Anda di halaman 1dari 11

BAB III

METODE PENELITIAN
III.1 Subyek Penelitian
Subjek dari penelitian ini adalah peserta didik kelas VII.1 MTsN Model
Gandapura tahun pelajaran 2013/2014.
III.2 Waktu dan Tempat Penelitian
1. Waktu Penelitian
Berdasarkan kurikulum yang telah ditetapkan, materi kalor diajarkan
pada peserta didik kelas VII semester gasal. Oleh karena itu penelitian itu
dilaksanakan pada waktu semester gasal tahun pelajaran 2013/2014 tepatnya
pada tanggal 3 Oktober 2013 4 Desember 2013.
2. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di MTsN Model Gandapura.
III.3 Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian
Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas adalah suatu bentuk penelitian
yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tersebut agar dapat
memperbaiki dan meningkatkan praktik-praktik pembelajaran di kelas secara lebih
profesional (Basrowi & Suwandi: 2008). Prosedur Pelaksanaan Penelitian Tindakan
Kelas Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan melalui proses pengkajian berdaur
yang terdiri dari 4 tahap berikut:

3.1 Alur Penelitian Tindakan Kelas


Menurut Taggart, prosedur pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas
mencakup:
a. Penetapan fokus permasalahan
1) Merumuskan adanya masalah.
2) Analisis masalah.
3) Perumusan masalah.
b. Perencanaan tindakan
1) Membuat skenario pembelajaran.
2) Mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung yang diperlukan di
kelas. Jika digunakan instrumen pengamatan tertentu, perlu
dikemukakan

bagaimana

pembuatannya,

siapa

yang

akan

menggunakan dan kapan akan digunakan.


3) Mempersiapkan instrumen untuk menganalisis data mengenai proses
dan hasil tindakan.
4) Melakukan simulasi pelaksanaan tindakan perbaikan untuk menguji
keterlaksanaan rancangan.
c. Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan tindakan yang meliputi siapa melakukan apa, kapan,


di mana dan bagaimana melakukannya. Skenario tindakan yang telah
direncanakan, dilaksanakan pada situasi yang aktual. Pada saat yang
bersamaan kegiatan ini juga disertai dengan kegiatan observasi dan
interpretasi serta diikuti dengan kegiatan refleksi.
d. Pengamatan
Pada bagian pengamatan, dilakukan perekaman data yang
meliputi proses dan hasil dari pelaksanaan kegiatan. Tujuan dilakukan
pengamatan adalah mengumpulkan bukti hasil tindakan agar dapat
dievaluasi dan dijadikan landasan dalam melakukan refleksi.
e. Refleksi
pada bagian refleksi dilakukan analisis data mengenai proses,
masalah, dan hambatan yang dijumpai dan dilanjutkan dengan refleksi
terhadap dampak pelaksanaan tindakan yang dilaksanakan (Aqib:2000).
III.4 Rencana dan Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan penelitian tindakan kelas diperlukan minimal dua siklus. Dalam
penelitian ini penulis melakukan penelitian dengan tiga siklus. Adapun alur
penelitian yang dilakukan peneliti sebagai berikut:

Gambar 3.2 Siklus Dalam Penelitian


Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan peneliti dengan
proses kerja sebagai berikut:
a. Pra Siklus
Kegiatan yang dilakukan peneliti adalah mengikuti pembelajaran secara
langsung untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran dengan metode yang
konvensional yaitu belum menggunakan model pembelajaran guided discovery
yang akan ditawarkan oleh peneliti.
b. Siklus I
1. Perencanaan
a)Guru dan peneliti mempersiapkan materi kalor dapat menaikkan suhu dan
merubah wujud zat dengan menerapkan model pembelajaran guided
discovery;
b)
guru dan peneliti secara kolaboratif mempersiapkan Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada materi yang telah disiapkan;

