Anda di halaman 1dari 7

1.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan :


a. Pencemaran lingkungan
pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya
makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan,
atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh
proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat
tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat
berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya
b. Baku mutu lingkungan
Baku mutu lingkungan adalah batas kadar yang diperkenankan bagi zat atau
bahan pencemar terdapat di lingkungan dengan tidak menimbulkan gangguan
terhadap makhluk hidup, tumbuhan atau benda lainnya.
c. Daya dukung lingkungan
Daya dukung lingkungan adalah kondisi kemampuan lingkungan untuk
mendukung perkehidupan manusia dan makhluk lainnya
2. Tuliskan parameter fisik, kimia, biologi pada pencemaran air

Beberapa parameter yang digunakan untuk mengidentifikasi terjadinya pencemaran


lingkungan, serta mengetahui tingkat pencemaran itu. Parameter-parameter yang
digunakan sebagai indikator penemaran lingkugnan antara lain sebagai berikut
a. Parameter kimia
Parameter kimia meliputi CO2, pH, alkalinitas, fosfor dan kadang aktifitas berat.
b. Parameter biokimia
Parameter biokimia meliputi BOD ( biochemical Orxygen Deman), yaitu jumlah
oksigen yang terkandung atau terlalur di air. Cara pengukuran BOD adalah dengan
menyimpan sampel air yang telah diketahui kandungan oksigennnya selama 5 hari
dan kemudian diukur kembali kadungan oksigennya, BOD digunakan untuk
mengukur banyaknya pencemaran organik.
Di air yang normal dan alami, kadar pH adalah 6,5 8,5. Keasaman air dapat iukur
dengan kertas lakmus. Contoh lain adalah kandungan oksifen d dalam air minum
tidak boleh kurang dari 3 ppm
c. Parameter fisik
Parameter fisik meliputi temperatur, warna, rasa, bau, kejernihan dan kandungan
bahan radiokatif.
d. Parameter biologi
Parameter biologi meliputi ada atau tidaknya bahan organk/mikroorganisme seperti
bakteri coli, virus, bentos dan plakton. Organisme yang peka akan mati di lingkungan
air yang teremar.

Cotnoh: keadaan siput air dan planaria di sugnau atau perairan menunjukkan bahwa
air di sungai tersebut belum tercemar.

3. Apabila limbah masuk ke lingkungan, ada tiga kemungkinan yang


terjadi.jelaskan tiga kemungkinan tersebut menurut anda
Apabila limbah masuk ke dalam lingkungan, ada beberapa kemungkinan
yang ditimbulkan. Kemungkinan pertama, lingkungan tidak mendapat
pengaruh yang berarti; kedua, ada pengaruh perubahan tapi tidak
menyebabkan pencemaran; ketiga, memberi perubahan dan menimbulkan
pencemaran.

Limbah tidak memberi pengaruh terhadap lingkungan karena volume limbah kecil
dan parameter pencemar yang terdapat di dalamnya sedikit dengan konsentrasi kecil.
Karena itu andaikata masuk pun dalam lingkungan ternyata lingkungan mampu
menetralisasinya. Konsentrasi kandungan bahan yang terdapat dalam limbah
barangkali dapat diabaikan karena kecilnya. Ada berbagai parameter pencemar yang
menimbulkan perubahan kualitas lingkungan namun tidak menimbulkan
pencemaran,Artinya : lingkungan itu memberikan toleransi terhadap perubahan serta
tidak menimbulkan dampak negatif.
Dampak pencemaran limbah
Kualitas limbah sebagai pencemar lingkungan dipengaruhi berbagai faktor yaitu
volume limbah, kandungan bahan pencemar, frekuensi pembuangan limbah.
Penetapan standar kualitas limbah harus dihubungkan dengan kualitas lingkungan.
Adanya perubahan konsentrasi limbah menyebabkan terjadinya perubahan keadaan
lingkungan. Semakin lama lingkungan dituangi air limbah, semakin tinggi pula
konsentrasi bahan pencemar di dalamnya.
Menurut A. K. Haghi, 2011 kualitas limbah dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor
yang memengaruhi kualitas limbah adalah sebagai berikut.
1. Volume limbah, banyak sedikitnya limbah memengaruhi kualitas limbah. Jika
limbah di lingkungan terdapat dalam jumlah banyak, limbah tersebut
berbahaya. Akan tetapi, jika jumlahnya sedikit maka limbah tidak akan
membahayakan.
2. Kandungan bahan pencemar, kualitas limbah dipengaruhi oleh kandungan
bahan pencemar. Limbah dikategorikan berbahaya jika mengandung pencemar
berbahaya contoh logam berat. Jika limbah tidak mengandung bahan
pencemar berbahaya, berarti limbah tersebut tidak membahayakan.
3. Frekuensi pembuangan limbah, pembuangan limbah dengan frekuensi yang
tinggi akan menimbulkan masalah. Jika pembuanganlimbah dilakukan dengan
frekuensi yang rendah maka limbah tidak akan membahayakan.
Ketika zat-zat pencemar yang masuk ke dalam lingkungan sudah terlalu banyak
sehingga mengakibatkan tidak ada lagi kemampuan lingkungan untuk

