikel maka fungsi dari cahaya yang
dipantulkan ke detektor dari partikel. Sampai batas tertentu, seberapa
banyak cahaya mencerminkan untuk kepadatan tertentu partikel tergantung
pada sifat-sifat partikel seperti bentuk, warna, dan reflektifitas.
Nefelometer dikalibrasi untuk partikulat diketahui, kemudian gunakan
faktor lingkungan k-faktor untuk mengkompensasi debu berwarna terang
atau lebih gelap sesuai. K-faktor ditentukan oleh pengguna dengan
menjalankan nephelometer sebelah pompa sampling udara dan hasil
membandingkan.
Pemanfaatan

utama

dari

nefelometer

berhubungan

dengan

pengukuran kualitas udara untuk memantau polusi, pemantauan iklim, dan


visibilitas. Partikel udara umumnya baik kontaminan biologis, partikulat
kontaminan, kontaminan gas atau debu.
B. Rumusan Masalah
1. Apa itu nephelometer ?
2. Bagaimana prinsip kerja dari alat nephelometer ?
3. Bagaimana cara kerja dari alat nephelometer ?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui apa itu nephelometer.
2. Untuk mengetahui prinsip kerja dair alat nephelometer.
3. Untuk mengetahui cara kerja dari alat nephelometer.

D. Manfaat
1. Sebagai tugas dalam mata kuliah Instrumen Laboratorium semester III.
2. Memberikan informasi lebih tentang nephelometer.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian
Nephelometer adalah suatu alat untuk mengukur kekeruhan yang
memberikan hasil dalam satuan Nephelometric Turbidity Unit (NTU) yang
merupakan satuan standar untuk mengukur kekeruhan. Pada nephelometri
dan turbidimetri, sumber cahaya diproyeksikan melalui sampel cairan
yang disimpan dalam sampel transparan. Umumnya nephelometer
menggunakan sumber cahaya yang memiliki panjang gelombang relatif
singkat (misalnya 500 nm 800 nm) dan efektif digunakan untuk
mendeteksi partikel dengan ukuran sangat kecil. Sedangkan, turbidimetri
umumnya

menggunakan

sumber

cahaya

yang

memiliki

panjang

gelombang lebih panjang (misalnya 800 nm 1100 nm) dan efektif


digunakan untuk mendeteksi partikel dengan ukuran lebih besar. Jika
seberkas cahaya dilewatan melaluisampel keruh, intensitasnya dikurangi
dengan hamburan dan jumlah cahaya yang tersebar tergantung pada
konsentrasi dan distribusi ukuran partikel. Dalam nephelometri intensitas
cahaya yang ditransmisikan melalui sampel diukur.teknologi kekeruhan
telah distandarisasi untuk digunakan oleh badan-badan regulasi sebagai
patokan untuk kualitas umum air dan hubungannya dengan kesehatan
masyarakat. Standarisasi telah mengakibatkan pembatasan dalam ilmu
kekeruhan. Meskipun peraturan kendala, produsen ditantang untuk
memajukan teknologi. Studi terbaru menunjukan bahwa nephelometer
saat ini merukapan teknologi yang mampu dan akurat mengukur turunnya
angka kekeruhan hingga 0,3 NTU. Menghitung partikel menggunakan
beberapa jenis teknologi, tergantung pada aplikasi. Tiga teknologi yang
paling umum adalah zona listrik sensor, lampu-lampu sensor dan sensor
cahaya-mengaburkan. Mengaburkan sensor cahaya telah ditemukan untuk
menjadiyang paling berlaku bagi industri air minum. Instrument ini

biasanya mengukur partikel 2 m dan lebih besar serta dapat dengan


mudah memantau tanaman air limbah tanpa alat modifikasi.
Turbidity atau kekeruhan air dapat disebabkan oleh clay pasir, zat
organik dan anorganik yang halus, plankton dan mikroorganisme lainnya.
Standar kekeruhan air ditetapkan antara 5-25 NTU (Nephelometric
Turbidity Unit) dan bila melebihi batas yang telah ditetapkan akan
menyebabkan :
1. Mengganggu estetika
2. Mengurangi efekifitas desinfeksi air
Ada beberapa metode pengukuran kekeruhan yaitu :
1. Nephelometric method, nephelometric turbidity unit prinsip
kekeruhan air dengan cara ini adalah didasarkan pada
perbandingan intensitas cahaya yang disebabkan oleh suatu
larutan standard dalam kondisi sama, semakin tinggi intensitas
yang terserap makin tinggi kekeruhan alat yang digunakan
beberapa turbidi meter sampel tube.
2. Visual method, Jakson Turbidity Unit. Yang dimaksud dengan
visual method adalah pengukuran kekeruhan air dengan
menggunakan cadle turbidi meter. prinsip pengukuran adalah
didasarkan pada panjangnya cahaya melalui suatu susspensi
yang dihitung tepat pada saat bayangan nyala lilin (candle)
hilang. Makin panjang jalan candle turbidimeter, botol untuk
membandingkan kekeruhan secara visual.
3. Turbiditer holigne, digunakan untuk mengukur kekeruhan 015 unit. Prinsip kerjanya adalah penerangan efek tundal dalam
penyusunan sumber cahaya terhadap sampel air. Dalam hal ini
tidak digunakan suspensi standar.
B. Prinsip
Alat akan memancarkan cahaya pada media atau sampel dan
cahaya tersebut akan diserap, dipantulkan atau menembus media tersebut.

