Anda di halaman 1dari 8

BATUAN METAMORF I

A. Pendahuluan
Terdapat empat jenis batuan yang terdapat di bumi baik di permukaan
ataupun di bawah permukaan tanah, yaitu Batuan Beku, Batuan Sedimen,
Batuan Metamorf, dan Batuan Piroklastik. Batuan Metamorf merupakan jenis
batuan yang terbentuk akibat adanya faktor suhu dan tekanan. Suhu dan
tekanan yang dibutuhkan untuk membentuk suatu Batuan Metamorf sangatlah
tinggi dan terjadi jauh di bawah permukaan bumi. Batuan Metamorf terbentuk
dari batuan asalnya yang dapat berupa Batuan Sedimen ataupun Batuan Beku.

B. Batuan Metamorf
Batuan Metamorf merupakan jenis batuan yang terbentuk melalui proses
tekanan dan suhu yang tinggi yang berasal dari hasil trasnformasi tipe batuan
yang telah ada. Batuan Metamorf terbentuk pada kondisi lingkungan yang
memiliki suhu yang tinggi tetapi tidak melebihi titik lebur dari Batuan Metamorf itu
sendiri.
Batuan Metamorf dapat terbentuk dari Batuan Beku atau Batuan Sedimen.
Batuan Metamorf terbentuk pada kondisi tekanan yang tinggi. Suatu batuan yang
terus menerus tertutupi oleh material diatasnya maka akan semakin tenggelam
menuju pusat bumi. Semakin jauh dari permukaan bumi maka tekanan akan
semakin besar. Maka dari itu, Batuan Metamorf merupakan batuan yang
terbentuk pada kondisi suhu dan tekanan tinggi.
1. Jenis jenis Metamorfisme Batuan Metamorf
Batuan Metamorf Kontak.
Batuan Metamorf Kontak merupakan jenis Batuan Metamorf yang
mengalami perubahan bentuk dari batuan asal akibat dari suhu tinggi yang
berasal dari aktivitas magma. Suhu yang tinggi menyebabkan Batuan

Metamorf mengalami perubahan bentuk maupun warna batuan.


Batuan Metamorf Dinamo.
Batuan Metamorf Dinamo adalah jenis Batuan Metamorf yang mengalami
perubahan bentuk dari batuan asalnya akibat tekanan yang tinggi.

Batuan asal, akan tertekan oleh gaya endogen dalam jangka waktu yang
lama. Batuan Metamorf Dinamo banyak ditemukan di daerah patahan atau

lipatan.
Batuan Metamorf Kontak Pneumatolistis.
Batuan Metamorf Kontak Penumatolistis adalah jenis Batuan Metamorf
yang mengalami perubahan bentuk akibat adanya pengaruh gas - gas

pada magma.
2. Jenis - jenis Batuan Metamorf berdasarkan Malihannya
Metamorfisme tingkat rendah.
Metamorfisme tingkat tinggi.

Sumber: wingmansarrows.wordpress.com

Gambar 1
Batuan Metamorf

Pada Batuan Metamorf metamorfisme tingkat rendah, jejak kenampakan


dari batuan asal masih terlihat karena belum masuk ke dalam kondisi lingkungan
bersuhu dan tekanan tinggi. Sementara, pada Batuan Metamorf metamorfosisme
tingkat tinggi, jejak kenampakan dari batuan asal sudah tidak terlihat karena
sudah masuk ke dalam kondisi lingkungan bersuhu dan tekanan tinggi.
3. Struktur Batuan Metamorf
Struktur Batuan Metamof terbagi menjadi dua kelompok, yaitu Struktur
Foliasi dan Struktur Non Foliasi. Struktur Foliasi menunjukkan struktur dari
mineral yang terdapat pada suatu Batuan Metamorf, sementara Struktur Non
Foliasi tidak menunjukan struktur dari mineral yang terdapat pada suatu Batuan
Metamof.
Struktur Foliasi
Struktur Skistose, merupakan struktur mineral pada Batuan Metamorf
yang banyak memperlihatkan struktur dari mineral pipih.
Struktur Gneisik, merupakan struktur mineral pada Batuan Metamorf
yang banyak memperlihatkan mineral granular dibanding mineral pipih.
Struktur Slatycleavage, merupakan struktur yang sama dengan Struktur
Skistose tetapi mineraloginya sangat halus.

