Anda di halaman 1dari 46

REFERAT

PENILAIAN DERAJAT STROKE


MENGGUNAKAN SKALA STROKE NIH (NIHSS)
Pembimbing : dr. Yuda Turana, Sp.S
Oleh :
Laura Cynthia Bria (2013-061-113)

Tujuan Penulisan
Mengetahui

tujuan dari penilaian


derajat stroke mengguankan
skala stroke dari NIH
Mengetahui cara akurat
menafsirkan skor NIHSS melalui
cara pemeriksaan yang benar
Mengaplikasikan dalam penilaian
derajat stroke pada pasien stroke
di RS Atma Jaya

Stroke

GPDO

Akut

STROK
E
Tumor,
Defisit
infeksi atau
neurologis
sebab lain

NIHSS
National

Institute of Health Stroke Scale


Skala penilaian derajat keparahan stroke
Menilai defisit neurologis
Terstandarisasi
Tujuan

Meningkatkan kemampuan ketrampilan klinis


Menentukan dan mengevaluasi status neurologis
pasien
Menentukan pengobatan yang sesuai
Menentukan outcome pasien

Initial score of 7 was found to be important


cut-off point
NIHSS >7 demonstrated a worsening rate
of 65.9%.
NIHSS <7 demonstrated a worsening rate
of 14.8% and were almost twice (1.9x) as
likely to be functionally normal at 48 hours
(45%).
(DeGraba et al.,1999)
NIHSS <5 most strongly associated with D/C
home
NIHSS 6-13 most strongly associated with
D/C to rehab
NIHSS >13 most strongly associated with D/C
to nursing facility
(Schlegel et al., 2003)
Likelihood of intracranial hemorrhage:
NIHSS > 20 = 17% likelihood

NIHSS
11

item penilaian
Mencakup : penilaian tingkat
kesadaran, pemeriksan fungsi
saraf kranial, fungsi motorik,
fungsi sensorik, fungsi
serebelum, dan bahasa.
Skor : 0-42

NIHSS

Limb Ataxia
Sensory
Best language
Dysarthria
Extinction &
inattention

LOC Question
&Commands
Best Gaze
Visual field
testing
Facial palsy
Motor function
arms
Motor function
legs

Klasifikasi
Skor

Derajat Stroke

<5

Defisit neurologis Ringan

6-14

Defisit neurologis sedang

15-24

Defisit neurologis berat

>25

Defisit neurologis sangat berat

Sistem penilaian
NIHSS

1a. Tingkat Kesadaran


Ditentukan

melalui interaksi
dengan pasien
Pasien tidak sepenuhnya sadar
dirangsang
Rangsang suara (Normal suara keras)
Rangsang taktil (cahaya nyeri)

Skoring : 0-3
0

: sadar penuh
1 : Tidak sadar penuh; dapat
dibangunkan dengan stimulasi
minor (suara)
2 : Tidak sadar penuh; dapat
berespon dengan stimulasi
berulang atau stimulasi nyeri
3 : Koma; tidak sadar dan tidak
berespon dengan stimulasi
apapun

1b. Menjawab pertanyaan


Meminta

pasien untuk
menjawab :
Berapa usianya?
Apa nama bulan yang sedang berjalan..?

Catatan

Tidak memberikan clue atau isyarat


non verbal

Skoring : 0-2
Skor

Hasil Pemeriksaan

Benar Semua

1 benar/ETT/disatria

Salah semua/afasia/stupor/koma

1c. Mengikuti perintah


Meminta

pasien :

Membuka dan menutup mata


Menggenggam dan melepaskan tangan

Catatan

Jika tangan pasien tidak bisa digunakan


ganti dengan instruksi yang sesuai.
Jika pasien tidak merespon dengan
perintah contohkan ! (pantomime).
Perintah hanya diberikan atau
dicontohkan satu kali.

