Anda di halaman 1dari 8

TUGAS EKONOMI POLITIK

TERBENTUKNYA MASYARAKAT EKONOMI

Dosen Pembimbing : Dr. Agus Tinus, M.Pd

Kelompok 2

Ahmad Syaroni

(201310090311020)

Roni Arisand

(201210090311004)

Wiwin Wulandari

(2012100903110 )

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG


CIVIC HUKUM
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP)
2015/2016

BAB II
PEMBAHSAN
A. Pengertian Masyarakat

Masyarakat

merupakan

suatu perwujudan kehidupan bersama manusia. Dalam

masyarakat berlangsung proses kehidupan sosial, proses antar hubungan dan antar aksi. Dengan
demikian masyarakat dapat diartikan sebagai wadah atau medan tempat berlangsungnya
antar aksi arga masyarakat itu.
Berikut pengertian Masyarakat Menurut Definisi Para Ahli :
1. Emile Durkheim : Menurut Emile Durkheim, pengertian masyarakat adalah suatu kenyataan
objektif dari individu-individu yang merupakan anggotanya.
2. Karl Marx : Menurut Karl Marx, pengertian masyarakat adalah suatu sturktur yang
mengalami ketegangan organisasi maupun perkembangan karena adanya pertentangan antara
kelompok-kelompok yang terpecah secara ekonomi
3. M. J. Herkovits : Menurut M. J. Herkovits, pengertian masyarakat adalah kelompok individu
yang diorganisasikan dan mengikuti suatu cara hidup tertentu.
4. J. L. Gillin dan J. P. Gillin : Menurut J. L. Gillin dan J. P. Gillin, pengertian masyarakat
adalah kelompok yang tersebar dengan perasaan persatuan yang sama
5. Max Weber : Menurut Max weber, pengertian masyarakat adalah suatu struktur atau aksi
yang pada pokoknya ditentukan oleh harapan dan nilai-nila yang dominan pada warganya
6. Selo Soemardjan : Menurut Selo Soemardjan, pengertian masyarakat adalah orang-orang
yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
7. Paul B. Horton : Menurut Paul B. Horton, pengertian masyarakat adlaah sekumpulan
manusia yang relatif mandiri dengan hidup bersama dalam jangka waktu cukup lama, mendiami
suatu wilayah tertentu dengan memiliki kebudayaan yang sama, dan sebagian besar kegiatan
dalam kelompok itu.

Banyak definisi masyarakat yang dikemukakan oleh para ahli. Tapi, bisa diambil
Pengertian

masyarakat

adalah

kelompok

manusia

yang

saling

berhubungan, saling

mempengaruhi, mempunyai norma-norma, memiliki identitas yang sama, dan memiliki


wilayah. Masyarakat bisa meliputi lingkup yang besar, seperti masyarakat Indonesia,
Masyarakat arab. Sedangkan dalam lingkup sempit, masyarakat dapat ditemukan di desa,
kota atau suku tertentu.1
B. Proses Terbentuknya Masyarakat
Proses terbentuknya suatu masyarakat biasanya berlangsung tanpa disadari yang diikuti
oleh hampir sebagian besar anggota masyarakat. Dorongan manusia untuk bermasyarakat antara
lain :
1. Pemenuhan kebutuhan dasar biologis, seperti papan (tempat tinggal), sandang, dan pangan
yang penyelenggaraannya akan lebih mudah dilaksanakan dengan kerja sama dari pada
usaha perorangan.
2. Kemungkinan untuk bersatu dengan manusia lain (bermasyarakat).
3. Keinginan untuk bersatu dengan lingkungan hidupnya.
4. Dengan memasyarakat kemungkinan untuk mempertahankan diri dalam menghadapi kekuatan
alam, binatang dan kelompok lain lebih besar.
5. Secara naluriah manusia mengembangkan keturunan melalui keluarga yang merupakan
kesatuan masyarakat yang terkecil.
6. Manusia mempunyai kecenderungan sosial, yaitu seluruh tingkah laku yang berkembang
akibat interaksi sosial atau hubungan antar manusia. Dalam hidup bermasyarakat, kebutuhan
dasar kejiwaan ingin tahu, meniru, dihargai, menyatakan rasa haru dan keindahan, serta
memuja tertampung dalam hubungan antar manusia, baik antar individu maupun kelompok.2
Perdebatan sekitar lahir dan terbentuknya masyarakat telah berlangsung semenjak era
Plato. Kala itu, Plato yang berkeyakinan bahwa masyarakat terbentuk secara kodrati,
berseberang-pandang dengan kaum sofis yang berargumen bahwa masyarakat merupakan
bentukan manusia. Dapatlah ditilik, pandangan Plato lebih bersifat metafisik dan mengawang,
sedang kaum sofis ilmiah-rasional.
1

