Anda di halaman 1dari 35

PERDAGANGAN INTERNASIONAL &

EKSPOR IMPOR
Dr. Suhermin, SE., MM

DEFINISI
PERDAGANGAN INTERNASIONAL
adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu
negara dengan penduduk negara lain atas dasar
kesepakatan bersama.
Penduduk yang dmaksud dapat berupa antar perorangan
(individu dengan individu), antara individu dengan
pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara
dengan pemerintah negara lain
Teori
perdagangan
internasional
yang
baru
berkembang adalah teori keunggulan kompetitif
(competitive advantage)
bahwa tidak ada korelasi langsung antara dua
faktor produksi (SDA yang tinggi dan SDM yang
murah) yang dimiliki suatu negara untuk
dimanfaatkan menjadi keunggulan daya saing
dalam perdagangan.

Bila dibandingkan dengan pelaksanaan


perdagangan di dalam negri, maka
perdagangan internasional sangatlah rumit
dan kompleks
Kerumitan ini disebabkan oleh faktor-faktor antara
lain :
1. Pembeli dan penjual terpisah oleh batas-batas
kenegaraan
2. Barang harus dikirim dan diangkut dari suatu
negara kenegara lainnya melalui bermacam
peraturan seperti pabean, yang bersumber dari
pembatasan yang dikeluarkan oleh masingmasing pemerintah.
3. Antara satu negara dengan negara lainnya
terdapat perbedaan dalam bahasa, mata uang,
taksiran
dan
timbangan,
hukum
dalam
perdagangan dan sebagainya.

MANFAAT MELAKUKAN
PERDAGANGAN INTERNASIONAL
1. Memperoleh barang yang tidak dapat diproduksi
di negeri sendiri
Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan
hasil produksi di setiap negara.
Faktor-faktor tersebut diantaranya: Kondisi geografi,
iklim, tingkat penguasaan IPTEK dan lain-lain. Dengan
adanya perdagangan internasional, setiap negara
mampu memenuhi kebutuhan yang tidak diproduksi
sendiri.
2.

Memperoleh
keuntungan
dari
spesialisasi
Sebab utama kegiatan perdagangan luar negri
adalah untuk memperoleh keuntungan yang
diwujudkan oleh spesialisasi.
Walaupun suatu negara dapat memproduksi
suatu barang yang sama jenisnya dengan
yang diproduksi oleh negara lain, tapi ada
kalanya lebih baik apabila negara tersebut
mengimpor barang tersebut dari luar negri

3. Memperluas Pasar dan Menambah Keuntungan


Terkadang, para pengusaha tidak menjalankan mesinmesinnya (alat produksinya) dengan maksimal
karena mereka khawatir akan terjadi kelebihan
produksi, yang mengakibatkan turunnya harga
produk mereka.
Dengan adanya perdagangan internasional, pengusaha
dapat
menjalankan
mesin-mesinnya
secara
maksimal, dan menjual kelebihan produk tersebut
keluar negri.

4. Transfer teknologi modern


Perdagangan luar negri memungkinkan suatu
negara untuk mempelajari teknik produksi yang
lebih efesien dan cara-cara manajemen yang
lebih moderen

SEBAB-SEBAB TERJADINYA
PERDAGANGAN INTERNASIONAL
1. Revolusi Informasi dan Transportasi
Ditandai dengan berkembangnya era informasi
teknologi, pemakaian sistem berbasis komputer
serta
kemajuan
dalam
bidang
informasi,
penggunaan satelit serta digitalisasi pemrosesan
data, berkembangnya peralatan komunikasi serta
masih banyak lagi

2. Interdependensi Kebutuhan
Masing-masing negara memiliki keunggulan
serta kelebihan di masing-masing aspek, bisa
di tinjau dari sumber daya alam, manusia,
serta teknologi. Kesemuanya itu akan
berdampak pada ketergantungan antara
negara yang satu dengan yang lainnya

