Anda di halaman 1dari 8

EVALUASI DAN SUPERVISI BK

TEORI EVALUASI DALAM BK

Oleh:
Sarah Gita

(13010014025)

Ericha Sholeha

(13010014045)

Haidarrotur Rochma

(13010014079)

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PPB-BK
2015
1

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bimbingan dan Konseling merupakan bantuan yang diberikan kepada
peserta didik untuk memfasilitasi perkembangan dan membuat mereka mampu
dalam mengambil keputusan. Bimbingan dan Konseling di sekolah diberikan
dalam bentuk program, kegiatan, maupun layanan.
Dalam mengembangkan suatu program, kegiatan maupun layanan
diperlukan adanya evaluasi. Evaluasi tersebut dilakukan untuk memeriksa proses
dan hasil dari program, kegiatan, atau layanan yang sedang dilakukan maupun
yang telah dilakukan. Agar dapat mengetahui hambatan yang ada dalam proses
tersebut dan dapat melakukan perbaikan.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud evaluasi dalam BK?
2. Bagaimana jenis-jenis evaluasi dalam BK yang dikembangkan oleh Michael
Scrive?
C. Tujuan
1. Mengetahui pengertian evaluasi dalam BK.
2. Mengetahui dan menjelaskan jenis-jenis model evaluasi dalam BK.

BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian Evaluasi dalam BK


Evaluasi adalah suatu tindakan atau suatu proses utnuk menentukan nilai dari
pada sesuatu. Sesuai dengan pendapat tersebut maka evaluasi dalam Bimbingan dan
Konseling dapat diartikan sebagai suatu tindakan untuk menentukan nilai segala sesuatu
yang berkaitan dalam Bimbingan dan Konseling.
Penilaian yang dilakukan dalam Bimbingan dan Konseling ditujukan untuk
menilai bagaimana kesesuaian program, bagaimana pelaksanaan yang dilakukan oleh
para petugas Bimbingan, dan bagaimana pula hasil yang diperoleh dari pelaksanaan
program tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa evaluasi dalam
Bimbingan dan Konseling, mengandung tiga aspek penilaian, yaitu:
a. Penilaian terhadap program Bimbingan dan Konseling.
b. Penilaian terhadap proses pelaksanaan Bimbingan dan Konseling.
c. Penilaian terhadap hasil dari pelaksanaan kegiatan pelayanan Bimbingan dan
Konseling.
Jenis-jenis Model Evaluasi dalam BK
A. Model Evaluasi Menurut Scriven
Michael Scriven mengembangkan model evaluasi antara lain goal free
evaluation, evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. Goal free evaluation adalah
model evaluasi yang terlepas dari tujuan kegiatan. Model evaluasi formatif dan
sumatif menunjukkan adanya tahapan dan lingkup objek yang dievaluasi, yaitu
evaluasi yang dilakukan pada waktu program masih berjalan (evaluasi formatif)
dan ketika program sudah selesai atau berakhir (evaluasi sumatif). Saat
melakukan evaluasi formatif sumatif, evaluator tidak dapat lepas dari tujuan
program atau kegiatan yang telah direncanakan.
Berikut ini penjabaran goal free evaluation, evaluasi formatif dan evaluasi
sumatif.
1. Goal Free Evaluation
Goal free evaluation merupakan evaluasi kegiatan yang tidak
memperhatikan tujuan kegiatan. Hal-hal yang menjadi perhatian dalam
evaluasi ini adalah pelaksanaan kegiatan. Pelaksanaan kegiatan itu meliputi
cara kerja kegiatan tersebut, hambatan-hambatan yang dialami ketika
pelaksanaan, hal baik (keuntungan) dan hal buruk (hambatan) yang terjadi
dalam kegiatan tersebut.

Tujuan evaluasi ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan yang


telah direncanakan. Ketepatan cara kerja sesuai rencana, hal-hal positif dan
negatif yang dialami selama kegiatan itu dilaksanakan.
Fungsi evaluasi ini adalah untuk membuat deskripsi pelaksanaan
kegiatan dan menemukan hasil atau dampak yang tidak direncanakan selama
pelaksanaan kegiatan.
2. Evaluasi Formatif
Menurut Scriven (1991) dalam diktat teori dan praktek program
bimbingan dan konseling (Aip Badrujaman, 2010), evaluasi formatif adalah
suatu evaluasi yang biasanya dilakukan ketika suatu produk atau program
tertentu sedang dikembangkan dan biasanya dilakukan lebih dari sekali
dengan tujuan untuk melakukan perbaikan.
Evaluasi formatif secara prinsip merupakan evaluasi yang dilaksanakan
ketika program masih berlangsung atau ketika program masih dekat dengan
permulaan kegiatan. Dengan kata lain evaluasi ini digunakan mencari
umpan balik untuk memperbaiki proses dari kegiatan layanan atau program
yang sedang dilaksanakan. Evaluasi formatif harus mengarah kepada
keputusan tentang perkembangan program termasuk perbaikan, revisi, dan
semacamnya.
Evaluasi formatif (kadang-kadang disebut sebagai internal) adalah
sebuah metode untuk menilai kelayakan program atau suatu kegiatan yang
masih atau sedang berlangsung. Evaluasi formatif merupakan bagian dari
evaluasi yang berfokus pada proses.
Tujuan evaluasi formatif yaitu untuk mengetahui sejauh mana program
yang dirancang dapat berlangsung mencapai tujuan yang telah ditetapkan,
sekaligus mengidentifikasi hambatan yang ditemui pada kegiatan yang
sedang dilaksanakan tersebut. Dengan diketahui hambatan dan hal-hal yang
menyebabkan program terhambat, dapat dilakukan pengambilan keputusan
untuk mengadakan perbaikan yang mendukung pencapaian tujuan program
atau kegiatan.
Fungsi evaluasi formatif yaitu sebagai timbal balik bagi personalia BK
tentang seberapa jauh pencapaian program, kegiatan, atau layanan yang
sedang berlangsung. Evaluasi Formatif juga berguna dalam menganalisis
materi layanan, dan keefektifan layanan tersebut bagi para siswa.
3. Evaluasi Sumatif