Struktur Phylitic, merupakan struktur mineral yang sama dengan

Struktur Slatycleavage, hanya struktur mineralnya mulai kasar.


Sturuktur Non Foliasi
Struktur Hornfelsik, merupakan struktur pada Batuan Metamorf yang
menunjukkan butiran mineral yang seragam.
Struktur Kataklastik, merupakan struktur pada Batuan Metamorf yang
menunjukkan adanya pengrusakan pada batuan asal.
Struktur Milonitik, merupakan struktur pada Batuan Metamorf yang
menunjukkan liniasi oleh adanya orientasi mineral yang berbentuk
lentikuler.
Struktur Pilonitik, merupakan struktur pada Batuan Metamorf yang
menunjukkan liniasi dari belahan permukaan dan butiran mineral lebih
kasar.
Struktur Flaser, merupakan struktur pada Batuan Metamorf yang sama
dengan Struktur Kataklistik namun struktur batuan asal berbentuk lensa.
Struktur Augen, merupakan struktur pada Batuan Metamorf yang sama
dengan Struktur Flaser, tetapi lensa lensanya terdiri dari butir butir
feldspar.
Struktur Granulose, merupakan struktur pada Batuan Metamorf yang
sama dengan Struktur Hornfelsik, hanya butirannya lebih beragam.
Struktur Liniasi, merupakan struktur pada Batuan Metamorf yang

menunjukkan adanya mineral yang berbentuk jarus atau fibrous.


4. Tekstur Batuan Metamorf
Terdapat dua jenis tekstur berdasarkan komposisi dari batuan asalnya,
yaitu Tekstur Kristaloblastik dan Tekstur Palimpset. Pembagian menjadi dua jenis
tesktur ini dilihat dari penyusun suatu Batuan Metamorf apakah masih terdapat
tekstur sisa dari batuan awal atau merupakan suatu batuan yang benar benar
baru.
Tekstur Kristaloblastik
Tekstur Kristaloblastik merupakan tekstur pada Batuan Metamorf yang tidak
terdapaat tekstur dari batuan asal. Untuk penamaannya menggunakan
akhiran blastik.
Tekstur Porfiroblastik, merupakan tekstur yang sama dengan tekstur
porfiritik (Batuan Beku), hanya Kristal yang besar disebut Porfiroblast.
Tekstur Granoblastik, merupakan tekstur yang menunjukan butir mineral
yang seragam.
Tekstur Lepidoblastik, merupakan tekstur yang menunjukan susunan
mineral saling sejajar dan berarah.

Tekstur Nematoblastik, merupakan tekstur yang menunjukan adanya


mineral prismatic.
Tekstur Idioblastik, merupakan tekstur yang menunjukan mineral
berbentuk euhedral.
Tekstur Xenoblastik, merupakan tekstur yang sama dengan Tekstur
Idioblastik tetapi mineralnya berbentuk anhedaral.

Sumber: wingmansarrows.wordpress.com

Gambar 2
Tekstur Kristaloblastik

Keterangan:
A.
B.
C.
D.
E.

Tekstur Granoblastik
Tekstur Granoblastik berbutir irregular
Tekstur Skistose
Tekstur Skistosity
Tekstur Semiskistose dengan meta batu pasir di dalam matrik mika

halus.
F. Tekstur Semiskistose dengan klorit dan aktilonit
G. Granit Milonit
H. Ortomilonit
I. Tekstur di dalam blastomilonit.
Tekstur Palimpset
Tekstur Palimpset merupakan tekstur pada Batuan Metamorf yang terdapat
tekstur dari batuan asal yang masih bisa diamati. Untuk penamaannya
menggunakan awalan blasto-.
Tekstur Blastoporfiritik, merupakan tekstur yang menunjukan tekstur
dari batuan asal yang porfiritik.
Tekstur Blastopsefit, merupakan tekstur yang menunjukan tekstur dari
batuan asal berupa Batuan Sedimen yang ukuran butirnya lebih besar
dari pasir.

