Anda di halaman 1dari 16

SJAMSU UMAR

Subdevisi Geriatri Bagian/ SMF FK Unsyiah/ RSUZA

MULTIPLE
MYELOMA

PENGERTIAN
Multiple Myeloma adalah kanker sel
plasma yang abnormal dan berkembang
biak, membentuk tumor di sumsum
tulang dan menghasilkan sejumlah
besar antibody yang abnormal yang
terkumpul di dalam darah atau air
kemih.

Multiple myeloma (myelomatosis, plasma


cell myeloma, kahlers disease) merupakan
keganasan sel plasma yang ditandai dengan
penggantian sumsum tulang, kerusakan
tulang dan formasi paraprotein.
Tumor menghambat sumsum tulang
memproduksi cukup sel darah. Hal ini dapat
menyebabkan masalah kesehatan ginjal,
saraf, jantung, otot dan traktus
digestivus.

ETIOLOGI

Penyebab multiple myeloma belum


jelas. Tetapi mungkin disebabkan:
Paparan radiasi
Benzena
Pelarut organik
Herbisida
Insektisida

PATOGENESIS

Patogenesis dan gambaran klinis pada


multiple myeloma:
Hipercalsemia, fraktur patologi, kompresi
saraf, osteoporosis, nyeri tulang
Gagal ginjal
Infeksi
Gejala neurologic
Perdarahan
Massa lesi

GEJALA KLINIS

Pada pemeriksaan fisis dapat ditemukan:


Pucat yang disebabkan anemia
Ekimosis atau purpura sebagai tanda
dari trombositopeni
Gambaran neurologis se[erti perubahan
tingkat sensori, lemah atau carpal tunnel
syndrome
Amilodosis dapat ditemukan pada pasien
mutiple myeloma

Laboratorium
Pada pemeriksaan laboratorium dapat
ditemukan:

Anemia normositik
Trombositopenia
Hiperkalsemia
Protenuria

PEMERIKSAAN
RADIOLOGI

Foto polos x-ray


Ct scan
MRI
Radilogi nuklir
angiografi

SISTEM DERAJAT MULTIPLE MYELOMA


Derajat multiple myeloma yang
digunakan yaitu:
Salmon Durie system (1975)

Salmon Durie Staging


Stadium 1
Level hemoglobin lebih dari 10 gr/dl
Level kalsium kurang dari 12 mg/dl
Gambaran radiograf tulang normal atau
plasmositoma soliter
Protein M rendah (misalnya IgG < 5 gr/dl,
IgA< 3 gr/dl, urine < 4gr/24 jam

Stadium II
Staduim yang sesuai tidak untuk stadium I
maupun stadium III
Stadium III
Level Hb kurang dari 8,5 g/dl
Levelkalsium lbih dari 12g/dl
Gambaran radiologi pmyakit litik pada tulang
Nilai proyein M tinggi (mis IgG > 7 gr/dl, IgA
>5g/dl, urine >12 gr/24 jam

PENGOBATAN
Regimen awal yang paling sering
digunakan adalah kombinasi antara
thalidomine dan dexamethason.
Kombinasi lain berupa agen
nonkemoterapeutik bartezomid dan
lenalidomide sedang diteliti.

Setelah pemberian terapi awal (terapi induksi)


terapi konsolidasi yang optimal untuk pasien
berusia kurang dari 70 tahun adalah
transplantasi stem sel autolog.
Transplantasi ini secara
potensialmenyembuhkan myeloma, namun
peranannya terbatas karena tingkat mortalitas
yang tinggi sekitar 30-50%

PROGNOSIS

Meskipun rata-rata pasien multiple


myeloma bertahan kira-kira 3 tahun,
beberapa pasien yang mengidap
multiple myeloma dapat bertahan hidup
hingga 10 tahun tergantung pada
tingkatan penyakit

Angka rata-rata pasien bertahan hidup:


Stadium I > 60 bulan
Stadium II
41bulan
Stadium III 23 bulan

TERIMAKASIH