Prof.Yusran Razak, Pengantar Sosiologi, Jakarta,:PT.Sinar Grafika.2008 hal 142


Soejono Soekanto, Sosilogi, Suatu Pengantar, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada,1982 hal
86-88
2

Dalam hal ini, kiranya pembahasan mengenai sejarah terbentuknya masyarakat lebih
dititikberatkan pada pandangan kaum sofis mengingat sifatnya yang ilmiah-rasional.
Merujuk pada perspektif terbentuknya masyarakat melalui manusia (antroposentris),
ditemui bahwa pada mulanya individu yang berlainan jenis bertemu satu sama lain, kemudian
membentuk keluarga. Lambat laun, entitas keluarga kian berkembang sehingga membentuk
keluarga besar atau suku. Pada tahapan berikutnya, suku kian berkembang dan terbentuklah
wangsa. Selanjutnya, wangsa-wangsa dengan ciri fisik dan kebudayaan yang sama membentuk
bangsa. Tahapan termutakhir dari proses tersebut adalah lahirnya negara-bangsa
sebagaimana kita temui saat ini
Berdasarkan tata kehidupan dan penciptaan serta penggunaan ilmu pengetahuan dan
teknologi maka perkembangan masyarakat dapat dibedakan menjadi 3 tahapan, yaitu :
1.

Masyarakat Tradisional

2.

Masyarakat Transisi

3.

Masyarakat Modern

1. Masyarakat Tradisional
Masyarakat tradisional adalah masyarakat yang tertutup, padu monopolitik ( terdapatnya
seperangkat pemikiran dan nilai yang meresapi,mengatur dan menguasai, menyatukan semua
bidang yang ada.
Ciri-ciri masyarakat pada tahapan ini adalah :
1.

Berbentuk komunitas kecil, tertutup dan homogen

2.

Pranata sosial bertumpu pada hubungan kekerabatan

3.

Secara geografis berada di daerah terpencil dan sulit terjangkau

4.

Masih hidup dengan sistem ekonomi subsistem

5.

Peralatan dan teknologinya sederhana

6.

Ketergantungan kepada lingkungan

7.

Terbatasnya akses pelayanan sosial, ekonomi dan politik

2. Masyarakat Transisi
Masyarakat transisi adalah masyarakat yang berada di antara masyarakat tradisional dan
modern. Pada umumnya berada di daerah marginal atau pinggiran atau kota-desa.
Ciri - ciri dari masyarakat transisi diantaranya :
1. Adanya pergeseran dalam bidang, misalnya pekerjaan, seperti pergeseran dari tenaga kerja
pertanian ke sektor industri
2. Adanya pergeseran pada tingkat pendidikan. Di mana sebelumnya tingkat pendidikan rendah,
tetapi menjadi sekrang mempunya tingkat pendidikan yang meningkat.
3. Mengalami perubahan ke arah kemajuan
4. Masyarakat sudah mulai terbuka dengan perubahan dan kemajuan jaman.
5. Tingkat mobilitas masyarakat tinggi.
6. Biasanya terjadi pada masyarakat yang sudah memiliki akses ke kota misalnya jalan raya

3. Masyarakat Modern
Masyarakat

modern

adalah

Masyarakat

yang

telah

meninggalkan

cara-cara

tradisional yang sebagian besar warganya mempunyai orientasi nilai budaya yang terarah ke
kehidupan dalam peradaban dunia masa kini.
Masyarakat modern relatif bebas dari kekuasaan adat-istiadat lama. Karena mengalami
perubahan dalam perkembangan zaman dewasa ini. Perubahan-Perubahan itu terjadi sebagai
akibat masuknya pengaruh kebudayaan dari luar yang membawa kemajuan terutama dalam
bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ciri-ciri masyarakat modern :
1. Menerima hal-hal baru.
2. Menyatakan pendapat baik tentang lingkungannya sendiri maupun luar.
3. Masyarakatnya heterogen
4. System pelapisan sosialnya terbuka
5. Mobilitas sosialnya tinggi
6. Melakukan tindakan secara rasional.
7. Tidak terikat pada tradisi/adat..

