Anda di halaman 1dari 12

Pinang (Areca catechu)

Disusun Oleh :
- Abu Bakar
- Bunga Mentari
- Cut Hospita Lisa
- Hasmayani
- Khairul Amri
- M. Irvan
- M. Yanis Alkindy
- Rika Septiana
- Syukur Hidayatullah
- Zaituni

I. Pendahuluan
Pinang

(Areca catechu L) merupakan salah satu tumbuhan


palma. Tumbuhan ini tersebar dari Afrika Timur,
Semenanjung Arab, Tropikal Asia, Indonesia dan Papua. Di
indonesia tumbuhan pinang tersebar di pulau Sumatera,
Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Sulawesi. Jenis
buah ini yang di dunia Barat dikenal dengan betel nut,
terutama ditanam untuk dimanfaatkan bijinya.
Biji pinang diperoleh dari buah pinang yang telah dikupas.
Biji pinang dikenal sebagai salah satu campuran makan
sirih. Selain itu, biji pinang dapat dijadikan bahan
campuran permen, dimanfaatkan sebagai zat pewarna
merah alami, dan diekstrak zat-zat antioksidan alami yang
menguntungkan seperti tanin.

Lanjutan...
Di

Indonesia, selain untuk konsumsi lokal, pinang


merupakan salah satu komoditas ekspor yang
produksinya meningkat setiap tahun. Indonesia
menjadi produsen utama pinang dunia pada tahun
2006 dengan ekspor mencapai 100.000 ton.
Permintaan ekspor biji pinang muda lebih besar
daripada permintaan untuk biji pinang tua. Harga jual
biji pinang muda juga lebih mahal dibanding harga
jual biji pinang tua.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Pinang

Tanaman pinang diklasifikasikan ke dalam kerajaan Plantae, divisi


Spermatophyta (menghasilkan biji), sub divisi Angiospermae
(berbiji terbuka), kelas Monocotyledonae (berkeping satu), ordo
Arecales, famili Arecaceae (palem-paleman), genus Areca, dan
spesies Areca catechu L.

Pinang

merupakan tumbuhan tropika yang ditanam untuk mendapatkan


buahnya dan karena keindahannya, sebagai hiasan taman Tingginya antara
10 hingga 30 m dan meruncing di bagian pucuk, ukuran melintang batang
pokok 15 cm hingga 20 cm. Di bagian jemala (crown) pokok ini berbentuk
bulat dan berwarna hijau semasa muda dan apabila masak ia menjadi
kuning dan merah. Pinang (Areca catechu) adalah sejenis palma yang
tumbuh di darah Pasifik, Asia dan Afrika bagian timur (Syamsuhidayat
dan Hutapea, 1991).
Pinang biasa ditanam di pekarangan, taman, atau dibudidayakan. Tanaman
ini kadang tumbuh liar di tepi sungai dan tempat lain dan dapat ditemukan
dari 1-1400 m di atas permukaan laut. Pohon berbatang langsing, tumbuh
tegak, tinggi 10-30 m, diameter 15-20 cm, tidak bercabang, dengan bekas
daun yang memanjang.
Daun majemuk menyirip, tumbuh berkumpul di ujung batang membentuk
roset batang, dan panjang helaian daun 1-1,8 m. Pelepah daun berbentuk
tabung, panjang sekitar 80 cm, dan tangkai daun pendek. Helai anak daun
mempunyai panjang 85 cm, lebar 5 cm, dengan ujung sobek dan bergigi.

Kegunaan Pinang

Tanaman Pinang telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia sejak dulu,
khususnya buahnya yang digunakan untuk campuran makan sirih. Orang yang makan
buah pinang diyakini memiliki gigi yang kuat meski usia telah lanjut.

Pinang terutama ditanam untuk dimanfaatkan bijinya, yang di dunia Barat dikenal
sebagai betel nut. Biji ini dikenal sebagai salah satu campuran orang makan sirih,
selain gambir dan kapur. Biji pinang mengandung alkaloida seperti misalnya
arekaina (arecaine) dan arekolina (arecoline), yang sedikit banyak bersifat racun dan
adiktif, dapat merangsang otak. Sediaan simplisia biji pinang di apotek biasa
digunakan untuk mengobati cacingan, terutama untuk mengatasi cacing pita.

Secara tradisional, biji pinang digunakan dalam ramuan untuk mengobati sakit
disentri, diare berdarah, dan kudisan. Biji ini juga dimanfaatkan sebagai penghasil
zat pewarna merah dan bahan penyamak.

Pelepah daun yang seperti tabung (dikenal sebagai upih) digunakan sebagai
pembungkus kue-kue/makanan dan bahan campuran untuk pembuatan topi.

Batangnya kerap diperjual belikan, terutama di kota-kota besar di Jawa menjelang


perayaan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus, sebagai sarana untuk lomba panjat
pinang.

Dan masih banyak lagi kegunaan yang bisa di peroleh dari pinang...

Peta Sebaran Pinang di Aceh

Luas Lahan, luas lahan, dan Produksi Pinang dari


2010-2013

Produk Olahan Buah Pinang

Serbuk buah pinang merupakan hasil dari pengeringan buah pinang muda selama dua
hari di bawah sinar matahari terik. Setelah dikeringkan, biji pinang dihaluskan lalu
dikemas dalam kemasan yang kedap udara. Khasiat utama serbuk buah pinang adalah
sebagai obat luka bakar.

kulit pinang yang dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pulp dan kertas

Pinang bisa dijadikan obat dan kulitnya sebagai bahan bakar. biji pinang digunakan
dalam ramuan untuk mengobati sakit disentri, diare berdarah, dan kudisan.

Harga Jual Produk Pinang di tingkat Petani,


Kecamatan dan Kabupaten

Harga pinang bulat kering saat ini mencapai Rp 13.000sampai Rp


14.000/kg dari sebelumnya hanya Rp 7.000 sampai Rp 8.000/kg.
Sementara pinang basah Rp 8.500 sampai Rp 9.000/kg dan pinang
belah kering Rp 12.000 sampai Rp13.000/kg melambungnya harga
pinang diperkirakan karena ekspor ke India berjalan lancar di tengah
sedikitnya pasokan. Untuk harga pinang tingkat petani harga pinang
kupas kering mulai membaik, dari sebelumnya Rp 5.000/kg kini
menjadi Rp 7.500/kg di tingkat agen pengepul. Sedangkan pinang yang
masih berkulit dibeli Rp 10.000/kaleng. Kenaikan harga tersebut sudah
dirasakan petani sejak dua bulan terakhir. Hanya saja sebagian petani
belum merasa puas dengan kenaikan sejumlah itu, karena sebelumnya
harga pinang sebelumnya sempat mencapai Rp 8.000/kg. sedangkan
tingkat kabupaten mencapai Rp.15.000/kg.

Potensi Pengembangan Pinang Di Aceh


kabupaten/kota

yang terdapat di aceh yang sangat berpotensi


untuk penanaman pohon pinang dan juga didukung oleh
keadaan geografis yang sesuai untuk penanaman pinang.
Menurut sumber dinas perkebunan pinang di Aceh khususnya
di Kecamatan Sawang memiliki kualitas terbaik dibandingkan
dengan daerah lain baik dari segi getahnya maupun buahnya
karena dipengaruhi oleh geografis yang cocok untuk
penanaman pinang. Namun sayangnya, tanaman pinang ini
masih banyak yang dibudidayakan secara tradisional.
Sekiranya di budidayakan secara intensif, komoditas pinang
sangat menjanjikan dibandingkan dengan komoditas lain
seperti "sawit dan karet"

Terima Kasih.....