Anda di halaman 1dari 6

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Jenis dan Sumber Data
Data dapat dikelompokan sebagai berikut:
a. Data menurut sumber asalnya digolongkan menjadi:
1. Data primer yaitu data yang diperoleh dari sumber pertama.
2. Data sekunder yaitu data jadi yang telah tersedia untuk objek
penelitian dan telah diolah oleh pihak lain, baik yang sudah
dipublikasikan maupun belum.
b. Data menurut bentuknya digolongkan menjadi;
1. Data kualitatif yaitu data yang berbentuk atribut, bukan angka.
2. Data kuantitatif yaitu data yang berbentuk angka angka.
Berdasarkan pengelompokan tersebut, jenis data yang digunakan penulis
adalah data sekunder yang bersifat kuantitatif.
Sumber data dalam penelitian ini sebagian besar diperoleh dari Bursa Efek
Indonesia berupa laporan keuangan perusahaan go public yang telah diaudit.
Selain itu, penulis juga melakukan kunjungan pustaka seperti buku teks, jurnal
ilmiah, skripsi terdahulu, dan website.
Penelitian ini menggunakan data sebagai berikut: Laporan keuangan
perusahaan go public tahun 2009 berdasarkan Indeks LQ45 periode Agustus 2009
- Februari 2010.
3.2 Populasi dan Sampel
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan
LQ45 periode Agustus 2009 - Februari 2010.
Pemilihan sampel penelitian menggunakan metode purposive sampling,
yaitu pengambilan sampel secara disengaja berdasarkan metode tertentu. Kriteria
sampel yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah:
1. Perusahaan yang tercatat dalam Indeks LQ45 periode Agustus 2009
Februari 2010.
2. Mampu menyediakan data yang dibutuhkan untuk penelitian ini.
Berdasarkan kriteria di atas, maka total sampel sebesar 82 % dengan
rincian sebagai berikut:

Universitas Kristen Krida Wacana | 1

Tabel 3.1
Hasil Pemilihan Sampel

Kriteria

Jumlah Perusahaan

Perusahaan yang terdaftar di BEI LQ45

45

Tidak memiliki data lengkap


(laporan keuangan tahun 2009)

Perusahaan dengan data lengkap

38

Total sampel

84 %

3.3 Operasionalisasi Variabel


3.3.1 Variabel Dependen
Variabel dependen dalam penelitian ini daftar pengungkapan sukarela yang
terdapat pada laporan tahunan perusahaan, yang diukur dengan menggunakan
indeks pengungkapan. Pembuatan item item pengungkapan didasarkan pada
pengelompokan umum yang dilakukan peneliti berdasarkan teori enam jenis
pengungkapan baru akuntansi yang didasarkan pada prinsip kejujuran (sukarela)
yang dikemukakan Belkoui (2000) dengan menyesuaikan dengan peraturan
BAPEPAM dan sektor yang diteliti yaitu perusahaan LQ45.
Peneliti menggunakan perhitungan indeks pengungkapan sukarela tanpa
pembobotan karena laporan keuangan ditujukan untuk kepentingan umum
pemakai dan menghindari subjektivitas. Langkah langkah perhitungan indeks
pengungkapan sukarela adalah:

Universitas Kristen Krida Wacana | 2

1. Membuat daftar pengungkapan sukarela yang berisi item item yang


seharusnya diungkapkan secara sukarela oleh perusahaan. Dalam hal ini
perusahaan LQ45.
2. Setiap item yang diungkapkan diberi nilai 1 (satu) dan item yang tidak
diungkapkan diberi nilai 0 (nol).
3. Menjumlahkan nilai yang diperoleh perusahaan untuk mendapatkan nilai
total.
4. Menghitung indeks pengungkapan sukarela dengan cara membagi nilai
total dengan nilai yang diharapkan bisa didapat perusahaan.
5. Perusahaan dengan angka indeks pengungkapan sukarela yang tinggi
menunjukkan bahwa perusahaan tersebut melakukan pengungkapan
sukarela lebih banyak daripada perusahaan lain sejenis.
6. Indeks pengungkapan sukarela dilambangkan dengan IPS.
3.3.2 Variabel Independen
Variabel independen dalam penelitian ini struktur kepemilikan yang dibagi
menjadi empat kelompok yaitu:
1. Kepemilikan Manajerial
Kepemilikan manajerial diukur dengan persentase jumlah kepemilikan
manajemen terhadap total saham beredar. Dilambangkan dengan
MANAJERIAL.
2. Kepemilikan Publik
Kepemilikan publik diukur dengan persentase kepemilikan pihak di luar
manajemen terhadap total saham beredar. Dilambangkan dengan PUBLIK.
3. Kepemilikan Asing
Kepemilikan asing diukur dengan persentase kepemilikan perusahaan atau
perorangan yang berasal dari luar negeri. Dilambangkan dengan ASING.
4. Kepemilikan Institusional
Kepemilikan institusional diukur dengan persentase kepemilikan institusi
tertentu

terhadap

total

saham

beredar.

