Anda di halaman 1dari 51

Terapi psikologis

terhadap korban
bencana
ibrahim puteh

Bencana adl (PBB);


- Kehancuran berat pd fungsi
masyarakat yg menimbulkan jatuhnya
korban, kerugian materi dan
lingkungan dlm ruang lingkup yg luas
dan melebihi kemampuan merespon
hanya dengan memanfaatkan sumber
yg dimiliki oleh masyarakat yg dilanda
kerusakan.

Bencana adl (WHO);


- Fenomena yg secara tiba-tiba
membawa dampak sangat parah pd
lingkungan tempat tinggal dan
memerlukan bantuan dr luar komunitas
kejadian.
Hazard;
- Sesuatu yg mengancam nyawa manusia
dan harta benda serta lingkungan hidup
karena peristiwa akibat ulah manusia
ataupun fenomena alam.

Kerentanan (Vulnerability);
- Tkt kerugian yg berdampak pd nyawa
ataupun kehidupan ketika terjadi hazard.
Dpt dikurangi dgn peningkatan kapasitas
respon penduduk lokal dan komunitas
masyarakat.

Dua Aspek kerentanan:


Unsur alami

Kerentanan karena unsur alami:


-Bentuk geografis
-Geologi
-Cuaca, iklim dll

Unsur sosial

Kerentanan akibat aktifitas manusia:


- Pembangunan didaerah berbahaya
(tanah miring)
- Pemusatan dan meningkatnya
pertumbuhan penduduk serta pesatnya
urbanisasi.
- Kerusakan lingkungan.
- Kemiskinan.
- Situasi masyarakat dan kondisi
ekonomi yg tak stabil.
- Pengendalian bencana yg tak tepat
atau tak mencukupi.

Hazard

Kerentanan
masyarakat

Fenomena alam
Peristiwa ulah
manusia

Faktor alami
Faktor sosial

Benca
na

Resiko.

Resik
o

Hazard

Kerentana
n

I. DAMPAK BENCANA.

DAMPAK BENCANA:
- Luka fisik yang serius.
- Terancam bahaya sangat besar.
- Menyaksikan kematian orang
terdekat.
- Menyaksikan banyak orang mati dan
terluka.
- Terpisah dengan orang terdekat.
- Menentukan pilihan antara menolong
diri sendiri atau orang lain.

KELUMPUH
AN MENTAL

PROSES PEMULIHAN
MENTAL.

1. Fase siaga (Alert Phase)


Kelumpuhan Mental (Emotional
Numbness)
Tepat terjadi sesudah bencana;
- Gerak menjadi pelan.
- Apatis.
- Kehilangan harapan.
- Gangguan keseimbangan tubuh.
- Kehilangan kemampuan untuk
mengendalikan diri.

2. Fase Dampak (impact phase).


Sejak terjadinya bencana hingga
beberapa hari.
Rasa takut.
Hyper arousal (peningkatan respon
terhadap stimulus yang ada.
Perilaku pahlawan.
Pahlawan merupakan perilaku menolon
keluarga dan tetangga, tanpa
memperhatikan bahaya apapun.

3. Fase Bulan Madu (honeymoon


phase).
Setelah 1 minggu s/d 6 bulan.
- Berbagi pengalaman bencana yg
mengerikan dan para korban bencana
terikat solidaritas yg kuat.
- Sambil mengharapkan bantuan, saing
membantu dan membersihkan puingpuing dan reruntuhan.

4. Fase Gelisah (Disillusion phase).


Dua bulan s/d 1 atau 2 tahun.
- Kesabaran korban bencana sdh melewati
batas, mk muncul ketidakpuasan thd
kesalahan administrasi dan lambannya
bantuan.
- Mudah terjadi masalah minuman keras
dan perkelahian.
- Kehilangan soidaritas dan simpati
masyarakat.

5. Fase Rekonstruksi (reconstruction


phase).
Setelah beberapa tahun.
- Kembali menjalani kehidupansehari-hari
yg normal.
- Semakin percaya diri dgn secara kktif
berpartisipasi dkm kegiatan membangun
komunitas.
- Namun, orang yg tertinggal dan
kehilangan dukungan mental, tetap hidup
dgn banyak stres.

