Anda di halaman 1dari 18

BAB I

OTITIS EKSTERNA

Otitis eksterna adalah radang liang telinga akut maupun kronis yang
disebabkan infeksi bakteri, jamur dan virus dalam hal non infeksi perlu
dipertimbangkan dermatosis, beberapa diantaranya merupakan kodisi primer yang
langsung menyerang liang telinga.1,2,3,4,5
Bakteri penyebab infeksi otitis eksterna antara lain: pseudomonas
aerunginosa, pseudomonas pyocyaneus, staphylacocus aureus, sterptococus.
Infeksi dari jamur berupa aspergilius, candida serta gangguan inflamasi kulit,
reaksi alergi serta trauma ringan pada liang telinga dapat menyebabkan otitis
eksterna.6,7,8,9,10
Menurut penelitian di amerika serikat bentuk akut secara primer
disebabkan oleh bakteri dan ditemukan pada 4 dari 1000 orang pertahun, bentuk
kronik biasanya disebabkan oleh fungi, reaksi alergi, atau maupun merupakan
manifestasi dari dermatitis pada 3-5 % populasi. Frekuensi otitis eksterna
menurun pada usia >50 tahun. Penelitian di poliklinik THT-KL RSU
Prof.DR.R.D.Kandou Manado periode januari- desember 2011 memperlihatkan
bahwa 5.297 pengunjung terdapat 440 (8,33) kasus otitis eksterna. Penelitian
terhadap pasien otitis eksterna di poliklinik THT-KL RS. H. Adam Malik Medan
melaporkan 1.734 kunjungan baru diman dijumpai 867 (8,07) kasus otitis
eksterna.11
Pengobatan otitis eksterna pada prinsipnya harus diperhatikan yaitu liang
telingan harus sering diperiksa dan dibersihkan, atasi nyeri penggunaan obatobatan khusus yang sesuai dengan jenis dan berat penyakit, pengasaman liang
telingan dan mengatasi faktor predisposisinya. Pengobatan spesifiknya tergantung
pada klasifikasi otitis eksterna sendiri yaitu otitis eksterna sirkumskripta, otitis
eksterna difuse dan otitis eksterna maligna.11,12,13,14,15

BAB II
ANATOMI DAN FISIOLOGI

II.1. ANATOMI TELINGA

Gambar II.1 Anatomi Telinga Luar6

Telinga Luar
Telinga luar termasuk aurikula atau spina, dan liang telinga. Liang telinga
mempunyai bagian tulang dan tulan rawan. Telinga luar mempunyai fungsi
mengumpulkan dan menghantarkan gelombang bunyi ke struktur- struktur telinga
tengah. Karena keunikan anatomi aurikula serta konfigurasi liang telinga yang
melengkung atau seperti spiral, maka telinga luar mampu melindungi membran
timpani dari trauma dan benda asing.1,2,3,6
Panjang liang telinga kira-kira 2,5 cm , membentang dari bibir depan
konka hingga membrane timpani. Sepertiga bagian luar adalah tulang rawan
sedangkan dua pertiga bagian dalam adalah tulang.1,2,3,6
2

Aliran darah untuk telinga luar berasal dari cabang arteri carotis eksterna.
Inervasi-sensoris liang telinga luar didapat dari n.V (trigeminus). Kelenjar getah
bening terletak dibawah dan menempel pada daun telinga.1,2,3,6

Telinga Tengah

Gambar II.2 anatomi telinga tengah1


Telinga tengah terdiri dari membrane timpani, cavum timpani, tuba eustachius
dan processus mastoideus.1,2,3,6
1. Membrane timpani
Membrane timpani berbentuk bundar dan cekung bila dilihat dari arah liang
telinga dan terlihat oblik terhadap sumbu liang teliga. Membran timpani dibagi
atas 2 bagian yaitu bagian atas disebut pars flaksida sedangkan bagian bawah pars
tensa. Pars flaksida berlapis dua, yaitu bagian luar adalah lanjutan epitel kulit
liang telinga dan bagian dalam dilapisi oleh sel kubus bersilia, seperti epitel
mukosa saluran napas. Pars tensa mempunyai satu lapisan lagi ditengah, yaitu
lapisan yang terdiri dari serat kolagen dan sedikit serat elastin.3