3. Liberalisasi Ekonomi
Kebebasan dalam melakukan transaksi
serta melakukan kerjasama memiliki
implikasi bahwa masing-masing negara
akan mencari peluang dengan berinteraksi
melalui perdagangan antar negara
4. Asas Keunggulan Komparatif
Keunikan suatu negara tercermin dari apa yang
dimiliki oleh negara tersebut yang tidak dimiliki
oleh negara lain. Hal ini akan membuat negara
memiliki keunggulan yang dapat diandalkan
sebagai sumber pendapatan bagi negara tersebut
5. Kebutuhan Devisa
Perdagangan internasional juga dipengaruhi oleh
faktor kebutuhan akan devisa suatu negara.
Dalam memenuhi segala kebutuhannya setiap
negara harus memiliki cadangan devisa yang
digunakan dalammelakukan pembangunan, salah
satu sumber devisa adalah pemasukan dari
perdagangan internasional

EKSPOR
IMPOR

Perdagangan
internasional
kegiatan EKSPOR dan IMPOR

dilakukan

melalui

PERBEDAAN SUMBER DAYA


DI SETIAP NEGARA

PERDAGANGAN
INTERNASIONAL

Menimbulkan

Terdiri atas

IMPOR

EKSPOR

DEVISA

KEBIJAKAN
PEMERINTAH

Melimpahnya sumber daya alam suatu


negara melatarbelakangi kegiatan ekspor
EKSPOR
adalah
kegiatan
barang dari daerah Pabean.

mengeluarkan

Sedangkan
yang
dimaksud
dengan
EKSPORTIR
adalah
perusahaan
atau
perorangan yang melakukan kegiatan ekspor
Adapun barang yang dijual dikenal sebagai
barang ekspor
Ekspor Barang
adalah seluruh barang yang dibawa keluar dari wilayah
suatu negara, baik bersifat komersial maupun bukan
komersial (barang hibah, sumbangan, hadiah), termasuk
barang bergerak seperti: kapal laut, pesawat udara,
satelit, serta barang yang akan diolah di luar negeri yang
hasilnya dimasukkan kembali ke negara ini.

IMPOR adalah kegiatan memasukkan barang


ke dalam daerah pabean.
Perusahaan atau perorangan yang melakukan
kegiatan impor tersebut disebut dengan
IMPORTIR

Adapun barang yang dibeli dari luar negeri


disebut barang impor
Keterbatasan sumber daya alam dan sumber daya
manusia
menjadi
alasan
dilakukan
impor.
Contohnya
adalah
Indonesia
belum
bisa
memproduksi barang-barang elektronik dan barang
otomotif seperti mobil, sepeda motor, dan lain-lain

IMPOR BARANG
adalah seluruh barang yang masuk ke dalam
wilayah suatu negara (custom area), baik bersifat
komersial maupun bukan komersial, termasuk
barang bergerak seperti tersebut diatas (kapal
laut, pesawat udara, satelit).
Kegiatan ekspor dan impor dilakukan melalui
pelabuhan laut. Salah satu pelabuhan di Indonesia
yang menjadi tempat kegiatan ekspor dan impor
adalah pelabuhan Tanjung Priok.

Terhadap barang yang di persyaratkan tata niaga impor


tertentu harus mendapatkan izin dari Instansi yang
melakukan pengaturan Tata Niaga Impor tersebut.
Terhadap barang impor dipungut Bea Masuk dan Pajak
Dalam Rangka Impor (PPN Impor, PPnBM dan PPH pasal 22)
kecuali yang mendapatkan fasilitas atau keringanan.