c)guru dan peneliti secara kolaboratif mempersiapkan alat dokumentasi,


lembar observasi dan evaluasi.
2. Pelaksanaan
a)Guru memberikan informasi awal tentang jalannya pembelajaran dan tugas
yang harus dilaksanakan peserta didik;
b)
Guru membentuk kelompok belajar heterogen (5-6 peserta didik) dan
mengatur tempat duduk peserta didik;
c)Guru memberikan lembar kerja siswa pada setiap kelompok;
d)
Guru memberikan masalah mengenai materi kalor dapat menaikkan
suhu dan merubah wujud zat untuk dipecahkan oleh peserta didik;
e)Peserta didik diminta melakukan percobaan untuk menyelesaikan masalah
tersebut dengan langkah-langkah guided discovery yaitu: mengamati,
menggolongkan, memprediksi, mengukur, menguraikan/menjelaskan, dan
menyimpulkan;
f)Setelah percobaan selesai perwakilan kelompok menyampaikan hasil dan
kesimpulan dari percobaan yang telah dilakukan, kelompok lain memberi
tanggapan dan bertanya;
g)
Guru memberikan penjelasan dan kesimpulan dari percobaan yang
telah dilakukan oleh peserta didik, serta menambahkan konsep baru yang
perlu ditambahkan sehingga pemahaman peserta didik menjadi lebih
lengkap;
h)
Guru memberikan tes tertulis yang sesuai dengan kompetensi yang
ditentukan.
3. Pengamatan
a) Guru dan peneliti mengamati aktivitas kelompok peserta didik dan
keberhasilan peserta didik dalam memecahkan masalah dengan percobaan;
b) Guru dan peneliti mengamati kebersamaan antar peserta didik dalam
menyampaikan hasil percobaan;
c) Guru dan peneliti mengamati hasil evaluasi akhir apakah sudah di atas
ketuntasan belajar;

d) peneliti mengamati keberhasilan dan hambatan-hambatan yang dialami


dalam proses pembelajaran yang belum sesuai dengan harapan penelitian.
4. Refleksi
a) secara kolaboratif, guru dan peneliti menganalisis dan mendiskusikan
hasil pengamatan. Selanjutnya membuat suatu refleksi mana yang perlu
dipartahankan dan mana yang perlu diperbaiki untuk siklus II nantinya;
b) membuat simpulan sementara terhadap pelaksanaan siklus I;
c) mendiskusikan hasil analisis untuk tindakan perbaikan kegiatan penelitian
dalam siklus II.
c. Siklus II
1) Perencanaan
a) guru dan peneliti secara kolaboratif mempersiapkan materi melebur dan
membeku dengan menerapkan model pembelajaran guided discovery;
b) guru dan peneliti secara kolaboratif mempersiapkan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) pada materi yang telah disiapkan;
c) guru dan peneliti secara kolaboratif mempersiapkan alat dokumentasi, lembar
observasi dan evaluasi.
2) Pelaksanaan
a) Guru memberikan informasi awal tentang jalannya pembelajaran dan tugas
yang harus dilaksanakan peserta didik;
b) Guru membentuk kelompok belajar heterogen (5-6 peserta didik) dan
mengatur tempat duduk peserta didik;
c) Guru memberikan lembar kerja siswa pada setiap kelompok;
d) Guru memberikan masalah mengenai materi melebur dan membeku untuk
dipecahkan oleh peserta didik;
e) Peserta didik diminta melakukan percobaan untuk menyelesaikan masalah
tersebut dengan langkah-langkah guided discovery yaitu: mengamati,

menggolongkan, memprediksi, mengukur, menguraikan/menjelaskan, dan


menyimpulkan;
f) Setelah percobaan selesai perwakilan kelompok menyampaikan hasil dan
kesimpulan dari percobaan yang telah dilakukan, kelompok lain memberi
tanggapan dan bertanya;
g) Guru memberikan penjelasan dan kesimpulan dari percobaan yang telah
dilakukan oleh peserta didik, serta menambahkan konsep baru yang perlu
ditambahkan sehingga pemahaman peserta didik menjadi lebih lengkap;
h) Guru memberikan tes tertulis yang sesuai dengan kompetensi yang
ditentukan.
3) Pengamatan
a)Guru dan peneliti mengamati aktivitas kelompok peserta didik dan
keberhasilan peserta didik dalam memecahkan masalah dengan percobaan;
b)
Guru dan peneliti mengamati kebersamaan antar peserta didik dalam
menyampaikan hasil percobaan;
c)Guru dan peneliti mengamati hasil evaluasi akhir apakah sudah di atas
ketuntasan belajar;
d)
Peneliti mengamati keberhasilan dan hambatan-hambatan yang
dialami dalam proses pembelajaran yang belum sesuai dengan harapan
penelitian.
4) Refleksi
a)secara kolaboratif, guru dan peneliti menganalisis dan mendiskusikan hasil
pengamatan. Selanjutnya membuat suatu refleksi mana yang perlu
dipartahankan dan mana yang perlu diperbaiki untuk siklus III nantinya;
b)
membuat simpulan sementara terhadap pelaksanaan siklus II;
III.5 Metode Pengumpulan Data
1. Sumber data

