Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kebutuhan seksualitas adalah kebutuhan dasar manusia berupa ekspresi
perasaan dua orang individu secara pribadi yang saling menghargai, memerhatikan, dan
menyayangi sehingga terjadi sebuah hubungan timbal balik antara kedua individu
tersebut. Seksualitas merupakan bagian integral dari kehidupan manusia. Seksualitas di
definisikan sebagai kualitas manusia, perasaan paling dalam, akrab, intim dari lubuk
hati paling dalam, dapat pula berupa pengakuan, penerimaan ekspesi diri manusia
sebagai makhluk seksual. Elemen yang terkait dengan keseimbangan seks dan
seksualitasyang terkait dengan biologis: Terkait dengan identitas dan peran gender
berdasarkan ciri seks sekundernya di pandang dari segi aspek biologis. Elemen
sosiokultural yang terkait dengan pandangan masyarakat akibat pengaruh kultur
terhadap peran dan dan kegiatan seksualitas yang di lakuka Individu. Dan Elemen
perkembangan psikososial laki-laki dan perempuan.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:
1. Apa Pengertian Kebutuhan Seksualitas dan Gangguan kebutuhan seksualitas?
2. Apa saja Organ seksual pada pria dan wanita?
3. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi gangguan kebutuhan seksualitas?
4. Apa yang dimaksud dengan asuhan keperawatan gangguan kebutuhan seksualitas?
1.3 Tujuan Penulisan
Sebagai Bahan masukkan untuk substansi materi muatan kebutuhan dasar Manusia.
Tujuannya untuk memberikan gambaran tentang keperawatan secara umum, mencakup
pengertian dasar, ilmu keperawatan, kebutuhan seksual, masalah yang terkait dengan
keperawatan.
Diharapkan dengan adanya makalah ini dapat memberikan penjelasan tentang kebutuhan
dasar manusia di dalam kebutuhan seksual serta gangguan kebutuhan seksualnya.
1.4 Metode Penulisan
Tinjauan Pustaka
1.5 Sistematika Penelitian
Bab I Pendahuluan
Bab II Tinjauan Teori
Bab III Pembahasan
Bab III Penutup

BAB II
1

TINJAUAN TEORI
A. Pengertian Kebutuhan Seksualitas
Seksualitas sulit untuk di definisikan karena seksualitas memiliki banyak aspek
kehidupan kita di ekspresikan melalui berbagai perilaku. Kebutuhan seksualitas adalah
kebutuhan dasar manusia berupa ekspresi perasaan dua orang individu secara pribadi
yang saling menghargai, memerhatikan, dan menyayangi sehingga terjadi sebuah
hubungan timbal balik antara kedua individu tersebut.
B. Tinjauan Seksual Dari Beberapa Aspek
Makna seksual dapat ditinjau dari berbagai aspek, diantaranya:
1. Aspek Biologis. Aspek ini memandang dari segi biologi seperti pandangan anatomi dan
fisiologi dari sistem reproduksi (seksual), kemampuan organ seks, dan adanya
hormonal serta sistem saraf yang berfungsi atau berhubungan dengan kebutuhan
seksual.
2. Aspek Psikologis. Aspek ini merupakan pandangan terhadap identitas jenis kelamin,
sebuah perasaan dari diri sendiri terhadap kesadaran identitasnya, serta memandang
gambaran seksual atau bentuk konsep diri yang lain.
3. Aspek Sosial Budaya. Aspek ini merupakan pandangan budaya atau keyakinan yang
berlaku di masyarakat terhadap kebutuhan seksual serta perilakunya di masyarakat.
C. Perkembangan Seksual
Perkembangan seksual diawali dari masa pranatal dan bayi, kanak-kanak,
masa pubertas, masa dewasa muda dan pertengahan umur, serta dewasa muda dan
pertengahan umur, serta dewasa.