Ciri-Ciri Perdagangan Ekspor Impor


1. Perdangan antar negara
2. Menggunaakan mata uang asing
3. Diperjual belikan secara besar-besaran
4. Melibatkan banyak instansi dalam negeri maupun luar
negeri

Dalam UU Pabean Pasal 1 nomor 2, DAERAH


PABEAN adalah wilayah Republik Indonesia yang
meliputi wilayah darat, perairan dan ruang udara di
atasnya, serta tempat-tempat tertentu di Zona
Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen yang di
dalamnya berlaku undang-undang ini.

BATAS LANDAS KONTINEN


Batas landas kontinen adalah dasar laut dilihat dari
segi geologi maupun morfologi yang merupakan
kelanjutan dari kontinen/benua. Landas kontinen
biasanya merupakan laut dangkal yang kedalamannya
tidak lebih dari 150 m. Batas wilayah landas kontinen
sebuah negara paling jauh 200 mil dari garis dasar
BATAS ZONA EKONOMI EKSKLUSIF
Batas laut zona ekonomi eksklusif adalah jarak 200 mil
dari garis dasar ke arah laut bebas. Garis dasar, yaitu
garis khayal yang menghubungkan titik-titik dari ujung
pulau-pulau. Hak suatu Negara di dalam batas zona
ekonomi eksklusif, yaitu dapat memanfaatkan sumber
daya baik di laut maupun di bawah dasar laut.

DAERAH PABEAN

ZEE MIL
200

LA

D
A 3
S 50
K
O
N
TI
N

EN

WILAYAH
REPUBLIK INDONESIA

KETENTUAN
INTERNASIONAL

PERDAGAN

BIDANG EKSPOR

Ketentuan umum di bidang ekspor biasanya meliputi halhal yang berhubungan dengan proses pengiriman barang
ke luar negri. Ketentuan tersebut meliputi antara lain :
1. Ekspor
Perdagangan dengan cara mengeluarkan barang
dari dalam ke luar wilayah pabean Indonesia
dengan memenuhi ketentuanyang berlaku
2. Syarat-syarat Ekspor
a) Memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
b) Mendapat izin usaha dari Dept. Teknis/Lembaga
Pemerintah Non-Dept
c) Memiliki izin ekspor berupa
APE (Angka Pengenal Ekspor) untuk Eksportir
Umum berlaku lima tahun.
APES (Angka Pengenal Ekspor Sementara)
berlaku dua tahun
APET (Angka Pengenal Ekspor Terbatas)
untuk PMA/PMDN

3. Eksportir
Pengusaha yang dapat melakukan ekspor,
yang telah memiliki SIUP atau izin usaha
dari Dept. Teknis/LembagaPemerintah NonDept berdasarkan ketentuan yang berlaku

4. Eksportir Terdaftar (ET)


Perusahaan yang telah mendapat
pengakuan dari Menteri Perdagangan
untuk mengekspor barang tertentu
sesuai ketentuan yang berlaku

5. Barang Ekspor
Seluruh jenis barang yang terdaftar sebagai
barang ekspor dan sesuai dengan ketentuan
perpajakan dan kepabeanan yang berlaku

TUJUAN
EKSPOR

PERDAGANGAN

1. Meningkatkan laba perusahaan melalui perluasan pasar


serta untuk memperoleh harga jual yang lebih baik
(optimalisasi laba).
2. Membuka pasar baru diluar negeri sebagai perluasan pasar
domestik (membuka pasar ekspor).
3. Memanfaatkan kelebihan kapasitas komoditi yang dimiliki
(idle capacity).
4. Membiasakan diri bersaing dalam pasar internasional
sehingga terlatih dalam persaingan yang ketat dan
terhindar dari sebutan jago kandang.

