Anda di halaman 1dari 3

Bentang Alam Sebagai Respon Proses Geologi

Rama baiquni herawan


270120140510

Ilmu yang mempelajari tentang bentang alam dan segala proses yang bertanggung
jawab untuk membentuknya adalah ilmu geomorfologi. Bentang alam yang terjadi
sekarang ini merupakan hasil dari berbagai macam proses alami baik itu yang terjadi
dari dalam (endogen) maupun dari luar (eksogen).
Proses endogen dan eksogen
Proses endogen berasal dari dua macam kegiatan yaitu tektonik dan vulkanik.
Tektonik merupakan gejala alam yang disebabkan oleh pergerakan lempeng bumi
yang menyebabkan perubahan pada permukaan bumi. Proses tektonik secara lengkap
dikenal sebagai wilson cycle. Peristiwa tektonik tersebut dapat berupa perlipatan,
pergeseran, maupun pengangkatan yang membentuk struktur permukaan bumi.
Beberapa contoh dari bentang alam yang disebabkan oleh kejadian tektonik adalah
terjadinya perbukitan lipatan, lembah, jurang dan gunung. Selain tektonik terdapat
satu lagi proses endogen yang terjadi di bumi yaitu vulkanik. Vulkanik merupakan
gejala alam yang disebabkan oleh aktifitas magma yang keluar ke permukaan dari
dalam perut bumi. Aktifitas magma di dalam perut bumi dipicu oleh tekanan gas di
dapur magma yang memiliki temperatur yang sangat tinggi sehingga mendesak
magma keluar dari dalam perut bumi. Contoh dari peristiwa vulkanik adalah
terjadinya gunung berapi.
Proses eksogen merupakan pembentukan bentang alam oleh tenaga pengubah yang
berasal dari luar permukaan bumi. Tenaga eksogen biasanya membentuk permukaan
bumi melalui perusakan misalnya melalui erosi, abrasi dan pelapukan. Erosi

merupakan proses terjadinya pengikisan pada bagian-bagian tertentu di permukaan


bumi. Materi dari bagian yang mengalami pengikisan tersebut dapat mengalami
perpindahan dari tempat asalnya. Pelapukan merupakan proses alami hancurnya
batuan tertentu menjadi berbagai jenis tanah Selain merusak tenaga eksogen juga bisa
membentuk bentang alam dengan cara sedimentasi.
Pola aliran
Segala proses pembentukan bentang alam tersebut mempengaruhi jalur dari air yang
jatuh ke permukaan bumi, apabila permukaan bumi memiliki jalur kemiringan yang
menerus maka terjadilah sungai. Apabila jalur air tertahan maka terjadilah danau,
rawa, dan lain-lain. Jalur-jalur sungai yang menyatu membentuk sungai-sungai utama
disebut sebagai pola aliran sungai. Pola aliran sungai dipengaruhi oleh beberapa
faktor antara lain kemiringan lereng, struktur geologi, kekerasan batuan, litologi, serta
topografi. Oleh karena itu, pola aliran sungai juga bermanfaat digunakan dalam
menginterpretasi kenampakan batuan geomorfologis dan struktur geologi.
Kuantifikasi bentang alam
Untuk menentukan klasifikasi bentang alam digunakan kuantifikasi bentang alam
yaitu memberikan nilai pada setiap perbedaan keadaan alamnya. Beberapa klasifikasi
bentang alam adalah morfometri dan morfografi.
Morfometri merupakan penilaian kuantitatif terhadap bentuk lahan sebagai
pendukung morfografi dan morfogenetik sehingga klasifikasi semakin tegas dengan
angka-angka yang jelas.

Berikut adalah tabel hubungan kelas relief dengan kemiringan lereng dan perbedaan
ketinggian (Van Zuidam, 1985)
kelas relief

kemiringan lereng (%)

datar - hampir datar


berombak
berombak bergelombang
bergelombang berbukit
berbukit - pegunungan
pegunungan curam
pegunungan sangat
curam

0-2
3 -7

perbedaan
ketinggian
<5
5 - 50

8 - 13

25 - 75

14 - 20

75 - 200

21 - 55
55 - 140

200 - 500
500 - 1000

> 140

> 1000

Berikut adalah tabel hubungan ketinggian absolut dengan unsur morfografi (Van
Zuidam, 1985)
ketinggian absolut
< 50 meter
50 - 100 meter
100 - 200 meter
200 - 500 meter
500 - 1500 meter
1500 - 3000 meter
> 3000 meter

unsur morfografi
Dataran rendah
Dataran rendah pedalaman
perbukitan rendah
perbukitan
perbukitan tinggi
pegunungan
pegunungan tinggi