Masa Pranatal dan Bayi


Pada masa ini komponen fisik atau biologis sudah mulai berkembang.
Berkembangnya organ seksual mampu merespon rangsangan, seperti adanya ereksi
penis pada laki-laki dan adanya pelumas vagina pada wanita. Perilaku ini terjadi ketika
mandi, bayi merasakan adanya perasaan senang. Menurut Sigmund Freud, tahap
perkembangan psikoseksual pada masa ini adalah:
1. Tahap oral, terjadi pada umur 0-1 tahun. Kepuasan, kesenangan, atau kenikmatan dapat
dicapai dengan cara menghisap, menggigit, mengunyah atau bersuara. Anak memiliki
ketergantungan sangat tinggi dan selalu minta dilindungi untuk mendapatkan rasa
aman. Masalah yang diperoleh pada tahap ini adalah masalah menyapih dan makan.
2. Tahap anal, terjadi pada umur 1-3 tahun. Kepuasan pada tahap ini terjadi pada saat
pengeluaran feses. Anak mulai menunjukkan keakuannya, sikapnya sangat narsistik
(cinta terhadap diri sendiri), dan egois. Anak juga mulai mempelajari struktur tubuhnya.
Pada tahap ini ana sudah dapat dilatih dalam hal kebersihan.

Masa Kanak-Kanak

Masa ini di bagi dalam usia toddler, persekolah, dan sekolah. Perkembangan
seksual pada masa ini di awali secara biologis atau fisik, sedangkan perkembangan
psikoseksual pada masa ini adalah:
1. Tahap oedipal/phalik, terjadi pada umur 3-5 tahun. Kepuasan anak terletak pada
rangsangan otoerotis.
2. Tahap laten, terjadi pada umur 5-12 tahun. Kepuasan anak mulai terintegrasi, mereka
memasuki masa pubertas dan berhadapan langsung pada tuntutan sosial.

Masa Pubertas
Masa terjadi kematangan fisik dari aspek seksual dan akan terjadi kematangan
secara psikoseksual. Terjadi perubahan secara psikologis ini di tandai dengan adanya
perubahan dalam citra tubuh (body image), perhatian yang cukup besar terhadap
perubahan fungsi tubuh, pemelajaran tentang tingkah perilaku, kondisi sosial, dan
perubahan lain, seperti perubahan berat badan, tinggi badan dll.
Tahap yang disebut oleh Freund sebagai tahap genital ini terjadi pada umur lebih dari
12 tahun. Kepuasan anak pada tahap ini akan kembali bangkit dan mengarah pada
perasaan cinta yang matang terhadap lawan jenis.

Masa Dewasa dan Pertengahan Umur


Masa terjadi perkembangan secara fisik sudah cukup dari ciri seks sekunder
mencapai puncaknya, yaitu umur 18-30 tahun. Pada masa pertengahan umur terjadi
perubahan hormonal ; pada wanita ditandai dengan penurunan esterogen, pengecilan
payudara dan jaringan vagina, penurunan cairanvagina, dan penurunan reaksi ereksi ;
pada pria ditandai dengan penurunan ukuran penis serta penurunan semen. Dari
perkembangan psikososial,sudah mulai terjadi hubungan intim antara lawan jenis,
proses pernikahan dan memiliki anak, sehingga terjadi perubahan peran.

Masa Dewasa Tua


Perubahan yang terjadi pada tahap ini pada wanita diantaranya adalah atropi
pada vagina dan jaringan payudara, penurunan cairan vagina, dan penurunan intensitas
orgasme pada wanita; sedangkan pada pria akan mengalami penurunan produksi
sperma, berkurangnya intensitas orgasme, terlambatnya pencapaian ereksi, dan
pembesaran kelenjar prostat.

D. Anatomi Dan Fisiologi Sistem Reproduksi Manusia


1. Organ pada Pria
a) Testis, terletak didalam skrotum, testis memiliki 2 fungsi,yaitu menghasilkan
sperma dan membuat testosteron
Saluran
3

