Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH

UJI HOMOGENITAS

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Statistika Penelitian Pendidikan


Matematika

Disusun oleh:
1. Rarti Wening Andini (4101411099)
2. Arinda Lailatul Karimah (4101412109)

JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan
tujuan dan kegunaan tertentu. Saat ini, kegiatan penelitian sudah banyak
dilakukan dan hasil dari penelitan juga banyak digunakan oleh manusia. Dalam
dunia penelitian statistika mempunyai peranan yang sangat penting dalam
analisis data.
Dalam penelitian statistika sering digunakan untuk menganalisis data
sehingga peneliti akan mengetahui apakah cara yang baru ditemukan akan lebih
baik dengan cara yang lama, atau peneliti dapat mengetahui apakah terdapat
pengaruh antara faktor yang satu dengan yang lainnya dan seberapa kuat faktor
tersebut mempengaruhi faktor yang lainnya. Masih banyak lagi kegunaan
statistika dalam penelitian selain yang disebutkan dalam makalah ini.
Pada saat penelitian, statistika sering digunakan untuk menaksir selisih
rata-rata dan menguji kesamaan atau perbedaan dua rata-rata. Saat statistika
digunakan untuk menguji dua rata-rata maka perlu ditekankan bahwa populasi
dari keduanya harus mempunyai varian yang sama agar pengujian dapat
dilanjutkan. Oleh karena itu peneliti perlu melakukan pengujian mengenai
kesamaan dua varian atau lebih. Populasi-populasi dengan varian yang sama
dinamakan populasi dengan varian homogen dan populasi dengan varian yang
berbeda dinamakan populasi dengan varian heterogen. Menguji kesamaan varian
dari dua populasi atau lebih dapat disebut dengan uji homogenitas. Dalam
makalah ini akan dipaparkan bagaimana cara untuk menguji homogenitas.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan Uji Homogenitas?
2. Bagaimanakah cara untuk melakukan Uji Homogenitas?
1.3 Tujuan
Makalah ini bertujuan:
1. Pembaca mengerti apa yang dimaksud dengan uji homogenitas dan
kegunaannya

2. Pembaca mengetahui cara untuk melakukan uji homogenitas

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Uji Homogenitas


Pengujian homogenitas dimaksudkan untuk memberikan keyakinan
bahwa sekumpulan data yang sedang dianalisis memang berasal dari populasi
yang tidak jauh keragamannya. Uji homogenitas merupakan pengujian yang
digunakan untuk menguji apakah varian-varian dari dua populasi atau lebih
mempunyai nilai yang sama atau tidak.
Syarat dilakukannya uji homogenitas ini adalah data yang akan diuji
berdistribusi normal.
Populasi-populasi dengan varians yang sama besar dinamakan populasipopulasi

dengan varians yang homogen sedangkan bila populasi tersebut

memiliki varians yang berbeda dinamakan populasi-populasi dengan varians yang


heterogen.
Uji homogenitas terbagi menjadi dua yaitu:
1. uji homogenitas untuk menguji dua kelompok data, uji yang digunakan
adalah uji F, dan
2. uji homogenits untuk menguji lebih dari dua kelompok data. Untuk
menguji kesamaan varians yang terdiri lebih dari dua kelompok data dapat
dilakukan dengan salah satu dari lima metode yang ada. Lima metode itu
yaitu: uji Bartlett, uji Neyman-Pearson, uji Hartley, uji Cochran dan uji
Lavene.
2.2 Cara Melakukan Uji Homogenitas
2.2.1 Uji F
Untuk menguji homogenitas dari dua kelompok data di
gunakan uji Fisher (Uji F).
Langkah-langkah pada Uji F adalah sebagai berikut.
1) Hipotesis pengujian
2
2
H 0 : 1 = 2
H 1 : 12 22
2) Tentukan besarnya taraf signifikan .
3) Kriteria pengujian.

Terima

H0

jika

selainnya

H0

ditolak.

1
(1 )(n1 1, n2 1)
2

=F 1

distribusi

pembilang

1
(1 )(n1 1, n2 1)
2

=F (m , n)

dan

dk

(n11,n21)

diperoleh dari daftar

(n11, n21)

dengan

< F < F1

peluang

dan

dk

n.

penyebut

4) Statistik hitung berdasarkan data penelitian (sampel)


yang

diambiljika
n1

berukuran

sampel

dari

dengan variansi

populasi kedua berukuran

n2

populasi
s 12

pertama

dan sampel dari

dengan variansi

s 22 .

Rumus yang digunakan untuk Uji F ada dua, yaitu:


s12
2
2
F=
s1
s 2 dapat dihitung
2 dengan
a.
dan
s2
dengan rumus
xi

, (kriteria pengujian yaitu langkah ke-3)


xi2
n
s 1,22=
b.

