Anda di halaman 1dari 52

ALIRAN FLUIDA

RHEOLOGY

Jurusan Teknik Manajemen Industri


Pertanian
Fakultas Teknologi Industri Pertanian
Universitas Padjadjaran
2012

TUJUAN INSTRUKSIONAL
Setelah mempelajari Bab ini mahasiswa dapat:
1. Mendefinisikan dan membedakan berbagai
jenis dan sifat fluida
2. Mengukur dan menghitung viskositas flluida
3. Memecahkan permasalahan transportasi fluida
dalam penanganan hasil pertanian

PENDAHULUAN
Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal tiga jenis materi:
padat,cair dan gas. Meskipun zat cair dan gas berbeda dalam
banyak hal, tapi keduanya mempunyai karakteristik umum yang
membedakannya dengan zat padat, yaitu: zat cair dan gas
adalah fluida, yang resistensinya rendah dan akan berubah
bentuk jika dikenai gaya dibandingkan dengan zat padat.
Fluida merupakan substansi yang mengalami deformasi secara
kontinyu jika dikenai gaya atau tegangan geser sekecil apapun.
Sebaliknya, fluida berada pada kondisi diam jika tidak terdapat
gaya atau tegangan geser yang mengenainya dan, karenanya
seluruh gaya yang mengenai fluida tersebut harus tegak lurus
terhadap bidang datar dimana gaya tersebut beraksi

Fluida adalah substansi yang bila dikenai tekanan


akan mengalir tanpa mengalami disintegrasi.

Pengetahuan mengenai fluida sangat penting bagi STP, karena


operasi penanganan bahan pertanian umumnya dilaksanakan
sebagian atau seluruhnya pada fasa fluida
Penanganan pada fasa fluida sangat sederhana, murah dan aman
dibandingkan penanganan pada fasa padat.
Fluid Statics:
Mempelajari fluida dalam keadaan statis/diam dan berada pada
keadaan setimbang tanpa tegangan geser/shear stress
Fluid Mechanics:
Mempelajari pergerakan atau fluida yang bergerak dengan
mengaplikasikan ilmu mekanika khususnya statika dan dinamika
zat cair dan gas.

Rheologi
Ilmu yang yang mempelajari tingkah laku dan
deformasi fluida dalam keadaan statis
maupun dinamis. Pengetahuaan dan konsep
dasar Mekanika Fluida diperlukan

Bahan pangan merespon terhadap stress


(tegangan) dan strain (regangan)

KONSEP VISKOSITAS
Viskositas merupakan ukuran resistensi fluida terhadap
aliran
Viskositas menentukan besarnya gaya yang diperlukan
agar fluida tersebut mengalir pada KECEPATAN tertentu
Aliran fluida terjadi karena adanya gaya yang diberikan
pada fluida yang menyebabkan bergerak pada kecepatan
tertentu dan besarnya gaya tergantung dari viskositas
Aliran terjadi jika molekul-molekul fluida saling
bergeseran satu sama lainnya dalam arah tertentu pada
suatu bidang datar.

VISKOSITAS
Adanya pergeseran tersebut karena adanya
perbedaan kecepatan antar molekul yang
berdekatan, velocity gradient
Gradient Kecepatan (-dV/dr, ) disebabkan
oleh resistensi yang dikeluarkan oleh
molekul fluida karena adanya gaya dan
mengakibatkan pergeseran satu molekul
lebih cepat dari moekul yang lain.

VISKOSITAS
Resistensi suatu bahan untuk mengalir
atau berdeformasi disebut dengan
Stress atau Shear Stress ()
Gradient Kecepatan adalah ukuran
seberapa cepat sebuah molekul
bergeser satu dengan yang lainnya,
sehingga disebut juga Rate of Shear
(Laju Geser, Y)

adalah viskositas
Fluida Newtonian mempunyai konstan
dan tidak tergantung pada laju geser
Fluida yang mempunyai karakteristik
menyimpang dari sifat di atas disebut

Fluida Non-newtonian

FLUIDA NON-NEWTONIAN
Persamaan Power Law Model:

= K (Y)n 3
Persamaan Herschel-Bulkley:

= o + K (Y)n 4

o = Yield Stress
K = Consistency Index
n = Flow behaviour index

Dari pers. 2 dan 3 maka:

= [K (Y)n-1]Y
- o = [K (Y)n-1]Y

APPARENT VISCOSITY

app = K (Y)n ..6


app = /Y7
app = ( - o )/Y..8

VISCOSITY

F/A = = dV/dy
NEWTONS LAW
= DYNAMIC VISCOSITY Satuan: Poise ; Pa.det ; N.det/m2
1 Poise = 100 centipoise = 10-3 Pa.det.
= 100 g/m.det = 0.1 N.det/m2
KINEMATIC VISCOSITY
k=/

Satuan: m2/det

NEWTONIAN AND NON-NEWTONIAN FLUIDS


NEWTONIAN FLUIDS:
Fluida yang mematuhi Hukum Viskositas Newton
disebut fluida Newtonian
= (- dV )
dy
= tegangan geser/shear stress
= viskositas fluida
dV/dy = Laju geser, laju regangan/strain atau gradien
kecepatan
Seluruh gas dan kebanyakan zat cair yang
mempunyai rumus molekul yang lebih sederhana dan
berat molekul yang rendah seperti: air, benzena, ethyl
alcohol, hexane dan sebagian besar larutan dengan
molekul sederhana merupakan fluida Newtonian.

