Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN KETAHANAN PANGAN

PENILAIAN KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA


(POSYANDU MEKARSARI MULYOREJO)

KELOMPOK 4 :
JAYANTI AYU PRADITASARI

(101511223021)

RAHMAWATI HIDAYAH

(101511223022)

AULIA JAUHARUN NISAK

(101511223023)

SUSILA RUSDIANA DEWI

(101511223024)

ANDRI RAHMAD SUDIARMANTO

(101511223025)

ALIFFAH NURRIA NASTITI

(101511223026)

PROGRAM STUDI S1 ALIH JENIS ILMU GIZI


FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2015

DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI..................................................................................................................i
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................................1
A. Latar Belakang..................................................................................................1
BAB II TUJUAN..........................................................................................................3
BAB III METODE........................................................................................................4
A.
B.
C.
D.
E.

Metode..............................................................................................................4
Tempat...............................................................................................................4
Waktu................................................................................................................4
Variable.............................................................................................................4
Indikator............................................................................................................4

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN......................................................................5


BAB V PENUTUP..........................................................................................................
A. Kesimpulan.........................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pangan merupakan salah satu hal yang paling pokok untuk kelangsungan
hidup manusia. Pangan juga merupakan salah satu kebutuhan primer yang wajib
dipenuhi selain sandang dan papan. Hak untuk memperoleh pangan telah diatur
dalam UUD 1945 pasal 27. Dalam pemenuhan pangan, persediaan pangan yang
cukup untuk kebutuhan sangat harus dipertimbangkan. Persediaan pangan
tersebut meliputi persediaan ditingkat nasional, regional, bahkan ditingkat rumah
tangga. Apabila salah satu tidak dapat terpenuhi maka akan berakibat terjadinya
gangguan ketahanan pangan bahkan sampai terjadi pada tingkat kerawanan
pangan.
Menurut FAO, ketahanan pangan merupakan suatu kondisi dimana setiap
orang sepanjang waktu baik fisik maupun ekonomi, memiliki akses terhadap
pangann yang cukup, aman, dan bergizi untuk memenuhi kebutuhan gizi sesuai
preferensinya. Ketahanan pangan telah menjadi isu sentral dalam pembangunan
pertanian dan pembangunan nasional di Indonesia. Ketahanan pangan di sini
tidak hanya mencakup tingkat global dan nasional saja tetapi juga mencakup di
tingkat rumat tangga. Pada ketahanan pangan yang didasarkan pada level rumah
tangga jika rumah tangga tidak aman pangan, maka sulit untuk melihatnya aman
pada level nasional. Pada level rumah tangga, ketahanan pangan merujuk pada
kemampuan akses untuk kecukupan pangan setiap saat.
Adanya gejolak sosial dan politik yang terjadi di dalam negeri akan
menyebabkan terjdinya gangguan pada ketahanan pangan. Kondisi ini akan
mengganggu stabislisasi nasional dimana akan terjdi kenaikan bahan-bahan
pokok terutama bahan pangan. Hal tersebut akan memicu munculnya kerawanan
pangan yang nantinya akan berkontribusi dalam terjadinya penurunan status gizi
dan status kesehatan.
Berdasarkan data dari Badan Ketahanan Pangan tahun 2012, proporsi
penduduk yang tahan pangan terus mengalami penurunan. Sementara penduduk
yang rawan atau sangat rawan pangan mengalami kenaikan. Di Jawa Timur

sendiri, beradasarkan data Badan Ketahanan Pangan tahun 2015 termasuk dalam
warna hijau yang berati masih tergolong dalam wilayah tahan pangan.
Dengan demikian diperlukan cara-cara pendekatan untuk mengatasi dan
mencegah semakin buruknya kondisi ketahanan pangan di Indonesia. HFIAS
atau Household Food Insecurity Access Scale merupakan salah satu pendekatan
yang digunakan untuk memperkirakan prevalensi kerawanan pangan di Amerika
Serikat per tahun. Berdasarkan data-data yang dipleh FANTA (Food and
Nutrition Technical Assistance) telah mengidentikfikasi dan membuat beberapa
pertanyaan untuk mengetahui tingkat kerawanan pangan di level rumah tangga
dan telah digunakan dibeberapa negara.
Pada penelitian ini dilakukan di daerah