Bayangan penonjolan bagian bawah maleus pada membrane timpani disebut


sebagai umbo. Dari umbo bermula suatu reflek cahaya (cone of light) kearah
bawah yaitu padan pukul 7 untuk membrane timpani kiri dan pukul 5 untuk
membrane timpani kanan. Reflek cahaya (cone of light) adalah cahaya dari luar
yang dipantulkan membrane timpani.
Membrane timpani dibagi atas 4 kuadran yaitu atas-depan, atas-belakang,
bawah-depan serta bawah-belakang untuk menyatakan letak perforasi membrane
timpani.3
2. Cavum timpani berbentuk kubus dengan batas:
Luar

: membrane timpani

Depan

: tuba eustachius

Bawah

: bulbus jugularis

Belakang

: aditus ad antrum, kanalis facialis pars vertikalis

Atas

: tegmen timpani (meningen, otak)

Dalam

: berturut-turut dari atas ke bawah kanalis kanalis semi sirkularis

horizontal, kanalis facialis, oval windows, round window dan promontorium.1,2,3,6

3. Tuba eustachius
Tuba eustachius menghubungkan cavum timpani dengan nasofaring. Muara
tuba eustachii berbentuk corong menonjol di nasofaring disebut torustubarius dan
dibelakangnya terdapat cekungan yang disebut fossa rosenmuller.1,2,3,6
4. Processus mastoideus
Terdapat aditus ad antrum yaitu lubang yang menghubungkan telinga tengah
dengan antrum mastoid.3
Pada telinga tengah juga terdapat tulang pendengaran yang terdiri dari maleus,
inkus dan stapes.1,2,3,6

Pembuluh darah telinga tengah berasal dari percabangan a. karotis eksterna.


Selaput lendirnya dipersarafi oleh serabut saraf n. glosofaringeus melalui pleksus
timpanikus. Otot telinga tengah m. stapedius dan m. tensor impani masingmasing dipersarafi oleh cabang dari n. VII dan n.V.1,2,3,6

Telinga Dalam
Teilnga dalam terdiri dari alat pendengaran koklea dan alat keseimbangan
(kanalis semisirkularis, utrikulus dan sakulus).1,2,3,6
Koklea merupakan pipa yang melingkar 2,5 kali pada sebuah sumbu yang
mengandung urat saraf dan pembuluh darah. Pada irisan melintang koklea
terdapat skala vestibule sebelah atas, skala media pada bagian tengah dan skala
timpani di sebelah bawah. Skala vestibule dan skala timpani beisi perilimfa,
sedangkan skala media berisi endolimfa. Dasar skala vestibule disebut membrane
vestibule, sedangkan dasar skala media adalah membrane basalis yang terdapat
organ corti didalamnya. Pada skala media ini juga terdapat bagian yang berbentuk
lidah yang disebut tektoria.1,2,3,4,6

II.2. FISIOLOGI PENDENGARAN

G
ambar 3. Fisiologi pendengaran3
5

Proses pendengaran diawali dengan ditangkapnya energi bunyi oleh daun


telinga dalam bentuk gelombang yang dialirkan melalui udara atau tulang ke
koklea. Getaran tersebut meggetarkan membrane timpani diteruskan ke telinga
tengah melalui rangkaian tulang pendengaran yang akan mengamplikasikan
getaran melalui daya ungkit tulang pendengaran dan perkalian luas membrane
timpani tingkap lonjong.1,2,3,6
Energy getar yang telah diamplikasikan ini akan diteruskan ke stapes yang
menggetarkan oval window sehingga paralimfa pada skala vestibule bergerak.
Getaran diteruskan melalui membrane reissner yang mendorong endolimfa,
sehingga akan menimbulkan gerak relative antara membrane basilaris dan
membrane tektoria.1,2,3,6
Proses ini merupakan rangsang mekanik yang menyebabkan terjadinya
deflekasi stereo silia sel- sel rambut, sehingga kanal ion terbuka dan terjadi
penglepasan ion bermuatan listrik dari badan sel. Keadaan ini menimbulkan
proses depolarisasi sel rambut, sehingga melepaskan neurotransmitter kedalam
sinapsis yang akan menimbulkan potensial aksi pada saraf auditorius sampai ke
korteks pendengaran (area 39- 40) dilobus temporalis.1,2,3,6