MANFAAT KEGIATAN EKSPOR


a. Memperluas Pasar bagi Produk Indonesia
Kegiatan ekspor merupakan salah satu cara untuk memasarkan
produk Indonesia ke luar negeri.
Misalnya,pakaian batik merupakan salah satu produk Indonesia
yang mulai dikenal oleh masyarakat dunia.Apabila permintaan
terhadap pakaian batik buatan Indonesia semakin meningkat,
pendapatan para produsen batiksemakin besar. Dengan demikian,
kegiatanprodusen batik di Indonesia akan semakin berkembang.

b. Menambah Devisa Negara


Perdagangan antar negara memungkinkan eksportir Indonesia
untuk menjual barang kepada masyarakat luar negeri. Transaksi
ini dapat menambah penerimaan devisa negara. Dengan
demikian, kekayaan negara bertambah karena devisa
merupakan salah satu sumber penerimaan negara.
c. Memperluas Lapangan Kerja
Kegiatan ekspor akan membukalapangan kerjabagi masyarakat.
Dengan semakin luasnya pasar bagi produk Indonesia, kegiatan
produksi di dalam negeri akan meningkat. Semakin banyak pula
tenaga kerja yang dibutuhkan sehingga lapangan kerja semakin
luas.

BIDANG IMPOR
Ketentuan umum di bidang Impor biasanya meliputi
hal-hal
yang
berhubungan
dengan
proses
pengiriman barang ke dalam
negri. Ketentuan
tersebut meliputi antara lain :
1. Impor
Perdagangan dengan cara memasukan barang dari luar negri
ke dalam wilayah pabean Indonesia dengan memenuhi
ketentuanyang berlaku
2. Syarat-syarat Impor
a. Memiliki izin ekspor berupa :
API (Angka Pengenal Impor) untuk Importir
Umum berlaku selama perusahaan menjalankan
usaha.
APIS (Angka Pengenal Impor Sementara)
berlaku
untuk jangka waktu 2 tahun dan tidak dapat
diperpanjang.
API(S) Produsen untuk perusahaan diluar PMAatau
PMDN.
APIT (Angka Pengenal Impor Terbatas) untuk
perusahaan PMA/PMDN

b. Persyaratan untuk memperoleh APIS :


Memiliki SIUP perusahaan besar atau menengah
Keahlian dalam perdagangan impor
Referensi bank devisa
Bukti kewajiban pajak (NPWP)
c. Persyaratan untuk memperoleh API :
Wajib memiliki APIS
Telah melaksanakan impor sekurang 4 kali
dan telah mencapai nilai nominal US$
100.000,00
Tidak pernah ingkar kontrak impor
3. Importir
Pengusaha yang dapat melakukan kegiatan
perdagangan dengan cara memasukan barang dari
luar negri ke dalam wilayah pabean Indonesia
sesuai ketentuan yang berlaku.
4. Barang Impor
Seluruh jenis barang yang terdaftar
sebagai barang impor dan sesuai dengan
ketentuan perpajakan dan kepabeanan
yang berlaku

MANFAAT IMPOR
1. Mengatasi kekurangan barang di dalam negeri
2. Mendapatkan barang yang belum di produksi di dalam
negeri
3. Mendapatkan kualitas serta produk yang di butuhkan
4. Menjaga kerja sama antar negara dalam hal
perdagangan
5. Meningkatkan produk dan barang di pasar domestik
6. Menekan monopoli oleh produk tertentu.

DAMPAK BURUK MELAKUKAN IMPOR


1. MENURUNKAN PASAR DOMESTIK
Hal ini sering kita dengar dari beberapa persaingan produk
dalam negeri dengan produk impor. Beredarnya berbagai
jenis produk impor seperti buah, sayur, bumbu masakan dan
berbagai produk lain dengan harga yang ditawarkan lebih
rendah dari produk dalam negeri. Cara ini akan merugikan
produsen dalam negeri. Untuk mengurangi dampak ini maka
sebaiknya negara membuat regulasi khusus untuk
mengatur persaingan produk impor

2. Meningkatkan Ketergantungan Produk


Tertentu
Seharusnya negara yang melakukan impor sebuah
produk juga harus mencari solusi untuk mengatasi
kekurangan sebuah produk tertentu.
Melakukan impor terhadap produk yang dibutuhkan
dalam jumlah besar hanya akan membuat negara
semakin tergantung kepada negara lain. Sementara
negara
yang
melakukan
suplai
produk
akan
mempermainkan harga produk dalam negeri.