F=

varians terbesar
varians terkecil

dengan
FF1
2

kriteria

(v 1 , v2 )

pengujian,

tolak

H0

jika

F1

Dengan

dengan

kebebasan

diperoleh dari daftar distribusi

(v 1 , v2 )

peluang

v 1=n11

dan

v 2=n21

dan

derajat

Menarik kesimpulan berdasarkan 3) dan 4) b.


Contoh:
Berikut adalah data nilai siswa dari suatu penelitian
mengenai perbedaan hasil belajar akibat dari suatu
perlakuan.

Kelompok

diberikan

perlakuan

dengan

metode A dan kelompok B diberikan perlakuan dengan


metode B.
Data hasil belajar siswa:
a. Data hasil belajar kelompok A 41, 43, 60, 56, 85,
79, 51, 49.
b. Data hasil belajar kelompok B 73, 67, 83, 70, 66,
68, 92, 76, 59.
Jika diasumsikan data di atas berdistribusi normal, ujilah
apakah kedua data di atas homogen atau tidak.
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Jumla

A
41
43
60
56
85
79
51
49
464

A2

73
67
83
70
66
68
92
76
59
654

1681
1849
3600
3136
7225
6241
2601
2401

B2

5329
4489
6889
4900
4356
4624
8464
5776
3481
28.734 48.308

h
Penyelesain:
2
2
1) H 0 : 1 = 2
H 1 : 1 2 22
2)

(homogen)
(heterogen)

=10 =0,1

3) Kriteria pengujian
F 1
< F < F1
H0
(n 1,n 1)
Terima
jika (12 )(n 1, n 1)
2
1

<F <F 1

1
(1 (0,1 ))(81, 91 )
2

(0,95)
F (7,8)< F < F 0,05(7,8)
1
< F< F 0,05 (7,8 )
F 0,05(7,8 )
1
< F <3,50
3,50
0,28< F <3,50

4)

F=

s12
s22

A2
n
s12=

(0,1)(81,9 1 )

A2
n
s12=
B

B 2
n
s22=
B

B 2
n
s22=
2

Diperoleh

s
260,29
F= 12 =
=2,66 .
98
s2

5) Kesimpulan : karena

0,28< F=2,66<3,50 maka

H0

diterima.
2
2
Jadi, 1 = 2 . Artinya kedua varians populasi sama
atau tidak ada perbedaan yang berarti antara kedua
kelompok.
Bila digunakan statistik lain, yaitu:
F=

varians terbesar 260,29


=
=2,66
varians terkecil
98

Kriteria pengujian.
H0

Tolak
FF1
2

(v 1 , v2 )

jika
F F1
2

( 0,1 ) ( 81,91 )

Kesimpulan: karena
Jadi,

=F 0,05 (7,8 )=3,50 .

F=2,66<3,50

maka

H0

diterima.

12= 22 . Artinya tidak ada perbedaan yang berarti

antara kedua kelompok.


2.2.2

Uji Bartlett
Setelah dibahas mengenai uji homogenitas pada dua populasi
sekarang akan dibahas uji homogenitas untuk lebih dari dua populasi.
Hipotesis pengujian untuk menguji k buah ( k 2 ) varian
populasi yang berdistribusi normal secara umum yaitu,
H 0= 12 = 22== k 2

(data homogen)

H 1= 12 22 k 2

(data tidak homogen/paling sedikit

ada satu varians yang tidak sama)


Adapun langkah-langkah Uji Bartlett yaitu,
1) Sajikan data semua kelompok sampel.
2) Menghitung rerata (mean) dan varian serta derajat
kebebasan (dk) setiap kelompok data yang akan diuji
homogenitasnya.
2
3) Sajikan dk dan varian ( s ) tiap kelompok sampel

dalam table pertolongan uji bartlett serta sekaligus


hitung nilai logaritma dari setiap varian kelompok dan

hasil kali dk dengan logaritma varian dari tiap kelompok


sampel.
4) Hitung varian gabungan dari semua kelompok sampel:
( ni 1 ) s i2
s 2=
( n i1 )
5) Hitung harga logaritma varian gabungan dan harga
satuan Bartlett (B), dengan rumus:
2
s
2
s
log dk

( ni1 )=
log
B=
6) Hitung nilai chi kuadrat (

2
hitung

), dengan rumus:

10
ln ( B dk . log si2 )
2hitung =
2
7) Tentukan harga chi kuadrat tabel ( tabel ), pada taraf

nyata misal =0,05 dan derajat kebebasan

(dk )=k 1 ,

yaitu:
tabel = 2(1 )(k1)
2

(Dalam hal ini


8) Menguji

k banyaknya kelompok sampel).

hipotesis

homogenitas

2hitung dengan

membandingkan nilai

Kriteria pengujian adalah:


