Anda di halaman 1dari 13

UKKIE UROGENITAL LBM 5 (TORSIO TESTIS)

STEP 1
Prench sign = pemeriksaanyang dilakukan untuk membedakan antara torsio testis
dan epididymitis, dengan cara mngelevasi testis

STEP 2
1. Mengapa pasien tampak nyeri dan bengkak pada skrotum kanan saat bangun
tidur?
2. Mengapa nyeri dirasakan menjalar ke lipat paha kanan dan tidak berkurang
dengan perubahan posisi?
3. Mengapa pasien juga mengeluh mual dan muntah?
4. Mengapa tidak ada riwayat benjolan di lipat paha dan tidak ada riwayat
trauma?
5. Interpretasi PF?
6. DD?
7. Bagaimana dengan keadaan testis sebelah kirinya jika yang kanan
membengkak?
8. Factor apa saja yang dapat menyebabkan penyakit ini?
9. Anatomi testis?
10.Terapi?
11.Manifestasi klinis?
12.Komplikasi?

STEP 3
1. Anatomi testis?
Testis dibungkus skrotum,dibawah skrotum ada kulit dan dilapisi =
- Tunika dartos
- Tunika vaginalis ada lamina parietal dan visceral
- Tunika albuginea
Lapisan cavum scroti dari luar ke dalam =
-

Kulit
Tunika dartos
Fascia spermatica eksterna
Fascia cremasterica
M. cremasterica (mengatur suhu testis dengan mendekatkan atau
menjauhkan ke rongga abdomen)
Fascia spermatica interna
Tunika vaginalis propria

Testis dibagi oleh septula septula testis, ada bagian yang tidak tertutupi septula
testis yaitu mediastinum testis. Antara tubulus seminiferi controti dan recti ada sel
yg menghasilkan makanan untuk kehidupan sperma seperti sel leydig (penghasil
testosterone), germ sel, sel sertoli (makanan sperma).
MANGBEWOK.TK - @SIMANGBEWOK

UKKIE UROGENITAL LBM 5 (TORSIO TESTIS)

TSC TSR ductus efferent ductus epididymis vas deferens ada anyaman yg
diebut plexus venosus pampiniformis furniculus spermaticus (predileksi
terpuntirnya testis)
Innervasi = nyeri di 1/3 distal dijalarkan ke scrotum S2,3 n.genitofemoralis (rami
genital : menginervasi pencetus reflek cremaster {motoric},rami femoralis :
menginervasi dari dermatomnya misal pada skrotum atau daerah scrotum bagian
medial,kalau pada perempuan di labia mayor {sensorik})
2. Mengapa pasien tampak nyeri dan bengkak pada skrotum kanan saat bangun
tidur?
Bengkak bisa karena =
- Infeksi
- Masa tumor
- Cairan hydrocele
- Inflamasi
Normalnya di tunika vaginalis hanya menyelimuti bagian
anterior,medial.torsio testis ada yg kongenitla dan didapat. Pada yg
kongenital,saat bayi karena belum semua jaringan penyangga lengkap,oleh
karena itu mudah berubah posisi torsio testis.
Kalau yg didapat bisa karena kelainan dari system penyangga (m. cremaster)
keadaan tunika vaginalis bukan bagian anterior dan lateralnya saja tapi
juga semua testisnya jadi lebih mudah bergerak dan berubah posisi
pemluntiran funiculus spermaticus aliran darah ke testistidak sampai
lama kelamaan nekrosis.
Kalau yang bayo,torsio testis disebut ekstravaginalis (diluar tunika vaginalis,
tunika vaginalis ikut terpluntir) . Kalau yg didapat disebut intravaginalis
(didalam tunika vaginalis, tunika vaginalisnya tidak ikut terpluntir.
Disebabkan kurangnya lapisan penyangga).
Tunika vaginalis ada yg parietal dan visceral.
Bengkak dulu diantara parietal dan visceral ada cavitas serosa scrotii yang
banyak terdapat bangunan peka nyeri testis edem karena pembendungan
vaskularisasi
Torsio sering terjadi ketika bangun tidur karena ada spasme otot cremaster
Kalau epididymitis akut dilihat dari prench sign,jika nyeri konstan brrti torsio
testis. Kalau epididymitis pada pemeriksaan lab ditemukan leukosit,
ultrasonografi druplet peredarahan darah lancer bahkan meningkat. Reflek
cremaster (+) pada epididymitis akut.
Mengapa yg terkena yg kanan bukan kiri?
3. Bagaimana fisiologi pengaturan suhu pada testis?
4. Mengapa nyeri dirasakan menjalar ke lipat paha kanan dan tidak berkurang
dengan perubahan posisi?
5. Bagaimana dengan keadaan testis sebelah kirinya jika yang kanan
membengkak?
6. Mengapa pasien juga mengeluh mual dan muntah?
7. Mengapa tidak ada riwayat benjolan di lipat paha dan tidak ada riwayat
trauma?
8. Interpretasi PF?
MANGBEWOK.TK - @SIMANGBEWOK

