Anda di halaman 1dari 7

KERANGKA ACUAN KERJA

POKJA ASPIRASI MASYARAKAT


DEWAN PERPUSTAKAAN DKI JAKARTA
TAHUN 2015
KAJIAN PENGEMBANGAN PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN DI DKI JAKARTA
UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN MASYARAKAT TERHADAP INFORMASI DAN
BAHAN BACAAN
I.

Latar Belakang Permasalahan


Salah satu faktor strategis untuk mencapai peningkatan kualitas kecerdasan
masyarakat di DKI Jakarta adalah pembangunan bidang perpustakaan dan
peningkatan minat membaca masyarakat. Faktor ini sangat penting untuk
diperhitungkan sebab akan berpengaruh besar terhadap kelancaran
pelaksanaan pembangunan,khususnya di sektor pendidikan.
Perpustakaan Masyarakat mempunyai peran sangat strategis dalam
meningkatkan taraf hidup masyarakat, sebagai wahana belajar sepanjang hayat
untuk mengembangkan potensi masyarakat agar menjadi manusia yang
beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan
menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab dalam
mendukung penyelenggaraan pendidikan nasional, serta merupakan wahana
pelestarian kekayaan budaya bangsa, hal ini sesuai dengan yang diamanatkan
oleh Undang-undang Dasar 1945 yaitu sebagai wahana mencerdaskan
kehidupan bangsa.
Perpustakaan Masyarakat yang ideal tidak hanya meningkatkan produktifitas dan
taraf hidup masyarakat semata, tetapi juga dapat menjadikan komunitas
pemakainya menjadi orang-orang yang kritis, berwawasan luas dan tanggap
terhadap problem sosial yang ada, sehingga dapat berperan sebagai pemberi
solusi bagi permasalahan perkotaan di DKI Jakarta.
Keberhasilan suatu perpustakaan diukur berdasarkan tinggi rendahnya
kemampuan perpustakaan tersebut dalam melaksanakan fungsinya sebagai
pusat kegiatan belajar mandiri masyarakat, serta pusat pelayanan informasi,
penelitian dan rekreasi masyarakat sekelilingnya. Untuk itu sebuah perpustakaan
dari memerlukan pembinaan yang tepat, yang memperhatikan perpaduan aspek
lokasi gedung, ruangan dan koleksi agar serasi, selaras dan seimbang.
Pemilihan lokasi perpustakaan yang strategis, mudah diakses oleh masyarakat
dan nyaman mempunyai daya tarik tersendiri bagi pengunjung perpustakaan.
Di sisi lain, trend perpustakaan modern yang berbasis teknologi informasi diakui
memang telah menjadi tuntutan global. Orientasi layanan prima dan distribusi akses
informasi yang lebih luas berbasis kecanggihan teknologi menjadi visi masa depan
perpustakaan pada umumnya. Boleh dikatakan aplikasi teknologi informasi dalam
perpustakaan umum (public library) di daerah-daerah sangat terlambat bila
dibandingkan dengan aplikasi teknologi informasi di perpustakaan perguruan tinggi
1

maupun perpustakaan khusus (institusi). Meskipun demikian, hal itu tidak menjadi
masalah, sebab yang penting aplikasi teknologi informasi tersebut tidak mengurangi
substansi dan fungsi yang sebenarnya dari penerapan teknologi informasi. Jangan
sampai teknologi informasi di perpustakaan sekedar sebagai efek berantai demam
teknologi yang kemudian terhenti pada tataran tujuan jangka pendek. Teknologi
informasi adalah sarana dan bukan tujuan serta harus diimbangi dengan kapasitas
Sumber Daya Manusia perpustakaan. Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan
haruslah menjadi konsekuensi logis dari keberadaan teknologi informasi tersebut.
Dalam memandang urgensi teknologi informasi dalam perpustakaan, perlu
dibedakan antara cara dan hasil akhir. Artinya harus dibedakan antara tujuan
(purpose of) dan pembenaran (justification) dari aplikasi tersebut. Dengan kata lain
strategi penerapan teknologi informasi haruslah mempertimbangkan faktor efektifitas
teknologi informasi sebagai solusi kemudahan dan kualitas layanan perpustakaan.
Jika ternyata teknologi informasi tidak mampu memberikan solusi kongkrit terhadap
kemudahan dan kualitas pelayanan, maka teknologi informasi bukan atau belum
memenuhi unsur pembenaran (justification). Teknologi informasi merupakan cara
dan bukan tujuan dari garis besar layanan perpustakaan. Bahkan secara
keseluruhan kualitas layanan justru ditentukan oleh kapasitas profesional dari staf
perpustakaan itu sendiri.