NON-NEWTONIAN FLUIDS
Fluida yang menyimpang dari Hukum Viskositas Newton disebut
fluida Non-Newtonian.
Persamaan Power Law Model:
= K (Y)n
Persamaan Herschel-Bulkley:
= o + K (Y)n
= Yield Stress
K = Consistency Index
n = Flow behaviour index
o

JENIS FLUIDA NON-NEWTONIAN


Time-Independent behaviors:
Bingham atau Plastic:
Resisten terhadap tegangan geser yang kecil namun akan mengalir dengan mudah bila
diberikan tegangan geser awal (o ) yang lebih besar, contoh: Odol, Jeli, beberapa jenis
slurries.
Pseudoplastic:
Kebanyakan fluida non-Newtonian masuk ke dalam katagori ini. Viskositasnya
menurun dengan meningkatnya velocity gradient, contoh: larutan polymer, darah.
Pseudoplastic fluids disebut juga sebagai Shear thinning fluids, dimana pada tegangan
geser (dV/dy) yang rendah fluida ini lebih kental dibandingkan fluida Newtonian, dan
pada tegangan geser yang tinggi akan berkurang viskositasnya.

Time-Independent behaviors (Lanjutan):


Dilatant:
Viskositas fluida meningkat dengan meningkatnya velocity gradient. Fluida ini
tidak umum ditemukan dalam industri pertanian , namun suspensi pati memiliki
karakteristik seperti ini. Fluida ini juga disebut sebagai shear thickening fluids.
Bingham pseudoplastic / Hersley-Buckley / Casson Type:
Kombinasi antara fluida bingham dengan pseudoplastic dimana memerlukan
tegangan geser awal untuk mulai bergerak, dan setelah bergerak akan menurun
viskositasnya sejalan dengan meningkatnya velocity gradient.

FLUIDA NON-NEWTONIAN, TIME DEPENDENT


Viskositas fluida ini tergantung pada suhu, laju geser dan waktu.
Tergantung dari bagaimana viskositasnya berubah karena
waktu sejalan dengan diaplikasikannya tegangan geser, fluida
ini mempunyai karakteristik, sbb.:
thixotropic (time thinning, yaitu viskositasnya menurun
terhadap waktu)
rheopectic (time thickening, yaitu viskositasnya
meningkat terhadap waktu)
Visco-elastic fluids Beberapa jenis fluida mempunyai sifat
elastis, yaitu akan kembali ke bentuk semula bila tegangan
geser dihentikan.

FLUIDA NON-NEWTONIAN, TIME DEPENDENT

Fluida thixotropic sangat umum terdapat dalam industri pangan


dan kimia, sedangkan fluida rheopectic sangat jarang.
CATATAN: beberapa fluida menunjukkan tingkah laku time
thinning karena struktur fluida tersebut pecah, dan
fenomena ini disebut dengan rheomalaxis.

Contoh fluida shear thinning:


cat
shampoo
slurries
konsentrat juice buah-buahan
kecap
Contoh fluida shear thickening:
pasir basah
konsentrat suspensi pati
Contoh fluida plastic:
pasta tomato
odol
hand cream
kecap kental manis

Contoh fluida thixotropic:


yoghurt,
cat
gelatin
cream
shortening
salad dressing etc.
Contoh fluida rheopectic:
pasta highly concentrated starch solution
Contoh fluida Visco-elastic:
Putih Telur

VISCOSITY

MATERIAL

DYNAMIC VISCOSITY

(Pa.s)

Air

10-5

Water

10-3

Olive oil

10-1

Glycerol

Liquid Honey

10

Glass

1040

PENGUKURAN VISKOSITAS
Viskosimeter
Viskosimeter Tabung atau Kapiler
Rotational Viskosimeter
Prinsip perhitungannya berdasarkan:
1. Persamaan Poiseuille untuk fluida Newtonian, dan
2. Persamaan Rabinowitsch-Money untuk fluida NonNewtonian

ALIRAN FLUIDA NEWTONIAN DALAM PIPA


(PENURUNAN PERS. POISEUILLE)