2
2
H0
tolak
jika hitung > tabel
terima

H0

jika

2
hitung

<

data

2
tabel

Hipotesis yang diuji adalah.

dengan

2tabel .

cara


H 0 : 12= 22== n2 semua

populasi

mempunyai

varian

sama/ homogen).
H 1 : 1 2 22 n 2

(ada

populasi

mempunyai

varians

berbeda/tidak homogen).
Contoh:
Suatu penelitian tentang perbedaan hasil belajar siswa akibat dari suatu
perlakuan (eksperimen). Adapun perlakuan yang diberikan adalah
perbedaan strategi/metode pembelajaran pada siswa. Adapun strategi/
metode pembelajaran yaitu:
Kelompok 1 : Metode A (Diskusi kelompok besar)
Kelompok 2 : Metode B (Diskusi kelompok kecil)
Kelompok 3 : Metode C (Ceramah dengan media)
Kelompok 4 : Metode D (Ceramah tanpa media)
Adapun data hasil belajar siswa berdasarkan skor tes yang diperoleh dan
jumlah siswa untuk setiap kelompok disajikan pada tabel berikut:
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17

Kelompok 1
23
20
21
21
24
18
13
17
22
14
18
22
21
18
19
17
18

Kelompok 2
17
22
27
25
20
17
20
22
23
25
28
26
27
18
22

Kelompok 3
15
15
14
20
21
18
19
21
15
20
19
18
14
18
25
25
24

Kelompok 4
28
24
21
23
22
26
20
22
24
23
24
21
19
22
24
26
28

18
19
20
21
22
23
24
25

15
24
23
19
22
20
19
15

16
20
24
19
17
18

jumla

483

399

435

397

h
N
Rata-

25
19,35

15
22,60

23
18,91

17
23,35

rata
Untuk menguji homogenitas varians data dari keempat kelompok
digunakan teknik Bartlett. Berdasarkan data di atas dapat dihitung nilai
varians setiap kelompok seperti pada tabel berikut.
statistik
Rata-rata
S. Deviasi
Varians
Jumlah data

Kelompok Perlakuan
Kel. 1
Kel. 2
19,32
22,60
3,06
3,68
9,39
13,54
25
15

Kel. 3
18,91
3,36
11,26
23

Kel. 4
23,35
2,57
6,62
17

Hipotesis statistic untuk pengujian homogenitas


2

H 0= 1 = 2 = 3 = 4

(data homogen)

H 1= paling sedikit ada satu tandasama dengan tidak berlaku


Langkah-langkah:
1. Varian dari setiap kelompok sampel:
Varian dari kel. 1

s 12=9,39 ; dengan dk = 25 1 = 24

Varian dari kel. 1

s 2 =13,54 ; dengan dk = 15 1 = 14

Varian dari kel. 1

s 3 =11,26 ; dengan dk = 23 1 = 22

Varian dari kel. 1

s 42 =6,62 ; dengan dk = 17 1 = 16

2. Tabel homogenitas varian:


Tabel penolong untuk uji homogenitas varian
sampel

Dk

1/dk

s i2

dk.

24
14
22
16
76

0,04
0,07
0,05
0,06

9,39
13,54
11,26
6,62
40,82

si

225,44
189,60
247,83
105,88
768,75

0,97
1,13
1,05
0,82
3,98

3. Menghitung varian gabungan


( ni 1 ) s i2
s 2=
( n i1 )

(dk)log

si
Kel. 1
Kel. 2
Kel. 3
Kel. 4
jumlah

log

768,75
76

10,12

4. Menghitung nilai B
s2
log dk
B=
s2
log dk

10,12
log 76

73,378

5. Menghitung harga chi-kuadrat

si

23,35
15,84
23,14
13,13
75,46

10
ln ( B dk . log si2 )
2hitung =
2,303(76,37875,46)
2,111

Untuk
1)

=
2

=2,111<
taraf

2.2.3

=5 , dari daftar distribusi


20,95(3) =7,81

didapat
2

=7,81

0,95 (3 )

sehingga

H0

dengan dk = (4ternyata

bahwa

diterima dengan

=5 .

Uji Neyman-Pearson

Uji Neyman dan Pearson pada dasarnya membandingkan rerata geometrik


dan rerata bitung varian-varian contoh yang ada.
Lk
Kalau
kita gunakan sebagai lambang nisbah kedua rerata tersebut,
maka
2

Lk =

rerata geometrik (s 1 , s2 , , sk )
2
2
2
rerata hitung (s 1 , s 2 , , sk )
k

2
2
2
Dengan rerata geometrik= s 1 x s 2 x x s k dan

rerata hitung=

s 1 + s2 ++ s k
k

Dari teori mengenai rerata geometrik dan rerata hitung kita tahu bahwa
rerata geometrik akan selalu lebih kecil dari rerata hitung, dan akan sama

hanya apabila nilai peubahnya sama. Dengan dernikian, nilai

Lk

dapat

dipakai untuk mendapatkan gambaran apakah berbagai contoh mempunyai


varian nilai yang sama atau tidak, karena apabila berbagai contoh
mempunyai varian yang sama maka nilai

Lk

dekat dengan satu, dan

apabila berbagai contoh mempunyai varian yang berlainan maka

Lk

akan lebih kecil dari satu. Uji Neyman Pearson melihat seberapa jauh
Lk

berbeda dengan satu.