Menyikapi kondisi demikian, serta dalam upaya mencapai pengembangan


penyelenggaraan perpustakaan di DKI Jakarta secara efektif, maka setiap
kebijakan SKPD perlu dilaksanakan secara terpadu dan selaras, baik itu yang
menyentuh secara langsung maupun tidak langsung terhadap pembangunan
bidang perpustakaan.
Untuk mewujudkan keterpaduan dan keselarasan tersebut, Pemprov DKI Jakarta
telah menetapkan Badan Pengelola Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD)
sebagai leading sektor peningkatan kapasitas penyelenggara urusan
perpustakaan di wilayah DKI Jakarta. Peran BPAD ini diharapkan dapat
melaksanakan program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam melaksanakan
amanat Undang-Undang No.43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan serta Urusan
Wajib Bidang Perpustakaan sesuai yang termuat dalam Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Daerah, yang meliputi beberapa hal berikut :
1. Penerapan kebijakan perpustakaan yang menyeluruh, terpadu dan
merupakan solusi terhadap permasalahan yang menjadi prioritas
Pemprov DKI Jakarta.
2. Pembangunan perpustakaan modern tingkat
administrasi yang memenuhi standar internasional.

provinsi

dan

kota

3. Peningkatan minat baca masyarakat.


4. Peningkatan pembinaan terhadap pengelolaan perpustakaan yang
dikelola masyarakat, komunitas, dan sekolah.

5. Peningkatan kualitas layanan kepustakaan (termasuk e-library).


6. Peningkatan kapasitas koleksi perpustakaan yang memenuhi kebutuhan
seluruh lapisan masyarakat.
7. Pembangunan jejaring antar perpustakaan yang ada di DKI Jakarta,
dengan meningkatkan peran masyarakat dan komunitas profesional
dalam penyelenggaraan urusan perpustakaan.
Dalam upaya mencapai hal tersebut maka terdapat beberapa permasalahan
yang perlu menjadi fokus perhatian saat ini yaitu:
Jenis koleksi buku yang tersedia, masih belum dapat memenuhi
kebutuhan informasi yang diharapkan masyarakat.
Masih minimnya layanan perpustakaan yang berbasis teknologi informasi
yang efektif dan mampu memenuhi kebutuhan pemustaka, serta selaras
dengan perkembangan sistem teknologi informasi tersebut . Penggunaan
teknologi informasi di perpustakaan masyarakat saat ini cenderung hanya
mengikuti trend yang ada atau dapat dikategorikan sebagai demam
teknologi informasi.
Penyelenggaraan perpustakaan belum mengarah pada pembentukan unit
yang dapat menjadi sumber informasi masyarakat.
Kualitas layanan perpustakaan belum mencapai standar profesional yang
menitikberatkan pada peningkatan kenyamanan dan kemudahan dalam
mengakses informasi.
Belum maksimalnya peran perpustakaan sebagai sumber informasi pada
tingkat satuan-satuan pendidikan.
Terbentuknya permasalahan tersebut merupakan implikasi berbagai faktor, baik
dari lingkungan internal Pemprov DKI Jakarta maupun pengaruh eksternal yang
belum dapat ditanggapi dengan baik. Namun secara umum dapat diketahui
bahwa banyaknya kendala dalam pembangunan bidang perpustakaan
merupakan akibat dari belum adanya pemahaman yang sama berbagai pihak
terkait, baik dari dalam lingkup Pemprov DKI Jakarta maupun dengan unsur
masyarakat.
Hal lainnya yang juga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembangunan
bidang perpustakaan adalah tersedianya perangkat peraturan sampai dengan
tingkat provinsi yang memadai untuk menjadi pedoman setiap SKPD dalam
menerapkan kebijakan.
Di lain pihak, permasalahan lainnya yang perlu dicermati oleh Pemprov DKI
Jakarta dalam mengembangkan penyelenggaraan perpustakaan adalah
3

meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi dan sumber-sumber


informasi. Kehausan masyarakat akan informasi merupakan akibat dari besarnya
arus globalisasi dan kemajuan teknologi yang membentuk kompetisi tinggi dalam
menentukan tingkat kualitas individu dalam lingkungan kerja maupun kehidupan
bermasyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat di Wilayah DKI Jakarta
sudah memahami bahwa informasi merupakan kebutuhan yang dikategorikan
dapat meningkatkan kesejahteraan.
Mencermati hal tersebut, maka sudah selayaknya apabila pembangunan
perpustakaan di DKI Jakarta diorientasikan untuk menjawab dua tantangan
utama, yaitu:
1. Menjadi solusi untuk pemenuhan kebutuhan informasi masyarakat yang
menunjang peningkatan kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat.
2. Mampu merealisasikan dengan baik tanggung jawab Pemprov DKI
Jakarta dalam mengembangkan urusan perpustakaan, sesuai yang
diamanatkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah.
Kedua tantangan tersebut dapat disikapi dengan baik oleh Pemprov DKI Jakarta,
apabila kebijakan yang diterapkan Pemprov DKI Jakarta dapat selaras dan
mampu mengoptimalkan peran serta yang telah dilakukan oleh masyarakat
dalam mendukung keberhasilan pembangunan bidang perpustakaan. Oleh
sebab itu, dalam upaya menyelaraskan kebijakan pemerintah dengan berbagai
bentuk peran serta masyarakat, setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)
dan pihak terkait lainnya yang memegang kendali dinamika pembangunan
bidang perpustakaan di Wilayah DKI Jakarta, perlu memiliki pemahaman yang
jelas dan menyeluruh terhadap kendala dan permasalahan yang terjadi.
Mencermati hal tersebut di atas, BPAD DKI Jakarta memiliki peran besar sebagai
fasilitator dalam mengeksplorasi berbagai kendala pembangunan perpustakaan
dan kerasipan di wilayah DKI Jakarta, baik itu terhadap setiap SKPD terkait
maupun unsur masyarakat.
Untuk mendapatkan gambaran jelas mengenai berbagai kendala dan
permasalahan tersebut, maka BPAD DKI Jakarta perlu melakukan kajian untuk
mengevaluasi berbagai program atau kebijakan yang telah dilaksanakan oleh
setiap SKPD maupun pihak terkait lainnya dalam meningkatkan pembangunan
bidang perpustakaan. Selain itu perlu mengetahui bentukpengelolaan
perpustakaan dan bahan bacaan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
Melalui kajian ini diharapkan dapat menghasilkan suatu rekomendasi yang
berarti bagi para pengambil kebijakan di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, untuk
meningkatkan kemampuan penyelenggaraan perpustakaan yang mendukung
peningkatan kesejahteraan kehidupan masyarakat Jakarta.

II.