8. Menghargai waktu.
9. Memiliki perencanaan dan pengorganisasian.
10. Percaya diri
11. Perhitungan
12. Menghargai harkat hidup orang lain
13. Lebih percaya pada ilmu pengetahuan dan teknologi.
14. Menjunjung tinggi suatu sikap dimana imbalan sesuai dengan prestasi yang diberikan
Bagi negara-negara sedang berkembang seperti halnya Indonesia. Pada umumnya masyarakat
modern ini disebut juga masyarakat perkotaan atau masyarakat kota.

C. Pengertian Ekonomi
Secara umum, bisa dibilang bahwa ekonomi adalah sebuah bidang kajian tentang
pengurusan sumber daya material individu, masyarakat, dan negara untuk meningkatkan
kesejahteraan hidup manusia. Karena ekonomi merupakan ilmu tentang perilaku dan tindakan
manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang bervariasi dan berkembang dengan sumber
daya yang ada melalui pilihan-pilihan kegiatan produksi, konsumsi dan atau distribusi.
Macam-macam pengertian ekonomi menurut pendapat para ahli antara lain sebagai
berikut :3

Adam Smith : Pengertian ekonomi menurut pendapat Adam Smith adalah penyelidikan
tentang keadaan dan sebab adanya kekayaan negara.

Mill J.S : Menurut Mil J.S, pengertian ekonomi adalah sains praktikal tentang
pengeluaran dan penagihan.

Hermawan Kartajaya : Pengertian ekonomi menurut pendapat Hermawan Kartajayat


adalah platform dimana sektor industri melekat diatasnya.

Paul A. Samuelson : Menurut Paul. A. Samuelson, pengertian ekonomi adalah cara-cara


yang dilakukan oleh manusia dan kelompoknya untuk memanfaatkan sumber-sumber

Citrawulani, Pengertian Ekonomi, https://citrawulani.wordpress.com , acces 7 Desember


2015

terbatas untuk memperoleh berbagai komoditi dan mendistribusikannya untuk


dikonsumsi oleh masyarakat.

Abraham Maslow : Menurut Abraham Maslow, ekonomi adalah salah satu bidang
pengkajian yang mencoba menyelesaikan masalah keperluan asas kehidupan manusia
melalui penggemblengan segala sumber ekonomi yang ada dengan berasaskan prinsip
serta teori tertentu dalam suatu sistem ekonomi yang dianggap efektif dan efisien.

M. Manulang : Menurutnya, pengertian ekonomi adalah suatu ilmu yang mempelajari


masyarakat dalam usahanya untuk mencapai kemakmuran, yaitu keadaan dimana
manusia dapat memenuhi kebutuhannya dari segi pemenuhan barang maupun jasa

D. Proses Terbentuknya Masyarakat Ekonomi


Dalam pembahasan di atas telah dipaparkan latar belakang terbentuknya masyarakat itu
sendiri dimana terjadi karena berbagai aspek, diantaranya karena keinginan untuk berinteraksi
social karena memiliki tujuan yang sama serta permaslahan yang semakin kompleks dalam
kehidupan bersama. Dan proses pembentukan itu terjadi secara langsung, alami tanpa disadari
sehingga terbentuk tatanan masyarakat seperti sekarang ini.
Jadi, masyarakat ekonomi itu adalah sekumpulan orang yang mendiami suatu wilayah
bersama dan menjalin interaksi sosial sehingga menghasilkan suatu sistem dan kebudayaan
guna meningkatkan kesejahteraan kehidupan manusia melalui peningkatan integrasi ekonomi
guna menghadapi perdagangan dunia.
Masyarkat ekonomi itu terbentuk karena berbagai permasalahan yang timbul dalam
kehidupan bermasyarakat, khusunya mengenai ekonomi. Dimana ekonomi merupakan bagian
yang sangat vital dalam melakukan interaksi dan bermasyarakat. Karena ekonomi sebagai
penunjang kelangsungan hidup bermasyarakat. Untuk mengatasi permasalahan-permasalahanpermasalahan yang timbul khusunya dalam bidang ekonomi tersebut dan untuk mensejahterakan
masyarakat, maka sekolompok orang dan masyarakat membentuk suatu masyarakat ekonomi.

Contohnya di Eropa ada Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE) dan di Asia tenggara ada
Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).4

Setabasri, Proses Terbentuknya Masyarakat Indonesia, http://setabasri01.blogspot.co.id/,


acces 7 Desember 2015