RT 02 RW 02 Kelurahan

Mulyorejo Kecamatan Mulyorejo Surabaya. Di daerah tersebut merupakan salah


satu daerah pinggiran yang terletak didekat salah satu perumahan elit di
Surabaya. Berdasarkan observasi yang dilakukan di daerah tersebut, sebagaian
besar rumah tangga yang ada di RW tersebut termasuk dalam kategori menengah
kebawah. Hal tersebut dibuktikan dari kondisi rumah dan peralatan serta
pekerjaan dan pendapatan dari masing-masing respondenn yang diteliti. Melalui
penggunaan instrumen HFIAS maka diharapkan dapat mengetahui gambaran
bagaimana status ketahanan pangan yang ada di daerah tersebut.

BAB II
TUJUAN
A. Tujuan Umum
Untuk mengetahui status kerawanan (akses) pangan level rumah tangga dengan
menggunakan instrumen HFIAS
B. Tujuan Khusus
1. Untuk mengetahui status Kerawanan (Akses ) Pangan Rumah Tangga yang
Terkait dengan Kondisi pada rumah tangga di RT 02 RW 02 Kelurahan
Mulyorejo Kecamatan Mulyorejo Surabaya
2. Untuk mengetahui status Kerawanan (Akses ) Pangan Rumah Tangga yang
Terkait dengan Domain pada rumah tangga di RT 02 RW 02 Kelurahan
Mulyorejo Kecamatan Mulyorejo Surabaya
3. Untuk mengetahui Faktor yang Mempengaruhi Kondisi Kerawanan (Akses)
Pangan pada rumah tangga di RT 02 RW 02 Kelurahan Mulyorejo
Kecamatan Mulyorejo Surabaya

BAB III
METODE
A. Metode
Metode pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara dengan instrumen
kuisioner HFIAS. Kemudian dilakukan scoring dan ditabulasi dengan Ms.Excel.
Setelah didapatkan data tabulasi kemudian dianalisis dan diinterpretasikan
B. Tempat
Untuk pengambilan data kuesioner yaitu bertempat di rumah warga (dimana
rumah tersebut mempunyai anak balita) RT 02, RW 02, Kelurahan Mulyorejo,
Kecamatan Mulyorejo.
C. Waktu
Waktu pengambilan data yaitu pada hari Senin tanggal 7 Desember 2015 pukul
09.00 sampai dengan 11.00.
D. Variabel
Variabel

yang

digunakan

dalam

pengambilan

data

yaitu

pendidikan,

pekerjaan/pendapatan dari orang tua balita dan jumlah anggota keluarga.


E. Indikator
Indicator yang digunakan yaitu :
1. Pendidikan terakhir ayah dan ibu balita
2. Pekerjaan ayah dan ibu balita
3. Pendapatan rata-rata keluarga per bulan
4. Jumlah Anggota Keluarga

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
1. Identitas Responden
Skor
N
o