BAB III
PEMBAHASAN

OTITIS EKSTERNA
III.1 Defenisi

Gambar 4. Otitis eksterna15


Otitis eksterna adalah radang liang telinga akut maupun kronis yang
disebabkan infeksi bakteri, jamur dan virus dalam hal non infeksi perlu
dipertimbangkan dermatosis, beberapa diantaranya merupakan kondisi primer
yang langsung menyerang liang telinga.1,2,3,4,5
Infeksi otitis eksterna merupakan yang umumnya melibatkan sebagian
atau seluruh liang telinga luar , umumnya terdiri dari kedua telinga, termasuk
kedua membrane timpani. Tingkat keparahan membrane infeksi bervariasi dari
iritasi ringan sampai sakit parah.7,8,9,10,11,12,13,14

III.2 Faktor Predisposisi


Infeksi dapat terjadi sebagai akibat factor- factor predisposisi tertentu
sebagai berikut:
1. Perubahan PH kulit kanalis yang biasa asam menjadi basa.
2. Perubahan lingkungan terutama gabungan peningkatan suhu dan
kelembaban.

3. Suatu trauma ringan seringkali karena berenang atau membersihkan


telinga secara berlebihan, penggunaan perangkat eksternal seperti alat
bantu dengar dan penumpukan serumen.
4. Kondisi kulit telinga seperti eczema, seborrhe dan psoriasis.1,2,3,8,9,10,13
III.3 Penyebab
Penyebab otitis eksterna antara lain:
1. Bakteri yang paling sering adalah pseudomonas aeruginosa dan
staphylococcus aureus dan dapat juga disebabkan oleh staphylococcus
albus, Escherichia coli dan enterobakter aerogenes.
2. Jamur: spesies aspergillus ( niger dan fumigates) dan candida albicans.
3. Virus: herpes simplek dan herpes zoster.1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14

III.4 Klasifikasi
1. Otitis eksterna sirkumskripta (furunkel = bisul)
Merupakan infeksi yang mengenai kulit sepertiga liang luar liang telinga
yang mengandung adneksa kulit seperti folikel rambut, kelenjar sebasea
dan kelenjar serumen sehingga terjadi furunkel. Kuman penyebabnya
biasanya staphylococcus aureus atau staphylococcus albus.1,3,6,8,12
2. Otitis eksterna diffuse
Biasanya dikenal dengan swimmers ear adalah infeksi kulit yang
mudah timbul dilingkungan yang panas dan lembab, seperti daerah tropis
dan terkadang kondisi ini timbul sekunder bila infeksi telinga tengah
kronis, seusdah berenang atau pada alergi. Infeksi mengenai kulit liang
telinga dua pertiga dalam. Kuman penyebab biasanya pseudomonas dan
kadang- kadang staphylococcus albus, Escherichia coli dan enterobacter
aerogenes.1,3,6,8,12

3. Otitis eksterna maligna

Merupakan infeksi diffuse diliang telinga luar dan struktur lain


disekitarnya. Biasanya terjadi pada orang tua dengan penyakit diabetes
mellitus pada penderita diabetes mellitus, PH serumennya lebih tinggi
dibandingkan PH serumen non diabetes. Kondisi ini menyebabkan
penderita diabetes mellitus lebih mudah terkena otitis eksterna dan akibat
adanya immunocompromize dan microangiopati maka otitis eksterna
berlanjut menjadi otitis eksterna maligna. Kuman penyebabnya adalah
pseudomonas aeruginosa.3

Gambar 5. otitis eksterna maligna3

III.5 Gejala Klinis


1. Otitis eksterna sirkumskripta (furunkel = bisul)
Gejala klinis :
Rasa nyeri yang hebat, tidak sesuai dengan besar bisul. Hal ini
disebabkan Karena kulit liang telinga tidak mengandung
jaringan longgar dibawahnya, sehingga rasa nyeri timbul pada

penekanan perikondrium.
selain itu terdapat juga gangguan pendengaran bila furunkel

besar dan menyumbat liang telinga.1,3,6,8,12


2. Otitis eksterna diffuse
Nyeri tekan tragus
Nyeri hebat
Pembengkakan sebagian besar dinding kanalis
Pendengaran normal atau sedikit berkurang
Tidak adanya partikel jamur