menetralisasinya. Atas dasar ini perlu ditetapkan batas konsentrasi air limbah yang
masuk ke dalam lingkungan.
Dengan membatasi konsentrasi dan intensitas pembuangan limbah, walau dalam
jangka waktu seberapa pun lingkungan tetap mampu mentolerirnya. Toleransi ini
menunjukkan kemampuan lingkungan untuk menetralisasi ataupun mengeliminasi
bahan pencemaran sehingga perubahan kualitas negatif dapat dicegah. Dalam hal
inilah perlunya batasan-batasan konsentrasi yang disebut dengan baku mutu limbah.
Pada jangka waktu yang cukup jauh akan timbul kesulitan menetapkan perubahan
kualitas karena periode waktu yang demikian jauh. Dengan konsentrasi limbah
tertentu, tidak terjadi perubahan kualitas lingkungan. Artinya perubahan kualitas
lingkiungan tidak muncul dalam waktu relatif pendek bila hanya berdasarkan baku
mutu limbah. Perubahan hanya dapat dipantau pada masa-masa 20 atau 25 tahun yang
akan datang. Dengan demikian maka standar kualitas lingkungan perlu ditetapkan
sebagai bagian dari penetapan kualitas limbah.
4. Ada anggapan bahwa dampak masalah lingkungan hidup menjadi besar
karena kemajuan industri dan teknologi. Tuliskan usaha yang harus
dilakukan untuk mengatasi dampak yang ditimbulkan oleh kemajuan
industri dan teknologi

Cara menanggulangi dampak negatif INDUSTRI


1. Sampah/Limbah di tampung di bak penampungan dan limbah tersebut
dikelola dahulu
2. Lokalisasi daerah-daerah sumber emisi (industri-industri) dengan cara
menetapkan daerah industrial estate yang cukup jauh dari daerah
pemukiman penduduk.
3. Membagi daerah kota dalam berbagai zonifikasi sbb :

Daerah Non-Industri

Daerah Industri

Daerah Pusat Pemerintahan Kota, lokasi pergudangan atau


perbengkelan

Daerah Intercity transport (terminal, stasiun kereta api, bandara udara)


5. Untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan, maka perlu
dilaksanakan sistem pengelolaan lingkungan yang baik. Sistem
pengelolaan lingkungan yang baik yaitu menerapkan konsep produksi
bersih dan minimasi limbah penerapan produksi bersih dapat
dikelompokan menjadi 5 bagian. Tuliskan ke lima bagian tersebut

Secara garis besar pilihan penerapan produksi bersih dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1.

Perubahan bahan Baku

a.

Mengurangi atau menghilangkan bahan baku yang mengandung bahan berbahaya dan

beracun seperti logam berat dari zat warna pelarut (B3).

b.

Menggunakan bahan baku yang kualitasnya baik dan murni untuk menghindari

komtaminan dalam proses.


2.

Tata Cara Operasi dan Housekeeping

a.

Mencegah kehilangan bahan baku, produk maupun energi dari pemborosan, kebocoran

dan tercecer.
b.

Penanganan material untuk mengurangi kehilangan material akibat kesalahan

penanganan, habisnya waktu tinggal bagi bahan yang sensetif terhadap waktu.
c.