Usia
Responden

Pekerjaan

Pendidikan

(Ibu

Jumlah

Status Gizi

HFIA

Anggot

Ibu

Suami

Ibu

Suam

S
BB/TB

BB/U

TB/U

NORMA

BAI

NORMA

Annisa

31

IRT

Swasta

SM

i
SMA

Sumi

44

IRT

Satpam

A
SD

S1

L
NORMA

K
BAI

L
NORMA

Ismi

20

IRT

Buruh

SM

SMA

L
NORMA

K
BAI

L
NORMA

Eka Marlia

26

IRT

Satpam

A
SMP

SMP

L
KURUS

K
BAI

L
NORMA

Ira Rahmawati

20

IRT

wiraswast

SD

SD

NORMA

K
BAI

L
PENDEK

Yulianingsih

32

IRT

a
swasta

SD

SD

L
NORMA

K
BAI

NORMA

2. Skor HFIAS
Responden

Q1

Q
2

1
2
3
4
5
6

0
1
2
2
0
1

2
1
1
1
2
1

Q3

Q
4

0
1
2
0
0
0

0
2
2
3
0
0

Q5

Q
6

0
2
0
0
0
0

0
2
0
0
0
0

Q7

Q
8

Q9

result

0
0
0
0
0
0

0
0
0
0
0
0

0
0
0
0
0
0

2
3
2
2
2
2

Qualit
y1
0

Domai
n
quality
6
2
3

Insuficient
food
2
2
6
7
10
2

B. Pembahasan
1. Akses Kerawanan Pangan Rumah Tangga yang Terkait dengan Kondisi
Kondisi yang dimaksud di sini yaitu kondisi ketersedian fisik makanan
dalam rumah tangga, tanpa dipengaruhi oleh perilaku dan persepsi konsumsi
pangan dalam rumah tangga.
Dari hasil wawancara yang telah ditabulasikan, diketahui bahwa tidak ada (0
%) rumah tangga di RT 02 RW 02 Kelurahan Mulyorejo Kecamatan
Mulyorejo Surabaya yang mengalami masalah ketersediaan pangan. Dimana

Avg
HFIAS
Score
4,14

tidak ada responden yang menyatakan keluarga mereka pernah kehabisan


makanan atau tidak mampu menyediakan makanan bagi keluarganya..
2. Akses Kerawanan Pangan Rumah Tangga yang Terkait dengan Domain
Domain yang terkait dengan akses kerawanan pangan rumah tangga
meliputi: Kecemasan dan ketidak pastian , Kualitas makanan yang tidak
memadai , dan Asupan makanan tidak mencukupi dan konsekuensi fisiknya.
Dari tabulasi hasil kuesioner, diketahui bahwa:
a. Sebagian besar rumah tangga yang diwawancarai (71 %)
menyatakan kadang kadang pernah mengalami kecemasan terhadap
akses ketersediaan pangan rumah tangganya.
b. Sebagian rumah tangga yang diwawancarai (52 %) didapati
memiliki kualitas makanan yang tidak memadai, dimana pada
rumah tangga tersebut rata-rata menyatakan bahwa mereka kadang
kadang tidak dapat menyajikan makanan yang mereka sukai dan
kurang beragam.
c. Sebagian kecil rumah tangga yang diwawancarai (14 %) kadang
kadang masih mengalami ketidak cukupan asupan makanan dimana
pada kondisi tersebut responden atau anggota keluarga yang lain
kadang kadang harus mengurangi frekuensi atau porsi makan
mereka.
3. Skor HFIAS
Skor HFIAS merupakan ukuran berkesinambungan yang digunakan untuk
menilai apakah suatu rumah tangga mengalami mengalami masalah akses
pangan dalam 30 hari sebelum wawancara, yang diperoleh dari penjumlahan
kode frekuensi untuk setiap kejadian dalam pertanyaan kuesioner.
Untuk rumah tangga di RT 02 RW 02 Kelurahan Mulyorejo Kecamatan
Mulyorejo Surabaya didapatkan skor HFIAS rata-rata sebesar 4,14 yang
berarti bahwa rumah tangga di wilayah tersebut mengalami masalah (akses)
kerawanan pangan ringan.
4. Faktor yang Mempengaruhi Kondisi Kerawanan (Akses) Pangan
Dari tabulasi hasil wawancara diketahui bahwa rumah tangga di RT 02 RW
02 Kelurahan Mulyorejo Kecamatan Mulyorejo Surabaya didapatkan skor
HFIAS rata-rata sebesar 4,14 yang berarti bahwa rumah tangga di wilayah
tersebut mengalami masalah (akses) kerawanan pangan ringan.
Kondisi tersebut dipengaruhi antara lain oleh:

