Anda di halaman 1dari 7

Konseling Menyusui

1. Definisi
Menyusui merupakan cara pemberian makan yang diberikan secara langsung
oleh ibu kepada anaknya, namun seringkali ibu menyusui kurang memahami dan
kurang mendapatkan informasi, bahkan sering kali ibu-ibu mendapatkan suatu
informasi yang salah tentang manfaat ASI ekslusif itu sendiri, tentang bagaimana
cara menyusui ataupun langka-langkah menyusui yang benar kepada bayinya,
dan kurangnya informasi yang diberikan tentang dampak apabila Asi esklusif itu
tidak diberikan dan apa yang harus dilakukan bila timbul kesukaran dalam
menyusui secara ekslusif kepada bayinya (Utami Roesli, 2000 dalam Anonim,
2010).
Menyusui adalah proses pemberian susu kepada bayi atau anak kecil dengan air
susu ibu (ASI) dari payudara ibu. Bayi menggunakan refleks menghisap untuk
mendapatkan dan menelan susu (Wikipedia, 2011).

2. Manfaat Menyusui
a. Manfaat Menyusui Untuk Bayi
Manfaat menyusui untuk bayi, antara lain : (Anonim, 2011)
1) Kolostrum (susu pertama di hari pertama) banyak mengandung zat kekebalan
yang melindungi bayi terhadap penyakit dan infeksi.
2) Bayi yang diberi ASI lebih jarang menderita sakit. ASI terutama mengurangi
risiko:
a) Muntah, diare, gastroenteritis, sembelit kronis, kolik, dan gangguan perut
lainnya.
b) Usus buntu akut, artritis rematik, hernia inguinalis, stenosis pilorus, diabetes
tipe I, alergi, asma dan eksim.
c) Infeksi telinga, penyakit pernapasan, pneumonia, bronkitis, infeksi ginjal,
septicaemia (keracunan darah).
d) SIDS (sindrom kematian bayi mendadak). Statistik menunjukkan bahwa untuk
setiap 87 kematian akibat SIDS, hanya 3 pada bayi yang diberi ASI.
e) Meningitis, botulisme, limfoma masa kanak-kanak dan penyakit Crohn.
f) Kerusakan gigi (gigi berlubang).
g) Penyakit jantung di kemudian hari.
3) Menyusui menyebabkan anak memiliki respon antibodi lebih baik terhadap
vaksin.
4) ASI memiliki komposisi dan jumlah gizi yang paling sesuai untuk bayi.
Komposisi ASI bervariasi sesuai dengan pertumbuhan individual bayi dan
perubahan kebutuhan gizinya.
5) ASI mudah dicerna dan selalu memiliki suhu yang tepat.
6) ASI selalu steril, tidak memiliki kuman. Ada unsur dalam ASI yang
menghancurkan E Coli, Salmonella, Shigella, Streptokokus, Pneumokokus dan
banyak lainnya.