Liang telinga terasa sempit


Kadang kelenjar getah bening regional membesar dan nyeri

tekan
Terkadang secret bias berbau (secret tidak mengandung lender
seperti secret yang keluar dari membrane timpani pada otitis
media.1,3,6,8,12

3. Otitis eksterna maligna


Rasa gatal pada liang telinga yang dengan cepat di ikuti

oleh nyeri
Secret yang banyak serta diikuti pembengkakan liang

telinga
Rasa nyeri semakin hebat
Liang telinga tertupi oleh jaringan granulasi yang cepat

pertumbuhannya
Saraf facial tertekan, sehingga menimbulkan paresis atau
paralisis facial.3

III.6 Patofisilogi
1. Otitis eksterna sirkumskripta
Terjadinya infeksi folikel rambut bermula sebagai folikulitos yang
kemudian meluas menjadi furunkel. Pada kasus ini terlihat pembengkakan
dan kemerahan diffuse didaerah liang telinga bagian tulang rawan,
biasanya posterior atau superior. Pembengkakan ini dapat menyumbat
liang telinga lalu akan timbul pustule, keadaan ini terdapat nyeri hebat
sehingga pemeriksaan sukar dilakukan.12
2. Otitis eksterna diffuse
Cuaca panas dan lembab menyebabkan pembengkakan stratum

korneum kulit sehingga menyumbat saluran folikel


Kelembaban berlebihan Karena berenang atau mandi menambah
maserasi kulit liang telinga dan menciptakan kondisi yang cocok untuk
pertumbuhan bakteri.

10

Perubahan- perubahan ini dapat menyebabkan rasa gatal diliang telinga


sehingga menambah kemungkinan trauma karena garukkan. Hal ini dapat
sebagai permulaan infeksi.12
Sewaktu terjadi hiperemis dan edem kulit liang teliga maka timbul rasa
gatal hebat yang berangsur-angsur berubah menjadi rasa nyeri. Liang
telinga akan meradang dan bengkak diffuse yang terasa nyeri bila daun
telinga digerakkan. Terdapat skresi cairan sukrosa, yang selanjutnya
menjadi seropurulen dan edem akhirnya akan menyumbat sebagian atau
seluruh liang telinga dan menutupi gendang telinga.12
3. Otitis eksterna maligna
Biasanya terjadi pada orang tua dengan penyakit diabetes mellitus yang
tidak terkontrol, karena penderita diabetes memiliki PH serumen yang
lebih tinggi dibanding dengan PH serumen non diabetes. Kondisi ini
menyebabkan penderita diabetes lebih mudah terkena otitis eksterna dan
akibat adanya factor immunocompromised dan mikroangiopati maka otitis
eksterna berlanjut menjadi otitis eksterna maligna.12
III.7 Diagnosis
Otitis eksterna didiagnosis berdasrkan anamnesa, pemeriksaan fisik dan
penunjang.
Anamnesa

Riwayat yang berhubungan dengan paparan air, trauma local


(saat mengorek telinga), diabetes, oeprasi telinga dan

radioterapi local.
Pasien biasa mengeluhkan otalgia, penurunan pendengaran
serta nyeri yang hebat.7,9,15

Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik harus mencakup daun telinga dan sekitarnya
sperti kelenjar getah bening dan kulit seperti: nyeri tekan tragus,

11

eritematosa dan edema saluran auditori eksterna, eczema dari daun telinga,
adenopati periauricular dan servikal.7,9,15
Pada

pemeriksaan

otoscopy

dari

saluran

telinga

akan

memperlihatkan membrane timpani masih utuh. Otitis eksterna dapat


menyebabkan membrane timpani eritema, otoscopy atau timpanometri
harus digunakan untuk membedakannya dari otitis media.7,9,15
Pemeriksaan penunjang