UKKIE UROGENITAL LBM 5 (TORSIO TESTIS)

9. DD?
10.Manifestasi klinis?
11.Factor apa saja yang dapat menyebabkan penyakit ini?
12.Terapi?
13.Komplikasi?

STEP 7
1. Anatomi testis?
Secara anatomi ,Testis adalah organ genitalia pria yang teletak di skrotum. Ukuran
tetstis pada orang dewasa adalah 4 x 3 x 2.5 cm. dengan volume 15-25 ml berbentuk
ovoid. Kedua buah testis terbungkus oleh jaringan tunika albuginea yang melekat pada
testis. Di luar tunika albugine terdapat tunika vaginalis yang terdiri atas lapisan viseralis
dan parietalis, serta tunika dartos. Otot kremaster yang berada disekitar testis
memungkinkan testis untuk dapat digerakkan mendekati rongga abdomen untuk
mempertahankan temperature testis agar tetap stabil.
Secara histopatologis, testis terdiri atas 250 lobuli dan tiap lobulus terdiri atas tubuli
seminiferi. Di dalam tubulus seminiferus terdapat sel-sel spermatogonia dan sel Sertoli,
sedang di antara tubuli seminiferi terdapat sel-sel Leydig. Sel-sel spermatogonium pada
proses spermatogenesis menjadi sel-sel spermatozoa. Sel-sel Sertoli berfungsi memberi
makan pada bakal sperma, sedangkan sel-sel Leydig atau disebut sel-sel interstisial
testis berfungsi dalam menghasilkan hormone testosterone.
Sel-sel spermatozoa yang diproduksi di tubuli seminiferi testis disimpan dan mengalami
pematangan/maturasi di epididimis. Setelah matur (dewasa) sel-sel spermatozoa
bersama-sama dengan getah dari epididimis dan vas deferens disalurkan menuju ke
ampula vas deferens. Sel-sel itu setelah bercampur dengan cairan-cairan dari
epididimis, vas deferens dan vesikula seminalis, serta cairan prostate, membentuk
cairan semen atau mani.
Testis mendapat darah dari beberapa cabang arteri, yaitu arteri spermatika interna yang
merupakan cabang dari aorta, arteri deferensialis cabang dari arteri vesikalis inferior,
dan arteri kremasterika yang merupakan cabang arteri epigastrika. Pembuluh vena
yang meninggalkan testis berkumpul meninggalkan testis berkumpul membentuk
pleksus Pampiniformis. Pleksus ini pada beberapa orang mengalami dilatasi dan dikenal
sebagai varikokel.

MANGBEWOK.TK - @SIMANGBEWOK

UKKIE UROGENITAL LBM 5 (TORSIO TESTIS)

2. Mengapa pasien tampak nyeri dan bengkak pada skrotum kanan saat bangun
tidur?
3. Mengapa yg terkena yg kanan bukan kiri?
Torsio testis terjadi bila testis dapat bergerak dengan sangat bebas. Pergerakan yang
bebas tersebut ditemukan pada keadaan-keadaan sebagai berikut :
1.
2.
3.

Mesorchium yang panjang.


Kecenderungan testis untuk berada pada posisi horizontal.
Epididimis yang terletak pada salah satu kutub testis.

Scott, Roy, Deane, R.Fletcher. Urology Ilustrated. London and New York : Churchill
Livingstone. 1975. 324-325.
Selain gerak yang sangat bebas, pergerakan berlebihan pada testis juga dapat
menyebabkan terjadinya torsio testis. Beberapa keadaan yang dapat menyebabkan
pergerakan berlebihan itu antara lain ; perubahan suhu yang mendadak (seperti saat
berenang), ketakutan, latihan yang berlebihan, batuk, celana yang terlalu ketat,
defekasi atau trauma yang mengenai scrotum.

MANGBEWOK.TK - @SIMANGBEWOK

UKKIE UROGENITAL LBM 5 (TORSIO TESTIS)

Pada masa janin dan neonatus, lapisan yang menempel pada muskulus dartos masih
belum banyak jaringan penyangganya sehingga testis, epididimis dan tunika vaginalis
mudah sekali bergerak dan memungkinkan untuk terpeluntir pada sumbu funikulus
spermatikus. Terpeluntirnya testis pada keadaan ini disebut torsio testis ekstravaginal.