Sumber data penelitian adalah peserta didik kelas VII.2 MTsN Model
Gandapura.
2. Teknik pengumpulan data
Teknik pengumpulan data adalah suatu cara yang digunakan untuk
memperoleh keterangan atau kenyataan yang benar mengenai obyek yang
diteliti sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Teknik pengumpulan data
yang dilakukan pada penelitian ini meliputi:
a) Dokumentasi adalah cara pengumpulan data melalui peninggalan
tertulis (Arikunto:2006). Metode ini dilakukan untuk memperoleh daftar
nama peserta didik, jumlah peserta didik, dan untuk mengetahui
kendala-kendala yang dialami guru maupun peserta didik saat proses
belajar mengajar, serta untuk mendapatkan data awal tentang
kemampuan memahami pelajaran fisika dalam materi pokok kalor
sebelum menggunakan model pembelajaran guided discovery.
b) Pengamatan (observation) adalah suatu teknik yang dilakukan dengan
cara mengadakan pengamatan secara teliti serta pencatatan secara
sistematis (Daryanto:1999). Pada penelitian ini, pengamatan aktivitas
afektif maupun psikomotorik menggunakan lembar pengamatan yang
penilaiannya menggunakan rating scale (skala penilaian) yang
berbentuk rentang nilai dari angka (4,3,2,1) (Sudjana:2009).
c) Tes adalah suatu alat atau prosedur yang sistematis dan obyektif untuk
memperoleh data-data atau keterangan-keterangan yang diinginkan
tentang seseorang, dengan cara yang boleh dikatakan tepat dan cepat
(Daryanto:1999). Tes ini digunakan untuk mengukur kemampuan
peserta didik dalam belajar fisika khusunya pada materi pokok kalor.

Pada penelitian ini tesnya berupa tes tertulis berbentuk pilihan ganda
dengan 4 pilihan (a,b,c,d).
III.6 Metode Analisis Data
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan cara membandingkan
hasil belajar peserta didik sebelum diberi tindakan dengan hasil belajar peserta didik
setelah diberi tindakan pada siklus I, silkus II. Berikut akan dipaparkan metode
analisis data hasil belajar peserta didik:
1. Analisis hasil evaluasi peserta didik tiap siklus
Hasil evaluasi peserta didik tiap siklus diperoleh dari nilai tes akhir siklus
berupa tes tertulis. Kemudian dari data yang diperoleh dapat dianalisis nilai
ketuntasan individu dan ketuntasan klasikal peserta didik setelah adanya tindakan.
a. Ketuntasan individu
Ketuntasan individu dihitung dengan menggunakan analisis deskriptif
prosentase, yaitu:

Indikator keberhasilan peserta didik dikatakan tuntas belajar jika peserta


didik memperoleh nilai sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu
minimal 70.
b. Ketuntasan klasikal
Ketuntasan belajar klasikal dihitung dengan menggunakan analisis deskriptif
prosentase, yaitu:

Indikator keberhasilan ketuntasan belajar klasikal ditentukan jika rata-rata


kelas yang diperoleh diatas nilai KKM dan minimal 26 peserta didik dari 31 peserta
didik yang mendapat nilai 70.
2. Analisis data hasil observasi
a. Lembar observasi afektif peserta didik
Untuk mengetahui tentang afektif peserta didik dalam mengikuti
proses belajar mengajar, maka penulis membuat 5 aspek pengamatan yang
meliputi: bekerjasama dengan kelompok, tanggung jawab, keaktifan
mengerjakan tugas, partisipasi dalam kegiatan pembelajaran dan menghargai
pendapat orang lain. Kemudian dilakukan analisis pada instrumen lembar
observasi dengan menggunakan teknik deskriptif melalui prosentase.
Adapun perhitungan prosentase afektif peserta didik adalah:

b. Lembar observasi psikomotorik peserta didik


Untuk mengetahui tentang psikomotorik peserta didik dalam
mengikuti proses belajar mengajar, maka penulis membuat 5 aspek
pengamatan yang meliputi: mempersiapkan alat, merangkai alat, melakukan
percobaan, merapikan kembali alat dan bahan, dan mengkomunikasikan
hasil percobaan. Kemudian dilakukan analisis pada instrumen lembar
observasi dengan menggunakan teknik deskriptif melalui prosentase.
Adapun perhitungan prosentase keaktifan peserta didik adalah:

III.7 Indikator Keberhasilan


Penelitian tindakan kelas ini dikatakan berhasil apabila terjadi peningkatan
hasil belajar peserta didik MTsN Model Gandapura pada aspek kognitif, afektif dan
psikomotorik. Pembelajaran fisika denga model pembelajaran guided discovery
dikatakan meningkat apabila memenuhi kritaria sebagai berikut:
1. Peningkatan hasil belajar peserta didik yang dilihat dari hasil tes dan
prosentase ketuntasan belajar klasikal yang dicapai peserta didik.
Keberhasilan peserta didik untuk aspek kognitif dapat dilihat dari tes, jika
nilai peserta didik mencapai nilai minimal 70 secara individu dan 85 %
secara klasikal.
2. Terjadi peningkatan aktivitas afektif dan aktivitas psikomotorik peserta didik
dari siklus I sampai siklus II.