Anda di halaman 1dari 7

HAMA PENTING TANAMAN KAPAS

HAMA PENTING TANAMAN KAPAS Spodoptera litura a) Gejala serangan: kerusakan ditimbulkan pada stadium larva berupa daun

Spodoptera litura

HAMA PENTING TANAMAN KAPAS Spodoptera litura a) Gejala serangan: kerusakan ditimbulkan pada stadium larva berupa daun
HAMA PENTING TANAMAN KAPAS Spodoptera litura a) Gejala serangan: kerusakan ditimbulkan pada stadium larva berupa daun

a) Gejala serangan: kerusakan ditimbulkan pada stadium

larva berupa daun tanaman inang menjadi berlubang. Larva instar 1 dan 2 memakan seluruh permukaan daun, kecuali epidermis permukaan atas tulang daun. Larva instar 3-5 makan seluruh bagian helai daun muda tetapi tidak makan tulang daun yang tua.

  • b) Biologi: telur diletakkan di permukaan daun berkelompok sampai 200 butir stadium telur berumur 3 hari, larva

Ada beberapa jenis hama penting tanaman kapas antara lain:

  • 1. Hama wereng (Empoasca sp)

  • 2. Hama perusak daun: ulat tanah (Agrotis ipsilon), ulat grayak (Spodoptera litura)

  • 3. Hama perusak buah : Helicoverpa armigera

  • 4. Penggerek pucuk : Erias vittela

memiliki 5 instar berlangsung selama 24-26 hari mempunyai warna yang bervariasi tergantung instar. Stadium pupa dan ngegat masing-masing berlangsung 8 & 9 hari. Pupa tanpa kokon, warna coklat kemerahan, lama stadium pupa 8-11 hari.

  • c) Pengendalian :

Kultur teknis : sanitasi lingkungan Mekanis : mengambil langsung pada daun dan dimasukkan ke dalam plastik untuk dimusnahkan. Secara biologi : memanfaatkan musuh alami seperti 1.Predator : Lycosa pseudoannnulata (Araceae), 2.Parasitoid : Apanteles sp (Hymenoptera), 3.Patogen : SlNPV, Beauveria bassiana Kimiawi : insektisida

Helicoverpa armigera

memiliki 5 instar berlangsung selama 24-26 hari mempunyai warna yang bervariasi tergantung instar. Stadium pupa dan
memiliki 5 instar berlangsung selama 24-26 hari mempunyai warna yang bervariasi tergantung instar. Stadium pupa dan
  • a) Gejala serangan : hama ini memakan daun, bunga, dan buah kapas. Merusak buah kapas dengan melubangi bagian bawah buah. Buah yang terserang menjadi busuk.

  • b) Tanaman inang : kacang kacangan, jagung, tembakau, tomat, cabai dan kentang.

  • c) Pengendalian :

Secara teknis : sanitasi lingkungan Secara mekanis : diambil langsung

Hayati

(Parasitoid)

:

Microplitis,

Trichogramma,

Telenomus, Netelia, Heteropelma, Ichneumon Secara kimiawi : insektisida

Agrotis ipsilon

 Hayati (Parasitoid) : Microplitis, Trichogramma, Telenomus, Netelia, Heteropelma, Ichneumon  Secara kimiawi : insektisida Agrotis
 Hayati (Parasitoid) : Microplitis, Trichogramma, Telenomus, Netelia, Heteropelma, Ichneumon  Secara kimiawi : insektisida Agrotis

a) Gejala serangan : stadia larva perusak aktif pada malam hari untuk mencari makan dengan menggigit pangkal batang. Tanaman yang terserang adalah tanaman-tanaman muda. Pangkal batang yang digigit akan mudah patah dan mati. Larva yang baru menetas, sehari kemudian juga menggigit permukaan daun. Seekor larva dapat merusak ratusan tanaman muda.