Skoring : 0-2
Skor

Hasil Pemeriksaan

Mampu melakukan 2 perintah

Mampu melakukan 1 perintah

Tidak mampu melakukan perintah

2. Pergerakan Mata
Horizontal
Meminta

pasien ikuti jari saya pada


bidang pergerakan mata horizontal
Tracking :
Pada pasien afasia atau penurunan kesadaran
(somnolen apatis)
Fiksasi mata pada jari atau pen
Mengikuti gerakan objek tersebut

Manuver

okulosefalik :

Pada pasien koma


Kepala pasien diputar secara cepat dari dan ke
bidang horizontal

Skoring : 0-2
Skor
0

Hasil Pemeriksaan
Normal;
Paresis gaze parsial pada 1 atau 2 mata, terdapat

abnormal gaze namun forced deviation atau


paresis gaze total tidak ada

Forced deviation, atau paresis gaze total tidak


dapat diatasi dengan maneuver okulosefalik

3. Pemeriksaan Lapang
Pandang
Dilakukan

dengan metode

konfrontasi dari Donder


Jika pasien tidak respon tes
ancaman visual

Skoring : 0-3
Skor

Hasil Pemeriksaan

Tidak ada gangguan

Hemianopia parsial

Hemiaonopia komplit

Bilateral hemianopia

4. Paresis Wajah
Meminta

pasien untuk:

menunjukan gigi
mengangkat alis
menutup mata rapat-rapat

Pasien

afasia atau penurunan


kesadaran stimulasi nyeri
perhatikan ekspresi wajah

Skoring : 0-3
Skor

Hasil Pemeriksaan

Normal

Paralisis minor, (sulkus nasolabial rata, asimetri


saat senyum)

Paralisis parsial (paralisis total atau near-total


dari wajah bagian bawah)

Paralisis komplit dari satu atau keduan sisi wajah


(tidak ada gerakan dari sisi wajah bagian atas
maupun bawah)

5,6 : Motorik Lengan &


Tungkai
Dilakukan

satu per satu dan


dimulai dari bagian yang sehat
Tempatkan pada posisi:
Lengan : 900 (jika duduk), 450 (jika
berbaring)
Tungkai : 300 (selalu dalam posisi
berbaring)

Hitung

mundur dari 10 untuk


lengan dan dari 5 untuk tungkai
perhatikan drift
Tidak diperbolehkan memberikan

Scoring (arms) : 0-4


Skor

Hasil Pemeriksaan

Tidak ada drift, lengan dapat diangkat 90 (45)


derajat selama minimal 10 detik penuh

Drift, lengan dapat diangkat 90 (45) deajat namun


turun sebelum 10 detik, tidak mengenai tempat
tidur

Ada upaya melawan gravitasi; lengan tidak dapat


diangkat atau dipertahankan dalam posisi 90 (45)
derajat, jatuh mengenai tempat tidur

Tidak ada upaya melawan gravitasi, tidak mampu


mengangkat hanya menggeser

Tidak ada gerakan

UN

Amputasi atau fusi sendi

Scoring (legs) : 0-4)


Skor

Hasil pemeriksaan

Tidak ada drift, tungkai dapat diangkat 30 derajat


selama minimal 5 detik penuh

Drift, tungkai jatuh setelah persis 5 detik namun


tidak mengenai tempat tidur

Ada upaya melawan gravitasi; tungkai jatuh


mengenai tempat tidur dalam 5 detik, namun ada
upaya melawan gravitasi

Tidak ada upaya melawan gravitasi

Tidak ada gerakan

UN

Amputasi atau fusi sendi

7. Ataksia Anggota Gerak


untuk

mengetahui adanya lesi


serebelum unilateral dan
inkoordinasi
Setiap anggota gerak diperiksa
satupersatu
Dimulai dari bagian yang sehat
Metode :
Tes telunjuk hidung
Tes tumit-lutut

Skoring : 0-2
Skor

Jika

Hasil pemeriksaan

Tidak ada ataksia

Ataksia pada satu


ekstremitas

Ataksia pada 2 atau lebih


ekstremitas

pasien tidak bisa melakukan karena koma,


paralisis atau tidak mengerti perintah, skor : 0

8. Sensorik
Menggunakan

metode pinpricks

test
Bertanya apakah pasien merasa
menusuk atau tidak
Apakah ada perbedaan
dibandingkan dengan sisi lain
pada posisi yang sama.