Cahaya yang menembus media akan diukur dan ditransfer kedalam bentuk
angka.
Nephelometry menitikberatkan pengukuran pada jumlah cahaya
yang disebar (scaterred) dari kuvet yang mengandung suspense partikel
dalam suatu cairan. Komponen-komponen dai nephelometer itu sama
dengan komponen yang terdapat pada spectrofotometer cahaya kecuali
pada detektor yang ditempatkan pada sudut yang khusus dari sumber
cahaya. Detektor merupakan sebuah tube fotomulitiplier yang ditempatkan
pada suatu posisi untuk mendeteksi cahaya yang tersebar. detektor bisa
ditempatkan pada sudut 90 , 70 atau 37 tergantung pada sudut mana
yang paling banyak ditemukan cahaya yang disebarkan. Karena jmlah
cahaya yang disebarkan jauh lebih besar daripada yang diteruskan dalam
suspensi turbid, maka nephelometri memiliki tingkat sensifitas yang lebih
tinggi daripada turbidimetri. Jumlah cahaya yang disebarkan, bergantung
pada jumlah dan ukuran partikel tersuspensi.
Ilustrasi :

Sebagian besar aplikasi klinis, sumber cahaya yang digunakan


adalah lampu tungsen, dimana tungsen memberikan cahaya dalam daerah
visible. Untuk sensitifitas yang lebih tinggi dan untuk aplikasi penentuan
ukuran dan jumlah partikel dalam suspense, digunakan laser light
nephelometer. Digunakan secara luas untuk menentukan konsentrasi zat
yang tidak diketahui dimana terdapat reaksi antigen-antibody seperti
penentuan immunoglobulin (total, IgG, IgE, IgM, IgA) didalam serum dan
cairan biologi lainnya.
5

C. Standar Operasional Prosedur


Sambungkan kabel power connector dengan terminal listrik dan

serial connector pada komputer


Hidupkan komputer dan buka program Nephelometer M903 dan

hidupkan alat dengan menekan tombol ON


Diamkan beberapa menit agar alat nephelometer stabil
Tekan Display hingga menunjukkan angka nol
Sebelumnya, siapkan sampel dengan baik sebelum menempatkan

kuvet dalam alat


Buatlah lama pengukuran setiap sampel dalam waktu yang sama
Pemilihan panjang gelombang
Masukkan kuvet sampel ke dalam alat dengan membuka tutup

bagian atas
Jika larutan dan partikel tersuspensi tidak berwarna, maka
gunakanlah panjang gelombang yang memberikan absorbansi

minimum untuk larutan


Jika partikelnya berwarna dan larutannya tidak berwarna maka
gunakanlah panjang gelombang yang memberikan absorbansi

maksimum terhadap partikel


Jika larutan dan partikelnya berwarna maka gunakan dua panjang
gelombang. Yang satu panjang gelombang yang memberikan
absorbansi minimum untuk larutan dan satu lagi absorbansi

maksimum untuk partikel


Alat akan membaca otomatis dan langsung muncul hasil dalam

bentuk angka per satuan NTU


Jika hasil telah keluar (pada layar), hasil dapat di-print pada menu

bar klik print


Setelah selesai, keluarkan kuvet lalu tutup program pada komputer,

matikan alat dengan menekan tombol OFF


Cabut kabel yang terhubung pada power connector dan kabel yang
terhubung pada serial connector

Hal-hal yang harus diperhatikan :

Turbiditas segera diukur untuk menghindari perubahan suhu


dan flokulasi partikel dan pengendapan agar tidak terjadi

perubahan sifat sampel


Jika terjadi flokulasi langsung diaduk,
Hindari pengenceran ulang
Hilangkan udara sebelum pengukuran dengan penggunaan
surfaktan jenis non-buih menggunakan ultrasonic bath atau

dengan pemanasan
Jika terjadi kondensasi pada sampel dingin, tunggu hingga
sampel memiliki suhu ruang, bersihkan embun dibagian luar

sel sampel
Saat kalibrasi, pastikan Nephelometer memberikan pembacaan

stabil pada seluruh jangkauan sensitivitas


Aduk sampel, tunggu hingga gelembung udara hilang, tuang
sampel kedalam sel

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Nephelometer adalah suatu alat untuk mengukur kekeruhan yang
memberikan hasil dalam satuan Nephelometric Turbidity Unit (NTU) yang
merupakan satuan standar untuk mengukur kekeruhan. Dengan prinsip,
alat ini akan memancarkan cahaya pada media atau sampel dan cahaya
tersebut akan diserap, dipantulkan atau menembus media tersebut. Cahaya
yang menembus media akan diukur dan ditransfer kedalam bentuk angka.
Dengan cara kerja yang harus benar-benar teliti dalam pengerjaannya serta
harus memperhatikan hal-hal yang penting sehingga tidak terjadi
kesalahan.
B. Saran
Makalah ini hanyalah makalah sederhana yang penuh dengan
kekurangan. Jadi penulis sangat mengharapkan kritik dan saran kepada
pembaca demi kelengkapan informasi mengenai isi makalah maupun
penulisan.

Daftar Pustaka
1. http://lembarankertasputih.wordpress.com/2011/05/01/turbidimetri-dannefelometri/
2. http://tutut-hardiyanti.blogspot.com/2012/05/nephelometric-turbidity-unitntu.html