Penjadwalan produksi membentu mencegah pembororsan (energi, material dan air) dan

koordinasi pengelolaan limbah.


d.
e.

Segregasi/ memisahkan limbah menurut jenisnya untuk mengurangi volume limbah B3.
Mengembangkan manajemen perawatan sehingga mengurangi kehilangan akibat

kerusakan.
3.

Penggunaan Kembali

a.

Menggunakan kembali sisa air proses, air pendingin dan material lain didalam pabrik.

b.

Mengambil kembali bahan buangan sebagai energi. enciptakan kegunaan limbah sebagai

produk lain yang dapat dimanfaatkan oleh pihak luar.


4.

Perubahan Teknologi

a.

Merubah peralatan, tata letak dan perpipaan untuk memperbaiki aliran proses dan

meningkatkan efesiensi.
b.

Memeperbaiki kondisi proses sehingga meningkatkan kualitas produksi dan mengurangi

jumlah limbah.
5.

Perubahan Produk

a.

Merubah formulasi produk untuk mengurangi dampak lingkungan pada waktu digunakan

oleh konsumen.

1.

b.

Merancang produksi sedemikian rupa sehingga mudah untuk di daur ulang.

c.

Mengurangi kemasan yang tidak perlu. (Artiningsih)

Konsep Produksi Bersih memiliki 4 (empat) prinsip dasar, yaitu:


Prinsip kehati-hatian (precautionary), tanggung jawab yang utuh dari produsen agar tidak
menimbulkan dampak yang merugikan sekecil apapun.

2.

Prinsip pencegahan (preventive), penting untuk memahami siklus hidup produk (product life cycle) dari

3.
4.

pemilihan bagan baku hingga terbentuknya limbah.


Prinsip demokrasi, komitmen dan keterlibatan semua pihak dalam rantai produksi dan konsumsi.
Prinsip holistic, pentingnya keterpaduan dalam pemanfaatan sumber daya lingkungan dan konsumsi
sebagai satu daur yang tidak dapat dipisahpisahkan.
6. Untuk pelaksanaan pengendalian pencemaran telah diperkenankan
penggunaan teknologi bersih. Prinsip-prinsip teknologi bersih ada 3 cara.
Tuliskan ketiga cara tersebut

Dirancang secara komprehensif dan pada tahap sedini mungkin. Produksi Bersih
dipertimbangkan pada tahap sedini mungkin dalam pengembangan proyek-proyek baru atau
pada saat mengkaji proses atau aktivitas yang sedang berlangsung.
Bersifat proaktif, harus diprakarsai oleh industri dan kepentingan-kepentingan yang terkait.

Bersifat fleksibel, dapat mengakomodasi berbagai perubahan, perkembangan di bidang

politik, ekonomi, sosial-budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi dan kepentingan berbagai
kelompok masyarakat.
Perbaikan berlanjut
7. Usaha pencegahan, pengendalian dan penanggulangan pencemaran serta
dampak lain yang ditimbulkan dapat dirinci dalam 3 pendekatan, yaitu
pendekatan teknologi, pendekatan ekonomi dan pendekatan institusional.
Jelaskan masing-masing pendekatan tersebut.

Pendekatan Teknologi
Pendekatan teknologi merupakan pendekatan dengan cara-cara teknologi yang akan
digunakan dalam pencegahan, penanggulangan dan pengendalian dampak lingkungan.
Upaya mencegah dan mengurangi kerusakan sumber daya alam akan ditempuh
melalui cara teknologi yang sesuai dengan dampak yang ditimbulkan karena aktivitas
pembangunan Stadion misalnya :

Pengaturan jadwal dan sirkulasi kendaraan proyek secara efektif dan efisien agar

tidak menimbulkan permasalahan lalulintas.

Persyaratan kelengkapan penutup bak pada kendaraan proyek untuk menghindari

mengurangi terjadinya poluasi udara yang berupa debu.

Perbaikan mesin konstruksi secara periodik untuk mengurangi timbulan limbah

B3 yang berupa pelumas mesin (olie bekas) yang dapat menyebabkan pencemaran air
tanah.