II. REAKSI STRES.


Reaksi normal dalam situasi yang
tidak normal.
SISI
PEMIKIRAN

SISI FISIK

SISI
PERILAKU

SISI
MENTAL
DAN
PERASAAN

1. Reaksi Stres emosional.


-. Lumpuh mental.
- Merasa asing.
-. Gangguan tidur.
- Gelisah.
-. Tidak tenang.
- Merasa seorang diri.
-. Depresi.
- Marah.
-. Rasa berdosa karena bertahan hidup.
-. Ingat kembali rasa ketakutan.

3. Reaksi Stres Pemikiran.


-

Sulit konsentrasi.
- Lupa.
Sulit berfikir.
- Pikiran kacau.
Apatis.
Ggn ingatan jangka pendek
Penurunan kemampuan pertimbangan
dan pengambilan keputusan.
- Sulit membuat skala prioritas

4. Reaksi Stres Perilaku.


- Marah meledak-ledak.- Berkelahi.
- Tingkah laku berlebihan.- Terisolasi dr
masyarakat.
- Social withdrawal.
- Anoreksia (menolak makan) dan Bulimia
(makan berlebihan).
- Meningkatnya frekwensi minum minuman
keras.
- Berperilaku spt anak kecil (retardasi).

III. PENANGANAN TERHADAP


REAKSI STRES.

III. Penanganan Terhadap Reaksi


Stres.
Menceritakan pengalaman diri sendiri dan
mendengarkan pengalaman orang lain.
Jangan minum minuman keras.
Buat perencanaan dan jangan memaksa
diri.
Jangan salahkan diri sendiri.
Curhat.
- Gizi seimbang.
Relaksasi pernafasan. - Minta
pertolongan.
Olahraga.

IV. TEHNIK
MENDENGAR.

Tehnik Mendengar.
Sesuaikan dn kecepatan bicara si
pembicara.
Tdk memberi nasihat atau kritik.
Berikan respon persetujuan agar bicara
lancar.
Jika perasaanny lumpuh, dekati dia dan
jgn paksa ia utk bicara.
Jgn paksa bicara jika ia tak ingin bicara.
Dengarkan dgn urutan 1/. Kejadian, 2/.
Pikiran dan 3/. Perasaan.
Jaga kerahasiaan.

V. TRIAGE
MENTAL.

TRIAGE MENTAL
TRIAGE
1

Pok yg hrs segera


ditangani
(Acut Care Group)

-Orang yg ditakutkan akan


melakukan tidak kekerasan @
bunuh diri.
-Orang dgn kondisi panik @
terisolasi.

TRIAGE
2

Pok yg menunggu
penanganan
(Waiting Care Group)

-Orang yg membutuhkan
duukungan mental dan konseling,
dimasa depan.
- Orang dgn kesedihan dan
kepedihan yg sangat kuat, dan
terlihat perilaku menyendiri dan
tindakan yg berlebihan.

TRIAGE
3

Pok yg
mempertahankan diri
(Self Care Group)

- Orang yg tampaknya bisa


mengatur diri dgn
memberitahukan metode
penaganan stres.
- Orang yg bisa berkomunikasi,
terutama percakapan dgn orang
lain.

VI.PROSES
KESEDIHAN.

Proses Kesedihan.
Kesedihan Grief;
- Reaksi perasaan karena kehilangan
orang-orang tercinta, rumah, kehidupan
yg normal dan komunitas.

Rasa sedih-pedih.
Penderitaan.
Kemarahan.
Ketidakberdayaan.

1. Proses Pemulihan Kesedihan.


Syok

Lumpuh mental Panik


Tersedu-sedu, merintih, tidak
bisa tidur, nafsu makan
menurun, menarik diri.

Kemarahan

Kemarahan
Tindakan kekerasan

Kesedihan Mendalam

Air mata tdk berhenti,


menyesal, rasa menyalahkan
diri sendiri, menyendiri, tak
bisa tidur, nafsu makan
menururn, apatis.

Pasrah/ Menerima

Kesedihan alamiah dlm berduka


cita.
Sikap yg positif utk
menceritakan kenangan.

2. Perawatan utk proses kesedihan.


Merasa syok

Berada didekatnya, mendampingi kehangatan


Perhatikan spy keputusan penting diundurkan
sebisa mungkin

Masa Kemarahan

Tidak menyangkal dan menyalahkan


kemarahannya.
Tidak menyalahkan perilaku yg disertai dgn
kemarahan.