Tekstur Blastopsamit, merupakan tekstur yang sama dengan Tekstur


Blastopsamit hanya ukuran butirnya lebih sama dengan pasir.
Tekstur Blastopellit, merupakan tekstur yang menunjukan tekstur dari
batuan asal berupa Batuan Sedimen yang ukuran butirnya adalah
lemoung.
5. Contoh contoh Batuan Metamorf
Slate
Slate merupakan Batuan Metamorf yang terbentuk melalui proses
metamorfosisme Batuan Sedimen Shale pada suhu yang rendah. Slate
memiliki struktur Foliasi, Slatycleavage dan ukuran butir yang sangat halus.

Sumber: http://upload.wikimedia.org/

Foto 1
Batu Slate

Marmer
Marmer merupakan contoh dari Batuan metamorphosis. Batu Marmer
terbentuk ketika Batu Gamping mendapat tekanan dari gaya endogen dan
suhu yang tinggi. Penyusun utama dari batu marmer adalah Kalsium
Karbonat. Marmer bersifat padat, kompak dan tanpa foliasi.

Sumber: http://upload.wikimedia.org

Foto 2
Batu Marmer

Milonit
Milonit merupakan Batuan Metamorf

yang terbentuk oleh rekristalisasi

dinamis mineral mineral pokok. Butir batuan ini halu dan dapat dibelah.

Sumber: geohazard009.wordpress.com

Gambar 3
Batu Milonit

KESIMPULAN

Batuan Metamorf merupakan jenis batuan yang terbentuk akibat adanya


tekanan dan suhu. Maka dari itu Batuan Metamorf dibagi menjadi tiga jenis, yaitu
Batuan Metamorf kontak, Batuan Metamorf dinamo, dan Batuan Metamorf
regional. Batuan Metamorf kontak adalah jenis Batuan Metamorf yang terbentuk
akibat adanya suhu yang tinggi, Batuan Metamorf dinamo adalah jenis Batuan
Metamorf yang terbentuk akibat adanya tekanan yang tinggi, dan Batuan
Metamorf regional adalah jenis Batuan Metamorf yang terbentuk akibat adanya
tekanan dan suhu yang tinggi. Batuan Metamorf kontak dapat ditemukan pada
daerah sesar ataupun dekat dengan inti bumi dan Batuan Metamorf dinamo
dapat ditemukan pada daerah perlipatan.
Akibat proses keterbentukan dari Batuan Metamorfk, maka mineral
mineral pada batuannya dapat terlihat ataupun tidak. Struktur pada Batuan
Metamorf mencerminkan hal tersebut dimana terdapat struktur foliasi dan

struktur non-foliasi. Struktur foliasi adalah struktur pada Batuan Metamorf yang
menunjukan struktur dari mineralnya dan struktur non foliasi adalah struktur pada
Batuan Metamorf yang tidak menunjukan struktur dari mineralnya. Mineral yang
terkandung pada suatu Batuan Metamorf umumnya akan memipih dan
membentuk seperti perlapisan akibat adanya tekanan yang tinggi saat proses
keterbentukannya.
Batuan Metamorf merupakan jenis batuan yang mengalami proses
diaganesa, sama dengan Batuan Sedimen. Mengapa seperti itu?, sebab Batuan
Metamorf dapat terbentuk bila terdapat batuan asalnya dan batuan asal yang
dimaksud dapat berupa Batuan Beku ataupun Batuan Sedimen. Batuan
Metamorf yang memiliki kenampakan mineralnya dapat diindikasikan batuan
asalnya berupa Batuan Beku sementara bila tidak memiliki kenampakan
mineralnya dapat diindikasi batuan asalnya berupa Batuan Sedimen.

DAFTAR PUSTAKA

Anonymus.

2011.

Batuan

Metamorf.

https://wingmanarrows.wordpress.com/geological/petrologi/batuanmetamorf/. Diakses pada 11 Desember 2015 pukul 8.04 WIB


Anonymus.

2015.

Batuan

Metamorf.

https://dedisasmito.wordpress.com/bahan-ajar-2/litosfer/batuan-beku-2/.
Diakses pada 11 Desember 2015 pukul 8.07 WIB
Wikipedia.

2015.

Batuan

https://id.wikipedia.org/wiki/Batuan_metamorf.
Desember 2015 pukul 8.09 WIB

Metamorf.
Diakses

pada

11