Anda di halaman 1dari 32

HEPATOLOGI

(hepatitis, sirosis, kolesistitiskolelitiasis)


dr. Aditha Satria Maulana
RSD dr. Soebandi Jember FK
UJ
2013

Fungsi
Sintesa protein plasma : albumin, fibrinogen,
protrombin, dimana dihasilkan o/ sel2 hepatosit
(95%) dan sel Kupffer.
Sekresi empedu & mengkonjugasi bilirubin.
Penyimpanan metabolit : lipid, glycogen, vitamin.
Fungsi metabolik : glyconeogenesis & deaminasi
aa urea yg diexcresi o/ ginjal.

Endositosis & sekresi Ig A empedu


Mensekresi penghambat protease serum 1-antitripsin
Detoksikasi dan inaktivasi : obat, racun, senyawa2
lain.
Lain2 : pembuatan heparin, phagositosis o/ sel
Kupffer.
HANYA 10% PARENCHYM HATI YG DIPERLUKAN
UNTUK HIDUP

Hepatitis
Proses peradangan difus pada jaringan hati.
Penyebab :
virus (tidak hanya virus Hepatitis A,B,C,D & E,
juga Cytomegalo, Epstein-Barr, Rubella, Yellow
fever, Coxackie, dll.)
bakteri
obat-obatan (antihipertensi, OAINS, obat TB)

Berdasarkan perjalanan penyakit :


Akut ( Hep. A, B)
Kronis (hep. C, D, E) persisten, lobular, aktif

Gejala :
bervariasi : ringan sampai berat (fulminant)
terdiri dari 4 fase (masa inkubasi, fase pre-ikterik,
fase ikterik & fase penyembuhan / konvalesensi)
Laboratorium :
urin : bilirubin (+)
tinja : warna pucat
bilirubin serum, SGOT & SGPT (kadang 100x
harga normal)
alkali fosfatase
nilai albumin, globulin & waktu protrombin
turun

Hepatitis akut
Panas,
Nyeri sendi

Kuning,
Urin seperti teh

Lemah badan
Mual, nafsu
makan berkurang
Nyeri perut
kanan atas
Masa Tunas Pre - Ikterik
5 - 7 hari

Ikterik

Penyembuha

18 - 22 hari

15 - 45 hari Virus Hep. A Ig M anti HAV HBsAg


(+)
(-) IgM anti HBc
50 - 180 hari
Virus Hep. B Ig M anti HAV HBsAg
(-)
(+)IgM anti HBc
7 - 150 hari Non-A Non-B Ig M anti HAV HBsAg
(-)
(-) IgM anti HBc

Pemeriksaan penunjang
Hepatitis A IgM anti HAV +
Hepatitis B IgM anti HBc +, Hbs Ag
+
Hepatitis C IgM anti HCV +
Hepatitis D IgM anti HDV +, Hbs
Ag +
Hepatitis E IgM anti HEV +

Penatalaksanaan

Bedrest
Diet TKTP, kurangi lemak
Cairan
Simptomatik
Mual-muntah antiemetik
Demam Antipiretik

Suplemen Hati

SIROSIS HEPATIS
Fase lanjut penyakit hati kronis
Peradangan, nekrosis sel, finrosis,
dan nodul
Etiologi
Hepatitis B, C, D, E
Kholestasis
Autoimun
Toksin, obat-obatan

Infeksi
Kronis

Carrier
Tanpa
Gejala

Hepatitis
Kronik
Persisten

Penderita
Aktif
Kronik

Sirosis
Meninggal

Kanker Hati
Primer

Kompensata
Dekompensata (muncul tanda
kegagalan haati +hipertensi portal)

anamnesa

Lesu, BB turun
Anoreksia, dispepsia
Ikterus
Perdarahan spontan
Perut buncit
Riwayat kesehatan lampau
Hematemesis-melena

Gejala
Kegagalan fungsi hati

Hipertensi portal

Ikterus

Varises esofagus (hematemesismelena)