Maksud dan Tujuan


Maksud dilakukan kajian ini adalah untuk mengetahui berbagai kendala dan
potensi yang dapat dikembangkan dalam penyelenggaraan pembangunan
bidang perpustakaan. Sedangkan tujuannya adalah :
1. Merumuskan
perpustakaan.

permasalahan

utama

dalam

penyelenggaraan

2. Mengetahui daya jangkau peraturan perundang-undangan yang menjadi


dasar hukum penyelenggaraan perpustakaan.
3. Mengetahui tingkat pemahaman SKPD/UKPD dalam pengembangan
penyelenggaraan perpustakaan.
4. Mengetahui berbagai program yang telah dilaksanakan oleh setiap SKPD
terkait dalam mengembangkan penyelenggaraan perpustakaan.
5. Mengetahui model penyelenggaraan pembangunan bidang perpustakaan
yang sesuai dengan tuntutan dinamika masyarakat.
6. Mengetahui model yang efektif dalam penyelenggaraan
perpustakaan yang berbasis teknologi informasi.

layanan

7. Mengetahui tingkat peran serta masyarakat dalam pengembangan


penyelenggaraan bidang perpustakaan.
8. Mengetahui faktor-faktor teknis lainnya yang menjadi hambatan
pengembangan penyelenggaraan perpustakaan seperti kemampuan
sarana dan prasarana, sumberdaya manusia dan pembiayaan.
III.

Manfaat
1. Diperolehnya pemahaman yang komprehensif mengenai permasalahan
pokok dan faktor-faktor teknis yang menjadi kendala pengembangan
bidang perpustakaan.
2. Terbentuknya keterpaduan pelaksanaaan kebijakan/program setiap
SKPD/UKPD dan pihak terkait lainnya dalam mengembangkan bidang
perpustakaan.
3. Terciptanya pengelolaan yang tepat sasaran dan sesuai dengan dinamika
masyarakat yang ada dalam menyelenggarakan perpustakaan.
4. Adanya tolok ukur yang jelas dan akurat yang dapat dijadikan bahan
rujukan bagi para pengambil keputusan dalam menyusun rencana
5

pengembangan
selanjutnya.
IV.

penyelenggaraan

perpustakaan

pada

periode

Lingkup Kegiatan dan Kebijakan


1. Melakukan baindstorming dan koordinasi antar SKPD/UKPD dan pihak
terkait lainnya dalam mengevaluasi berbagai kebijakan/program yang
sudah dilaksanakan.
2. Melakukan penelitian dengan metode perbandingan terhadap pengelolaan
perpustakaan yang dilakukan berdasarkan peran serta masyarakat
dengan yang dikelola oleh UPT Pemprov DKI Jakarta.
3. Melakukan inventarisasi terhadap berbagai perangkat peraturan dan
program yang menjadi pedoman penyelenggaraan perpustakaan.
4. Menghimpun data dari unsur masyarakat tentang penyelenggaraan
perpustakaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

V.

Spesifikasi Teknis Kegiatan


1. Inventarisasi peraturan perundang-undangan dan program kegiatan yang
dijadikan acuan SKPD/UKPD dalam menyelenggarakan perpustakaan,
serta kemampuan jangkauannya terhadap dinamika masyarakat Jakarta
saat ini.
2. Pembuatan model pengembangan penyelenggaraan perpustakaan yang
sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
3. Melakukan need assesment mengenai layanan perpustakaan berbasis
teknologi informasi yang disesuaikan dengan perilaku masyarakat Jakarta
terhadap penggunaan media teknologi informasi.
4. Pengajuan rekomendasi kepada Gubernur dalam melaksanakan program
pengembangan bidang perpustakaan periode selanjutnya yang sesuai
dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah dan Rencana
Pembangunan Jangka Panjang.

VI.

Waktu Pelaksanaan dan Pembiayaan


Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan selama enam bulan melalui pembiayaan
APBD Provinsi DKI Jakarta, berdasarkan Daftar Anggaran Satuan Kerja (DASK)
di BPAD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2015.

VII.

Penutup
Demikian Kerangka Acuan Kerja ini disusun sebagai landasan dalam
pelaksanaan kegiatan Kajian Pengembangan Pengelolaan Perpustakaan di
6

DKI Jakarta Untuk Pemenuhan Kebutuhan Masyarakat Terhadap Informasi


dan Bahan Bacaan di Wilayah DKI Jakarta pada tahun kegiatan 2015.