Dilambangkan

dengan

INSTITUSIONAL.
3.4 Model Penelitian

Universitas Kristen Krida Wacana | 3

Penelitian ini adalah penelitian kausal komparatif, yang bertujuan untuk


mengetahui hubungan sebab akibat antara variabel variabel penelitian.
Hubungan antara variabel independen dan variabel dependen dapat
digambarkan dalam bagan di bawah ini.

Kepemilikan manajerial
(variabel independen)
Kepemilikan publik
Pengungkapan sukarela
(variabel independen)
(variabel dependen)
Kepemilikan asing
(variabel independen)
Kepemilikan
institusional
Model
penelitian
yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai
(variabel independen)
berikut:
Y = a + bX
Dimana:
Y
= skor pengungkapan sukarela
a
= konstanta
b
= koefisien regresi variabel X
X
= struktur kepemilikan manajerial, publik, asing, atau institusional
3.5

Teknik Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data digolongkan menjadi dua jenis:
1. Metode penelitian kepustakaan
Pengumpulan data menggunakan metode ini dilakukan

dengan

mempelajari buku teks, jurnal ilmiah, skripsi, tesis, liputan pers, dan
terbitan pihak yang berwenang.
2. Metode penelitian lapangan
Pengumpulan data menggunakan

metode

ini

dilakukan

dengan

wawancara, penyebaran kuisioner, dan observasi.


Berdasarkan penggolongan tersebut, penulis menggunakan metode
penelitian kepustakaan yang dikumpulkan terutama melalui situs resmi Bursa
Efek Indonesia dan situs resmi masing masing perusahaan. Data yang

Universitas Kristen Krida Wacana | 4

dibutuhkan terdapat dalam laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan


Bursa Efek Indonesia.
3.6

Metode Analisis Data


Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis

regresi linier sederhana. Analisis regresi sederhana adalah analisis yang


didasarkan pada hubungan fungsional maupun kausal antar satu variabel dependen
dan satu variabel independen. Untuk menunjang analisis tersebut, penulis
menggunakan program SPSS 18.0.
3.7

Langkah Langkah Analisis


Langkah langkah analisis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Menganalisis laporan keuangan perusahaan yang tercatat pada Indeks
LQ45 dan mengelompokannya ke dalam empat struktur kepemilikan serta
memberi nilai satu pada item item yang seharusnya diungkapkan.
2. Uji Asumsi Klasik
Dalam penelitian ini, dilakukan tiga macam uji asumsi klasik yaitu:
a. Uji normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk membuktikan apakah variabel dependen,
independen, atau keduanya berdistribusi normal atau tidak. Model regresi
yang baik adalah yang berdistribusi normal atau mendekati normal.
Penelitian ini menggunakan uji One -Sample Kongmogorov Smirnov
Test. Jika signifikansi > 0,05, data berdistribusi normal. Jika signifikansi <
0,05, data tidak berdistribusi normal.
b. Uji multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui apakah setiap variabel
variabel berhubungan secara linier. Multikolinearitas dapat dideteksi
dengan besaran Variance Inflation Factor (VIP) dan tolerance. Jika VIP
mempunyai nilai kurang dari 10 dan angka tolerance lebih dari 0,1, maka
variabel tersebut terbebas dari asumsi multikolinearitas.
c. Uji heterokedastisitas

Universitas Kristen Krida Wacana | 5

Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah


regresi terdapat ketidaksamaan variansi. Heterokedastisitas menunjukkan
perbedaan

nilai

aktual

dan

nilai

prediksi.

Untuk

menguji

heterokedastisitas, kita dapat melihat pola pola titik pada scarter plot.
Jika grafik menunjukkan bahwa titik titik menyebar secara acak dan
tidak membentuk suatu pola tertentu maka tidak terdapat masalah
heterokedastisitas.

Universitas Kristen Krida Wacana | 6