7) Menyusui merangsang perkembangan rahang dan struktur wajah,


pertumbuhan gigi yang tegak dan meningkatkan penglihatan.
8) Menyusui mengembangkan IQ lebih tinggi dan meningkatkan perkembangan
otak dan sistem saraf bayi. Keuntungan IQ akibat menyusui adalah 10-12 poin.
Menyusui disebut sebagai trimester ke-4 dalam pertumbuhan dan
perkembangan otak. Ada protein tertentu dalam ASI yang merangsang
perkembangan otak bayi.
9) Menyusui menciptakan ikatan yang kuat antara ibu dan anak. Anak merasa
memiliki tempat yang aman. Menyusui juga berperan penting dalam
perkembangan emosional dan spiritual anak.
10) Menekan Gizi Berlebihan (Obesitas). Namun juga tidak membuat berat badan
bayi turun.
b. Manfaat Menyusui Untuk Ibu
Manfaat menyusui untuk ibu, antara lain : (Anonim, 2011)
1) Mengurangi risiko kanker payudara. Wanita yang menyusui mengurangi risiko
terkena kanker payudara sebanyak 25 persen. Pengurangan risiko kanker terjadi
proporsional dengan durasi menyusui kumulatif seumur hidup. Artinya, semakin
banyak bulan atau tahun ibu menyusui, semakin rendah risikonya terkena kanker
payudara.
2) Mengurangi risiko kanker rahim dan ovarium. Tingkat estrogen yang lebih
rendah selama menyusui menyebabkan risiko kedua kanker itu menurun. Diduga
penurunan estrogen menyebabkan berkurangnya rangsangan terhadap dinding
rahim dan juga jaringan payudara, sehingga memperkecil risiko jaringan tersebut
menjadi kanker.
3) Mengurangi osteoporosis. Wanita tidak menyusui memiliki risiko empat kali
lebih besar mengembangkan osteoporosis daripada wanita menyusui dan lebih
mungkin menderita patah tulang pinggul di tahun-tahun setelah menopause.
4) Manfaat KB alami. Menyusui dapat mengakibatkan penundaan ovulasi
sehingga ibu menyusui tidak subur untuk sementara waktu. Berapa lama
seorang wanita kembali subur tergantung pada pola menyusui bayinya dan
kecenderungan tubuhnya sendiri.
5) Meningkatkan kesehatan emosional. Menyusui tidak hanya baik untuk tubuh,
tetapi juga untuk pikiran. Studi menunjukkan bahwa ibu menyusui kurang
menunjukkan kecemasan dan depresi postpartum daripada ibu yang
memberikan susu formula.
6) Meningkatkan penurunan berat badan. Ibu menyusui menunjukkan lebih
banyak penurunan lingkar pinggang dan massa lemak dalam satu bulan setelah
melahirkan dibandingkan ibu yang memberikan susu formula. Ibu menyusui
cenderung kembali ke berat badan sebelum kehamilan.
7) Menyusui tidak perlu biaya. Pemberian susu formula bagi bayi dapat
memerlukan biaya lebih dari Rp 5 juta setahun. Para ibu tidak perlu
mengeluarkan uang sepeser pun untuk mendapatkan ASI.
8) ASI selalu tersedia untuk diberikan. Menyusui bisa menghemat waktu untuk
menyiapkan botol, menuangkan air, mencampur susu dan mensterilkan botol
yang sudah dipakai.
3. Cara Menyusui yang Benar
Tujuan menyusui yang benar adalah untuk merangsang produksi susu

memperkuat refleks menghisap bayi (Lentera Impian, 2010).


a. Posisi
1) Posisi menggendong : bayi berbaring menghadap ibu, leher dan punggung
atas bayi diletakan pada lengan bawah lateral payudara. Ibu menggunakan
tangan lainnya untuk memegang payudara jika diperlukan.
2) Posisi mengepit : bayi berbaring atau punggung melingkar antara lengan dan
samping dada ibu. Lengan bawah dan tangan ibu menyangga bayi, dan ia
menggunakan tangan sebelahnya untuk memegang payudara jika diperlukan.
3) Posisi berbaring miring : ibu dan bayi berbaring miring saling berhadapan.
Posisi ini merupakan posisi yang paling aman bagi ibu yang mengalami
penyembuhan dari proses persalinan melalui pembedahan (Lentera Impian,
2010).
b. Tahap tata laksana menyusui
Posisi badan ibu dan badan bayi
1) Ibu harus duduk atau berbaring dengan santai.
2) Pegang bayi pada belakang bahunya, tidak pada dasar kepala.
3) Putar seluruh badan bayi sehingga menghadap ke ibu.
4) Rapatkan dada bayi dengan dada ibu atau bagian bawah payudara ibu.
5) Tempelkan dagu bayi pada payudara ibu.
6) Dengan posisi ini maka telinga bayi akan berada dalam satu garis dengan
leher dan lengan bayi.
7) Jauhkan hidung bayi dari payudara ibu dengan cara menekan pantat bayi
dengan lengan ibu bagian dalam (Lentera Impian, 2010).
Posisi mulut bayi dan puting susu ibu
1) Keluarkan ASI sedikit oleskan pada puting susu dan areola.
2) Pegang payudara dengan pegangan seperti membentuk huruf C yaitu
payudara dipegang dengan ibu jari dibagian atas dan jari yang lain menopang
dibawah atau dengan pegangan seperti gunting (puting susu dan areola dijepit
oleh jari telunjuk dan jari tengah seperti gunting) dibelakang areola.
3) Sentuh pipi/bibir bayi untuk merangsang rooting refleks (refleks menghisap).
4) Tunggu sampai mulut bayi terbuka lebar, dan lidah menjulur kebawah.
5) Dengan cepat dekatkan bayi ke payudara ibu dengan menekan bahu belakang
bayi bukan belakang kepala.
6) Posisikan puting susu diatas bibir atas bayi dan berhadap-hadapan dengan
hidung bayi.
7) Kemudian arahkan puting susu keatas menyusuri langit-langit mulut bayi.
8) Usahakan sebagian besar areola masuk ke mulut bayi, sehingga puting susu
berada diantara pertemuan langit-langit yang keras (palatum durum) dan langitlangit yang lunak (palatum molle).
9) Lidah bayi akan menekan dinding bawah payudara dengan gerakan memerah
sehingga ASI akan keluar.
10) Setelah bayi menyusu atau menghisap payudara dengan baik, payudara
tidak perlu dipegang atau disangga lagi.
11) Beberapa ibu sering meletakan jarinya pada payudara dengan hidung bayi
dengan maksud untuk memudahkan bayi bernafas. Hal ini tidak perlu karena
hidung bayi telah dijauhkan dari payudara dengan cara menekan pantat bayi
dengan lengan ibu