Skor

Hasil Pemeriksaan

Normal, tidak ada ganguan sensorik

Gangguan sensorik ringan sedang; sensasi


disentuh atau nyeri berkurang namun masih
terasa disentuh

Gangguan sensorik berat; tidak merasakan


sentuhan di wajah, lengan atau tungkai

9. Bahasa
Meminta

pasien untuk :

meceritakan peristiwa yang terjadi pada gambar


menamakan objek yang ada di gambar
membaca kalimat yang sudah tesedia
Pasien

dengan penurunan penglihatan :

menempatkan objek pada tangan pasien


(penamaan)
mengulang kalimat yang disampaikan oleh
pemeriksa
berbicara ("Jelaskan pekerjaan Anda" hal ini akan
memungkinkan pemeriksa untuk menilai kefasihan
berbicara).

Anda

tahu kenapa
Jatuh ke bumi
Saya pulang dari kerja
Dekat meja di ruang makan
Mereka mendengar dia siaran
di radio tadi malam

Skoring : 0-4
Skor

Hasil Pemeriksaan

Normal; tidak ada afasia

Afasia ringan-sedang; dapat berkomunikasi


namun terbatas. Masih dapat mengenali
benda namun kesulitan bicara dan mengerti
percakapan

Afasia berat; seluruh komunikasi melalui


ekspresi yang terfragmentasi; dikira-kira dan
pemeriksa dapat memahami respons pasien

Mutisme; afasia global

10. Disatria
Gangguan

pada atrikulasi atau


pengucapan kata.
masalah motorik karena gangguan
pada neuromuscular
Jika pasien dianggap normal:
membaca atau mengulang kata-kata
dari daftar yang sudah ada.
Jika

pasien afasia berat : kejelasan


artikulasi saat berbicara spontan
dapat digunakan untuk penilaian

Skoring : 0-2, X
Skor

Hasil Pemeriksaan

Normal

Disatria ringan-sedang; pasien pelo setidaknya


pada beberapa kata namun meski berat masih
bisa dimengerti

Disatria berat; bicara pasien sangat pelo


namun tidak afasia

UN Intubasi atau hambatan fisik lain

11. Neglect dan Inatensi


Skor

Hasil Pemeriksaan

Tidak ada neglect

Tidak ada atensi pada satu modalitas berikut :


visual, tactile, auditory, spatial or personal
inatension

Tidak ada atensi pada lebih dari satu modalitas

Penilaian NIHSS di RSAJ


Dilakukan

selama periode
kepaniteraan Ilmu Penyakit Saraf
tanggal 06 April 2014 -19 April
2014.
Jumlah pasien
Laki-laki : 6 orang
Perempuan : 3 orang

NIHSS pada Pasien Stroke di RSAJ

Category 2; 30%

Category 1; 70%

Kesimpulan
Penting

untuk mengetahui cara


pemeriksaan derajat keparahan
stroke

Penilaian

derajat stroke dengan


skala stroke dari NIH tidak sulit,
namun untuk meningkatkan
akurasi hasil pemeriksaan
diperlukan latihan yang terusmenerus dan pengalaman yang

Daftar Pustaka
Pitch,

mandava; Anderson, Jane. National


Insttitute of Health Stroke Scale. 2010
Use of the NIH Stroke Scale In Patients
with acute stroke. 2010.
http://www.ninds.nih.gov/doctors/NIH_Stro
ke_Scale.pdf
NIH Stroke Scale. 2013 www.RN.org
Scott E. Kasner; et.al, Reliability and
Validity of Estimating the NIH Stroke Scale
Score from Medical Records. 1999