Anda di halaman 1dari 7

4.6.

KETERPAPARAN MANUSIA MELALUI LINGKUNGAN


4.6.1. Pendahuluan
Keterpaparan manusia dari lingkungan bisa melalui pernafasan, tertelan langsung, kontak kulit,
dan secara tidak langsung melalui makanan dan minuman. Gambar 4.14

Gambar 4.14 Diagram jalur keterpaparan toksikan pada manusia


Karena data keterpaparan di lapangan dan data percobaan biokonsentrasi hanya sedikit maka
dibutuhkan pemodelan yang cukup akurat.
Perlindungan terhadap keterpaparan manusia dari lingkungan dapat ditentukan melalui tiga tahap
:
1. Mengukur konsentrasi dari asupan toksikan di dalam media (udara, tanah, makanan, air
minum).
2. Mengukur total asupan toksikan ke dalam media.
3. Kombinasi dari konsentrasi di dalam media dan asupan tiap hari toksikan (dan, jika perlu,
menggunakan faktor untuk bioavailabilitas berkaitan dengan jalur serapan).
Beberapa model yang berbeda digunakan untuk memperkirakan konsentrasi toksikan dalam
produk makanan.dapat dibagi menjadi dua kelompok: Model berdasarkan fisiologis dan model
sederhana.
Model berdasarkan fisiologis sama seperti model berdasarkan fisiologis farmakokinetik (PBPK)
menggabungkan pengetahuan mengenai fisiologis mahluk hidup dan kinetik dari senyawa toksik

yang bersangkutan. Termasuk pengetahuan kuantitatif mengenai penyerapan, metabolisme,


pembagian antara organ dan darah, proses ekskresi, dll.
Model sederhana biasanya sangat bergantung pada koefisien partisi oktanol-air (K ow). Meskipun
dasar teoritis untuk model ini kadang-kadang terbatas, mereka menyediakan alat-alat praktis
untuk penilaian risiko, terutama karena mereka sering berlaku untuk berbagai sifat zat. Pada
model ini, faktor-faktor biokonsentrasi (BCF), biotransfer (BTF) dan bioakumulasi (BAF)
berpengaruh pada konsentrasi yang diperkirakan.

4.6.2. Pilihan skenario keterpaparan


4.6.3. Paparan langsung melalui lingkungan
Paparan langsung manusia melalui lingkungan dapat disebabkan oleh menghirup udara, debu
atau aerosol, tertelan dan melalui kulit. Contoh rute paparan paparan langsung melalui kulit,
misalnya, kontak dengan tanah selama berkebun. berenang atau mandi dengan air diklorinasi
(klorinasi oleh produk). Pemodelan paparan langsung relatif sederhana karena konsentrasi
asupan atau kontak media yang dapat diturunkan langsung dari model distribusi. seperti dibahas
dalam Bab 4. Hanya skenario paparan dan kuantifikasi penyerapan dan penyerapan dari paparan
eksternal sangat penting. (lihat Bagian 4.7).
Menurut USEPA, nilai asupan zat ialah 0,2 0,8 g/d. terlihat bahwa laju asupan cukup rendah,
rute ini hanya akan penting jika terpapar logam berat atau senyawa sangat toksik seperti dioksin.
4.6.4 Paparan melalui produk makanan
Air minum
Air minum biasanya berasal dari air permukaan atau air air tanah. Air tanah terkontaminasi
melalui pelarutan polutan pada permukaan tanah, sedangkan air permukaan dapat terkontaminasi
melalui emisi langsung atau emisi melalui sisa pengolahan tanaman. Kontaminasi air minum
yang berasal dari air permukaan sangat tergantung pada proses pengolahan.
Ikan
Ikan yang hidup di air permukaan dapat terpapar melaui insan atau melalui makanan. Proses
biokonsentrasi dan bioakumulasi telah dijelaskan pada chapter sebelumnya. Pemodelan untuk
proses ini dijelaskan pada chapter 3 dan 7, dapat digunakan untuk memperkirakan konsentrasi
toksikan didalam ikan, serta dapat digunakan sebagai dasar penentuan konsentrasi di air
permukaan. Harus dicatat, bagaimanapun, bahwa hubungan ini biasanya hanya berlaku dalam
jarak tertentu dari sifat fisikokimia dan, apalagi, tidak berlaku untuk surfaktan, zat pengion,
disosiasi zat, atau anorganik.

Tanaman
Tanaman atau produk tanaman seperti sayuran, buah-buahan dan biji-bijian membentuk sebagian
besar makanan yang dikonsumsi oleh manusia serta hewan herbivora yang merupakan bagian
dari rantai makanan bagi manusia. Kontaminasi tanaman akan, oleh karena itu. sangat
mempengaruhi total asupan harian zat. Ketika mencoba untuk memprediksi konsentrasi dalam
jaringan tumbuhan sejumlah masalah konseptual penting perlu diperhatikan:

Ada ratusan spesies tanaman yang berbeda dalam kelompok tanaman pangan. Tanaman
sangat homogen sehubungan dengan fisiologi, akar , luas daun, masa pertumbuhan atau
konten lipid (lilin). Variasi yang cukup besar antara spesies tanaman, dan bahkan dalam
varietas yang berbeda dari spesies yang sama, dapat menjelaskan perbedaan besar dalam
penyerapan.
Penyerapan dan distribusi pada tanaman dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, termasuk
suhu, kadar air, dan bahan organik dan mineral dalam tanah.
Kita mengkonsumsi banyak bagian dari tanaman, seperti akar, hal tersebut tidak bisa
disamakan dengan ketika kita mengkonsumsi buah atau daun.
Proses penanaman tanaman tersebut juga menjadi sangat penting dan berpengaruh.