P1

P2

d
r
Gaya yang bekerja pada permukaan silinder
F = (P1 P2) (
Luas permukaan silinder
A = 2rL
Jadi Tegangan
Gesernya:
= {(P1
P2) (r2)} / 2rL
= {(P1 P2) r } / 2 L
............ 9
INGA !! = (- dV ),
dy

jadi

ALIRAN FLUIDA NEWTONIAN DALAM PIPA


(PENURUNAN PERS. POISEUILLE)
(- dV ) = (P1 P2)r
dy
2L
Integralkan sehingga:

dV = (P1 P2) - r dr
2L

V = (P1 P2) ( - r2 ) + C
2L
2
Pada Boundary Layer (kondisi batas), r =R, V = 0
Maka C = (P1 P2) (R2) / 4L , Jadi:
V = (P1 P2) ( R2- r2 ) = P (R2 r2) . 10
4L
4L
V adalah kecepatan titik (point velocity) dan sukar untuk diukur,
sehingga untuk memudahkan maka digunakan Kecepatan rata-rata,
yaitu Laju Aliran Volumetrik atau Debit dibagi denganLuas

dr

V
L
d
A jari-jari R, kontrol volume
Pipa dengan
adalah dinding silinder berbentuk donat
dengan ketebalan dr, dimana luas
penampangnya adalah
dA = [(r + dr)2 r2)] = (r2 + 2r dr + (dr)2
r2 )
= 2r dr + (dr)2,

Laju Aliran Volumetrik atau Debit (volume/waktu) melalui kontrol volume di atas:
VdA = 2rV dr
Volume total yang masuk melalui pipa merupakan integral dari debit melalui volume kontrol r = 0
sampai r = R, sehingga jika dimasukkan pada pers. 10:
R

V (R2) = (P1 P2) (2) (R2 r2)r dr


4L
0
R
V = (P1 P2) [ R2r2 - r4
4L
2

]
4 0

V = (P1 P2)R2
8L

V = (P)R2
8L

Persamaan Poiseuille

11

Brookfield Viscosimeters

CONTINUITY (Conservation of Mass)

If the flow is incompressible, 1 = 2


STREAMLINES - Lines joining points of equal velocity in a
flowFLOW CHARACTERIZATION
LAMINAR FLOW - Flow with parallel streamlines

REYNOLDS
NUMBER:
TURBULENT FLOWRe
- Flow
with non-parallel
streamlines Units:
In general:
= vL/
= vL/

NONE
For pipes: L = D

Re =1.54, Laminar Flow, Steady, No Fore/Aft Symmetry

Re =9.6, Laminar Flow, Steady, Separated Flow

Re =26, Laminar Flow, Steady,


Separated Flow

Re =140, Unsteady Transitional Flow, Karman Vortex Street,

Re =2000, Unsteady, Turbulent Flow

TRANSPORTASI FLUIDA

DASAR TRANSPORTASI FLUIDA


Transportasi dalam bentuk fluida
Efisiensi
Fluidisasi

Dasar perhitungan transportasi fluida


Kesetimbangan massa
Kesetimbangan momentum
Kesetimbangan Energi

KONSERVASI MASSA
(Persamaan Kontinuitas)

Tabung Alir, yaitu sekumpulan garis aliran yang membentuk a tube-li

Di dalam tabung tsb massa tidak dapat diciptakan dan dihancurkan.


Massa yang masuk ke dalam tabung alir dari sebelah kiri (misal
dengan laju 1 kg/det)
harus keluar dari sebelah kanan dengan laju yang sama (1 kg/det).

KONTINUITAS
Laju aliran massa keluar= 2A2V2
Laju aliran massa masuk=
1A1V1

Luas A1
Densitas 1
Kecepatan V1

Luas A2
Densitas 2
Kecepatan V2

KONTINUITAS
Dalam aliran KOMPRESIBEL
melalui tabung
AV= konstan
Dalam aliran INKOMPRESIBEL,
tidak berubah, sehingga:
AV = konstan

KONTINUITAS
AV adalah laju aliran volumetrik (Q) = debit
Q = dV/dt m3/detik
Q1 = Q2 = konstan

Laju aliran volumetrik pada fluida inkompresibel adalah kons

KARAKTERISTIK ALIRAN
STREAMLINES - Lines joining points of equal velocity
in a flow
LAMINAR FLOW - Flow with parallel streamlines
TURBULENT FLOW - Flow with non-parallel
REYNOLDS
streamlines NUMBER:

Re = DV/

For pipes:

Units: NONE

L=D
Re < 2000 Laminar Flow
2000 < Re < 4000 Transition

Flow

KESETIMBANGAN MOMENTUM
Momentum = massa x kecepatan aliran

M=mxv
=
kg.m.det-1
P2
A2
M2

P1
A1
M1

Laju aliran momentum = laju aliran massa x kecepatan


M=mxv
M = (kg.det-1) (m.det-1) = kg.m.det-2
M = mv = qv

KESETIMBANGAN ENERGI
Hukum Bernoulli
Kehilangan akibat friksi di dalam pipa
hf = f (L/D) (V2/2gc)
f = koefisien friksi yang tergantung dari Bilangan
Reynold dan kekasaran pipa