b) Epididimis.Fungsinya mengumpulkan sperma dari testis dan menyediakan


ruang serta lingkungan untuk proses pematangan sperma.
c) Vas deperens.Saluran yang membawa sperma dari epididimis
d) Uretra punya 2 fungsi : bagian dari sistem kemih yang mengalirkan air
e) Kemih dari kandung kemih bagian dari sistem reproduksi yang mengalirkan
semen
f) Vesicula seminalis adalah sepasang kantong yang reproduksi 60% cairan air
mani dimana air sperma diangkut
kelenjar
g) kelenjar prostat, menghasilkan cairan yang merupakan sumber makanan bagi
sperma.Kelenjar couver menghasilkn cairan berwarna bening menuju saluran
kencing saat rangsangan seksual sebelum ejakulasi dan orgasme.
h) Organ genetalia eksterna
organ genetalia eksterna terdiri atas :
1.penis terdiri dari :
a.akar (menempel pada dinding perut )
b.badan (merupakan bagian tengah dari penis)
c. glans penis (ujing penis yang berbentuk seperti kerucut.Lubang uretra (saluran
tempat keluarnya semen dan air kemih terdapat di umung glans penis) rongga yang
berukuran lebih besar disebut korpus kavernosus terletak bersebelahan
d.Rongga yang ketiga disebut korpusspongiosum,mengelilingi uretra.jika terisi
darah,maka penis menjadi lebih besar,kaku dan tegak (mengalami ereksi)
e.skortum merupakan kantung berkulit tipis yang mengililingi dan melindungi
testis.skortum juga bertindak sebagai sistem pengontrol suhu untuk testis,karena agar
sperma terbentuk secara normal,testis harus memiliki suhu yang sedikit lebih rendah di
bandingkan dengan suhu tubuh.

2. Organ Wanita Untuk Pembentukan Keturunan


Organ untuk pembiakkan atau organ reproduksi dapat dibagi dalam organ
eksterna dan organ interna.
Organ eksterna: Vulva, dan terdiri atas bagian-bagian berikut:

a) Mons veneris, sebuah bantalan lemak yang terletak di depan simfisis pubis. Daerah ini
ditutupi bulu pada masa pubertas.
b) Labia mayora (Bibir besar), adalah dua lipatan tebal yang membentuk sisi vulva, dan
terdiri atas kulit dan lemak, dan jaringan otot polos, pembuluh darah dan selapur saraf.
Labiya mayora panjangnnya kira-kira 7,5 sentimeter.
c) Nimfae atau Labia minora (Bibir Kecil), adalah dua lipatan kecil dari kulit diantara
bagian atas labia mayora. Labia mengandung jaringan erektil.
d) Klitoris (Kelentit), adalah sebuah jarangan erektil kecil yang serupa dengan penis lakilaki. Letaknya anterior dalam vestibula.
e) Vestibula di setiap sisi di batasi lipatan labia dan bersambungan dengan vagina.
f) Vagina (Liang Sanggama), adalah tabung berotot yang di lapisi membran dari jenis
epitalium bergaris yang khusus, dialiri pembuluh darah dan serabut saraf secara
berlimpah. Panjang vagina dari vestibula sampai uretrus.
Organ Reproduksi bagian dalam, yang terletak di dalam pelvis, adalah uterus, dua
ovarium, dan tuba uterina (falopian)
a) Uterus (Rahim), struktur uterus adalah organ yang tebal, berotot, berbentuk buah pir,
terletak didalam pelvis antara rektum belakang dan kandung kencing didepan. Uterus
terbagi atas tiga bagian : fundus, bagian cembung diatas muara tuba uterina. Badan
uterus melebar dari fundus ke serviks, sedangkan antara badan serviks terdapat ismus.
Fungsi uterus, untuk menahan ovum yang telah dibuahi selama perkembangan.
Ovulasi. Pematangan folikel graaf dan pengeluaran ovum disebuut ovulasi. Bila folikel
graaf sobek maka terjadi sedikit perdarahan, terjadi penggumpalan darah didalam
folikel, dan sel-sel berwarna kuning yang berasal dari dinding folikel tumbuh masuk
kedalam gumpalan itu dan membentuk korpus luteum atau badan kuning.
b) Ovarium memiliki tiga fungsi:
1. Produksi ova
2. Produksi ustrogen
3. Produksi progesteron

Hormon-hormon gonadotrofik dari kelenjar hepofisis dari bagian anterior


mengendalikan (melalui aliran darah) produksi hormon ovarium. Hormon ustrogen
dikeluarkan ovarium dari mulai anak-anak sampai sesudah menopouse. Ustrogen
penting untuk perkembangan organ kelamin wanita dan sifat-sifat kelamin yang
sekunder,dan menyebabkan perubahan anak gadis pada masa pubertasnya.
Progerteron disekresikan oleh korpus luteum, dan melanjutkan pekrjaan yang dimulai
oleh ustrogen terhadap endometrium, yaitu menyebabkan endometrium menjadi
5

tebal,lembut,serta seperti beludru,siap untuk penerimaan ovum yang telah dibuahi.