Dengan kata lain, bila Lk dekat 1 12 = 22 k2, dan bila Lk < 1


varian dari contoh ada yang berbeda.
Contoh:
Dalam mengindari bahaya bahan kimia yang diserap oleh ikan-ikan spesies
tertentu maka dilakukan pengetesan, dimana sampel dari penangkapan 3
jenis ikan, lakukan pengujian apakah varians zat kimia yang terlindung
dalam ikan sama?
A

Penyelesaian:
1) Statistik uji:
H 0 : 12 22 32
H1 : 12 22 32

2) Statistik hitung
s32 17,5646 s22 22,3161 s12 18,2127
Lk

18,2127.22,3161.17,5646
0,9943
(18,2127 22,3161 17,5646) / 3
3

3) Simpulan Karena 0.9943 dekat dengan 1 maka terima H0.


2.2.4

Uji Hartley
H 0 : 12 2 2 L k 2
Apabila contoh-contoh yang diamhil dari k
populasi mempunyai ukuran yang sama, yaitu n, maka uji Hartley dapat
digunakan untuk menguji homogenitas k varian.
H1
Statistik uji
dan
: tidak demikian.
Pengujian homogenitas varian dapat dilakukan dengan menghitung
H hitung

H tabel

dan membandingkannya dengan

H hitung

min S

max S1 , S 2 ,...S k
2
1

, S 2 ,...S k

pada tabel Hartley.

Kriteria pengujian: Apabila

H hitung

lebih besar dari nilai

H tabel

, kita

menolak Ho, bahwa k populasi mempunyai varian yang sama adalah


tidak benar. Sebaliknya apabila nilai
H tabel

H hitung

lebih kecil dari nilai

kita menerima Ho.

Contoh:
Pertambahan berat badan (dalam kg) kambing setelah percobaan, dengan
diberi makanan A, B, C dan D.
Pertambahan berat karena makanan
A

12
20
23
10
17
n

14
15
10
19
22

6
16
16
20
8

9
14
18
19
12
5

29,3

S B2

21,5

S C2

35,2

SD2

17,3

SA

Apakah varians makanan A = varians makanan B = varians makanan C=


varians makanan D?
Penyelesaian:
1)

H 0 : A2= B2 = C 2= D 2

H 1 : Paling sedikit ada Satu yang tidak sama (tidak homogen).


2) Taraf signifikansi =5
3) Nilai varians tiap makanan sebagai berikut.
S A2

29,3

21,5

S C2

35,2

SD2

17,3

SB

4) Statistik hitung:
2
2
2
maks( s1 , s2 , s 3 )
H hitung =
2
2
2
min(s 1 , s 2 , s3 )
H hitung =

35,2
=2.03
17,3

5) Dari data diketahui k =4 dan dk=n1=51=4.


Jadi

H tabel =20,6

6) Kesimpulan karena

H hitung =2.03<

H tabel =20,6

maka

H0

diterima. Dengan demikian varians makanan A = varians makanan B


= varians makanan C= varians makanan D

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah ini adalah:
1. Uji homogenitas merupakan pengujian yang bertujuan untuk menguji
kesamaan varian diantara dua populasi atau lebih.
2. Uji homogenitas untuk dua populasi dapat dilakukan menggunakan uji F.
3. Uji homogenitas untuk lebih dari dua populasi dapat dilakukan menggunakan
uji Bartlett.

DAFTAR PUSTAKA
Sudjana. 2005. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito Bandung.
Sugiyono. 2010. Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
https://fahost1992.googlecode.com/ diunduh pada tanggal 18 Maret 2015.
http://www.slideshare.net/AndiMuhIshak/uji-normalitas-uji-homogenitas

diunduh

pada tanggal 18 Maret 2015.


http://www.konsistensi.com/2014/02/uji-homogenitas-dengan-program-spss.html
diunduh pada tanggal 18 Maret 2015.
http://www.slideshare.net/ginasafitri56/ringkasan-uji-homogenitas-dan-normalitas?
related=1 diunduh pada tanggal 18 Maret 2015.
http://www.slideshare.net/MayaUmami/uji-homogenitas-25868434?related=2
diunduh pada tanggal 18 Maret 2015.