Terjadinya torsio testis pada masa remaja banyak dikaitkan dengan kelainan sistem
penyangga testis. Tunika vaginalis yang seharusnya mengelilingi sebagian dari testis
pada permukaan anterior dan lateral testis, pada keadaan ini tunika mengelilingi
seluruh permukaan testis sehingga mencegah insersi epididimis ke dinding skrotum.
Keadaan ini menyebabkan testis dan epididimis dengan mudahnya bergerak di kantung
tunika vaginalis dan menggantung pada funikulus spermatikus. Keadaan ini dikenal
sebagai anomali bell clapper. Keadaan ini menyebabkan testis mudah mengalami
torsio intravaginal.

MANGBEWOK.TK - @SIMANGBEWOK

UKKIE UROGENITAL LBM 5 (TORSIO TESTIS)

Purnomo, Basuki P. Dasar-dasar Urologi. Jakarta : Sagung Seto. 2003. 8,145-148.

4. Bagaimana fisiologi pengaturan suhu pada testis?

Tunica cremaster : terdapat muskulus cremaster lanjutan dari


muskulus oblique internus abdominalis. Musculus cremaster
dapat di uji kontraksinya dengan cara menggores kulit paha
bagian dalam. Ini di uji untuk melihat Refleks Cremaster. Serabut
aferen berjalan pada ramus femoralis nervus genitofemoralis
sedangkan serabut eferen berjalan pada ramus genitalis nervus
geniofemoralis. Muskulus scremaster berfungsi mengangkat
testis pada suhu dingin.
Pearce, C, Evelyn, 2009. Anatomi dan fisiologi untuk paramedis, Jakarta :
Gramedia.
5. Mengapa nyeri dirasakan menjalar ke lipat paha kanan dan tidak berkurang
dengan perubahan posisi?

MANGBEWOK.TK - @SIMANGBEWOK

UKKIE UROGENITAL LBM 5 (TORSIO TESTIS)

6. Bagaimana dengan keadaan testis sebelah kirinya jika yang kanan


membengkak?
7. Mengapa pasien juga mengeluh mual dan muntah?
8. Mengapa tidak ada riwayat benjolan di lipat paha dan tidak ada riwayat
trauma?
9. Interpretasi PF?
10.DD?
1.

Epididimitis akut. Penyakit ini secara umum sulit dibedakan dengan torsio testis.
Nyeri scrotum akut biasanya disertai dengan kenaikan suhu, keluarnya nanah dari
uretra, adanya riwayat coitus suspectus (dugaan melakukan senggama dengan selain
isterinya), atau pernah menjalani kateterisasi uretra sebelumnya. Pada pemeriksaan,
epididimitis dan torsio testis, dapat dibedakan dengan Prehns sign, yaitu jika testis
yang terkena dinaikkan, pada epididmis akut terkadang nyeri akan berkurang (Prehns
sign positif), sedangkan pada torsio testis nyeri tetap ada (Prehns sign negative).
Pasien epididimitis akut biasanya berumur lebih dari 20 tahun dan pada pemeriksaan
sedimen urin didapatkan adanya leukosituria dan bakteriuria.

Scott, Roy, Deane, R.Fletcher. Urology Ilustrated. London and New York : Churchill
Livingstone. 1975. 324-325.
2. Hernia scrotalis incarserata. Pada anamnesis didapatkan riwayat benjolan yang dapat
keluar masuk ke dalam scrotum.

3.

Hidrokel

MANGBEWOK.TK - @SIMANGBEWOK

UKKIE UROGENITAL LBM 5 (TORSIO TESTIS)

4.

5.

Tumor testis. Benjolan dirasakan tidak nyeri kecuali terjadi perdarahan di dalam testis

Edema scrotum yang dapat disebabkan oleh hipoproteinemia, filariasis, adanya


sumbatan saluran limfe inguinal, kelainan jantung, atau kelainan-kelainan yang tidak
diketahui sebabnya (idiopatik).

Perbedaan antara torsio testis, torsio appendix testis dan epididimitis dapat dilihat pada
tabel di bawah ini.
Sjamsuhidajat R, Wim De Jong. Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi ke-2. Jakarta : Penerbit
Buku Kedokteran EGC. 2004. 799.

11.Manifestasi klinis?
Pasien-pasien dengan torsio testis dapat mengalami gejala sebagai berikut :
1.

Nyeri hebat yang mendadak pada salah satu testis, dengan atau tanpa faktor
predisposisi
2. Scrotum yang membengkak pada salah satu sisi
3. Mual atau muntah
4. Sakit kepala ringan

12.Factor apa saja yang dapat menyebabkan penyakit ini?