Progesteron menghambat siklus menstrasi.
Endometrium menjadi tebal dan lembut, siap untuk di tanami ovum yang di buahi tetapi
bila tidak ada ovum yang di buahi maka terjadi bendungan di dalam kapiler-kapiler dan
siap di susul dengan masa mensturasi.
Pembuahan adalah hasil penggabungan sel reproduktif laki-laki, spermatozoon, dengan
ovum dengan sel telur, yang secara normal terjadi di dalam tuba uterina sebagai tuba
uterina sebagai lanjutan hubungan kelamin.
E. Siklus mensturasi
Siklus menstruasi terbagi menjadi 4 wanita yangsehat dan tidak hamil setiap
bulan akan mengelurkan darah dari alat kandungan nya .
1. Stadium mestruasi (deskuamasi) , dimana endo metarium teeleps dari rahim dan
ada nya pendarahan selama 4 hari
2. Satdium prosmentum (regenerasi) dimana terjadi proses terbentuk nya
endometerium secara bertahap selama 4 hari
3. Stadium intermensruum (proliperasa) penebalan endo materium kelenjar tumbuh
nya lebih cepat
4. Stadium praemenstruuum (sekresi) perubahan kelenjar dan ada nya penimbunan
glikogen gua mempersiapkan endo metrium .

1.

2.

3.

4.

F. Faktor-faktor yang mempengruhi evektipitas pemenuhan kebutuhan


seksual
faktor fisik (aktifitas seksual mengakibat kan nyeri dan ketidak nyamanan. bAhkan
hanya
membayangkan bahwa seks dapat menyakit kan sudah menurun kan
keinginan seks)
faktor hubungan (masalah dalam berhubungandapat mengalihkan perhatian seseorang
dari keinginan seks. Tingkat seberapa jauh hubungan mereka dapat mempengaruhi
hubungan seks)
faktor gaya hidup (contoh, penggunaan atau penyalahgunaan alkohol atau tidak punya
waktu untuk mencurahkan perasaan keinginan seksual dalam berhubungan
mempengaruhi keinginan seksual.
faktor harga diri (tingkat harga diri klien dapat menyebabkan konplik yang melibatkan
seks ) .

G. Manfaat hubungan seks bagi wanita dan pria


Manfaat hubungan seksual yang khusus bagi wanita adalah sebagai peredam
rasa sakit beberapa penelitian menunjukan ambang batas rasa sakit pada wanita
meningkatkan secara substansial ketika orgasme dan bagi pria adalah memperpanjang
usia secara umum, manfaat berhubungan seks adalah redakan stres, tingkatkan daya
6

tahan tubuh, seks membakar kalori, sehatkan jantung dan pembuluh darah, tingkatkan
kepercayaan diri, memperbaiki keintiman mengurangi rasa sakit, tekan resiko kanker
prostat, memperbesar otot dasar panggul, memperbaiki kualitas tidur.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

H. Faktor yang dapat mempengaruhi gangguan dalam fungsi seksual, diantarnya :


Tidak adanya panutan (Role model)
Gangguan struktur dan fungsi tubuh, seperti adanya trauma, obat, kehamilan, atau
abnormalitas anatomi genetalia.
Kurang pengetahuan atau informasi yang salah mengenai masalah seksual.
Penganiayaan secara fisik.
Adanya penyimpangan psikoseksual.
Konflik terhadap nilai.
Kehilangan pasangan karena perpisahan atau kematian.
Masalah Keperawatan pada Seksualitas
Masalah keperawatan yang terjadi pada kebutuhan seksual adalah pola seksual dan
perubahan disfungsi seksual. Pola seksual mengandung arti bahwa suatu kondisi
seorang individu mengalami resiko atau berisiko mengalami perubahan kesehatan
seksual, sedangkan kesehatan seksual sendiri adalah integrasi dari aspek somatis,
emosional, intelektual, dan sosial dari keberadaan seksual yang dapat meingkatkan rasa
cinta, komunikasi, dan kepribadian. Disfungsi seksual adalah keadaan dimana
seseorang mengalami atau berisiko mengalami perubahan fungsi seksual yang negatif,
yang dipandang sebagai tidak berharga dan tidak memadainya fungsi seksual.