DEVISA
Devisa : adalah saldo mata uang asing yang memiliki
kurs resmi di Bank Indonesia.
Sumber-sumber Devisa antara lain :
1. Hasil penjualan Ekspor
2. Hutang Luar Negeri atau Pinjaman yang diperoleh
dari Negara Asing
3. Hadiah atau grant dan bantuan dari badan-badan
atau pemerintah asing
4. Laba dari penanaman modal di luar negeri
5. Hasil dari kegiatan Pariwisata Internasional, dengan
demikian Pemerintah meningkatkan eskpor dengan
alasan untuk memperkuat keadaan devisa

DAMPAK BURUK MELAKUKAN IMPOR


3. Merugikan Produsen Dalam Negeri
Melakukan impor berbagai jenis produk yang banyak dibuat
oleh produsen dalam negeri juga akan mematikan bisnis
secara lambat. Perbedaan berbagai jenis aturan untuk
menentukan harga akan menjadi ancaman serius untuk
produsen dalam negeri. Hal inilah yang membuat ekpor dan
impor terkadang merugikan bagi penduduk negara
berkembang.

Kesadaran masyarakat untuk mengetahui tentang manfaat


ekspor dan impor bisa meningkatkan cara pandang dalam
memilih produk. Langkah ini sangat penting untuk
mengetahui keunggulan produk dalam negeri dan luar
negeri. Selain itu kebudayaan juga berpengaruh penting
untuk menentukan sikap terhadap kegiatan ekspor dan
impor

CIRI DAN KARAKTERISTIK


PERDAGANGAN INTERNASIONAL
INTERMODEL TRANSPORTASI
Secara konvensional persaingan model transportasi
mengarah pada sistem transportasi yang sesuai
pangsa pasar dan tidak menjadi suatu kesatuan.
Setiap model didasarkan atas kemampuan dalam
pengertian biaya, pelayanan, rehabilitas, dan aman

DOKUMEN SINGLE WINDOW (SINGLE WINDOW


DOCUMENTS)
Single window adalah sistem yang menerapkan satu
dokumen pemberitahuan (single submission document),
sinkronisasi pemrosesan dokumen (single synchronous
processing document), dan satu pembuatan keputusan
(single decision-making) dalam proses administrasi
pengeluaran barang.

MANAJEMEN RESIKO (RISK MANAGEMENT)


Konsep manajemen risiko di dalam administrasi
kepabeanan diterapkan sesuai Article VIII of the GATT
1994 (bea masuk dan formalitas yang berkaitan dnegan
importasi dan eksportasi), yang terletak di dalam paragraf
khusus, yaitu 1 (c) dikenal dengan sebutan
meminimalisasi kompleksitas yang terjadi dalam
pemenuhan formalitas di bidang impor dan ekspor,
bertujuan
mengurangi
dan
menyederhanakan
prosedur.

ALUR PERDAGANGAN EKSPOR IMPOR

1
2
3

Eksportir mengirimkan Shipping Instruction (SI)


kepada pelayaran [meminta / booking space kapal /
container kosong].
Shipping memberikan Booking Confirmation,
berisi konfirmasi ketersediaan container, space
kapal yang sesuai tujuan, dan tempat yang
ditunjuk untuk pengambilan container (depo
container).
Eksportir menghubungi perusahaan angkutan/
trucking (menyewa truck).

Perusahaan / trucking melakukan pengambilan


container kosong di depo dengan berbekal
Booking Confirmation dari eksportir yang dibuat
oleh shipping

Container kosong diangkut ke pabrik untuk pemuatan


barang ekspor (stuffing).

