Anda di halaman 1dari 24

Nama : M.

hasan
Umur : 79 th
Kelamin : laki-laki
CM : 0-82-75-50

Pasien datang dengan keluhan tidak


BAB.Hal ini dialami os sejak 4 hari
yang lalu. Os mengatakan kentut
masi ada namun sedikt. Os tidak
pernah mengalami hal ini
sebelumnya. Penurunan berat badan
disangkal. Riw diare disangkal. Riw
BAB seperti kotoran kambing
disangkal. BAB berdarah disangkal.
Mual (-) muntah (-), BAK dalam batas

VS :
TD : 110/70
HR :100
RR : 20
T : Afebris

S/L :abdomen
I : Distentensi (-) Darm countur (-) darm
staifung (-), drain : 100 cc
A : peristaltik (+)
P : nyeri tekan (+),
P : timpani

RT

TSA : kentut
Mukosa : Licin
Ampula : kosong
Handscoon : feses
(-) darah (-)

LAB tanggal
27/72015

Hb : 11.8
Ht : 38
E : 6.8
Leu : 10.4
Tro : 236
CT : 2
BT : 7

Bil total :0.55


Bil direct : 0.35
Alb : 3.00
Glb : 4.9
Na/K/CL :
120/4.2/94
GDS : 78
Ur/ Cr : 49/ 0.56

Lab tanggal
29/7/2015

Hb : 10.2
Ht : 33
E : 5.9
Leu : 10.0
Tro : 291
Diftell : 0/1/82/12/5

Alb : 2.20
Glb : 3.00
Na/K/CL :
129/4.2/99
Ur/ Cr : 40/ 0.66

Tindakan : Laparotomy explorasi + Release cincin


interna
Pasien dalam posisi supine
Dilakukan antiseptik dan aseptik procedure
Insisi midline kutis,subkutis, fascia hingga peritoneum
Peritoneum dibuka hingga tampak cairan serouse 200cc
Identifikasi dari ligamentum triez ke distal, dijumpai
sebagian dinding ileum (110 cm dari ic ) masuk ke dalam
cincin iinterna
Cincin dibebaskan, identifikasi tampak usus release
Evaluasi usus viable
Cavum abdomen cuci nacl hangat, dipasang satu buah drain

Ass / Post LE e.c hernia ricter


Th :
NGT
IVFD frutolit 20gtt/I
Fosmicyn 2gr/12j
Keterolac 3% /8 j
Ij metoclopamide/ 8j

Identitas
Nama : Usman ali
Umur :67 tahun
Jenis kelamin : laki-laki
C.M : 1-05-79-89

Pasien konsulan dari Penyakit dalam


dengan keluhan benjolan diperut
yang dirasakan memberat sejak 3
bulan yang lalu. Benjolan dirasakan
semakin membesar, nyeri perut (+)
diseluruh bagian perut, penurunan
berat badan (+), mual (+) muntah
(+). BAB cair dan berlendir sejak 3
bulan yll. Keluhan lemas (+). Pasien
dikonsul karena perut semakin

VS
TD : 85/57
N : 145 x/I
RR : ventilator
T : 38.1

S/L abdomen :
I : Distensi (-) stoma viabel produksi (+)
Drain : kiri : 50 cc ; kanan 250 cc
(serous hemorrage)
A : peristatik (+) menurun
P : soepel, nyeri tekan sdn
P : Timpani