I. Penyimpangan Seksual Pada Orang Dewasa


1. Pedofilia kepuasan seksual yang di capai menggunakan objek anak-anak.
2. Eksibisionisme kepuasan seksual dicapai dengan cara mempertontonkan alat kelamin di
depan umum.
3. Fetisisme kepuasan seksual di capai dengan menggunakan benda seks seperti sepatu
tinggi, pakaian dalam dll

4. Transvestisme kepuasan seksual dicapai dengan memakai pakaian lawan jenis dan
melakukan peran seks yang berlawanan, misalnya pria senang menggunakan pakaian
dalam wanita.
5. Transeksualisme. Bentuk penyimpangan seksual ditandai dengan melihat alat kelamin
orang lain atau aktivitas seksual yang dilakukan orang lain.
6. Vaginismus, peristiwa yang ditandai dengan kejang, di sebabkan oleh kelainan organis
dan psikologis (ketakutan)
7. Dispareunia yang ditandai dengan timbulnya kesulitan melakukan senggama atau
perasaan sakit pada koitus. Kejadian ini dapat terjadi pada saat sperma keluar, karena
kurangnya cairan vagina, dan lain-lain.
8. Anorgasme kondisi kegagalan dalam mencapai klimaks selama bersenggama, biasanya
bersifat psikis, ditandai dengan pengeluaran sperma tanpa mengalami puncak kepuasan.
9. Kesukaran Koitus Pertama kesulitan dalam melakukan koitus pertama disebabkan oleh
kurangnya pengetahuan di antara pasangan, adanya ketakutan atau rasa cemas dalam
berhubungan seks, dan lain-lain.
Faktor-faktor yang mempengaruhi masalah seksual

J. Bentuk Abnormalitas Seksual Akibat Dorongan Seksual Abnormal


Beberapa bentuk abnormalitas seksual akibat dorongan seksual abnormal seksual antara
lain:
1. Prostitusi
Bentuk penyimpangan seksual dengan pola dorongan seks yang tidak wajar dan tidak
terintegrasi dalan kepribadian. Kejadian ini dapat terjadi pada ada laki laki maupun
perempuan. Pada laki laki,prostitusi disebabkan karena keinginan mencari variasi
dalam seks dan ingin menyalurkan kebutuhan seksual. Pada wanita,kejadian ini dapat
disebabkan oleh faktor ekonomi,dan adanya nafsu seks yang abnormal.
2. Perjinahan
Bentuk reaksi seksual antara laki laki dan wanita yang bukan suami istri.
8

3. Frigiditas
Merupakan ketidak mampuan wanita mengalami hasrat seksual atau orgasme selama
senggama ditandai dengan berkurang nya atau ketidak tertarikan sama sekali pada
hubungan seksual. Faktor yang menyebabkannya adalah kelainan dalan rahim atau
vagina adanya hubungan tidak baik dengan suami.
4. Impotensi
Ketidak mampuan pria unutk melakukan relasi seks atau senggama atau ketidak
mampuan dalam mencapai atau mempertahankan ereksi.
5. Ejakulasi prematur
Merupakan kondisi dimana terjadinya pembuangan sperma yang terlalu dini sebelu
jakar melakukan penetrasi dalan liang senggama atau berlangung ejakulasi beberapa
detik sesudah penetrasi.
6. Vaginismus
Ditandai dengan kejang berupa penegangan atau pengerasan yang sangat menyakitkan
pada vagina atau kontraksi sangat kuat sehingga penis terjepit dan tidak bisa keluar.
Disebabkan oleh kelainan organis dan fsikologis (ketakukan)
7. Dispareunia
Ditandai dengan timbulnya kesulitan dalam melakukan sengganga atau perasaan sakit
pada saat koitus. Dapat terjadi pada saat sperma keluar, karena kurangnya cairan
vagina, dll.
8. Anorgasme
Kondisi kegagalan dalam mencapai klimaks selama bersenggama, ditandai dengan
pengeluaran sperma tanpa mengalami puncak kepuasan. Dapat disebabkan oleh faktor
psikis atau adanya faktor organik seperti ketidak mampuan penetrasi untuk diberi
rangsangan atau vagina yang longgar.
9. Kesukaran koitus pertama
Keadaan dimana terjadi kesulitan dalam melakukan koitus pertama dapat disebabkan
oleh kurangnya pengetahuan diantara pasangan adanya ketakutan atau rasa cemas
dalam berhubungan seks, dll
K. Respons Seksual
Siklus respons seksual terdiri atas beberapa tahap berikut :
1. Tahap suka cita
Merupakan tahap awal dalam respons seksual pada wanita ditandai dengan banyaknya
lendir pada daerah vagina, dinding vagina mengalami ekspansi atau menebal,
meningkatnya sensitifitas klitoris, puting susu menegang, dan ukuran buah dada
meningkat. pada laki laki ditandai dengan ketegangan atau ereksi pada penis dan
penebalan elevasi pada skrotum.
2. Tahap kestabilan
Pada tahap ini wanita mengalami retraksi dibawh klitoris, adanya lendir yang banyak
dari vagina dan labia mayora, elevasi dari serviks dan uterus, serta meningkatnya otot
otot pernafasan. Pada laki laki ditandai dengan meningkatnya ukuran gland penis dan
tekanan otot pernafasan
3. Tahap Orgasme (Puncak) dalam siklus seksual pada wanita ditandai adanya kontraksi
yang tidak di sengaja dari uterus, retchal dan spinchter, uretra, dan otot-otot lainnya.
Terjadi hiferpentilasi dan meningkatnya denyut nadi. Pada laki-laki ditandai dengan

