Anda di halaman 1dari 2

Gunug Tujuh Terletak di wilayah kecamatan Teluk Batang yang dibatasi antara tiga

desa yaitu alur bandung, sungai paduan dan teluk batang Kabupaten Kayong Utara. Disebut
Gunung Tujuh karena memiliki tujuh bukit kecil. Secara geografis Teluk batang merupakan
wilayah yang didominasi flat land namun yang menariknya wilayah kecamatan pundukpunduk bukit yang akrab masyrakat teluk batang menyebutnya adalah Gunung Tujuh, disebut
gunung tujuh karena apabila dilihat dari kejauhan akan terlihat tujuh bukit yang berderetan.
Keberadaan nama gunung Tujuh kini semakin mencuat karena terdapat wacana yang
dimana Gunung Tujuh tersebut akan dibuka penambangan batu mineral yang mengandung
mineral granit. Sedikit yang saya deskripsikan batu granit adalah merupakan suatu batuan
terobosan yang terbentuk melalui sebuah proses pembekuan magma pada permukaan bumi
yang memiliki temperatur stabil. Batuan jenis granit ini memiliki sifat antara lain seperti
bersifat asam, fisik berbutir kasar atau sedang, memiliki warna terang yang keabuan,
kecoklatan serta kemerahan. Batuan jenis ini merupakan sebuah jenis batuan ang intrusif,
igneus, felsik, yang umum serta banyak ditemukan. Batuan Granit kebanyakan berbentuk
besar, kuat dan keras, oleh karena batuan jenis ini banyak sekali digunakan untuk batuan
konstruksi. Batu granit mempunyai banyak manfaat antara lain sebagai bahan baku
pembuatan tegel. Lembaran granit yang sudah dipoles juga dapat dipergunakan sebagai
ornamen dinding. Batuan ini lebih resisten akan sinar matahari dan air hujan.
Dilihat dari segi ekonomi bahwa kegiatan ini sangat menguntungkan, namun apabila
dilihar dari aspek lingkungan jelas bahwa kegiatan ini sangat berdampak negatif/merugikan.
Menurut Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), 70% kerusakan lingkungan di Indonesia
disebabkan oleh industri pertambangan yang ijin usaha-nya terus bertambah dan dipermudah
oleh pemerintah. Tahun 2013 terdapat 2686 Ijin Usaha Pertambangan (IUP) sudah diberikan,
dan konsekuensinya jutaan hektar pohon akan dibabat dalam proses pembersihan tanah, dan
jutaan ton tanah akan dikeruk dalam rangka ekstraksi bahan galian. Mengingat gunung tujuh
merupakan satu-satunya daerah resapan air. Yang menjadi andalan utama masyarakat disaat
musim kemarau. Apabila kegiatan eksploitasi ini tetap terus di lanjutkan, harus kemana lagi
masyarakat sekitar mencari resapan air. Tidak hanya krisis air yang terancam, namun semua
jenis flora fauna yang terdapat disana akan hilang. Sebaiknya seluruh stakeholder yang
berkecimpung dalam masalah ini untuk mempertimbangkan matang-matang. Melanjutkan
project ini sama saja dengan membunuh rakyat Kayong Utara spesifiknya Masyarakat teluk
batang yang mata airnya hanya tertumpu di wilayah gunung tujuh.