Evaluasi sumatif dilakukan pada akhir program untuk memberi informasi


kepada penerima program atau layanan tentang manfaat atau kegunaan
program atau layanan yang telah ditempuh. Misalnya, setelah pemberian
suatu layanan informasi tentang mengelola stress, evaluasi sumatif dilakukan
untuk melihat efektivitas layanan informasi yang telah diberikan. Evaluasi
seperti ini dapat dinilai melalui evaluasi langsung, evaluasi jangka pendek,
maupun evaluasi jangka panjang. Evaluasi sumatif mengarah ke arah
keputusan tentang kelanjutan program atau layanan, berhenti atau diteruskan,
atau perlu diberi tindak lanjut.
Tujuan evaluasi sumatif yaitu untuk mengukur ketercapaian program,
layanan, atau kegiatan. Selain itu, untuk mengetahui seberapa jauh program
yang telah dilakukan sebelumnya memberikan hasil bagi perkembangan
siswa yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor.
Fungsi evaluasi sumatif yaitu menilai hasil suatu program, layanan, atau
kegiatan setelah program, layanan, atau kegiatan tersebut dilakukan, apakah
program, layanan, atau kegiatan yang telah dilakukan sesuai dengan tujuan
yang ditetapkan.
B. Model Evaluasi CIPP
Model evaluasi CIPP dikembangkan oleh Stufflebeam, dkk (1976). CIPP
merupakan singkatan dari, context evaluation: evaluasi terhadap konteks, input
evaluation: evaluasi terhadap masukan, process evaluation: evaluasi terhadap
proses, dan product evaluation: evaluasi terhadap hasil. Keempat singkatan dari
CIPP tersebut itulah yang menjadi komponen evaluasi.
Model CIPP berorientasi pada suatu keputusan. Tujuannya adalah untuk
membantu administrator (kepala sekolah dan guru) dalam membuat keputusan.
Konsep tersebut ditawarkan oleh Stufflebeam dengan pandangan bahwa tujuan
penting evaluasi adalah bukan membuktikan, tetapi untuk memperbaiki. Berikut
ini akan di bahas komponen atau dimensi model CIPP yang meliputi,context,
input, process, product.
Tujuan dari model evaluasi ini adalah untuk keperluan pertimbangan
dalam pengambilan keputusan atau kebijakan. Sedangkan fungsi dari evaluasi

ini adalah membantu penanggung jawab pelaksana (dalam hal ini konselor)
dalam

mengambil

keputusan

untuk

meneruskan,

memodifikasi,

atau

menghentikan suatu program dalam kegiatan bimbingan dan konseling.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan

Evaluasi dalam bimbingan dan konseling merupakan kegiatan melakukan


penilaian terhadap pelaksanaan bimbingan dan konseling secara periodik. Evaluasi
dalam bimbingan dan konseling menurut Scriven ada dua model yaitu evaluasi formatif
dan evaluasi sumatif. Evaluasi formatif merupakan evaluasi yang dilakukan ketika
program, layanan, atau kegiatan tersebut sedang berlangsung untuk mengadakan suatu
perbaikan. Sedangkan, evaluasi sumatif adalah evaluasi yang diberikan pada tahap akhir
dari program, layanan, atau kegiatan yang telah dilaksanakan untuk menilai tingkat
keefektifan program, layanan, atau kegiatan bagi perkembangan para siswa. Selain itu,
evaluasi CIPP juga dapat digunakan dalam mengevaluasi pelaksanaan bimbingan dan
konseling. Evaluasi CIPP merupakan evaluasi yang membahas mengenai konteks, input,
proses, dan hasil.

DAFTAR PUSTAKA
Aip Badrujaman. 2010. Teori dan Aplikasi Evaluasi program Bimbingan dan Konseling.
Jakarta : PT. Indeks. (hal 20)

Suharsimi. 2008. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.


Azmawadah. 2013. Evaluasi Program Bimbingan dan Konseling. Tersedia online:
azmawadah.blogspot.com.