relaxsasi pada spingchter kandung kencin, hiperventilasi, dan meningkatnya denyut


nadi.
4. Tahan Resulusi (Peredaan)
Merupakan tahap terakhir dalam siklus respon seksual, pada wanita ditandai adanya
relaksasi dari dinding vagina secara berangsur-angsur, perubahan warna dari labiya
mayora, pernafasan, nadi, tekanan darah, otot-otot kembali normal. Pada laki-laki
ditandai dengan menurunnya denyut dan denyut pernafasan denyut nadi serta
melemasnya penis.

L. Penyakit menular seksual karena bakteri


1. Gonorhea & chlamydia
Disebabkan oleh bateri.Infeksi dimulai beberapa hari sampai beberapa minggu
setelah hubungan intim dengan orang yang terjangkit penyakit ini pada pria. Penyakit
ini menyebabkan keluarnya cairan dari kemaluan pria. Buang air kecil dapat terasa
sakit. Gejala gejala ini dapat terasa berat atau tidak terasa sama sekali.
Gejala gejala Gonorhea pada wanita biasanya sangat ringan atau tidak terasa sama
sekali,tetapi kalau tidak diobati akan menyebabkan parah dan menyebabkan
kemandulan.
2.Syphilis
Disebabkan oleh bakteria. Lesi muncul antara tiga minggu sampai tiga bulan setelah
berhubungan intim dengan penderita penyakit ini.luka terlihat seperti lubang pada kulit
dengan tepi yang lebih tinggi. Luka akan hilang setelah beberapa minggu,tetapi virus
10

akan menetap pada tubuh dan penyakit akan muncul berupa lecet lecet pada seluruh
tubuh. Lecet lecet iniakan hilang juga dan virus akan meyerang bagian tubuh lain.
3.AIDS atau HIV disease
Penyakit akibat hubungan intim yang paling serius,menyebabkan tidak bekerjanya
sistem kekebalan tubuh. Tidak ada gejala yang nyata tanpa penelitian darah. Dapat
menyebabkan kematian setelah sepuluh tahun terinfeksi virus HIV,tetapi pengobatan
telah ditemukan. Disebarkan melalui hubungan intim dan pemakaian jarum suntik
secara bersamaan.

BAB III
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN PADA PERUBAHAN SEKSUALITAS
A. Kasus Fiktif
Seorang klien, bernama Ny. H, usia 23 tahun, datang ke poliklinik kandungan. Klien
seddang hamil anak pertama dengan usia kehamilan 6 bulan. Klien mengatakan bahwa
dirinya sudah semakin gemuk dan perutnya lebih menonjol. Menurut persepsi klien bahwa
dirinya sudah tidak menarik lagi. Klien mengatakan bahwa dengan kondisinya seperti ini
klien takut ditinggal oleh suaminya yang sangat dia cintai. Klien mengatakan bahwa akhirakhir ini klien jarang melakukan hubungan suami isteri dan klien merasa bahwa dia sulit
untuk melakukan aktivitas seksual. Selama wawancara klien menunjukan sikap kekhawatiran
terhadap perubahan dirinya.