Tanaman dapat terkontaminasi melauli beberapa jalur :

Penyerapan secara aktif atau pasif melalui akar dan memungkinkan disebarkan ke seluruh
bagian tanaman.
Deposisi (kering dan basah) zat pada bagian areal dan dapat terserap dan translokasi pada
kutikula.
Penyerapan dari udara melalui daun

Brigg et all menemukan BCF antara larutan eksternal dan jaringan akar yang meningkat
sejalan dengan meningkatnya lipopilisitas suatu zat. BCF dari akar biasa disebut factor
konsentrasi akar atau RCF (L/kg),
RCF

Konsentrasi pada akar


konsentrasilarutan eksternal

Efisiensi translokasi pada proses kimia dari penyerapan melalui akar didefinisikan sebagai
factor konsentrasi aliran transpirasi (TSCF),
TSCF

concentrationtranspiration stream
concentrationexternal solution

TSCF maksimum untuk penyerapan pasif sebesar 1. Penulis memperkirakan bahwa jika nilai
Kow rendah (dibawah 1,8) maka proses translokasi lemak didalam akar menjadi sangat
sedikit. Selain akar, btang jga berpengaruh pada proses transport. Faktor konsentrasi batang
atau SCF (L/kg)
RCF

Konsentrasi pada batang


konsentrasilarutan eksternal

Daging dan susu


Daging dan susu merupakan pruoduk makanan yang paling penting nuntuk manusia. Zat
lipopilik akan terakumulasi di daging dan dapat berpindah ke susu. Faktor biotransfer dapat
didefinisikan sebagai konsentrasi keadaan stabil dari zat kimia dalam daging sapi dibagi
dengan asupan harian. Travis dan Arms melakukan analisis regresi linier log BTF untuk
daging dan susu dan log Kow.
4.6.5 Penurunan dari total asupan harian dan perhitungan sampel
Total serapan harian oleh manusia dihitung dengan menggabungkan konsentrasi di media
asupan. yaitu minum air, udara, ikan, tanaman, daging dan susu, dengan nilai asupan harian
penduduk yang tidak terpapar. Berikut rumus umum diterapkan untuk menghitung dosis dari
media yang berbeda:
DOSEmedium x =

Cmedium x . IH medium x
bw

Dimana :
DOSEmedium x
Cmedium x
IH medium x
bw

= dosis total harian melalui medium spesifik (mg/kg bw)


= konsentrasi dari zat kimia di dalam medium (mg/kg atau mg/m3)

= total asupan harian untuk suatu media (kg/d atau m3/d)


= rata-rata berat badan manusia (kg)

Dalam kasus inhalasi udara yang terkontaminasi, faktor koreksi bioavailabilitas untuk inhalasi
(biasanya 0,75) harus dimasukkan dalam rumusan tersebut.

Contoh
Paparan langsung terhadap manusia dapat ditunjukkan melalui dua zat dengan sifat fisikokimia
yang berbeda. Salah satunya PCB dengan 4 atom Cl, memiliki sifat hidrofobik yang cukup besar,
dan tekanan uap serta kelarutannya rendah. Sifat fiskokimia yang dibutuhkan untuk perhitungan
tersaji pada Tabel 4.8. Perhitungan dilakukan sesuai dengan rumus yang ada dalam USES [22].
Konsentrasi lingkungan, diperlukan sebagai masukan untuk prosedur perhitungan, diasumsikan
sama untuk kedua zat untuk perbandingan yang lebih baik. Konsentrasi untuk udara sebesar 10
g/m3, konsentrasi untuk air permukaan sebesar 0,5 mg/L dan konsentrasi total untuk tanah
pertanian sebesar 1,0 mg/kgwwt. Kp diambil dari tabel 4.8, konsentrasi soil-porewater (Cporewater)
untuk PCB sebesar 0,12 g/L, sedangkan untuk 2-propanol sebesar 3,37 mg/L. ini menunjukkan
bahwa PCB lebih bersifat hidrofobik disbanding 2-propanol sehingga lebih kuat terserap dalam
partikel tanah. Konsentrasi lingkungan ini selanjutnya digunakan untuk menghitung asupan
bahan kimia terhadap manusia melalui jalur yang berbeda.
Udara
Di udara, terdapat partisi antara aerosol dan fasa gas. Dilihat dari tekanan uap untuk kedua
senyawa, diduga bahwa 99% berada pada fasa gas bebas, meskipun tekanan uap untuk PCB lebih
tinggi. (merujuk pada rumus Junge, chapter 3, rumus 3.11).
Air minum
Air permukaan merupakan pilihan terbaik untuk air minum. Faktor purifikasi ntuk PCB sebesar
0,125 dengan konsentrasi air minum (Cdrw) sebesar 0,0625 mg/L, sedangkan faktor purifikasi
untuk 2-propanol sebesar 1. Oleh sebab itu, konsentrasi air minum diharapkan hampir sama
dengan konsentrasi air permukaan.