Spider nevi

Splenomegali

Ginekomastia

Asittes

Hipoalbumin malnutrissi protein

Hemoroid

Asites

Caput medusae

Eritema palmaris
White nail

Penatalaksanaan
Konservatif
Bedrest, diet RGRC, evaluasi prod.urin,
elektrolit
Diuretik loop
Antibiotik broad spectrum

Antivirus interferon alfa


Hepatoprotektor
Simptomatik
Trasnplant hati

kolelitiasis
batu empedu
Sering disertai kolesistitis

Patofisiologi kolelitiasis
Ganggguan metabolisme karena
perubahan susunan empedu, stasis
empedu, infeksi
Faktor resiko
4f : female, ferrtile, fat, forty
Hiperlipidemia
Pemanjangan pengosongan lambung
Dismotilitas kandung empedu

Klasifikasi
Batu kolesterol
Batu pigmen
Batu Campuran

Gejala klinis
1. Asimptomatik (50 %)
2. Simptomatik
Nyeri epigastrium, kolik bilier > 15
menit, rasa tajam, nyeri pasca makan
utamannya lemak, dan bertambah saat
inspirasi menjalar ke punggung, mual
muntah, murphy sign +

Kolesistitis
Infeksi kandung empedu
Etiologi

Infeksi bakteri
Pembedahan
Sepsis
Adenokarsinoma empedu
DM
Torsi kandung empedu

Patofisiologi
Peradangan mekanis akibat tek
intralumen meningkat iskemia
mukosa dan dinding empedu
Peradangan kimiawi akibat
pelepasan lisolesitin
Peradangan akibat bakteri

Diagnosis
Triad
Nyeri akut kuadran kanan atas, demam.,
leukositosis 10.000-15.000 (shift to the
left)

USG abdomen batu/ penebalan


dinding empedu

Penatalaksanaan
Konservatif
Lisis batu dengan obat-obatan
Litotripsi (ESWL)
Diet
Makanan cair rendah lemak, hindari hewani,
kopi,teh
Sayuran/ makanan yang tidak membentuk
gas

Operatif
Open kolesistektomi
Kolesistektomi laparoskopik
Kolesistotomi

PERTANYAAN

Jantung
Hipertensi Portal

Perikarditis konstriktiva
Dekompensasi kordis kanan
Sindroma Budd-Chiari

Hati
Sirosis Hati

Obstruksi Vena HepatikaLain-lain:

Peritonitis TBC
Metastase tumor ke peritoneum
Tumor ovarium

Sintesa Albumin
menurun

Permeabilitas kapiler
bertambah

Tekanan Koloid
Osmotik menurun
Ginjal
Sindroma Nefrotik

Inaktivasi Aldosteron
berkurang

Retensi Na
Aldosteron

Stimulasi Adrenal

Pembatasan protein
Ensefalopati hepatik (ensefalopati
sistem portal, koma hepatikum)
adalah suatu kelainan dimana fungsi
otak mengalami kemunduran akibat
zat-zat racun di dalam darah, yang
dalam keadaan normal dibuang oleh
hati

Hubungan ensefalopati hepatik dengan amonia darah

Tingkat 4
Tingkat 3
Tingkat 2
Tingkat 1

d ar

dar

on
am

/d l

/d l

/d l

/ dl

ia

ia
on
am

ia
on
am

300

ia
on
am

00
>3

Ka

Ka

dar

251

Ka

dar

0
-25
201

Ka

0
-20
151

Mengurangi pemasukan protein


Diet tanpa protein untuk stadium III-IV
Diet rendah protein (nabati)
(20gram/hari) untuk stadium I-II.
Segera setelah fase
akut terlewati,
intake protein ditingkatkan dari beban
protein kemudian ditambahkan 10
gram secara bertahap sampai kebutuhan
maintanance (40-60 gram/ hari).

Menegakkan diagnosis
hepatitis

Apakah sirosis reversibel


TIDAK