Biakan dari secret


Pencitraan
Pencitraan tidak diperlukan untuk sebagian besar kasus otitis

eksterna. Namu pemeriksaan radiologis dapat membantu pada infeksi


yang yang invasive seperti necrotizing (ganas) otitis eksterna disurigai
atau didiagnosis mastoiditis sedang dipertimbangkan. Pencitraan yang
digunakan antara lain : computed tomography, MRI. 7,9,15
III.8 Diagnosis Banding
Otitis media
merupakan peradangan pada telinga tengah, rasa nyeri yang hebat
pada otitis media dapat ditemukan juga pada otitis eksterna.14

Ramsay hunt syndrome


Disebut juga dengan herpes zoster oticus, penyakit ini ditandai
dengan kelumpuhan saraf pada wajah dan gangguan pendengaran
sensorineural. Herpes zoster oticus sering bermula dengan rasa nyeri, rasa
nyeri ini sama dengan rasa nyeri otitis eksterna.6,14
Otomikosis
Infeksi jamur diliang telinga oleh Karena kelembaban yang tinggi.
Jamur yang tersering adalah pityrosporum aspergilus. Gejala berupa rasa
gatal dan rasa penuh ditelinga.14
12

III.9 Pencegahan
Pencegahan terhadap otitis eksterna antara lain :

Menggunakan penutup telinga


Penggunaan pengering rambut
Memiringkan kepala saat terdapat air yang masuk kedalam telinga
Dan hindari menggaruk dan mengorek telinga Karena akan
menyebabkan trauma pada liang telinga.9

BAB IV
PENATALAKSANAAN

13

Ada prinsip tertentu yang harus diperhatikan untuk penatalaksanaan setiap


kasus otitis eksterna, yaitu liang telinga sering diperiksa dan dibersihkan,
mengatasi nyeri, penggunaan obat-obat khusus yang sesuai dengan jenis dan
beratnya

penyakit,

pengasaman

telinga

dan

mengatasi

factor

predisposisinya.1,6,12,13,14,15
Otitis eksterna sirkumskripta
Terapi tergantung pada keadaan furunkel. Bila sudah menjadi abses,
diaspirasi secara steril untuk mengeluarkan nanah. Apabila dating berobat
sebelum terjadi supurasi, penyembuhan bias menggunakan antibiotic, dan harus
diberikan secara topical dan sistemik. Karena infeksi ini biasanya disebabkan oleh
staphylococcus maka diberikan penisilin atau tetrasiklin dalam dosis terapi selama
5 hari. Secara topical diberikan pengobatan antibiotic dalam bentuk salep spserti
polymixin B bacitracin. Dan juga dapat diberi antiseptic (asam asetat 2-5% dalam
alcohol).1,2,3,6,8,12,14
Kalau dinding furunkel tebal, dilakukan insisi, kemudian dipasangkan
drain untuk mengeluarkan nanahnya. Biasanya tidak diperlukan pemberian
antibiotic sistemik, hanya diberikan obat simptomatk seperti analgenit.3
Otitis eksterna diffuse
Pengobatan dengan membersihkan liang telinga, beri antibiotic oral atau
sistemik. Untuk mengurangi edema liang telinga, pada liang telinga dapat
diberikan kompres rivanol dengan meletakkan tampon pada liang telinga dan
basahi tampon itu dengan larutan rivanol. Setelah 2 hari tampon dikeluarkan,
biasanya pembengkakan lian telinga sudah mengempis.1,3,6,8
Kadang- kadang diperlukan obat antibiotic sistemik jika dicugai adanya
perikndritis atau kondritis pada tulang rawan telinga.1,3,6,8,12

Otitis eksterna maligna


Pengobatan harus cepat diberikan, sesuai dengan kultur dan resistensi.
Menginat kuman tersering adalah pseudomonas aeruginosa maka diberikan

14

antibiotic dosis tinggi yang sesuai. Sementara menunggu hasil kultur dan
resistensi diberikan golongan fluoroquinolone.
Disamping obat-obatan sering kali diperlukan tindakan membersihkan
luka

(debridement).