  • b) Biologi: telur berbentuk kerucut berukuran 0,5 mm. larva yang baru menetas berwarna kuning kecekolatan,

mengalami ganti kulit sebanyak 5 kali. Pupa berada dipermukaan tanah. Ngengat pada siang hari bersembunyi di bawah daun, dapat berumur sampai 20 hari. Berwarna cokelat keabu-abuan.

  • c) Pengendalian :

Mekanis : pembongkaran pada tanah, kemudian ulat dibunuh Musuh alami : misalnya Tritaxys braurei, Cuphocera varia dan jamur misalnya Botrytis sp. Kimia : penyemprotan insektisida pada sekitar tanaman.

Empoasca sp

mengalami ganti kulit sebanyak 5 kali. Pupa berada dipermukaan tanah. Ngengat pada siang hari bersembunyi di
  • a) Gejala serangan : Nimfa dan imago ini memarut permukaan daun kapas dan mengisap cairan tanaman. Daun yang terserang menjadi kuning seolah olah terbakar dan selanjutnya rontok. Biasanya menyerang daun di bagian bawah. Tanaman yang terserang menjadi kerdil dan tidak menghasilkan buah.

  • b) Biologi: telur diletakkan di permukaan daun berkelompok sebanyak 10-15 telur. Larva memiliki 4 instar. Kepompong menempel pada permukaan bawah daun. Imago berwarna kuning kehijauan aktif pada siang hari.

  • c) Pengendalian :

Kultur teknis : sanitasi lingkungan, pergiliran tanaman Mekanis : memetik daun yang terdapat kelompok telur dan

larva untuk dimusnahkan secara langsung.

Musuh alami : Lycosa pseudoannulata, Paederus fuscipes, Euburellia stali, Eocantheocona furcellata Kimia : insektisida

Earias vitella

larva untuk dimusnahkan secara langsung.  Musuh alami : Lycosa pseudoannulata, Paederus fuscipes, Euburellia stali, Eocantheocona
larva untuk dimusnahkan secara langsung.  Musuh alami : Lycosa pseudoannulata, Paederus fuscipes, Euburellia stali, Eocantheocona
  • a) Gejala serangan : Serangga penggerek pucuk menyerang dengan cara menggerek pucuk tanaman kapas yang masih muda. Hama ulat penggerek kapas ini mengebor tunas tanaman kapas yang masih muda sehingga pucuk batang, cabang atau ranting mati. Kuncup bunga dan buah kapas yang masih kecil bisa berguguran.

  • b) Biologi: telur diletakkan secara berkelompok terdiri dari 3- 5 butir, telur bertelur setelah 4 hari. Larva memiliki 5 instar, berumur 14-18 hari. Kepompong berada di permukaan tanah dan menempel pada tanaman. Kepompong berumur 10-12 hari. Ngengat aktif malam hari, dapat meletakkan 200-400 butir telur dan hidup selama 8-12 hari.

  • c) Pengendalian :

 

Mekanis : mengambil ulat dan membunuhnya

 

Musuh

alami

: Trichogramma

sp,

laba-laba,

kumbang

helm, tawon bracon, dan lalat jala.

BUKU SAKU

HAMA TANAMAN KAPAS (Gossypium herbaceum L)

Oleh: Silvia Arum A. (A1L114037)
Oleh:
Silvia Arum A.
(A1L114037)

Kimia : insektisida.

BUKU SAKU

HAMA TANAMAN KAPAS (Gossypium herbaceum L)

 Kimia : insektisida. BUKU SAKU HAMA TANAMAN KAPAS (Gossypium herbaceum L) Oleh: Silvia Arum A.

Oleh:

Silvia Arum A.

(A1L114037)

Intan Abas Nur K.

(A1L114039)

Andriani C.

(A1L114040)

M. Luthfi N.

(A1L114041)

Luthfi Indra R

(A1L114043)

Intan Abas Nur K.

(A1L114039)

Andriani C.

(A1L114040)

M. Luthfi N.

(A1L114041)

Luthfi Indra R

(A1L114043)

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS PERTANIAN PURWOKERTO

2015

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS PERTANIAN PURWOKERTO

2015