Anda di halaman 1dari 6

Tugas Akhir Pengujian Metalografi :

1. Gambarkan diagram fasa logam yang anda amati selengkap mungkin dan diagram
TTT untuk baja hipoeutektoid, baja eutektoid, baja hipereutektoid (hanya untuk
baja).
2. Untuk baja, bagaimana cara menghitung kadar karbon pada struktur mikro yang
diamati, berapa persen perlit pada sempel.
3. Sebutkan dan jelaskan secara detail unsur-unsur paduan yang nampak pada
pengamatan yang telah difoto.
4. Sebutkan jenis-jenis heat treatmenth dan faktor apa sajakah yang membedakan
perubahan struktur mikro dengan perlakuan panas dengan deformasi plastis.
5. Jelaskan hubungan struktur mikro dengan sifat mekanik dari logam tersebut.
Jawab :

1. Diagram Fasa

Diagram TTT baja hipoeutektoid (C<0,8%)

Diagram TTT baja eutectoid (C=0,8%)

Diagram TTT baja hipereutektoid

2. Rumus mencari kadar karbon :

Perhitungan kandungan ferit: X rata-rata;


1. Standar Deviasi (SD)
x
x

SDx=
2.

Standar deviasi rata-rata (SDr)

X=

x
n

x
x

SD r=
3.

Kesalahan relative (Kr)


SD
Kr= r 100
x
4. Ketelitian (K)
K = 100% - Kr
Perlit adalah campuran eutektoid yang mengandung 0,83% karbon dan
terbentuk pada suhu 1333F melalui pendinginan yang sangat lambat.

3. Unsur-unsur paduan yang nampak


a. Baja pearlit (sorbit dan troostit)
Unsur-unsur paduan relatif kecil maximum 5% Baja ini mampu dimesin, sifat
mekaniknya meningkat oleh heat treatment (hardening &tempering)
b. Baja martensit
Unsur pemadunya lebih dari 5 %, sangat keras dan sukar dimesin
c. Baja austenite
Terdiri dari 10 30% unsur pemadu tertentu (Ni, Mn atau CO) Misalnya :
Baja tahan karat (Stainless steel), nonmagnetic dan baja tahan panas (heat
resistant steel).
d. Baja ferrit
Terdiri dari sejumlah besar unsur pemadu (Cr, W atau Si) tetapi karbonnya
rendah. Tidak dapat dikeraskan.

e. Karbid atau ledeburit


Terdiri sejumlah karbon dan unsur-unsur pembentuk karbid (Cr, W, Mn, Ti,
Zr).
4. Jenis-jenis perlakuan panas adalah:
a. Quenching (pengerasan)
Proses quenching atau pengerasan baja adalah suatu proses pemanasan logam
sehingga mencapai batas austenit yang homogen. Untuk mendapatkan
kehomogenan ini maka audtenit perlu waktu pemanasan yang cukup.
Selanjutnya secara cepat baja tersebut dicelupkan ke dalam media pendingin,
tergantung pada kecepatan pendingin yang kita inginkan untuk mencapai
kekerasan baja.
Pada waktu pendinginan yang cepat pada fase austenit tidak sempat berubah
menjadi ferit atau perlit karena tidak ada kesempatan bagi atom-atom karbon
yang telah larut dalam austenit untuk mengadakan pergerakan difusi dan bentuk
sementitoleh karena itu terjadi fase lalu yang mertensit, imi berupa fase yang
sangat keras dan bergantung pada keadaan karbon.
b. Annealing
Proses anneling atau melunakkan baja adalah proses pemanasan baja di atas
temperature kritis (723 C) selanjutnya dibiarkan bebrapa lama sampai
temperature merata disusul dengan pendinginan secara perlahan-lahan sambil
dijaga agar temperature bagian luar dan dalam kira-kira samahingga diperoleh
struktur yang diinginkan dengan menggunakan media pendingin udara. Adapun
tujuan dari proses annealing adalah untuk melunakkan material logam,
menghilangkan tegangan dalam, dan memperbaikin butir-butir logam.
c. Normalizing
Normalizing adalah suatu proses pemanasan logam hingga mencapai fase
austenit yang kemudian diinginkan secara perlahan-lahan dalam media

pendingin udara. Hasil pendingin ini berupa perlit dan ferit namunhasilnya jauh
lebih mulus dari anneling. Prinsip dari proses normalizing adalah untuk
melunakkan logam. Namun pada baja karbon tinggi atau baja paduan tertentu
dengan proses ini belum tentu memperoleh baja yang lunak. Mungkin berupa
pengerasan dan ini tergantung dari kadar karbon.
d. Tempering
Proses tempering adalah pemanasan baja sampai temperature sedikit di bawah
temperature kritis, kemudian didiamkan dalam tungku dan suhunya
dipertahankan sampai merata selama 15 menit. Selanjutnya didinginkan dalam
media pendingin. Jika kekerasan turun, maka kekuatan tarik turun pula.
Dalamhal ini keuletan dan ketangguhan baja akan meningkat. Meskipun proses
ini akan menghasilkan baja yang lebih lemah. Proses ini berbeda dengan
anneling karena dengan proses ini belum tentu memperoleh baja yang lunak,
mungkin berupa pengerasan dan ini tergantung oleh kadar karbon.
5. Baja dapat diberi perlakuan panas agar diperoleh struktur mikro dan sifat yang
diinginkan. Struktur mikro dan sifat yang diinginkan tersebut dapat diperoleh
melalui proses pemanasan dan pendinginan pada temperatur tertentu. Jika
permukaan dari suatu spesimen baja disiapkan dengan cermat dan struktur
mikronya diamati dengan menggunakan mikroskop, maka akan tampak
bahwa baja tersebut memiliki struktur yang berbeda-beda. Jenis struktur yang
ada sangat dipengaruhi oleh kamposisi kimia dari baja dan jenis perlakuan
panas yang diterapkan pada baja tersebut. Struktur yang akan ada pada suatu
baja adalah ferit. perlit, bainit, martensit, sementit dan karbida lainnya.