Masa Kesedihan
Mendalam

Jangan menyatakan jangan lama bersedih,


atau jgn memberi dorongan semangat ok kata
spt itu malah melukai.
Mencari waktu spy orang itu bisa menangis
sepuas-puasnya, mendampingi dan membagi
kesedihan.
Jika depresinya parah, konsultasikan dgn
dokter jiwa.

Masa Pasrah/
Menerima

Membagi kenangan yg telah tiada/ hilang.


Mensupport dgn berkata: Kamu luar biasa
walaupun terkena kejadian yg mengerikan spt
itu.

VII. PTSD (Post Traumatic Stress Disorders)

1. Fenomena pangalaman psikologis yg


berulang (reexperience).
2. Terulangnya perasaan pd saat trauma
(flashback).
3. Penurunan kesadaran thd lingkungan
(numbing).
4. Stimulan secara psikologis yg meningkat
(increased arousal)

Lanjutan.......

5. Penurunan minat dan perhatian.


6. Merasa terisolasi dr orang lain.
7. Rasa bersalah ok masih hidup.
8. Gangguan konsentrasi.
9. Menghindari situasi yg dpt
mengingatkan kembali kejadian
traumatik (avoidance).
10. Gejala bertambah parah bila
menghadapi kejadian yg sama.

Cara Pencegahan PTSD.


- Menceritakan pengalaman dan
mencurahkan /mengungkapkan
perasaan.
- Rileks/ Santai.
- Mempertahankan hubungan dgn orangorang.
- Refreshing/ Ganti suasana.

VIII. CARE UNTUK


ANAK-ANAK.

1.Ciri Khas Reaksi Anakanak.


-. Lebih sulit mengekspresikan
perasaannya.
-. Cenderung berfikir: Ini semua karena
aku.
-. Menempel terus.
-. Rasa tak mau sendirian yg berlebihan.
-. Depresi (perilaku kekanak-kanakan
dibandingkan usia sesungguhnya)

2. Berbicara.
Beri kesempatan pd anak utk
mengekspresikan perasaannya shg dpt
menata perasaannya.
Mulai dr pembicaraan umum kmd
menjurus ke pengalaman pribadi.
Jgn katakan; kamu tdk boleh begitu, ttp
menerima saja dgn berfikir bahwa batin
anak ini sangat lelah shg tdk dpt
menahan kata-kata spt itu.
Jgn paksa anak utk berbicara.

3. Menggambar.
Sbg upaya utk menghilangkan syok dan
mengekspresikan rasa cemas dan sedih.
Warna dpt mengeluarkan penderitaan
dan kesedihan.
Bahan yg terbaik adl crayon atau pinsil
warna.
Saat menggambar hrs orang dewasa.
Selesai menggambar, minta anak utk
menceritakan ttg gambarannya.

IX. CARE UTK


LANSIA.

1.Ciri khas Reaksi Lansia.


-. Fisik yg lemah memudahkan sakit dan
terluka.
-. Banyak melamun dan memikirkan masa
lalu.
-. Menolak bantuan sosial/ pemerintah dan
sangat tergantung pd keluarga.
-. Rasa kehilangan meningkat.
-. Menurunnya kebutuhan dasar (tidur dan
makan).

2. Penanganan thd lansia.


- Jangan biarkan sendiri. Tanyakan maunya
dgn siapa dan berada dimana, dan hargai
keinginannya.
- Sampaikan informasi yg akurat.
- Beri kesempatan utk bisa merasa
berguna.
- Sering menyapa.
- Sentuh/ kontak tubuh.
- Ajak jalan-jalan.

X. RELAKSASI.

Bedtime relaxation and sleep


techniq

TARIK NAFAS DALAM.


1. Tarik nafas dalam sampai dasar perut,
lalu lepaskan pelan-pelan.
2. Lakukan 3 kali, kmd sertai dgn relaksasi
otot-otot.
3. Kmd tarik nafas dalam kembali.
4. Utk relaksasi dr ketegangan tubuh
secara keseluruhan, konsentrasikan
kesepuruh tubuh ketika bernafas.

terimakasi
h.

Provisional ajustment= penyesuaian


sementara.
Quiting= melepaskan.