Anda di halaman 1dari 2

Self-assessment of facial form oral function

and psychosocial function before and after


orthognathic surgery: A retrospective study
Abstrak
Bedah ortognatik adalah pengobatan yang diterima dengan respon positif
pada pasien dengan perbedaan skeletal. Motivasi utama dari banyak pasien yang
mencari bedah ortognatik adalah estetika dan bukan untuk koreksi cacat fungsional.
Pengobatan ini dinyatakan tidak lengkap jika ahli bedah mencoba untuk
memperbaiki deformitas fisik saja tanpa pemahaman yang adekuat dan
memperhatikan kerangka emosional. Tujuan dari penelitian ini ditujukan untuk
persepsi diri pasien terhadap wajah bentuk fungsi lisan dan fungsi psikososial
sebelum dan setelah operasi ortognatik. Studi ini melibatkan 50 pasien, 21 pasien
digunakan sebagai kontrol. Sebanyak 22 pertanyaan diberikan guna mengevaluasi
masalah di keempat daerah seperti yang disebutkan sebelumnya. Setiap
pertanyaan mempunyai nilai dari satu sampai lima. Dalam kelompok I, konsistensi
internal masing-masing skala menunjukkan sedang hingga tinggi pada reabilitas
internal, mulai dari = 0,71 untuk kesehatan umum dan a = 0,88 untuk masalah
psikososial. Pada kelompok II, kecuali untuk masalah fungsional, Reabilitas internal
masing-masing skala adalah sedang hingga tinggi. Kesejahteraan psikologis pasien
bedah ortognatik ditingkatkan dengan konseling pra perawatan mengenai tujuan
pengobatan bedah yang diharapkan, tindakan, dan gejala sisa pasca operasi
diharapkan. Pasien yang menjalani operasi ortognatik mudah untuk menerima
perubahan dalam penampilan pasca operasi mereka dan puas dengan hasil yang
dicapai.
Kata kunci: bentuk wajah, fungsi mulut, bedah ortognatik, fungsi psikososial.

Pendahuluan
Wajah manusia dapat memberitahu kita tentang sifat, seks, ras, usia,
kebugaran fisik, serta perubahan emosi dan self-concept. Anomali wajah dapat
mempengaruhi citra tubuh dan konsep diri secara negatif. Bedah ortognatik
diterima dengan baik untuk pasien dengan perbedaan skeletal. Tujuan pengobatan
adalah untuk memaksimalkan keuntungan pada pasien, dan karenanya dokter
harus tahu apa yang benar-benar penting untuk pasien. Efektivitas seorang dokter
dalam memberikan pengobatan tergantung pada pemahaman berbagai faktor
pribadi, seperti sejarah pribadi, keluarga dan latar belakang budaya, nilai-nilai,
sikap, dan tanggapan emosional. Cacat dentofacial sangat menonjol dan, tidak
seperti cacat fisik lainnya, tidak dapat dengan mudah disamarkan. Motivasi utama
dari banyak pasien mencari bedah ortognatik adalah estetika dan tidak koreksi
cacat fungsional. Pengobatan dinyatakan tidak lengkap jika ahli bedah mencoba
untuk memperbaiki deformitas fisik saja tanpa pemahaman dan memperhatikan
kerangka emosional yang memadai.
Sekolah merupakan salah satu tahap di mana guru menilai anak mempunyai
penampilan baik lebih diuntungkan, dan penilaian anak kepada anak lainnya juga
berdasarkan penampilan fisik. Interaksi Hukum, kencan, dan pernikahan yang
ditemukan juga dipengaruhi oleh penampilan fisik dari orang-orang yang terlibat.
Saling berhubungan dengan daya tarik fisik. Litratur mendukung bahwa
peningkatan dalam penampilan dibawa oleh operasi maksilofasial dikaitkan dengan
peningkatan adaptasi psikososial. Ketidakpuasan pasca operasi tidak selalu
berhubungan dengan keterampilan bedah ahli bedah; ini merupakan hasil dari
kegagalan komunikasi antara dokter bedah dan pasien. Oleh karena itu, untuk
meminimalkan risiko hasil yang tidak diinginkan dan memaksimalkan manfaat dari
operasi ortognatik, bergantung kepada tujuan dan harapan dari pasien yang
realistis dan dapat dicapai.
Tujuan dari penelitian ini ditujukan untuk persepsi diri pasien dari bentuk
wajah, fungsi mulut dan fungsi psikososial sebelum dan setelah operasi ortognatik.
Nilai-nilai ini dibandingkan dengan orang-orang dari kontrol non-pasien.