Anda di halaman 1dari 12

PENERAPAN

PROGRAM BPJS

Bagi Korban Kecelakaan Lalu Linta

Kediri, Februari 2015

Lingkup BPJS Kesehatan,


Ketenagakerjaan dan
Jasa Raharja
Masyarakat
Pengguna Fasilitas
Kesehatan
= Lingkup BPJS Kesehatan
= Lingkup Jasa Raharja
= Lingkup BPJS
Ketenagakerjaan
= Irisan Lingkup Jasa
Raharja
dan BPJS
Ketenagakerjaan

Korban
Kecelakaan
Kerja

Korban
Kecelakaan
Lalu Lintas
yang
Terjamin
UU. 33 & 34
1964

Implementasi
Perpres No. 111 Tahun
2013 Pasal 25
Korban Kecelakaan Lalu Lintas
yang terjamin oleh UU No. 33 dan 34 Tahun 1964

Primary Payer

Secondary Payer

Implementasi Kerjasama dan MoU


dengan BPJS Kesehatan dan
Ketenagakerjaan..(1)
KECELAKA
AN*

Instansi
Berwena
ng

1. PENGUTIPAN DATA
LAKA
2. LAPORAN POLISI

*KEC. YG TERJAMIN
UU. No 33 & 34 Tahun
1964

KORBAN / AW
KORBAN
KECELAKAAN

1. INFORMASI
2. PEMBAYARAN
SANT.

1. SURAT JAMINAN
2. PEMBAYARAN
SANT.

JASA RAHARJA sebagai Primary Payer

Implementasi Kerjasama dan MoU


dengan BPJS Kesehatan dan
Ketenagakerjaan..(2)
Mekanisme

KORBAN / AW
KORBAN
KECELAKAAN
1. INFORMASI
2. PEMBAYARAN
SANT.

1. SURAT JAMINAN
2. PEMBAYARAN
SANT.

JASA RAHARJA
Primary Payer

Secondary Payer

Dalam hal korban terjamin


UU No. 33 & 34 Th. 1964
dan
Jasa
Raharja
menerbitkan Surat Jaminan,
maka
JR memberikan tembusan
Surat jaminan kepada BPJS
Kesehatan /
Ketenagakerjaan
Bagi pembayaran secara
reimbustment dan apabila
JR telah membayarkan
biaya rawatan sampai
dengan nilai maksimal, JR
memberikan surat
keterangan dan
melampirkan kwitansi
pembayaran dan dokumen

Implementasi Kerjasama dan MoU


dengan BPJS Kesehatan dan
Ketenagakerjaan..(3)
atau

Telah melakukan
Pembayaran / Jaminan

Mekanisme
Dalam hal korban terjamin UU No. 33 & 34 Th.
1964 dan telah mendapatkan jaminan dari BPJS
Kesehatan / Ketenagakerjaan, maka
BPJS memberikan informasi kepada JR untuk
dapat melakukan Tindak Lanjut penyelesaian
Apabila telah dilakukan pembayaran dari pihak
BPJS, maka BPJS menagihkan biaya tsb dgn
melampirkan: surat keterangan, Kwitansi
pembayaran, dan Dokumen klaim yang telah
dilegalisir.