12) Dianjurkan tangan ibu yang bebas untuk mengelus-elus bayi (Lentera
Impian, 2010).
4. Tanda-Tanda Posisi Bayi Menyusu dengan Baik
a. Tubuh bagian depan bayi menempel pada tubuh ibu.
b. Dagu bayi menempel pada payudara ibu.
c. Dada bayi menempel pada dada ibu yang berada didasar payudara (payudara
bagian bawah).
d. Telinga bayi berada dalam satu garis dengan leher dan lengan bayi.
e. Mulut bayi terbuka lebar dengan bibir bawah yang terbuka.
f. Hidung bayi mendekati kadang-kadang menyentuh payudara ibu.
g. Mulut bayi mencakup sebanyak mungkin areola (tidak hanya puting saja),
sehingga sebagian besar areola tidak tampak.
h. Lidah bayi menopang puting susu dan areola bagian bawah.
i. Bibir bawah bayi melengkung keluar.
j. Bayi menghisap kuat dan dalam secara perlahan dan kadang-kadang disertai
berhenti sesaat.
k. Terkadang terdengar suara bayi menelan.
l. Bayi puas dan tenang pada akhir menyusu.
m. Puting susu tidak terasa sakit atau lecet (Lentera Impian, 2010).
5. Menciptakan Praktek Menyusui yang Baik
a. Posisi yang benar.
b. Perlekatan harus benar.
c. Tidak diberi botol atau empeng.
d. Menghisap sesering mungkin meningkatkan produksi ASI.
e. Perlihatkan cara menyusui yang efektif (Lentera Impian, 2010).
6. Tanda-Tanda Posisi Menyusu yang Salah
a. Mulut tidak terbuka lebar, dagu tidak menempel pada payudara.
b. Dada bayi tidak menempel pada dada ibu, sehingga leher bayi berputar.
c. Sebagian besar daerah areola masih terlihat.
d. Bayi menghisap sebentar-sebentar.
e. Bayi tetap gelisah pada akhir menyusu.
f. Kadang-kadang bayi minum berjam-jam.
g. Puting susu ibu lecet dan sakit (Lentera Impian, 2010).
7. Tanda-Tanda ASI Cukup/Penatalaksanaan Menyusui yang Optimal
a. Bayi BAK setidaknya 6x dalam 24 jam dan warnanya jernih sampai kuning
muda.
b. BAB bayi berwarna kekuningan berbiji 2x atau lebih dalam sehari
c. Bayi relaks dan puas setelah minum, terbaik bila bayi melepaskan puting susu
sendiri. Bayi yang selalu tidur bukanlah pertanda baik.
d. Bayi setidaknya menyusu 10-12 kali dalam 24 jam.
e. Payudara ibu terasa lembut dan kosong setiap kali selesai menyusui
f. Berat badan bayi bertambah (Lentera Impian, 2010).
8. Mengeluarkan ASI dengan Tangan
Mengosongkan ASI dengan tangan merupakan cara mengeluarkan ASI yang
paling baik, paling dianjurkan, terlembut walaupun beberapa ibu mengalami
kesukaran waktu pertama-tama melakukannya. Dengan mempelajari cara yang
benar dan latihan yang sering, mengeluarkan ASI dengan tangan merupakan