Tindakan

debridement

yang

kurang

bersih

dapat

menyebabkan makin cepatnya penjalaran penyakit.3

BAB V
KESIMPULAN

15

Otitis eksterna adalah radang liang telinga akut maupun kronik yang
disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur dan virus dalam hal non infeksi perlu
dipertimbangkan dermatosis, beberapa diantaranya merupakan kondisi primer
yang langsung menyerang liang telinga.
Factor yang mempermudah terjadinya otitis eksterna antara lain:
perubahan kulit kanalis yang biasa asam menjadi basa, perubahan lingkungan,
suatu trauma ringan seringkali Karen berenang atau membersihkan telinga secara
berlebihan, penggunaan perangkat eksterna seperti alat bantu dengar dan
penumpukan serumen. Penyebab dari otitis eksterna ada bakteri (pseudomonas ,
staphylococus aureus), jamur (spesies aspergillus (niger dan fumigates) dan
candida albican) dan virus (herpes simplex dan herpes zoster).
Untuk membedakan otitis eksterna, penyakit ini dapat dibagi menjadi
beberapa klasifikasi yaitu otitis eksterna sirkumskripta, otitis eksterna diffusa dan
otitis eksterna maligna. Gejala bergantung dari klasifikasi otitis eksterna.
Pencegahan dari otitis eksterna seperti pembersihan liang telinga secara
hati-hati agar serumen tidak menumpuk dan tidak menimbulkan trauma dan
penggunaan alat pelindung telinga saat berenang.
Penatalaksanaan otitis eksterna tergantung dari jenis dan penyebanya. Bila
penyebabnya bakteri, maka berikan antibiotic yang sesuai. Begitu juga jika
penyebabnya jamur atau virus, maka berikan anti jamur dan anti virus yang
sesuai.

REFERENSI

16

1. Adam, George L, Boeis, Buku Ajar Penyakit THT: Ahli Bahasa, Caroline
Wijaya. Ed6. Jakarta. EGC. 1997.
2. Lalwani, M. Diagnosis & Treatment in Otolaryngology- Head & Neck
Surgery. Amerika. The McGray-Hill Companies. 2008.
3. Efiaty AS dkk. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga, Hidung, TenggorokanKepala Leher Ed 6. Jakarta. FK UI. 2007.
4. McCornick, S,M dkk. A New Short Textbook Of

Otolaryngology Ed 3.

Sevenoaks. A division of hodder & stouhton Ltd. 1992


5. The Canadian journal of CME. Otitis Externa. 2003. Available :
http://www.stacommunications.com/journals/pdfs/cme/cmepdfoct03/doctorfra
nkeotitis.pdf
6. Keel Zakboek, Neus, Oorheelkunde. Ilmu Kesehatan Tenggorok, Hidung dan
Telinga. Alih Bahasa, dr. arif hartono, Sp.THT. Jakarta. EGC. 2007
7. Colman, H. Bernad. Disease of The Nose, Throat and Ear, and Head and
Neck. Inggris. ELBS. 1993.
8. Elfiaty, AS. Fachri H. Nurbaiti I. Penatalaksanaan Penyakit dan Kelainan
Telinga Hidung Tenggorokan. Ed 3. Jakarta. Gaya Baru.2003
9. Schaefer Paul, dkk Acute Otitis Externa : An Update. Amerika. 2012 Available
: http://www.aafp.org/afp/2012/1201/p1055.pdf
10. N.J Rolands dkk. Key Topics In Otolaryngology Head and Neck Surgery.
Inggris. Bios scientific Oublishing.1995
11. Suwu Pingkan, dkk. Pola Kuman dan Uji Kepekaannya terhadap Antibiotika
pada Penderita Otitis Eksterna di Poliklinik THT-KL BLU RSU Prof. DR. R.
D. Kandaou Manado. Bagian Mikrobiologi Fakultas kedokteran sam ratulami
manado.

Available:

http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/eclinic/article/view/1181
12. Ballenger, JJ. Penyakit Telinga, Hidung, Tenggorokan, kepala dan Leher Jilid
dua. Alih Bahasa, Staf ahli bagian THT-KL RSCM FK UI. Ed 13.
Jakarta.1997
13. Maran, A.G.D. Diseases of The Nose, Throat and Ear. Ed 10. Singapore. PG
Publishing Pte Ltd. 2002.
14. Rosenberger Eric. Complicated Otitis Externa. Texas. 2009. Available :
http://www.utmb.edu/otoref/grnds/otitis-externa-0907729/otitis-ext090729.pdf
15. Waitzman

Ariel,

dkk.

Otitis

Externa.

Available

http://emedicine.medscape.com/article/994550-clinical

17

18