Selama stuffing, eksportir membuat Commercial


Invoice, Packing list dan Pemberitahuan Ekspor
Barang (PEB) ke Bea Cukai

7
8
9
10
11
12

Bea cukai memberikan perstujuan ekspor Nota


Pelayanan Ekspor (NPE).
Berbekal NPE, barang / container diangkut dan
masuk ke pelabuhan
Container naik ke kapal dan
pelabuhan tujuan luar negeri..

berangkat

ke

Setelah kapal berangkat, Shipping menerbitkan


Bill of Lading dokumen angkutan/ beaya kapal..
Dokumen ekspor yang meliputi a.Commercial
Invoice, b.Packing List, c.B/L dari shipping dikirim
oleh eksportir ke pembeli di luar negeri

Dengan dokumen yang diterima dari eksportir,


pembeli di luar negeri dapat mengambil barangnya/
container ke pelabuhan tujuan/ bongkar.

KOMODITAS EKSPOR
INDONESIA
No
1

Sektor Usaha
Pertanian
Kelautan

dan

Komoditas Ekspor
Getah karet, udang, the, lada hitam, lada putih, rotan
olahan, kopi, biji cokelat, gaplek, ikan tuna, ubur ubur
, kerang

Industri

Kayu lapis, kayu gergajian, kayu olahan lain, timah,


aluminium, pakaian jadi, kain tenun, karet olahan,
minyak atsiri, minyak kelapa sawit, semen, stearin,
meubel, pupuk urea, kertas, kaca

Tambang
( diluar Migas )

Bijih besi, bijih nikel, bauksit, batubara

Kehutan

Kayu, rotan, kemenyan, damar

No.

Kelompok Barang

Komoditas Impor

Barang Konsumsi

Beras, tekstil, susu, buah buahan,


sabun, kosmetik, makanan, miniman

Bahan Baku /
Penolong

Bahan kimia, bahan obat obatan,


pupuk, bahan kertas, benang tenun,
besi baja, bahan bangunan

Barang Modal

Mesin mesin, generator listrik, alat


alat telekomunikasi, peralatan listrik,
alat pengangkutan

MASALAH YANG TIMBUL DALAM PERDAGANGAN EKSPOR IMPOR


Permasalahan-permasalahan yang sering dihadapi oleh Eksportir dan
Importir dibagi menjadi 2 (dua) sisi yaitu :
1. Masalah Eksternal
a. Kepercayaan
b. Pemasaran
c. Sistem Quota
d. Keterikatan dalam Organisasi Internasional
e. Kurang pemahaman akan tersedianya kemudahan internasional
2.

Masalah Internal
a. Kemampuan / pemahaman terhadap transaksi luar negeri
b. Persyaratan-persyaratan tertentu, misal :
. Eksportir / Importir harus berbadan hukum
. Importir harus memiliki angka pengenal dalam perdagangan,
dikenal (API/APIT)
c. Pembiayaan
d. Kekurangmampuan mempersiapkan barang
e. Kelancaran pelaksaan transaksi ekspor impor pada hakekatnya
tergantung dari peraturan yang didasarinya.

TUJUAN KEBIJAKAN IMPOR


1. Memagari kepentingan Nasional dari aspek
K3LM (Kesehatan, Keselamatan, Keamanan,
Lingkungan hidup dan Moral bangsa)
2. Melindungi dan meningkatkan pendapatan petani
3. Mendorong penggunaan produksi dalam negeri
4. Meningkatkan Ekspor Non Migas
5. Menciptakan perdagangan dan pasar dalam
negeri yang sehat serta iklim usaha yang
kondusif.

PERANAN BEA DAN CUKAI PADA


PERDAGANGAN INTERNASIONAL
1. Harus mengadakan pengawasan
2. Memperlancar arus barang dan dokumen

sesuai tuntutan para importir, eksportir dan


perusahaan lainnya yang ada kaitan dengan
perdagangan Internasional.