cara yang efektif, ekonomis dan cepat. Caranya: (Lentera Impian, 2010)
a. Cuci tangan sampai bersih.
b. Pegang cangkir yang bersih untuk menampung ASI.
c. Condongkan badan ke depan dan sangga payudara dengan tangan.
d. Letakkan ibu jari pada batas atas areola mammae dan letakkan jari telunjuk
pada batas areola bagian bawah sehingga berhadapan.
e. Tekan kedua jari ini kedalam kearah dinding dada tanpa menggeser letak
kedua jari tadi.
f. Pijat daerah diantara kedua jari tadi kearah depan sehingga akan memeras dan
mengeluarkan ASI yang berada didalam sinus lactiferus.
g. Ulangi gerakan tekan, pijat dan lepas beberapa kali.
h. Setelah pancaran ASI berkurang pindahkan posisi ibu jari dan telunjuk tadi
dengan cara diputar pada sisi lain dari batas areola dengan kedua jari selalu
berhadapan.
i. Lakukan hal yang sama pada setiap posisi sehingga ASI akan terperah dari
semua bagian payudara.
j. Jangan menekan, memijat atau menarik puting susu karena ini tidak akan
mengeluarkan ASI dan akan menyebabkan rasa sakit (Lentera Impian, 2010).
C. Keunggulan ASI dan Manfaat Menyusui Menurut Berbagai Aspek
Keunggulan dan manfaat menyusui dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu :
aspek gizi, aspek imunologik, aspek psikologi, aspek kecerdasan, neurologis,
ekonomis, dan aspek penundaan kehamilan.
1. Aspek Gizi
a. Manfaat kolostrum
1) Kolostrum mengandung zat kekebalan terutama IgA untuk emlindungi bayi
dari berbagai penyakit infeksi terutama diare
2) Jumlah kolostrum yang diproduksi bervariasi tergantung dari hisapan bayi
pada hari-hari pertama kelahiran. Walaupun sedikit tapi cukup untuk memenuhi
gizi bayi. Oleh karena itu, kolostrum harus diberikan pada bayi.
3) Kolostrum mengandung protein, vitamin A yang tinggi dan mengandung
karbohidrat dan lemak rendah, sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada
hari-hari pertama kelahiran.
4) Membantu mengeluarkan mekonium (kotoran bayi yang pertama keluar yang
berwarna hitam kehijauan)
b. Komposisi ASI
1) ASI mudah dicerna, karena mengandung zat gizi yang sesuai, juga
mengandung enzim-enzim untuk mencernakan zat-zat gizi yang terdapat dalam
ASI tersebut.
2) ASI mengandung zat-zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk
pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan bayi/anak
3) Selain mengandung protein yang tinggi, ASI memiliki perbandingan antara
Whey dan Casein yang sesuai untuk bayi. Rasio whey dan casein merupakan
salah satu keunggulan ASI dibanding dengan susu sapi. ASI mengandung whey
lebih banyak yaitu 65:35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah
diserap. Sedangkan pada susu sapi mempunyai perbandingan Whey ; casein
adalah 20 : 80 sehingga tidak mudah diserap.
c. Komposisi Taurin, DHA dan AA pada ASI