13.Terapi?
1. Non operatif
Pada beberapa kasus torsio testis, detorsi manual dari funikulus spermatikus dapat
mengembalikan aliran darah.
Detorsi manual adalah mengembalikan posisi testis ke asalnya, yaitu dengan jalan
memutar testis ke arah berlawanan dengan arah torsio. Karena arah torsio biasanya ke
MANGBEWOK.TK - @SIMANGBEWOK

UKKIE UROGENITAL LBM 5 (TORSIO TESTIS)

medial, maka dianjurkan untuk memutar testis ke arah lateral terlebih dahulu,
kemudian jika tidak ada perubahan, dicoba detorsi ke arah medial.
Metode tersebut dikenal dengan metode open book (untuk testis kanan), Karena
gerakannya seperti membuka buku. Bila berhasil, nyeri yang dirasakan dapat
menghilang pada kebanyakan pasien. Detorsi manual merupakan cara terbaik untuk
memperpanjang waktu menunggu tindakan
menghindarkan dari prosedur pembedahan.

pembedahan,

tetapi

tidak

dapat

Dalam pelaksanaannya, detorsi manual sulit dan jarang dilakukan. Di unit gawat
darurat, pada anak dengan scrotum yang bengkak dan nyeri, tindakan ini sulit dilakukan
tanpa anestesi. Selain itu, testis mungkin tidak sepenuhnya terdetorsi atau dapat
kembali menjadi torsio tak lama setelah pasien pulang dari RS. Sebagai tambahan,
mengetahui ke arah mana testis mengalami torsio adalah hampir tidak mungkin, yang
menyebabkan tindakan detorsi manual akan memperburuk derajat torsio.
2. Operatif

MANGBEWOK.TK - @SIMANGBEWOK

UKKIE UROGENITAL LBM 5 (TORSIO TESTIS)

Torsio testis merupakan kasus emergensi, harus dilakukan segala upaya untuk
mempercepat proses pembedahan. Hasil pembedahan tergantung dari lamanya
iskemia, oleh karena itu, waktu sangat penting. Biasanya waktu terbuang untuk
pemeriksaan pencitraan, laboratorium, atau
mengakibatkan testis tak dapat dipertahankan.

prosedur

diagnostik

lain

yang

Tujuan dilakukannya eksplorasi yaitu :


1.
2.
3.
4.
5.

Untuk memastikan diagnosis torsio testis


Melakukan detorsi testis yang torsio
Memeriksa apakah testis masih viable
Membuang (jika testis sudah nonviable) atau memfiksasi jika testis masih viable
Memfiksasi testis kontralateral

Perbedaan pendapat mengenai tindakan eksplorasi antara lain disebabkan oleh kecilnya
kemungkinan testis masih viable jika torsio sudah berlangsung lama (>24-48 jam).
Sebagian ahli masih mempertahankan pendapatnya untuk tetap melakukan eksplorasi
dengan alasan medikolegal, yaitu eksplorasi dibutuhkan untuk membuktikan diagnosis,
untuk menyelamatkan testis (jika masih mungkin), dan untuk melakukan orkidopeksi
pada testis kontralateral.
Saat pembedahan, dilakukan juga tindakan preventif pada testis kontralateral. Hal ini
dilakukan karena testis kontralaeral memiliki kemungkinan torsio di lain waktu.

Jika testis masih viable, dilakukan orkidopeksi (fiksasi testis) pada tunika dartos
kemudian disusul pada testis kontralateral. Orkidopeksi dilakukan dengan
menggunakan benang yang tidak diserap pada tiga tempat untuk mencegah agar testis
tidak terpuntir kembali. Sedangkan pada testis yang sudah mengalami nekrosis,
dilakukan pengangkatan testis (orkidektomi) dan kemudian disusul orkidopeksi
kontralateral. Testis yang telah mengalami nekrosis jika tetap berada di scrotum dapat
merangsang terbentuknya antibodi antisperma sehingga mengurangi kemampuan
fertilitas di kemudian hari.
MANGBEWOK.TK - @SIMANGBEWOK

10

UKKIE UROGENITAL LBM 5 (TORSIO TESTIS)

Purnomo, Basuki P. Dasar-dasar Urologi. Jakarta : Sagung Seto. 2003. 8,145-148.

MANGBEWOK.TK - @SIMANGBEWOK

11

UKKIE UROGENITAL LBM 5 (TORSIO TESTIS)

Sjamsuhidajat R, Wim De Jong. Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi ke-2. Jakarta : Penerbit
Buku Kedokteran EGC. 2004. 799.
MANGBEWOK.TK - @SIMANGBEWOK

12

UKKIE UROGENITAL LBM 5 (TORSIO TESTIS)

14.Komplikasi?
1.
2.
3.

Atropi testis
Torsio rekuren
Wound infection

Sjamsuhidajat R, Wim De Jong. Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi ke-2. Jakarta : Penerbit
Buku Kedokteran EGC. 2004. 799.

Blandy, John. Lecture Notes on Urology. Third edition. Oxford : Blackwell Scietific
Publication. 1982. 277.

MANGBEWOK.TK - @SIMANGBEWOK

13