a. Pekerjaan dan Pendapatan Keluarga


Pekerjaan Responden yang diwawancarai yaitu sebagai Ibu Tumah
Tangga dengan suami yang bekerja baik sebagai karyawan, satpam,
wiraswata dan buruh.
Untuk pendapatan rata rata per bulan dalam keluarga yang
diwawancarai berkisar dari 1.500.000 sampai 3.000.000 per bulan.
Dari wawancara yang telah dilakukan, responden menyampaikan
alasan bahwa kenapa kadang kadang mereka mengalami kecemasan
terhadap akses ketersediaan pangan rumah tangganya adalah karena
pendapatan keluarga mereka sebagian besar masih digunakan untuk
ketersedian pangan keluarga. Sehingga semakin menipis kondisi
keuangan rumah tangga maka semakin bertambah beban pikiran
untuk kebutuhan pangan keluarga. Apalagi jika ada kondisi keluarga
harus memenuhi kebutuhan yang tidak terencana, seperti tiba tiba
sakit dan sumbangan.
b. Jumlah Anggota Keluarga
Jumlah anggota keluarga responden bervariasi dari 3 6 orang dalam
satu keluarga.
Dengan pendapatan keluarga yang sama, beberapa responden dengan
anggota keluarga yang lebih banyak menyatakan bahwa terkadang
mereka harus mengurangi frekuensi dan porsi makan agar dapat
mencukupi ketersediaan pangan keluarganya.
c. Tingkat Pendidikan
Tingkat Pendidikan Ibu/responden mulai dari SD sampai SMA,
dimana dari hasil wawancara memberikan jawaban berbeda untuk
mendeskripsikan keragaman dan kualitas makanan dalam keluarga.
Sehingga pada responden, mengurangi porsi dan frekuensi makanan
tanpa berpikir untuk mengupayakan pangan fungsional alternatif
untuk ketersediaan pangan keluarganya.
Sedangkan untuk pendidikan suami yang berkisar dari SD sampai
Sarjana, menurut jawaban beberapa responden mempengaruhi
pendapatan keluarganya akibat keterbatasan pekerjaan yang bisa
didapat sehingga secara tidak langsung juga mempengaruhi
pengeluaran rumah tangganya.
7

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa rumah tangga di RT
02 RW 02 Kelurahan Mulyorejo Kecamatan Mulyorejo Surabaya tersebut
mengalami masalah (akses) kerawanan pangan ringan.,dimana sebagian
besar rumah tangga mengalami kecemasan atau kekhawatiran terhadap
ketersediaan pangan rumah tangganya.
B. Saran
Dengan kondisi rumah tangga dimana ibu-ibu di wilayah RT 02 RW 02
Kelurahan Mulyorejo Kecamatan Mulyorejo Surabaya sebagian besar adalah
Ibu Rumah Tangga, maka kami menyarankan agar di wilayah tersebut dapat
diberikan kegiatan dan kebijakan yang mendukung women empowering
seperti pelatihan ketrampilan bagi ibu ibu, pemanfaatan teknologi pertanian
untuk rumah tangga dan bantuan permodalan sebagai stimulasi untuk
peningkatan pendapatan keluarga dari kegiatan kegiatan pemberdayaan
tersebut seperti pemberian bibit tanaman, benih ikan atau kredit usaha rumah
tangga.

REFERENCES
Coates, Jennifer; Anne Swindale; and Paula Bilinsky, Household Food Insecurity
Access Scale (HFIAS) for Measurement of Food Access: Indicator Guide, August
2007.
Dimitri, Carolyn; Rogus, Stephanie. Food Choices, Food Security and Food
Policy. Journal of International Affairs 67,2 : 19-XVI, 2014.

10

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2012. Ketahanan Pangan. Tersedia di
http://www.bulog.co.id/ketahananpangan.php. diakses pada
tanggal 08 Desember 2015.
Nurhemi, dkk. 2014. Pemetaan Ketahanan Pangan di Indonesia :
Pendekatan TPF dan Indeks Ketahanan Pangan. Working paper.
Bank Indonesia.
Jenifer, et al. 2007. Household Food Insecurity Access Scale
(HFIAS)) for Measurement of food Access : Indicator Guide.
USAID. FANTA.

LAMPIRAN
DOKUMENTASI