1) Taurin adalah sejenis asam amino kedua yang terbanyak dalam ASI yang
berfungsi sebagai neuro-transmitter dan berperan penting untuk proses maturasi
sel otak. Percobaan pada binatang menunjukkan bahwa defisiensi taurin akan
berakibat terjadinya gangguan pada retina mata.
2) Decosahexanoic Acid (DHA) dan Arachidonic Acid (AA) adalah asam lemak tak
jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids) yang diperlukan untuk
pembentuka sel-sel otak yang optimal. Jumlah DHA dan AA dalam ASI sangat
mencukupi untuk emnjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak. Disamping itu,
DHA dan AA dalam tubuh dapat dibentuk/disintesa dari substansi pembentuknya
(precursor) yaitu masing-amsing dari omega 3 (asam linolenat) dan omega 6
(asam linoleat).
2. Aspek Imunologik
a. ASI mengandung zat anti infeksi, bersih dan bebas kontaminasi
b. Imunoglobulin A (IgA) dalam kolostrum atau ASI kadarnya cukup tinggi.
Sekretori IgA tidak diserap tapi dapat melumpuhkan bakteri petogen E. Coli dan
berbagai virus pada saluran pencernaan
c. Laktoferin yaitu sejenis protein yang merupakan komponen zat ekkebalan
yang mengikat zat besi di saluran pencernaan
d. Lisosim, yaitu enzim yang melindungi bayi terhadap bakteri (E. Coli dan
Salmonella) dan virus. Jumlah lisosim dalam ASI 300 kali lebih banyak daripada
susu sapi
e. Sel darah putih pada ASI pada 2 minggu pertama lebih dari 4000 sel per mil.
Terdiri dari 3 macam yaitu : Bronchus-Asociated Lympocyte Tissue (BALT)
antibodi pernafasan, Gut Asociated Lympocyte Tissue (GALT) antibodi saluran
pernafasan, dan Mammary Asociated Lympocyte Tissue (MALT) antibodi jaringan
payudara ibu.
f. Faktor bifidus, sejenia karbohidrat yang mengandung nitrogen, menunjang
pertumbuhan baktei lactobacillus bifidus. Bakteri ini menjaga keasaman flora
usus bayi dan berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang
merugikan
3. Aspek Psikologik
a. Rasa percaya diri ibu untuk menyusui : bahwa ibu mampu menyusui dengan
produksi ASI yang mampu mencukupi untuk bayi. Menyusui dipengaruhi oleh
emosi ibu dan kasih sayang terhadap bayi akan meningkatkan produksi hormon
terutama oksitosin yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi ASI
b. Interaksi ibu dan bayi : pertumbuhan dan perkembangan psikologik bayi
tergantung pada kesatuan ibu-bayi tersebut
c. Pengaruh kontak langsung ibu-bayi : ikatan kasih sayang ibu-bayi terjadi
karena berbagai rangsangan seperti sentuhan kulit (skin to skin contact). Bayi
akan merasa aman dan puas karena bayi merasakan kehangatan tubuh ibu dan
mendengar denyut jantung ibu yang sudha dikenal sejak bayi masih dalam rahim

4. Aspek Kecerdasan
a. Interaksi ibu-bayi dan kandungan nilai gizi ASI sangat dibutuhkan untuk
perkembangan sistem syaraf otak yang dapat meningkatkan kecerdasan bayi
b. Penelitian menunjukkan bahwa IQ pada bayi yang diberi ASI memiliki IQ point

4.3 point lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 point lebih tinggi pada usia 3 tahun
dna 8.3 point lebih tinggi pada usia 8,5 tahun, dibanding dengan bayi yang tidak
diberi ASI
5. Aspek Neurologis
Dengan menghisap ASI, koordinasi syaraf menelan, menghisap dan bernafas
yang terjadi pada bayi baru lahir dapat lebih sempurna
6. Aspek Ekonomis
Dengan menyusui secara eksklusif, ibu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk
makanan bayi smapai bayi berusia 6 bulan. Dengan demikian akan menghemat
pengeluaran rumah tangga untuk membeli susu formula dan peralatannya.
7. Aspek Penundaan Kehamilan
Dengan menyusui secara eksklusif dapat menunda haid dan kehamilan,
sehingga dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi alamiah yang secara umum
dikenal sebagai Metode Amenore Laktasi (MAL).