Ikan
Bioakumulasi di dalam ikan sangat mungkin terjadi karena sifat hidropobik PCB. Beradasrkan
koefisien partisi oktanol-air, nilai BCF sebesar 48000 L/kg menghasilkan konsentrasi dalam ikan
sebesar 2.4 x 104 mg/kg. Sedangkan, untuk 2-propanol memiliki potensi biokonsentrasi yang
rendah. Nilai BCF 0.006 L/kg menghasilkan konsentrasi dalam ikan sebesar 0.03 mg/kg.
Tanaman (daun)
Serapan dan translokasi dari tanah ke daun ditambah kontribusi dari penyerapan gas sesuai
dengan :
Cleaf = BCF leaf . Cporewater + Kgas-plant . Cair
Perlu diperhatikan bahwa perhitungan konsentrasi di daun menggunakan stem concentration
factor (SCF).
PCB lebih mudah menyebar kedalam daun melalui air (2-propanol tidak cukup bersifat lipofilik
untuk masuk kedalam membran akar). Penyerapan PCB melalui udara lebih baik dibandingkan

2-propanol. Untuk PCB, pada SCF 2.26 L/kg dan K gas-plant 16.3 m3/kg nilai konsntrasi pada daun
sebesar 0.16 mg/kg. sedangkan untuk 2-propanol, pada SCF 0.20 L/kg dan K gas-plant 3.7 m3/kg
nilai konsentrasi sebesar 0.7 mg/kg.
Tanaman (akar)
RCFs untuk PCB dan 2-propanol berturut-turut sebesar 1260 dan 0.86 L/kg. Konsentrasi PCB di
dalam akar sebesar 0.15 mg/kg lebih rendah dibandingkan dengan konsentrasi 2-propanol
sebesar 2.9 mg/kg.

Daging dan susu


Konsentrasi di dalam daging dan susu ditentukan dengan BTFs (d/kg) sesuai dengan rumus
regresi. Rumus untuk menghitung konsentrasi di dalam daging dan susu :
Cmeat = BTFmeat . (Cleaf . INTAKEgrass + C soil . INTAKE soil + C air. INTAKE air )

(4.25)

Cmilk = BTFmilk . (Cleaf . INTAKEgrass + C soil . INTAKE soil + C air. INTAKE air )

(4.26)

Konsentrasi PCB di dalam daging sebesar 0.32 mg/kg dan di dalam susu sebesar 0.1 mg/kg
dengan nilai BTFs sebesar 0.025 d/kg. Sedangkan konsentrasi 2-propanol sangat sedikit baik di
dalam daging maupun susu dengan nilai BTFs sebesar 0.008 d/kg
Total paparan harian pada manusia
Manusia terpapar melalui media yang terkontaminasi. Hasil dari paparan dua senya yaitu PCB
dan 2-propanol dapat dilihat pada tabel 4.9. Dari tabel tersebut terlihat bahwa paparan PCB
secara tidak langsung lebih tinggi dibandingkan 2-propanol. Manusia dapat terpapar PCB
biasanya dari mengkonsumsi ikan yang terkontaminasi. Paparan 2-propanol biasanya dari air
minum, namun tanaman juga dapat menjadi jalur paparan. Namun, paparan PCB di lingkungan
relatif aman dari paparan 2-propanol.
Tabel 4.8 Karakterisik fiskokimia dari dua senyawa
Property
Unit
Log Kow
Molecular weight
g/mol
Water solubility
mg/L
Vapour pressure
Pa
Kp in soila
L/kg
Henrys law conctanta
Pa.m3/mol

PCB
6.0
290
0.05
0.25
1.2 x104
1450

2-propanol
0.1
60
1.0 x106
4400
0.015
0.26

Media

Human intake rate

Udara
Air
Ikan
Tumbuhan (daun)
Tumbuhan (akar)
Daging
Susu
Jumlah

20.0 (m3/d)
2.0 L/d
0.011 (kg/d)
0.349 (kg/d)
0.124 (kg/d)
0.120 (kg/d)
0.378 (kg/d)
-

Dose (mg/kg.d) and in parenthese the


percentage of the total intake
PCB
2-propanol
0.0021
0.06
0.0021
8.56
0.0018
0.05
0.014
57.09
3.77
99.84
4.75 x10-6
0.02
0.00082
0.02
0.0035
13.88
0.00026
0.01
0.0051
20.44
0.00055
0.01
2.65 x10-9
0.00
-9
0.00055
0.01
2.64 x10
0.00
3.78
100
0.025
1.00