Penataan ruang terbuka hijau untuk meningkatkan estetika di lingkungan stadion.

Penataan ruang parkir secara se optimal mungkin untuk menghindari terjainya

kemacetan lalulintas disekitar jalan utama.

b. Pendekatan Sosial Ekonomi Masyarakat


Pendekatan ini dimaksudkan guna mengakomodasi kemampuan dan potensi
penduduk sekitar kawasan Stadion untuk hidup secara bersama-sama sebagai satu
masyarakat yang selaras dan seimbang dengan lingkungan secara rukun tertib dan
aman. Dalam pelaksanaannya pendekatan ini diwujudkan melalui pengelolaan
operasioan stadion yang berorientasi pada wawasan lingkungan serta perencanaan
sistem pembiayaan terhadap pengelolaan lingkungan sesuai dengan periode tertentu
yang diusahakan oleh pihak pengelola stadion dan melakukan sosialisasi kepada
warga masyarakat tentang pembangunan stadion dan dampak-dampaknya, baik positif
maupun negatif.

c. Pendekatan Institusi
Pendekatan institusional merupakan upaya pengembangan sistem pengelolaan
lingkungan secara terpadu melalui pengembangan kerja sama dengan instansi yang
berkepentingan dan terkait dengan pengelolaan lingkungan hidup, mengembangkan
peraturan, mengembangkan pengawasan baik internal maupun eksternal dan
mengembangkan organisasi internal yang bertanggung jawab secara struktural dan
fungsional dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan seperti Kerja sama
pengelola stadion dengan pihak desa, dalam hal pelaksanaan sosialisasi kepada warga
masyarakat tentang pelaksanaan pengelolaan stadion untuk memberikan pemahaman
kepada masyarakat.
Upaya Pengelolaan Lingkungan hidup (UKL) tertuang dalam bentuk matriks
pengelolaan lingkungan yang merupakan tindakan sistematis dan implementatif
terhadap berbagai dampak negatif dan positif dari tahap pra kontruksi, tahap
konstruksi, hingga tahap pengoperasian stadion.
8. Pengolahan limbah cair dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu dengan
cara fisik, kimia, biologi. Berikan masingmasing 2 contoh pengolahan fisik,
kimia dan biologi

Pengolahan secara fisika. Pada umumnya sebelum dilakukan pengolahan lanjutan


terhadap air buangan diinginkan agar bahan-bahan tersuspensi berukuran besar dan

mudah mengendap atau bahan-bahan yang mengapung mudah disisihkan terlebih


dahulu. Proses flotasi banyak digunakan untuk menyisihkan bahan-bahan yang
mengapung seperti minyak dan lemak agar tidak mengganggu proses berikutnya.
Pengolahan secara kimia. Pengolahan air buangan secara kimia biasanya dilakukan
untuk menghilangkan partikel-partikel yang tidak mudah mengendap (koloid),
logam-logam berat, senyawa phospor dan zat organik beracun, dengan membubuhkan
bahan kimia tertentu yang diperlukan. Pengolahan kimia dapat memperoleh efisiensi
yang tinggi akan tetapi biaya menjadi mahal karena memerlukan bahan kimia.
Pengolahan secara biologis. Semua polutan air yang biodegradable dapat diolah
biologis, sebagai pengolahan skunder, pengolahan secara biologis dipandang sebagai
pengolahan yang paling murah dan efisien. Dalam beberapa dasawarsa telah
dikembangkan berbagai metode pengolahan biologis dengan segala modifikasinya.
Misalnya di dalam reaktor pertumbuhan melekat (attached growth reaktor),
mikroorganisme tumbuh di atas media pendukung seperti pada batu kerikil, dengan
membentuk lapisan film untuk melekatkan dirinya, oleh karena itu reaktor ini disebut
juga sebagai bioreaktor film tetap, berbagai modifikasi telah banyak dikembangkan
selama ini antara lain : trickling filter, cakram biologi, filter terendam dan reaktor
fludisasi. Seluruh modifikasi ini dapat menghasilkan efisiensi penurunan BOD sekitar
80%-90%. Apabila BOD air buangan tidak melebihi 4000 mg/l, proses aerob masih
dapat dianggap lebih ekonomis dari anaerob.