30/7/2015

31/7/2015

1/8/2015

Hb

11.4

11.8

11.1

Ht

33

34

33

Eritrosit

4,1

4.2

4,0

Leulosit

19.2

6.3

15.1

Trombasit

356

277

290

diftell

3/0/80/8/10

2/1/77/16/5

0/1/88/6/5

CT/BT

3/9

Alb/ glb

2.9/3.99

GDS

188

Na/K/Cl
Ur/ Cr
PT/ APTT

1.6/2.66

129/4.4/105
40/0.6

126/5.0/110

48/0.61
15.9/64.8

13.3/ 59.1

Laporan pembedahan : lapatoromy explorasi + stoma


kolon transfersum + biopsi jaringan eksisi :
Pasien dalam posisi supine dalam GA
Dilakukan tidakan antiseptik dan aseptik
lapangan pembedahan ditutup dengan duek steril
Dilakukan insisi midline dan dipisahkan lapis demi lapis
hingga lapisan peritonium
Saat peritonium dibuka cairan serous
Di dapatkan massa di rectosigmoid
Dijumpai metastase didinding abdomen dilakukan biopsi
Dijumpai massa di subhepatic/ mesentrium biopso
Dijumpai massa di D biopsi
Dilakukan biopsi jaringan hepar
Dikaukan stoma kolon transversum (loop colostomy)
Dilakukan dekompresi
Kontrol pendarahan
Luka operasi dijahit

Ass/ Post LE a/I total mechanical bowel


obstruction ec tumor recti
Th/
IVFD RL 30 gtt
NGT dekompresi
Diet cair 4 x 50 cc
Meropenem 1 gr/12 j
Metronidazole 500 mg/ 8j
Omeprazole 40 mg/ 12 j
Drip noreephinefrin

Nama : Basyari Kaoy


Umur : 58 th
Jenis kelamin : laki-laki
C.M : 1-05-97-71

Pasien datang dengan keluhan luka bekas


operasi terbuka dan mengeluarkan cairan
berwarna merah kecoklatan. Hal ini
dialami 1 hari yll pasien awalnya
dioperasi di lhoksumawe karena usus
buntu tgl 22 juli 2015. 1 hari setelah
operasi , luka operasi bocor . Setelah itu
dioperasi lagi. Setelah itu bocor kembali
dibawa ke IGD RZUDZA. Mual (+), muntah
(-). BAB (+) mencret, BAK (+) normal

VS/
TD : 108/62
N : 92x /I
RR : 20 x/I
T : 36.5

S/L abdomen
I : distensi (-), stoma viable produksi (+)
, drain kanan : 30 cc ; kiri : 0 cc (serous
hemmoreg)
A : peristaltik (+)
P : NT (+) soepel
P : timpani

Lab 1/8/2015

Hb : 13.0
Ht : 41
E : 4.4
Leu : 12.4
Tro : 345
Diftell : 0/1/94/3/3
PT : 13.8
APTT : 57.7

Alb : 2.04
Glb : 2.86
Na/K/CL :
140/3.7/113
Ur/ Cr : 41/ 0.6

Laporan pembedaha : Laparotomy explorasi + apendisitis d..


+ debridement + reseksi ileum + colostomy + biopsi
Pasien dalam posisis supine dengan GA
Antiseptik dan aspetik prosedur
Lapangan operasi ditutup dengan duek
Insisi mendline pada luka kanan
Lapisan dibuka lapis demi lapis hingaan lapisan peritoneum
Peritonium dibuka dan identifikasi lig. Triez
Ditemukan perforasi di ileum ukuran 1x1 cm jarak dari lig treiz 120
Usus mengalami adhesi
Dilakukan explorasi ke usus, hepar, lien, , tempat perforasi/ruptur
Dilakukan explorasi ke colon transfersum,desendens, dalam batas
normal
dilakukan reseksi pada daerah perforasi dan luka lama sepanjag 20
cm dengan usus .. dari distal di lecerasi (ileostomy)
Luka di., cavum abdomen dibersihkan dengan NaCl 0.9% hingga
tampak bersih dan dipasang drain hingga 3 drain ( 2 di kiri dan 1
kanan)
Luka di jahit

Ass/ Post LE + post leakage anastomosis +


apendisitis perforasi + coloctomy
Th/
NGT dekompresi
IVFD RL 30 gtt
Ij meropenem 1 gr/8 j
Ij metronidazole 500mg/8j
Keterolac 3 % /8 j
Omeprazole 40 mg/ 8j
Metocloporamide / 8 j
Drip albumin 1 fls/hari