11

1. ANALISA DATA
Data

Etiologi

Masalah

12

DS: - Klien mengatakan


bahwa dirinya semakin
gemuk dan perutnya
semakin menonjol
- Menurut persepsi klien,
bahwa dirinya tidak
menarik lagi
- Klien mengatakan
bahwa dengan kondisi
seperti ini klien takut
ditinggal oleh
suaminya yang sangat
di cintai
- Klien mengatakan
bahwa akhir-akhir ini
klien jarang melakukan
hubungan suami istri
dan klien merasa
bahwa dia sulit untuk
melekukan aktivitas
seksual

Kehamilan pertama

Gangguan Citra tubuh

Sulit melakukan aktivitas


seksual karena adanya
perubahan bentuk tubuh

Tidak ada yang mensuport

DO: - Klien sedang hamil


dengan usia kehamilan
6 bulan
- Klien tampak khawatir
- Klien terlihat gemuk
- Perut klien tampak
lebih menonjol

2. DIAGNOSA KEPERAWATAN BERDASARKAN PRIORITAS MASALAH


13

Gangguan citra tubuh b.d kehamilan yang di tandai dengan

DS: Klien mengatakan bahwa dirinya semakin gemuk dan perutnya semakin
menonjol
Menurut persepsi klien, bahwa dirinya tidak menarik lagi
Klien mengatakan bahwa dengan kondisi seperti ini klien takut ditinggal oleh
suaminya yang sangat di cintai
Klien mengatakan bahwa akhir-akhir ini klien jarang melakukan hubungan
suami istri dan klien merasa bahwa dia sulit untuk melekukan aktivitas seksual
DO: - Klien sedang hamil dengan usia kehamilan 6 bulan
Klien tampak khawatir
Klien terlihat gemuk
Perut klien tampak lebih menonjol

1. ANALISA DATA
Diagnosa
keperawatan

Perencanaan

14

Gangguan Citra
Tubuh

Tujuan
1. Klien akan
mengenali
perubahan aktual
pada penampilan
tubuh
2. Klien akan
menunjukan
penerimaan
penampilan
3. Klien akan
mengungkapkan
keinginan untuk
menggunakan
sumber yang
disarankan
setelah
dipulangkan dari
polikinik
kandungan
4. Klien tidak akan
merasa khawatir
lagi

Intervensi
1.Tentukan
harapan
pasien tentang citra
tubuh
berdasarkan
tahap perkembangan
2. Tentukan apakah
persepsi ketidaksukaan
terhadap karakteristik
fisik tertentu membuat
disfungsi
paralisis
sosial bagi remaja dan
pada kelompok resiko
tinggi lainnya
3. Tentukan apakah
perubahan fisik saat
ini telah dikaitkan ke
dalam citra tubuh
pasien
4. Tawarkan untuk
menghubungi sumbersumber
komunitas
yang tersedia untuk
pasien/keluarga
5. Beri
dorongan
kepada pasien untuk
berhias
sehari-hari
yang rutin dilakukan
dan
berpartisipasi
dalam
mengambil
keputusan

Rasional
Dengan
adanya
pemberian
penjelasan tentang
perasaan
yang
belum
pernah
dialami
karena
baru saja dialami
pertama
kalinya,akan
menurunkan rasa
kekhawatiran
pasien baik dengan
cara
melakukan
penyuluhan
ataupun
dengan
menganjurkan
pasien
untuk
menambah
wawasan
pada
orang yang sudah
mengalami.

Daftar Pustaka
Alimul H, A.A. 2006. Pengantar kebutuhan dasar manusia. Jakarta: salemba medika
15

Hawari, Dadang, 2001, Manajemen Stres, Cemas, dan Depresi, Jakarta: FKUI
Pearce. Eveylin, C,2006. Anatomi dan Fisiologi. Jakarta : PT Gramedia Pustaka
Potter dan perry. 2005. Buku ajar fundamental keperawatan: konsep,proses, dan
praktik. Edisi 4 Jakarta : EGC
Stevens, P.J.M, Bordui, F dan Van der Weyde, JAG. Ilmu keperawatan. Jilid 2 Jakarta:
EGC

16